Operasi Lilin Toba 2020: Polres Tebingtinggi Siapkan 6 Pos Pam

Sumatera Utara

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol memimpin apel pasukan Operasi Lilin Toba Tahun 2020 di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Senin (21/12).

CEK KESIAPAN: Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol melakukan pengecekan kesiapan personel pada gelar pasukan Operasi Lilin Toba tahun 2020.
CEK KESIAPAN: Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol melakukan pengecekan kesiapan personel pada gelar pasukan Operasi Lilin Toba tahun 2020.

Sebanyak 160 personel dilibatkan dalam Operasi Lilin Toba tahun 2020, yang ditempatkan di 3 Pos PAM Utama, 2 Pos PAM Terpadu dan 1 Pos PAM pelayan di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.


Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol membacakan amanat Kapolri Jenderal Idaham, bahwa Operasi Lilin Toba 2020 dilaksanakan selama 15 hari, terhitung tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021, dengan mengedepankan tindakan preentif dan preventif secara humanis dan penegakan hukum secara lugas dan profesional.

Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polri telah menyiapkan 83.917 personel, 15.842 personel TNI serta 55.086 personel instansi terkait yang di tempatkan di 607 Pos Pengamanan dan 675 Pos Pelayanan.

“Pengamanan ini tidak boleh dianggap agenda rutin tahunan biasa, dan jangan under estimate serta jangan sampai kegiatan Natal dan Tahun baru menimbulkan klaster-klaster baru dalam penyebaran Covid-19,”jelasnya.

Masih amanat Kapolri yang disampaikan AKBP James Hutagaol, ada beberapa prediksi gangguan kamtibnas yang harus diantisifasi, yakni ancaman terorisme dan radikalisme, sabotase, penyalagunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminilitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

“Ada juga ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim hujan,” papar AKBP James P Hutagaol.

Kapolres Tebingtinggi juga meminta kepada seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) harus mampu menentukan langkah antisipasi yang proaktif dan aplikatif serta cara bertindak yang tepat, efektif dan efesien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada sesuai dengan karakteriatik daerah masing masing.(ian/han)

loading...