Site icon SumutPos

Wow, Jembatan Sepanjang 38 Meter Ini Dibangun dari Batu Bacan

Foto: Miftakhul Fahamsyah/Jawa Pos/JPNN Jembatan batu bacan yang menghubungkan kampung Amasing Kota dan Amasing Kota Utara di Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Lantai bagian tengahnya terbuat dari batu bacan.
Foto: Miftakhul Fahamsyah/Jawa Pos/JPNN
Jembatan batu bacan yang menghubungkan kampung Amasing Kota dan Amasing Kota Utara di Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Lantai bagian tengahnya terbuat dari batu bacan.

Ketika batu bacan dicari karena kualitasnya yang super dan harganya yang mahal, di Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, batu hijau itu malah dijadikan lantai jembatan.

Lokasinya di belakang perkampungan padat di Amasing Kota, Labuha, ibu kota Halmahera Selatan, yang tidak jauh dari laut Halmahera.
Layaknya perkampungan nelayan, rumah-rumah di tempat itu juga saling berimpitan. Di antara rumah-rumah tersebut, terdapat gang sempit yang lebarnya tidak lebih dari 2 meter.
Sepintas, tidak ada yang menarik dari lokasi tersebut. Apalagi jemuran pakaian tergantung di sana-sini. Terkesan kumuh.
Tetapi, siapa sangka, di perkampungan itu terdapat jembatan ’’mahal’’ yang menghubungkan antarkampung tersebut.
Jembatan selebar 2,5 meter dengan panjang 38 meter itu dicat kombinasi kuning-biru. Lantainya berwarna hijau. Lantai hijau itulah yang ternyata merupakan bongkahan-bongkahan batu bacan.
Sebagaimana diketahui, di dunia batu akik, batu bacan merupakan salah satu yang banyak dicari penggemar akik. Bukan hanya kolektor dalam negeri, banyak pencinta batu akik dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Hongkong yang juga berburu batu bacan.
Karena itu, tidak heran bila harganya melambung hingga puluhan juta rupiah. Batu bacan dihargai mahal lantaran batu itu dianggap ’’hidup’’.

“Saya memang sengaja meletakkan batu bacan di jembatan ini,’’ ungkap Muhammad Abusama, penggagas sekaligus penyandang dana pembangunan jembatan yang didirikan di atas Sungai Inggot tersebut, Minggu (17/5).
’’Dengan jembatan ini, saya ingin memudahkan orang melihat batu bacan kalau datang ke pulau ini,’’ tambah pria 49 tahun tersebut. (Miftakhul Fahamsyah)

Exit mobile version