Meningkatkan Perekonomian UMKM

Society

Customer Gathering Special Event Bank Syariah Mandiri

MEDAN- Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu Kampung Baru Jalan Brigjen Katamso Medan, menggelar even bertajuk Customer Gathering Special Event di Garuda Plaza Hotel Medan, Jumat (16/12) lalu.


Even itu merupakan ide kreatif BSM Cabang Kampung Baru di bawah pimpinan Indriany. Tujuan digelarnya even itu sendiri agar mitra usaha BSM mampu meningkatkan perekonomian, utamanya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu dibenarkan Fadli selaku Ketua Panitia acara yang juga Kepala Divisi Mikro BSM Kampung Baru. “Tujuannya jelas, kami ingin meningkatkan perekonomian mitra kami yang merupakan pelaku UMKM. Kami juga ingin memaparkan bahwa banyak cara untuk menuju peningkatan ekonomi,” kata Fadli didampingi Analis Divisi Mikro, Indah Septika Sari.

Acara itu berlangsung menarik dengan hadirnya pembicara luar biasa. Ya, BSM Kampung Baru sengaja mendatangkan pendiri PT Angsa Emas, Haryanto. Dengan kehadiran Haryanto diharapkan customer BSM yang hadir mendapatkan pengalaman baru terkait investasi. “Memang even kita juga mengharapkan agar para customer dan mitra bisnis kita, terbuka wawasannya soal investasi. Dalam hal ini kita coba emas, karena kita juga punya program investasi emas,” sambung Fadli.

“Ini juga mengedukasi kita bahwa investasi tidak lagi melulu tanah, atau bahkan BPKP kendaraan. Sekarang zamannya invetasi emas,” lanjutnya.

Haryanto juga memaparkan sejumlah jurus jitu untuk berinvestasi emas. Dari analisis yang dilakukannya, dalam waktu dekat harga emas akan semakin tinggi.  “Investasi emas itu paling menguntungkan karena sudah terbukti minim resiko. Apalagi harganya makin lama makin mahal,” katanya.

Kembali ke program BSM, dipaparkan Fadli, Divisi Mikro atau biasa dikenal Warung Mikro punya dua program, yakni eksekutif dan chanelling. Maksud dari program eksekutif adalah pihak BSM bertindak sebagai pemodal langsung bagi pelaku UMKM. Sedangkan chanelling merupakan program pendanaan yang bersifat kerjasama antara BSM dan perorangan yang berlaku sebagai mediator.  “Ini sistem pembayarannya beda. Kami mendanai tapi ada pihak yang mengontrol usaha dari pelaku UMKM itu. Ini semacam sistem chanel tapi pemberi chanel bertanggung jawab,” ucapnya. (*/ful)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *