Mukjizat Tuhan Tepat pada Waktunya

Mimbar Minggu

 Tuhan kembali nyatakan kuasa-Nya dalam kehidupan Rahel Sukatendel. Berikut penuturan kesaksiannya.

REALITA kehidupan ini terjadi sebulan yang lalu dalam sebuah pergumulan menaklukkan penyakit yang merongrong kandungan saya. Kehamilan Ektopik Terganggu (KET) atau sering disebut kehamilan di luar kandungan salah satu penyakit berbahaya yang menyebabkan saya harus menjalani operasi.


Upaya medis tersebut harus saya jalani demi keselamatan jiwa saya. Sebelumnya telah terjadi pendarahan, perut sakit dan tubuh kejang-kejang.

Menurut adik saya, muka saya pucat dan kadang berwarna kebiruan. Tensi hampir mencapai 65. Kala itu saya menjerit kesakitan. Suami, Jupianus Sitepu terlihat cemas. Dalam kondisi ini saya berdoa dan berseru pada Tuhan. “Tuhan… tolong sembuhkan saya dan ampuni segala dosa dan pelanggaran saya.” Setelah berdoa, akhirnya terbuka jalan memastikan penyakit saya melalui tes urine karena pendarahan sempat mengganggu perjalanan air seni saya. Tapi setelah diadakan pemeriksaan lebih lanjut, Sabtu malam (16/3) dinyatakan positip saya mengidap KET dan dr Elisabeth spesialis kandungan mengabarkan malam itu juga saya harus menjalani operasi.

Di Rumah Sakit Herna, Medan tempat saya menjalani operasi, suasana berubah menjadi tegang. Sebelum menuju ruang operasi, saya menyempatkaan diri menghubungi para hamba Tuhan untuk berdoa. Pimpinan GSRI (Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia ) Pdt RT Tarigan melalui Hamba Tuhan Pdt S Sembiring dan Pdt D Ginting berdoa via telepon.

Kurasakan kekuatan dari Roh Kudus mengalir dalam jiwaku. Tidak ada lagi ketakutan dalam menjalani operasi. Setelah itu menghubungi abang kandung saya Ruben di Jakarta via telepon mohon dukungan doa. Sebelum masuk ke ruang operasi saya membawa doa bersama suami dan adikku Pera Sukatendel bersama suaminya. Kuasa Tuhan dinyatakan menolong. Dari Pukul 11.30—2.00 WIB dinihari saya berhasil menjalani operasi dengan baik dan lancar.

Padahal selama hampir 10 tahun menjani profesi di dunia jurnalistik, saya telah banyak meliput peristiwa yang menegangkan dan banyak tantangan yang saya hadapi dalam mendaki sejumlah gunung namun peristiwa yang saya alami tersebut tidak membuat saya takut dalam menjalani hidup ke masa depan. Karena saya percaya mukjizat-nya selalu dinyatakan bagi orang yang percaya.

Pertolongan Tuhan itu juga pernah saya alami ketika meliput peristiwa pasca Tsunami di Banda Aceh tahun 2004. Hal itu terjadi dalam perjalanan yang cukup menegangkan sepulang dari daerah bencana mengendarai bus kecil menuju kota Medan. Dari kota Banda Aceh bus masih dipadati penumpang, tapi setelah tiba di perbatasan Aceh-Sumut, malam pun tiba dan saya hanya bersama supir dan seorang laki-laki. Saya merasa takut pada kedua pria dalam bus tersebut untuk berbuat jahat.

Dalam kondisi tersebut saya hanya bisa pasrah dan berdoa. Tapi Tuhan menolong untuk melindungi saya sampai di Medan. Kasih dan pertolongan- Nya selalu saya rasakan dalam hidup saya.

Untuk itu saya mengucap syukur atas semua yang telah dilakukan Tuhan buat saya. (btr)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *