Methodist Binjai v Wahidin Tak Sekadar Tiket Final

DBL North Sumatra Series

Juara bertahan putri Wahidin akan berebut tiket final dengan Methodist Binjai di babak fantastic four putri Honda DBL 2013 North Sumatera Series, Kamis (6/6) sore ini di GOR Samudera Sport Club Medan.  Ini merupakan kesempatan bagi Wahidin untuk membalaskan kekalahan tim putranya sekaligus meraih satu tempat di babak final.
Ya, tim putra Wahidin sebelumnya gagal melangkah ke empat besar karena terjungkal oleh Methodist Binjai, Selasa (4/6) lalu. Karena itu motivasi kali ini pun tak sekadar tiket ke final. Pelatih tim putri Wahidin, Herijanto melontarkan optimisme tinggi menatap duel ini. “Ya kami cukup tahu materi Methodist Binjai. Ya saya pikir masih di bawah. Tapi kami juga tidak mau lengah. Tim putra kami memang kalah karena memang permainan Methodist Binjai bagus. Jadi harapan tinggal di tim putri,” ujarnya.
Pelatih yang akrab disapa Tek Peng ini mengatakan timnya saat ini sangat termotivasi untuk menatap final. Pasalnya sejauh ini belum ada tim yang mampu mempertahankan gelar juaranya di ajang DBL. “Anak-anak sangat bersemangat. Ya kami fikirkan dulu bagaimana sampai ke final baru pikirkan juara. Saat ini kami sedang menyiapkan strategi untuk membendung lawan,” jelas pria berkacamata ini.
Wahidin mengandalkan dua pebasket Popwil Sumut, Titania Valencia sebagai shooting guard dan Vanessa di posisi point guard sebagai ruh permainan. Keduanya kerap menjadi penyumbang poin terbanyak di dua laga. Keduanya juga kerap dipasang terpisah. Vanessa memimpin rekannya di kuarter awal sementara Tita di kuarter kedua sebagai penyeimbang sistem rotasi.
Titania sendiri mengatakan dirinya siap untuk gantian menumbangkan Methodist Binjai. “Kami telah mempersiapkan diri dengan latihan. Methodist Binjai yang harus diwaspadai mungkin Herlina. Saya dan rekan-rekan harus lebih percaya diri kali ini,” ujarnya.
Sementara itu di kubu lawan, laga ini justru duel pertama yang dilakoni Herlina dkk di Honda DBL tahun ini. Pasalnya langkah mereka ke fantastic four sebelumnya karena lawan yang disanksi WO karena ketidakhadiran tim dance sebagai persyaratan wajib Honda DBL. Namun justru ini menjadi pembuktian bagi tim besutan Hendy jika mereka memang pantas ke empat besar.
“Saya pikir Wahidin cukup kuat. Tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan,” kata Hendy. (don)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *