Nanyang Ditenggat 7×24 Jam

Metropolis

Komisi D Desak Bangunan Dibongkar Sendiri

Tiang Penyangga Timpa Rumah Warga


MEDAN- Warga yang tinggal dekat dengan lokasi pembangunan gedung baru Nanyang Internasional School makin resah. Pasalnya, Jumat (10/6) malam, sekira pukul 19.45 WIB, tiang penyangga (eskapolding) untuk pembangunan sekolah tersebut jatuh dari lantai tiga dan menimpa rumah warga bernama Yeni dan Su wito.

Menurut Suwito yang ditemui di rumahnya, tiang penyangga berupa besi dan kayu balok tersebut jatuh saat hujan deras disertai angin kencang “Ini karena pembangunan tersebut tidak memakai jaring pengaman. Kejadian ini bukan yang pertama kali, namun tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak Nanyang,” ungkap Suwito.

Selain itu, lanjut Suwito, pihak Nanyang seakan ingin menutupi peristiwa jatuhnya tiang penyangga yang menimpa rumahnya tersebut. Hal ini terlihat dari petugas Satpam Nanyang yang langsung mengutipi kayu dan besi tersebut. “Kami berencana akan melaporkan kajadian ini ke polisi. Karena pihak Nanyang tidak merespon keluhan kami. Ini dapat membahayakan keselamatan kami,” ungkapnya yang diamini Yeni.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat yang digelar di gedung dewan, Komisi D DPRD Kota Medan memberi tenggat waktu 7×24 jam bagi pemilik Nanyang Internasional School untuk membongkar sendiri bangunannya. Pasalnya, bangunan tersebut telah menyimpang dari SIMB yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan.

Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Kota Medan dengan warga Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru, Dinas TRTB Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan dan Nanyang Internasional School yang diwakili penasehat hukumnya, Jum’at (10/6).

Dalam pertemuan itu, Dinas TRTB Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian Dinas TRTB Medan Ali Tohar mengungkapkan, perluasan satu unit bangunan sekolah Nanyang berukuran 15,5×32,5 M, menyimpang dari SIMB No.642/363.K tanggal 14 Februari 2011. Penyimpangan itu terjadi pada Gambar Situasi Bangunan (GSB) Roilen bagian sisi utara 1,2×13 M, sisi seletan 1,5×15 M dan sisi barat 3,7×1,5 M.

Selain mengultimatum, Komisi D DPRD Medan juga mengeluarkan rekomendasi agar Dinas TRTB Kota Medan untuk melakukan peninjauan ulang terhadap Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), serta meminta Pemko Medan untuk menghentikan segala aktivitas pembangunan selama proses pembongkaran berjalan.

“Pembangunan Nanyang harus diberhentikan, Dinas TRTB harus berani memberikan sanksi tegas sekaligus memberikan contoh kepada pengembang lain yang terbiasa melanggar aturan,” tegas Sekretaris Komisi D DPRD Medan pada RDP tersebut.

Lebih lanjut Muslim berjanji, Komisi D serius menyikapi keluhan warga dan tidak akan peduli dengan pengaruh dari luar, seperti telepon-telepon yang masuk ke nomor ponselnya.
Anggota Komisi D DPRD Medan lainnya yang hadir pada RDP tersebut, Budiman Panjaitan juga meminta agar izin operasional sekolah untuk ditinjau kembali. Karena Budiman menilai, ada hal yang menyalahi tentang izin yang ada.

Menyahuti hal itu, pihak Nanyang yang diwakili penasehat hukumnya Julheri mengaku, pihaknya akan mematuhi ketentuan sesuai izin yang dberikan Dinas TRTB Kota Medan.

Namun, Julheri terkesan menolak pembongkaran terhadap pembangunan gedung yang telah sesuai aturan dan sudah mendapatkan IMB nya. “Kami setuju penghentian pembangunan hanya untuk bangunan yang menyimpang. Tapi kami tidak setuju dengan penghentian pembangunan secara keseluruhan,” tandasnya.

