25 C
Medan
Tuesday, February 10, 2026

Menanti Pertarungan Klasik

WOKING –Sirkuit Monza bak surga bagi pecinta balapan, melihat fasilitas dan trek balapan terlihat begitu memukai bagi pembalap. Bahkan Ceo McLaren Martin Whitmarsh memuji sirkuit Monza merupakan tempat yang sempurna untuk menantang pembalap Formula One (F1) mencapai yang terbaik. Selain itu, dia juga berharap sirkuit ini akan selalu menyajikan pertarungan klasik.

Monza, sejak dimulai pada tahun 1922, trek yang terletak di sebuah taman bekas kerajaan di pinggiran Milan itu, telah mengalami perubahan sedikit dalam kurun waktu 89 tahun digelar.

Ada pembalasan dan ada juga lahir pembalap baru di sini, terutama terk dengan kecepatan tinggi. Sirkuit ini tetap tercepat di kalender F1, dengan kecepatan rata-rata 158 mph dalam 53 lap dan 190 mil dilalui dalam waktu 75 menit.
“Mungkin itu agak terlalu dini untuk membahas kembalinya ‘Monza slipstreamer’. Tapi saya pikir seluruh tim tertarik ke Italia untuk melihat GP yang menarik dan sulit diduga ini,” ucap Whitmarsh, seperti dikutip Skysports, Kamis (8/9).
“Paling tidak, ke Monza selalu menjadi kesempatan yang sangat menggugah dan bersejarah. Mungkin lebih dari sirkuit lain, Anda bisa merasakan olahraga masa lalu di sini, dan itu menjadi tempat yang sempurna,” sambungnya.

Selain itu, Whitmarsh mengaku Monza merupakan sirkuit yang sangat penting, selain Spa-Francochamps dan Monaco. “Walaupun sudah tua, Monza tentu tidak pernah lebih mudah, sehingga bermanfaat untuk mengetahui bahwa sirkuit ini sebagai tantangan yang luar biasa,” pungkas Whitmarsh.

Pemberlakuan dua zona Drag Reduction System (DRS) akan diberlakukan tahun ini. Maka itu aksi saling susul dalam balapan diprediksi kian banyak. Melihat kondisi itu, para pembalap akan diperkenankan memakai sayap bergerak di mobil mereka di dua tempat, yakni di garis start/finis dengan titik mulai di tikungan Parabolica serta antara tikungan Lesmo sampai ke chicane Ascari dengan titik mulai di Lesmo.

Jelas, gabungan karakter asli Monza yang cepat dan aturan zona DRS itu diperkirakan akan menambah serunya aksi saling susul dalam lomba yang bakal digelar akhir pekan ini. “Saya pikir kita akan melihat banyak aksi saling susul,” komentar pembalap Ferrari, Felipe Massa, seperti dilansir Planet F1.

Massa bahkan berani mengatakan bahwa pertarungan akan berlangsung hingga saat-saat akhir bila ada dua pembalap terdepan dengan selisih waktu yang ketat. “Saya tidak bilang jadi nomor dua akan lebih menguntungkan ketika masuk ke Parabolica di lap terakhir agar bisa menyalip pembalap terdepan. Karena bila mobilmu bagus, maka strategi yang lebih baik adalah menyalip sebelum di sana dan mengembangkan jarak sampai lebih dari satu detik,” urai Massa.
“Meski begitu, bila Anda bertarung hingga lap terakhir, maka akan tercipta sebuah balapan yang sangat seru,” tuntasnya. (net/jpnn)

WOKING –Sirkuit Monza bak surga bagi pecinta balapan, melihat fasilitas dan trek balapan terlihat begitu memukai bagi pembalap. Bahkan Ceo McLaren Martin Whitmarsh memuji sirkuit Monza merupakan tempat yang sempurna untuk menantang pembalap Formula One (F1) mencapai yang terbaik. Selain itu, dia juga berharap sirkuit ini akan selalu menyajikan pertarungan klasik.

Monza, sejak dimulai pada tahun 1922, trek yang terletak di sebuah taman bekas kerajaan di pinggiran Milan itu, telah mengalami perubahan sedikit dalam kurun waktu 89 tahun digelar.

Ada pembalasan dan ada juga lahir pembalap baru di sini, terutama terk dengan kecepatan tinggi. Sirkuit ini tetap tercepat di kalender F1, dengan kecepatan rata-rata 158 mph dalam 53 lap dan 190 mil dilalui dalam waktu 75 menit.
“Mungkin itu agak terlalu dini untuk membahas kembalinya ‘Monza slipstreamer’. Tapi saya pikir seluruh tim tertarik ke Italia untuk melihat GP yang menarik dan sulit diduga ini,” ucap Whitmarsh, seperti dikutip Skysports, Kamis (8/9).
“Paling tidak, ke Monza selalu menjadi kesempatan yang sangat menggugah dan bersejarah. Mungkin lebih dari sirkuit lain, Anda bisa merasakan olahraga masa lalu di sini, dan itu menjadi tempat yang sempurna,” sambungnya.

Selain itu, Whitmarsh mengaku Monza merupakan sirkuit yang sangat penting, selain Spa-Francochamps dan Monaco. “Walaupun sudah tua, Monza tentu tidak pernah lebih mudah, sehingga bermanfaat untuk mengetahui bahwa sirkuit ini sebagai tantangan yang luar biasa,” pungkas Whitmarsh.

Pemberlakuan dua zona Drag Reduction System (DRS) akan diberlakukan tahun ini. Maka itu aksi saling susul dalam balapan diprediksi kian banyak. Melihat kondisi itu, para pembalap akan diperkenankan memakai sayap bergerak di mobil mereka di dua tempat, yakni di garis start/finis dengan titik mulai di tikungan Parabolica serta antara tikungan Lesmo sampai ke chicane Ascari dengan titik mulai di Lesmo.

Jelas, gabungan karakter asli Monza yang cepat dan aturan zona DRS itu diperkirakan akan menambah serunya aksi saling susul dalam lomba yang bakal digelar akhir pekan ini. “Saya pikir kita akan melihat banyak aksi saling susul,” komentar pembalap Ferrari, Felipe Massa, seperti dilansir Planet F1.

Massa bahkan berani mengatakan bahwa pertarungan akan berlangsung hingga saat-saat akhir bila ada dua pembalap terdepan dengan selisih waktu yang ketat. “Saya tidak bilang jadi nomor dua akan lebih menguntungkan ketika masuk ke Parabolica di lap terakhir agar bisa menyalip pembalap terdepan. Karena bila mobilmu bagus, maka strategi yang lebih baik adalah menyalip sebelum di sana dan mengembangkan jarak sampai lebih dari satu detik,” urai Massa.
“Meski begitu, bila Anda bertarung hingga lap terakhir, maka akan tercipta sebuah balapan yang sangat seru,” tuntasnya. (net/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru