Site icon SumutPos

Calon Pemain PSMS Hari Ini Tes VO2 Max

Muhammad Antoni, salah seorang calon pemain PSMS, mengatakan siap mengikuti tes fisik VO2 Max (Volume Oksigen Maksimum), yang digelar di Lapangan Makodam I/BB, Jumat (16/12) pagi.
Muhammad Antoni, salah seorang calon pemain PSMS, mengatakan siap mengikuti tes fisik VO2 Max (Volume Oksigen Maksimum), yang digelar di Lapangan Makodam I/BB, Jumat (16/12) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para calon pemain PSMS siap menjalani test (Volume Oksigen Maksimum), yang akan digelar pada seleksi hari ketiga PSMS di Lapangan Makodam I/BB, Jumat (16/12) pagi. Pasalnya seleksi ini akan menjadi faktor penentu bagi para pelamar untuk masuk skuad besutan Slamet Riadi ini.

Muhammad Antoni, salah seorang calon pemain mengatakan dirinya sudah siap mengikuti tes fisik yang digelar. Apalagi Slamet mematokkan harus memenuhi nilai VO2 Max minimal 50.

“Gak ada persiapan khusus. Saya ikuti instruksi saja, walaupun sebenarnya kondisi fisik dan stamina saya belum sepenuhnya pulih pasca sembuh dari cedera kemarin. Ikut saja apa yang diberikan pelatih seiring dberjalannya waktu kondisi ini, mudah-mudahan kembali bugar. Saya tetap yakin untuk coba tembus PSMS tahun ini,” ujar Antoni.

Sebelumnya Antoni sempat memperkuat PSM. Namun faktor cedera membuatnya harus mundur. “Saya cedera sudah sebulan terakhir. Sebelumnya di PSM terpaksa mengundurkan diri karena tidak enak dengan manajemen karena cedera,” beber pemain PSMS yang selalu tampil 90 menit dari 12 laga ISC B lalu ini.

Berada di bawah asuhan Slamet Riadi bukan hal baru bagi Antoni. Dia merupakan salah satu pemain andalan Slamet saat memperkuat PS Kwarta di Divisi Utama 2014 serta di Piala Kemerdekaan 2015. “Tentu saya tahu karakter coach Slamet. Sudah biasa PSMS dari dulu dipegang dengan pelatih senior, sekarang diberi kesempatan pelatih muda, semoga PSMS semakin baik dan jaya. Dengan cara sepak bola modern yang dibawakannya saya optimis,” beber pemain yang akrab dengan nomor punggung 14 ini.

Sementara itu Pelatih PSMS, Slamet Riadi meminta pemain bekerja keras pada tes VO2 Max ini. Setelah meliburkan pemain selama sehari, dia berharap pemain bisa lebih fit menjalani tes ketahanan fisik ini.

Pada tes VO2 Max besok dia merincikan ada tiga tes yang harus dijalani pemain. “Bleep test dan ada dua test speed yakni Agilyty speed dan sprint 20 meter. Hanya tiga item saja karena ini baru tes awal,” beber Slamet.

Seperti disebutkan Slamet sebelumnya, tes VO2 Max merupakan tes yang sangat menentukan nasib pemain. Jika tidak mencapai level, maka siap-siap dicoret.

“Tidak peduli berapa yang pemain kita tidak patokkan kuotanya, walaupun hanya 15 pemain atau separuhnya tersisa itu tidak masalah,” bebernya.

Soal banyaknya pemain yang masih absen selama dua hari seleksi kemarin, Slamet masih memberi kesempatan hingga Senin. Seperti Fiwi Dwipan, Andi Prayoga, Willyando, Ahmad Fauzi, Andre Sitepu, Imam Bagus, Reza Fahlevi, Dimas Sumantri, Ahmad Fauzi, Mursal, dan Andi Prayoga yang masih berada di luar Medan dengan agendanya masing-masing.

“Semua masih kita beri kesempatan untuk besok. Sementara Fiwi dan yang lain mungkin masih harus izin lagi ke kesatuannya. Besok (hari ini, Red) saya mau tanya lagi dengan pengurus masalah mereka yang belum bisa datang. Kemungkinan saya minta Senin mereka harus sudah ada kabar,” beber pelatih berlisensi B AFC ini.

Sementara itu Mursal masih terkendala karena baru tertimpa musibah gempa di Pidie Jaya. “Mursal besok akan saya koordinasikan lagi, karena dia sebelumnya izin mengurus rumahnya yang terkena gempa,” kata mantan pemain timnas era 2000an ini. (don)

Exit mobile version