Nah, saat itu Kabid Pengawasan dan Pengendalian Dinas TRTB Medan Ali Tohar meminta dukungan Komisi D DPRD Medan, dalam rangka penghentian dan pembongkaran Nanyang Internasional School. Terkait hal itu, warga Kelurahan Darat Kecamatan Medan Baru melalui M Sianipar mengungkapkan, agar Pemko Medan segera menyahuti rekomendasi dari Komisi D DPRD Medan.(ari)

loading...

5 thoughts on “Nanyang Ditenggat 7×24 Jam

  1. IMB bangunan nanyang Tahap II tidak pernah disosialisasikan kepada warga sehingga tidak satupun warga di sekitar Sekolah Nanyang yang setuju. Beroperasinya sekolah Nanyang ini sudah dikeluhkan warga sejak tahun 2005.
    Berjuang emang butuh waktu dan pengorbanan..
    Perjuangan warga sekitar sekolah Nanyang tak akan pernah berhenti semua ini dilakukan disamping untuk menciptakan kenyamanan bagi warga di sekitar Sekolah juga mendukung program pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebab2 kemacetan baru di inti kota.
    Dibangunnya dan beroperasinya Sekolah Nanyang di Jl. Abd Lubis tidak memiliki dampak positif kepada Negara ini.
    Warga Sekitar Sekolah sangat dirugikan, Pemerintah Kota Medan juga sangat dirugikan.
    Untuk mengatasi kemacetan Pemko Medan mengeluarkan banyak uang. Menurunkan Team TRTB untuk pembongkaran Gedung Nanyang juga mengeluarkan banyak Uang..
    Dari sisi Pendidikan, di wilayah Medan Baru sudah cukup banyak Sekolah-sekolah berprestasi. Kalau memang pemilik Sekolah ini berpikiran mulia untuk mencerdaskan rakyat Indonesia silahkan cari lokasi di daerah yang masih kekurangan Sekolah/Sarana Pendidikan.
    Jadi gak ada alasan untuk mempertahankan Sekolah Nanyang tetap beroperasi di tempat yang sekarang.
    Begitu mudah membangun Negeri ini kalau Pemerintah mau.
    Pertanyaan yang muncul adalah,”Maukah Pemerintah membangun Negeri ini?”

    Merdeka! dan Jayalah Indonesia……………..

  2. Terima kasih banyak kami sampaikan kepada wakil Rakyat kota Medan khususnya Komisi D DPRD kota Medan karena bersedia menyalurkan aspirasi Rakyatnya kepada Pemerintah. Dan juga dukungannya..
    Tuhan Allah menyertai Bapak dan Ibu yang saat ini berpikir positif untuk kemajuan Negeri ini..

    Rakyat akan tetap mendukung Bapak-bapak dan Ibu-Ibu sekalian…

    Merdeka !
    Jayalah Indonesia……………..

  3. Saya setuju dengan wak Alang…
    Kami akan terus berjuang Pak!!!

  4. Warga yang rumahnya terhimpit oleh bangunan sekolah Nanyang:
    Ibu Habibah (81 thn), Yenny (55thn), Pak Suwito (63 thn), Ibu Raisya (60 thn), Pak Bahar (82 thn), Istri pak Bahar (78 thn), Daulat Harahap (64 thn) Johanes (43 thn).
    Bapak-bapak dan ibu-ibu ini adalah orang-orang yang sudah lebih dari 40 thn menempati rumah mereka, di masa tuanya mereka menginginkan bisa menikmati hidupnya dengan ketentraman dan kenyamanan yang mereka rasakan saat belum berdirinya/beroperasinya sekolah Nanyang ini. Mereka sudah sejak tahun 2005 menyampaikan keberatannya melalui kepling dan Lurah, tetapi pihak Sekolah a.n Lindawaty Roesli, hanya memberikan janji-janji manis untuk mengatasi ketidak nyamanan akibat beroperasinya Sekolah Nanyang.
    Sampai saat ini tidak ada realisasinya..

    Kami warga Jl Tomat (sekitar Sekolah Nanyang) Mohon Dukungan dari saudara dan saudariku semua.

    Jayalah Indonesia!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *