Meski Sepi Penghuni, Pemko tak Tutup Isoter

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Medan turun ke Level 2, tingkat hunian tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi pasien Covid-19 mulai sepi. Bahkan saat ini, tidak ada satu pun pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Gedung P4TK yang terletak di Kecamatan Medan Helvetia.

Robi Barus, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan.

“Alhamdulillah, pasien yang menjalani isolasi di lokasi Isoter Pemko Medan sudah sangat sepi. Di gedung P4TK, saat ini tidak ada satu pasien alias kosong. Sedangkan di gedung eks Hotel Soechi hanya ada 5 pasien lagin


itu pun sepertinya sudah mau pulang dalam beberapa hari ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan kepada Sumut Pos, Selasa (2/11).

Dikatakan Mardohar, hal itu juga sebagai salah satu indikator minimnya penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Apalagi saat ini, sejumlah RS di Kota Medan yang biasanya menampung pasien Covid-19 juga sudah sangat sepi dari pasien.

Namun begitu, tegas Mardohar, tidak ada sedikit pun rencana Pemko Medan untuk menutup salah satu daru dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut. Meskipun sebelum dijadikan tempat Isoter, gedung eks Hotel Soechi Kota Medan yang terletak di Jalan Cirebon sempat direncakan akan disewakan kepada pihak ketiga. “Sebelum pandemi menjadi endemi, dua lokasi Isoter kita itu tidak akan ditutup. Kita kan gak tahu ke depannya seperti apa. Tetap harus jaga-jagalah,” tegasnya.

Sedangkan pandemi hanya berubah menjadi endemi, kata Mardohar, apabila angka penyebaran Covid-19 berada diangkat rata-rata nol kasus selama 28 hari. Saat ini, lanjut Mardohar, Pemko Medan terus melakukan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Sembari itu, Pemko Medan juga terus meningkatkan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

“Bukan berarti karena angka penyebaran Covid-19 di Medan terus menurun lalu kita juga menurunkan 3T kita. Saat ini, kita masih fokus menerapkan 3T untuk memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Wali Kota Medan Bobby Nasution juga berkomitmen untuk tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter Covid-19 di Kota Medan. Meskipun saat ini, pasien dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga bergejala ringan di dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut sangat minim.

Atas keputusan itu, Fraksi PDIP DPRD Medan pun memberikan dukungan penuh. Fraksi PDIP menilai, apa yang diputuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution tersebut adalah langkah yang sangat tepat dan layak untuk diapresiasi.

“Meskipun kedua lokasi Isoter sangat sedikit pasien nya bahkan ada yang kosong, tapi Wali Kota Medan tak mau menutup salah satu dari dua lokasi Isoter milik Pemko Medan sebelum pandemi berakhir dan berubah menjadi endemik. Tegas saya katakan, itu adalah keputusan yang sangat tepat dan bijaksana,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (3/11).

Dengan sepinya pasien, kata Robi, Wali Kota Medan bisa saja menutup salah satu dari dua lokasi Isoter tersebut, khususnya Eks Hotel Soechi yang telah habis masa Build Operate Transfer (BOT) nya pada tahun lalu. Mengingat Medan Mal yang juga merupakan aset milik Pemko Medan yang telah habis masa BOT nya, saat ini telah disewakan senilai Rp20 Miliar kepada pihak ketiga, tepatnya mulai dari 16 November 2021 hingga 16 November 2023 mendatang.

“Logikanya bisa saja Wali Kota Medan menutup Hotel Soechi sebagai lokasi isoter, toh kita punya satu lokasi isoter lagi, yaitu Gedung P4TK di Medan Helvetia. Lalu Hotel Soechi disewakan seperti Medan Mal, uang sewanya bisa jadi PAD bagi Kota Medan. Tapi Wali Kota tidak menutupnya, tidak menyewakannya seperti Medan Mal. Maka jelas, itu bukti Wali Kota Medan lebih mementingkan penanganan Covid-19 dan keselamatan masyarakat dari pada PAD semata. Bukan berarti PAD tidak penting, tapi keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” ujarnya.

Dijelaskan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang duduk di Komisi I DPRD Medan itu, memang saat ini kebutuhan Kota Medan akan lokasi Isoter sangat minim, hal itu karena angka penyebaran Covid-19. Akan tetapi Robi Barus mengajak semua pihak untuk kembali mengingat, bagaimana pentingnya keberadaan dan fungsi Isoter saat angka penyebaran Covid-19 melonjak seperti beberapa waktu yang lalu.

“Saat itu hampir semua tempat Isoter penuh, bayangkan kalau tidak ada Eks Hotel Soechi yang dijadikan Wali Kota sebagai tempat Isoter tambahan setelah Gedung P4TK, mau kemana semua pasien itu menjalani isolasi. Maka ketika diputuskan tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter itu sebelum pandemi berubah menjadi endemik, saya fikir itu sudah paling tepat. Masyarakat pun tenang, mereka punya pilihan harus kemana untuk menjalani Isolasi apabila terpapar,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Robi Barus, keputusan yang diambil Bobby Nasution untuk tidak menutup salah satu dari dua lokasi Isoter di Kota Medan adalah tindaklanjut dari isntruksi Pemerintah Pusat agar setiap kepala daerah mengambil tindakan preventif dan langkah-langkah antisipatif dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga Pandemi Covid-19. “Kita berharap gelombang ketiga itu tidak sampai terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Selain tetap menyediakan tempat isoter, saya lihat saat ini Pemko Medan juga sedang terus meningkatkan Vaksinasi Covid-19,” lanjutnya.

Pun begitu, selaku Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi meminta setiap perangkat pemerintah tingkat Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan untuk terus memantau perkembangan Covid-19 di wilyahnya masing-masing. Termasuk data warga yang telah divaksinasi, warga yang terpapar dan hal-hal lainnya yang berkaitan erat dengan penanganan Covid-19.

“Apalagi kita tahu, saat ini setiap Kecamatan harus bertanggungjawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke lokasi Isoter. Kita menekankan, agar seluruh Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan bisa maksimal membantu Wali Kota Medan dalam menangani pandemi ini,” pungkasnya. (map)

loading...