Musim Hujan, Jarak Pandang Masih Aman

Metropolis

Hujan yang terus mengguyur disebabkan peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

“Sebagian daerah di Sumut sedang beralih musimnya,” kata Kepala Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Hendra, Selasa (17/4). Menurutnya, peralihan musim tak akan berlangsung lama paling satu bulan saja.


“Selang waktu itulah berpotensi angin puting beliung,” katanya.

Menurutnya, peralihan musim bakal mempengaruhi cuaca karena suhu permukaan laut di Barat Sumatera tinggi. Dikatakannya, potensi hujan hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara, khususnya di wilayah Pantai Timur, wilayah pegunungan dan wilayah Pantai Barat.

Daerah yang bepotensi hujan disertai angin puting beliung Medan, Langkat, Binjai, Sergai, Tebing Tinggi dan daerah-daerah yang berada di sekitar lereng dan perbukitan. Potensi turunnya hujan 25-50 milimeter per harinya. Hujan turun mulai dari siang hingga malam hari. Sedangkan untuk pagi, potensi turunnya hujan sangat kecil.

Disinggung mengenai durasi kecepatan angin puting beliung, kecepatan angin puting beliung itu lebih dari 40 knot (km/jam) dan kecepatan seperti itu sudah masuk dalam kategori besar. Untuk jarak pandang penerbangan, sambungnya, sejauh ini masih aman 3 km.

Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus menyebutkan, sudah memberitahukan mengenai cuaca buruk yang diprediksi menggangu penerbangan.  “Bandara Polonia Medan jauh-jauh hari sudah memberitahukan daerah-daerah mana yang cuacanya buruk setelah diberitahukan oleh pihak BMKG,” katanya. (jon)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *