Mulai Juni, RS Martha Friska Tak Lagi Rujukan Covid

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumut tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan RS Martha Friska Multatuli. sebagai RS rujukan utama pasien Covid-19. Mulai 1 Juni mendatang, rumah sakit swasta tersebut tidak lagi menjadi rujukan pasien corona di Sumut.

TAK LAGI RUJUKAN: Gubsu Edy Rahmayadi saat meninjau RS Martha Friska, beberapa waktu lalu. RS Martha Friska tidak lagi jadi RS rujukan pasien Covid-19, berlaku mulai Juni mendatang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, mengatakan tidak diperpanjangnya kontrak kerja sama kepada RS Martha Friska Multatuli, karena jumlah pasien corona yang dirawat di rumah sakit itu terus menurun. Hingga kini, pasien yang dirawat berjumlah 17 orang. Jumlah itu terdiri dari 16 pasien positif dan 1 pasien suspek.


“Tidak diperpanjang karena jumlah pasien menurun. Kontrak akan berakhir pada 1 Juni 2021,” kata Aris, Rabu (21/4).

Meski demikian, disebutkan Aris, masih ada rumah sakit rujukan yang disiapkan Pemprov Sumut untuk pasien corona. Pelayanan pasien Covid-19 di rumah sakit itu nantinya dialihkan ke RS Haji Medan dan RS GL Tobing (Deliserdang). “Semua pelayanan digeser ke RS Haji dan GL Tobing,” ujarnya.

Aris memastikan, biaya perawatan pasien Covid-19 tetap ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Pembiayaan itu dilakukan, meski pasien corona dirawat di luar rumah sakit rujukan. “Secara prinsip semua pasien corona ditanggung negara,” cetusnya.

Secara akumulatif, lanjutnya, jumlah pasien positif corona di Sumut yang dirawat sebanyak 881 orang dan 205 orang suspek. Sedangkan pasien yang isolasi mandiri 1.403 orang. “Angka terkonfirmasi positif saat ini 28.809 orang, bertambah 68 kasus baru. Sementara angka kesembuhan 25.573 orang, dengan penambahan 60 kasus baru. Sedangkan angka kematian akibat corona yaitu 952 orang, bertambah 1 kasus baru. Untuk suspek 878 orang, dengan penambahan 27 kasus baru,” tandas Aris.

Diketahui, RS Martha Friska Multatuli telah menjadi rujukan utama penanganan pasien corona di Sumut sejak 2 April 2020. Rumah sakit itu memiliki 110 kamar. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi langsung meninjau proses pengoperasian rumah sakit, yang ditandai dengan simulasi penanganan pasien Covid-19. (ris)

loading...