Site icon SumutPos

Dugaan Korupsi Bank Sumut, Polisi Panggil Dua Direksi

Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS Kantor PT Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (3/2).
Foto: DANIL SIREGAR/SUMUT POS
Kantor PT Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (3/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) akan memeriksa dua direksi Bank Sumut yakni Direktur Utama (Dirut) Edie Rizliyanto dan Direktur Pemasaran Ester Juanita Ginting, untuk kepentingan penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan kenderaan operasional dinas di Bank Sumut. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung Selasa (8/3) atau hari ini.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Bobbi Sandri, menyebutkan, selain Edi dan Ester, pihaknya juga akan memeriksa tiga pejabat lainnya di bank plat merah tersebut, yakni Brata Kesuma, Djaili Azwar, dan Rizal Fahlevi.

“Awalnya mereka akan dimintai keterangan pada 3 dan 4 Maret lalu. Tapi ada surat permohonan dari kuasa hukum mereka agar dijadwalkan ulang pemeriksaan sebagai saksi. Permohonannya Selasa besok (hari ini, Red),” ungkap Bobbi kepada Sumut Pos, Senin (7/3).

Bobbi menyebutkan pemeriksaan kelima pejabat di bank yang menggunakan warna oranye sebagai warna branding bisnisnya itu baru sebatas saksi. Keterangan yang hendak digali seberapa jauh mereka mengetahui peran para tersangka dalam kasus tersebut.

“Ada sejumlah pertanyaan untuk memperkuat temuan. Jadi statusnya sebagai saksi yang dimintai keterangan,” ungkapnya.

Saat ditanyakan alasan Edi Cs memohonkan penjadwalan ulang, Bobbi mengaku kurang tahu. Sepengetahuan dia di dalam surat permohonan yang diajukan kuasa hukum mereka tidak ada alasan yang disampaikan. ”Kalau jadwal ulang masih kami terima. Tapi kalau sampai tiga kali mangkir untuk pemeriksaan, kami akan melakukan penjemputan paksa,” tukasnya.


Dari informasi yang dihimpun Sumut Pos, kelima petinggi Bank Sumut mangkir dari panggilan penyidik Kejati Sumut tanpa alasan yang diketahui. Belakangan lewat pengacara Etza Imelda Fitri disampaikan surat permohonan penjadwalan ulang pada Jumat (4/3) lalu.

Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut, Novan Hadian mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa Zulkarnaen, pimpinan bidang logistik Bank Sumut. “Begitu pun masih ada lanjutan pemeriksaan terhadap Zulkarnaen,” jelasnya.

Novan berharap seluruh saksi yang hadir dalam pemeriksaan memberikan keterangan sejelas-jelasnya agar mempermudah proses penyidikan.”Besok (hari ini, Red) mudah-mudahan semua datang. Tak ada yang mangkir sampai harus dipanggil paksa,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, dugaan korupsi proyek pengadaan kenderaan operasional dinas di Bank Sumut senilai Rp18 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013. Penyidik Kejatisu memperkirakan kerugian negara mencapai Rp4,9 milar pada proyek pengadaan 294 kendaraan operasional.

Dari 294 unit kenderaan bermotor ada enam jenis mobil mewah dalam pengadaan kendaraan dinas itu, yakni Toyota Camry, Pajero Sport, Innova, Toyota Rush, Avanza, dan Xenia. Tahapan dalam proses pengusutan kasus korupsi ini sudah masuk penyidikan untuk mengetahui keterlibatan para direksi Bank Sumut dalam korupsi mega proyek tersebut. (gus/val)

Exit mobile version