Site icon SumutPos

Pro Duta Bakal Vakum

Presiden Pro Duta FC, Sihar Sitorus mengumunkan klubnya mundur dari kompetisi Liga 2.

SUMUTPOS.CO – Pro Duta FC sudah resmi menyatakan mundur dari kompetisi Liga 2 Indonesia. Meskipun belum ada jawaban dari PSSI seiring dengan surat resmi pernyataan mundur tim berjuluk Kuda Pegasus itu, Pro Duta tetap bergeming untuk tak meneruskan langkahnya di kompetisi kasta kedua PSSI itu. Kekecewaan dengan jalannya kompetisi menjadi alasan di balik mundurnya klub yang dulunya berhomebase di Medan itu.

Hal itu disampaikan Presiden Pro Duta FC, Sihar Sitorus saat menggelar konfrensi pers di Jakarta, Rabu (26/7) lalu. Menurutnya sejak awal Pro Duta sudah ragu untuk berkompetisi karena sempat tidak adanya kepastian sejak kompetisi strata dua ini akan bergulir baik itu format resmi dan regulasi kompetisi yang baru diterima jelang kompetisi bergulir. Sehingga menjadikan klub tidak memiliki cukup waktu untuk memproses targetnya.

Selain itu, adanya tenggat waktu sejak 21 Mei hingga 7 Juli 2017 dalam jadwal pertandingan yang tidak diketahui klub sebagai libur kompetisi tanpa adanya kegiatan apapun termasuk pembukaan transfer window ataupun kegiatan penting lainnya. Selain itu pertimbangan mundur lainnya, adalah terkait ketidakpastian sanksi atas status klub peserta liga 2 yang tidak bertanding kandang maupun tandang hingga dua kali berturut-turut yakni Persih Tembilahan. Namun Persih akhirnya bertanding lagi kontra PSPS. Hal itu diyakini berpengaruh pada peluang Pro Duta untuk bertahan.

“Saya mengambil keputusan ini berdasarkan rasional dan logis. Dan, melihat kemampuan diri sendiri. Kami mengambil sikap mundur. Kita akan lihat, dan akan berperilaku sebagai anggota yang baik dari sebuah federasi. Saya akan terima konsekuensi mau dari bawah ya dari bawah. Sepanjang wajar, kami akan legowo menerima sanksi apapun,” tegasnya, dalam konferensi pers, Rabu (26/7) siang di Jakarta.

Dia mengatakan akan tetap mundur, meskipun PSSI membujuk untuk bertahan. “Maaf, saya enggak tahu lagi. Saya bukan ngambek. Jelas enggak. Saya ikut berkompetisi hasilnya akan sama. Tentu saya akan degradasi. Sudah pasti,” bebernya.

Pro Duta sendiri sudah dua kali promosi namun gagal. “Pro Duta mengalami banyak hal. Dua kali promosi, karena satu hal pertama imbas daripada dualisme breakaway liga oke fair kami enggak ngotot. Kedua kali kami bawa ke CAS dinyatakan kalah, oke kalah kami terima, kami tetap di divisi utama,” jelasnya.

“Untuk mengulangi lagi tahun depan dengan lingkungan yang begini, akan begitu juga hasilnya. Saya delapan tahun melihat. Polanya sudah saya lihat berulang, tanpa ada terobosan. Ketika lingkungan tidak memberi kemungkinan untuk menjadi yang terbaik, untuk apa. Jika untuk menyelamatkan muka untuk apa. Keputusan mundur ini juga mencoreng muka saya sendiri. Tapi saya harus mengambil keputusan, saat ini tidak tahu lagi mau pergi kemana,” papar mantan CEO PSMS Medan ini.

Sihar juga belum memastikan langkah Pro Duta selanjutnya. Namun dirinya menyiratkan vakum sementara dari dunia sepak bola. “Saya mungkin dalam posisi pasif. Sampai ada tanda-tanda lingkungan kondusif. Artinya memberikan kesempatan bagi semuanya orang berkompetisi secara fair dan suportif. Pro Duta dalam posisi diam,” tegasnya.

Sementara itu eks striker Pro Duta, Fiwi Dwipan mengakui tim sudah dibubarkan dan pemain sudah mendapatkan pesangon. “Ya sudah dibubarkan tim. Awalnya saya tidak tahu, tapi memang sudah ada tanda-tanda suasananya berbeda waktu mau lawan PSBL di awal putaran kedua. Gak banyak yang dibilang manajemen, cuma katanya kita gak bisa lanjut dan kontrak akan diputus,” kata Fiwi.

Sebagai pemain yang dibesarkan Pro Duta FC, Fiwi tentu kecewa timnya tak melanjutkan kompetisi dan otomatis akan turun kasta. “Ya kecewa sih pasti ada, tapi kalau memang itu keputusan manajemen mau gak mau harus kita jalani,” beber pemain yang musim lalu memperkuat PSMS di ISC B itu. (don)

 

Exit mobile version