Ngaku Adik Penyelundup Sabu Dalam Anus

Metropolis

Saat ditangkap, Susi mengenakan baju warna oranye, dipadukan dengan pernak-pernik kalung. Saat digiring petugas ke ruang juru periksa, tak terlihat rasa takut pada dirinya. Kepada petugas, dia mengaku kalau dirinya adalah adik sepupu Idris Sufi (36), yang ditangkap petugas saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Polonia Medan karena membawa sabu-sabu dari Malaysia yang disimpan di dalam anus, Sabtu (31/12) sore.

Ternyata, pengakuan ini berbeda dengan keterangan yang disampaikan Idris yang  diperiksa secara terpisah oleh petugas Idris mengaku kalau Susi adalah adik kandungnya.


Hal ini membuat polisi merasa heran-heran, apa sebenarnya hubungan antara Susi dan Idris, sehingga Susi berani mengantarkan sabu kepada Idris. “Kalau adik kandungnya, apa mungkin ia tega menyuruhnya mengantar narkoba? Kalau adik sepupunya, apa mungkin juga? Yang ia nya, ada hubungan arus bawah antara mereka, paling tidak selingkuhannya. Namanya sudah janda anak satu,” ujar seorang pembesuk.

Idris yang terus diperiksa petugas di dalam ruang tahanan mengaku, sabu-sabu tersebut memang untuknya setelah sebelumnya ia memesan kepada Susi yang diakui sebagai adik kandungnya. “Tidak melalui istriku, aku langsung pesan sama Susi, dia itu adik kandungku,” terang Idris.
Sementara itu, saat Sumut Pos mencoba memfoto Susi yang sedang diintrogasi petugas, Susi yang mengetahui akan difoto malah bergaya sambil mengatakan, “Dari pada di kampung aku beladang, sekali-sekali jadi model nggak apa-apa”.

Mendengar perkataan Susi, membuat beberapa polisi ada yang ketawa dan ada yang merasa kesal. “Bukan malah malu, malah bangga, memang pemainnya itu,” ujar beberapa petugas yang melihat gaya Susi. (mag-5)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *