Merasa Dilangkahi, Tuding Top Rank Menipu

Metropolis

Kelly Pavlik, Berontak dengan Membatalkan Pertarungan

Kelly Pavlik masih menyandang nama besar di tinju kelas menengah. Mantan juara dunia itu kecewa dengan perlakuan promotor Top Rank yang tak memberinya pertarungan perebutan gelar juara.


Kota Youngstown, di negara bagian Ohio, Amerika Serikat (AS) bersiap menyambut petinju kebanggaannya Kelly Pavlik. Mantan juara dunia kelas menengah versi WBC dan WBO itu akan menjalani pertarungan melawan Darryl Cunningham di Covelli Centre, Sabtu (6/8) waktu setempat. Meski bukan perebutan gelar juara, duel tersebut menurut rencana akan disiarkan secara nasional melalaui jaringan televisi Showtime.

Tapi, awal pekan ini kabar tak enak justru diletupkan Pavlik. Dia membatalkan pertarungan di kelas menengah super. Banyak pihak yang kelabakan dengan keputusan sepihak tersebut.

Senin (1/8) waktu setempat,  Pavlik mengutarakan keputusannya pada pelatihnya, Jack Lowe. Tak ada alasan jelas yang melatarbelakangi keputusan Pavlik itu. Kubu Top Rank yang menjadi promotor pertarungan tersebut juga terkejut. Presiden Top Rank Todd duBoef mengakui sangat kecewa dengan keputusan yang merugikan banyak pihak itu.

“Sangat kecewa dengan keputusan mendadak yang diambil Kelly. Keputusan tersebut sekaligus menjadi satutindakan untuk tak melanjutkan membangun kembali karirnya,” ujar DuBoef dalam pengumuman Selasa (2/8) pagi.

Sore harinya, Pavlik menjelaskan alasan pengunduran dirinya itu. Dia menjelaskan dalam sebuah wawancara radio MaxBoxing. Dari wawancara tersebut, terungkap kecemburuan Pavlik pada petinju lain yang mendapatkan kesempatan besar, dengan bayaran yang besar daripada dirinya.

Pemicunya adalah kesepakatan yang dilakukan kubu Top Rank dengan juara dunia kelas menengah super versi IBF dan petinju Denmark Mikkel Kessler. Kesepakatan tersebut dianggap Pavlik melangkahi dirinya. Top Rank dianggap melecehkan reputasinya yang memberi banyak pertarungan besar dalam beberapa tahun terakhir.
Top Rank pernah menawarkan pertarungan perebutan gelar melawan Bute pada awal tahun ini. Namun, Top Rank tak melanjutkan negosiasi ketika kubu Pavlik menyodorkan harga sebesar USD 1 juta untuk pertarungan itu. Yang membuat Pavlik berang, kubu Top Rank malah menyetujui bayaran sebesar USD 3 juta untuk Kessler.

“Nama saya jauh lebih baik dari pada Mikel Kessler. Mereka sanggup membayar saya dengan USD 1 juta,” seru Pavlik.
Dengan bayaran sebesar itu, saya bisa menerima bila pertarungan berlangsung di Atlantic City (New Jersey) atau Youngstown,” beber Pavlik.

Kenyataannya, kubu Top Rank meminta Pavlik memantapkan persiapannya untuk menuju pertarungan perebutan gelar. Mereka memilihkan Cunningham sebagai calon lawan Pavlik. Untuk laga tersebut, Top Rank bersedia membayar Pavlik sebesar USD 130 ribu.

“Mereka (Top Rank) dari awal sudah punya rekening sebesar USD 3 juta untuk penantang Lucian Bute. Mereka coba memanfaatkan saya. Tapi saya tak sebodoh itu. Mereka malah mencarikan saya lawan yang bukan tandingan saya,” beber Pavlik.

Sedianya, pertarungan melawan Cunningham adalah pertarungan kedua Pavlik usai keluar dari masa rehabilitasi ketergantungan alkohol. Usai keluar dari rehabilitasi januari lalu, dia menjalani satu pertarungan. Dia menang angka atas petinju AS Alfonso Lopez, Mei lalu di Las Vegas.

Pavlik memang sudah gatal untuk segera memiliki gelar juara dunia lagi. Dia kehilangan gelar kelas menengah versi WBC dan WBO pada April 2010 saat berusaha mempertahankan gelarnya untuk keempat kalinya. Saat itu, dia kalah angka mutlak oleh petinju Argentina Sergio Gabriel Martinez.

Hingga saat ini, petinju berjuluk The Ghost itu sudah 39 naik ring dalam karir profesionalnya. Dia mendapatkan 32 kemenangan KO (knockout) dari 37 kemenangannya, serta menderita dua kali kekalahan. Selain kalah dari Martinez, Pavlik juga mengalami kekalahan dari petinju gaek Bernard Hopkins, Oktober 2008.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *