Nazaruddin Muntah Lihat Rosa Menangis

Nasional

Saksi pun Batal Bersaksi

JAKARTA- Sidang lanjutan kasus suap wisma atlet dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), kemarin (4/1), berjalan bak sebuah drama sinetron. Saat sidang berlangsung, tiba-tiba mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengeluh sakit dan harus dibopong keluar ruang sidang. Di luar, Nazaruddin muntah-muntah dan majelis hakim pun memutuskan untuk menunda sidang hingga minggu depan.


Padahal saat itu Mindo Rosalina Manulang, terpidana kasus yang sama sedang duduk di depan majelis hakim untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Kondisi Rosalina tidak kalah menyedihkan. Pasalnya sebelum memberikan keterangan, mantan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri itu menangis sesenggukan sebelum memberikan keterangan.
Rosalina beralasan bahwa dirinya menangis lantaran sudah sembilan bulan tidak pernah bertemu mantan bosnya itu. Dia pun kaget saat melihat bahwa Nazaruddin yang duduk di depannya itu semakin kurus. “Maaf yang mulia saya minta waktu,” katanya sesenggukan sambil terus mengusap air mata yang terus mengalir.

Setelah kondisi Rosalina semakin tenang, hakim pun mulai menanyai identitasnya. Dia pun menjawabnya dengan terbata-bata. Mungkin tangisan Rosalina itu sangat mempengaruhi Nazaruddin. Bagaimana tidak, tiba-tiba salah satu kuasa hukum Nazaruddin meminta izin kepada majelis hakim untuk menunda sidang beberapa saat.
“Mohon maaf yang mulia, terdakwa sekarang ingin muntah,” kata Rusfinus.

Nazaruddin terlihat pucat. Para kuasa hukumnya yang terdiri dari Elza Syarief, Hotman Paris Hutapea, Juniver Girsang dan lainnya langsung sigap membopong kliennya itu menuju keluar ruang sidang. Nazaruddin akhirnya muntah di dalam kamar mandi gedung tipikor.

Hotman beralasan bahwa penyakit maag yang selama ini diderita kliennya kambuh. Dia juga mengatakan bahwa Nazaruddin mengalami kecapekan. Untuk memastikan kondisi kesehatan suami Neneng Sri Wahyuni itu, KPK menerjunkan dokternya, Johannes Hutabarat untuk mengecek kesehatan Nazaruddin yang sedang istirahat di ruang tunggu pengadilan.

Ternyata benar, seusai memeriksa Nazaruddin, kepada majelis hakim Johannes mengungkapkan bahwa terdakwa saat itu mengalami kelelahan akibat kurang tidur. Penyakit maag yang kambuh juga semakin memperparah kondisi Nazaruddin. Tak hanya itu menurut Johannes, tensi darah terdakwa juga tergolong tinggi. Dia pun menyarankan agar Nazaruddin diberi waktu untuk beristirahat. “Kalau sidang diteruskan, saya kawatir akan mengganggu kesehatan terdakwa,” kata Johannes.  Majelis hakim pun berembuk sejenak sebelum memtuskan apakah sidang dilanjutkan atau ditunda. (kuh/dim/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *