Menolak Diajak Membunuh, Saksi Kunci Dibilang Banci

Metropolis

LABUHAN-Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuh nenek jutawan, Hj Halima (80) warga Pasar II Barat Gang Melinjo Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Pembunuhan janda pensiunan anggota TNI ini, diduga dilakukan oleh orang dekat dan telah direncanakan.

“Belum ada saksi dari pihak keluarga yang kita periksa untuk dimintai keterangan, karena mereka minta waktu sampai selesai upacara pemakaman. Cuma ada seorang warga yang sempat kita tanya, dia mengaku pernah diajak untuk melakukan pembunuhan tapi menolak,” ujar AKP Pahala Manurung, Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan pada Sumut Pos, Senin (18/2).


Meski belum mau menyebutkan identitas saksi kunci yang kini bersama polisi, namun pembunuhan diduga telah terencana, dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan pihak keluarga korban.”Nanti dulu, kita belum bisa buru-buru menuding cucunya karena belum cukup bukti,” ucapnya.

Saksi kunci yang kini bersama polisi itu sebut Manurung, pernah diajak cucu korban untuk melakukan kejahatan di kediaman, Hj Halimah. Keduanya bertemu pada Kamis malam lalu di sebuah lokasi di kawasan Marelan. Karena menolak ajak tersebut, saksi yang memiliki hubungan pertemanan dengan, Rn (cucu korban) lantas dibilang banci.

“Ini yang masih terus kita kembangkan, termasuk cucunya masih kita kejar karena tidak terlihat semenjak kejadian itu. Dan soal adanya uang yang hilang kemarin anak korban membantahnya, karena uang itu katanya ada disimpan anak korban si Halim di bank sebesar Rp50 juta, sedangkan Rp20 juta lagi dipakainya untuk bayar hutang,” ujarnya.

Sementara itu, di kediaman korban terlihat para pelayat baik dari keluarga maupun warga sekitar memadati rumah nenek dua belas cucu ini. Sekitar pukul 12.00 Wib, jenazah korban yang telah terbungkus kain kafan diangkut dari rumah duka menggunakan mobil ambulans menuju ke TPU (tempat pemakaman umum) di sekitar Masjid Al Abrar Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli.

Kasma alias Endang (55), putri kedua korban sempat tak kuasa menahan tangis. Dirinya tak menyangka ibu kandungnya harus pergi meninggalkan mereka dalam kondisi tragis seperti ini.”Pelaku yang membunuh mamakku ini sangat biadab, semoga polisi menangkap pelakunya,” tutur, Endang.
Berbeda dengan, Endang. Anak laki-laki korban, Hj Halimah tak satupun yang bersedia ditanyai.

”Maaf ya, nanti dulu saya pun dalam kondisi kalut ini. Jadi saya minta tolong jangan bertanya soal kejadian ini dulu,” kata, Udin putra korban. (rul)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *