Organisasi Kepemudaan Harus Dekat dengan Masyarakat

Shaum Ramadan

Sahur Bersama Tokoh di Sumatera Utara, Iswanda Nanda Ramli (17)

Tim Sahur Sumut Pos kali ini berkesempatan bersahur di rumah tokoh pemuda yang juga Bendahara PSMS Medan Iswanda Nanda Ramli. Banyak hal yang terungkap dalam perbincangan menjelang imsak. Mulai dari sepak terjangnya di organisasi kepemudaan (AMPI), partai politik hingga olahraga yang paling digemarinya, sepak bola. Seperti apa?


Tim Sumut Pos, Medan

LESEHAN: Ketua AMPI Medan, Iswanda Nanda Ramli  keluarga duduk lesehan sebelum sahur bersama Sumut Pos.
LESEHAN: Ketua AMPI Medan, Iswanda Nanda Ramli dan keluarga duduk lesehan sebelum sahur bersama Sumut Pos.

Seperti biasa, Tim Sahur Sumut Pos berkumpul di Graha Pena sekira pukul 03.00 WIB. Setelah seluruh anggota berkumpul, tim pun meluncur ke Jalan Zainul Arifin, Kampung Madras.

Tak sulit mencari rumah Nanda yang berada di Gang Batik Keris Nomor 10 A, Kelurahan Petisah Tengah, Medan Petisah. Pasalnya, setiap warga yang ditanya langsung mengarahkan kami menuju rumah Ketua DPD AMPI Kota Medan ini.

Akhirnya kami sampai di rumah permanen berlantai dua. Begitu tiba di depan pintu, Nanda yang saat itu mengenakan baju koko putih, langsung menyambut hangat kedatangan tim sahur Sumut Pos.

“Silahkan masuk, Adinda.

Inilah rumah saya, tidak susahkan tadi mencari alamat rumah saya?” kata Nanda.

Tanpa sungkan, kami langsung masuk dan duduk di sofa. Nanda pun memperkenalkan anaknya Muhammad Fadlan (12), kepada Tim Sahur Sumut Pos. Tak lama berbincang, Nanda langsung mengajak kami untuk bersantap sahur. Pasalnya, sebelum kami datang, istrinya Erniati, telah menyiapkan makanan sahur untuk disantap bersama.

“Ayo makan dulu, hidangan telah disediakan. Soalnya, kalau kelamaan, keburu imsak,” kata Nanda dan diamini istrinya, Erniati.
Tim pun satu per satu mengambil makanan yang telah disediakan. Kami duduk lesehan di depan televisi berukuran 29 inci. Sambil menyantap makanan, perbincangan ringan pun mengalir.

“Kalau saya, teh manis hangat tidak pernah ketinggalan. Karena teh manis baik untuk menambahkan stamina. Apalagi selama melaksanakan buka puasa,” kata Nanda membuka perbincangan.

Disebutkannya, meski cukup banyak acara yang harus dihadirinya selama Bulan Suci Ramadan ini, dia tetap mengupayakan untuk berkumpul bersama istri dan anaknya. “Ya, biasalah, selama Ramadan ini saya selalu sibuk dengan acara buka puasa serta safari Ramadan. Tapi saya tetap berusaha buka puasa dan sahur bersama keluarga. Terkadang, anak dan istri saya saya bawa kalau buka di luar,” bebernya.

Selain itu juga, dia tidak lupa untuk mengikuti kegiatan salat tarawih di masjid bersama para kader AMPI dan memberikan santunan kepada yatim.
Tak terasa, makan sahur pun selesai, namun perbincangan terus mengalir. Dia mengungkapkan, selama menjadi Ketua AMPI Kota Medan, dia berupaya mengubah imej AMPI di masyarakat. “Kita berupaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Bila perlu, saat ada musibah atau bencana alam di lingkungan atau kecamatan, kader AMPI harus lebih dulu membantu masyarakat yang tertimpa bencana itu,” sebutnya.

“Nah, kalau semua kader AMPI dekat dengan masyarakat dan selalu menolong masyarakat, tentunya imej AMPI yang selama ini negatif kini berubah menjadi positif dan disenangi,” tambah Nanda.

Nanda juga mengungkapkan perjalanan karirnya dalam berorganisasi. “Saya mulai berorganisasi sejak tamat SMA. Saya memulai dari bawah. Dari anggota biasa, pengurus di tingkat ranting, cabang dan sekarang saya menjadi Ketua AMPI. Demikian juga di Partai Golkar dan di PSMS Medan,” bebernya lagi.
Disebutkannya juga, pengalaman yang paling menarik dalam hidupnya adalah saat dia menjadi caleg dari Partai Golkar di daerah pemilihan 2 Kota Medan dan saat menjadi tim sukses pemenangan Rahudman-Eldin pada Pilkada Kota Medan 2010 lalu.

Menurutnya, saat dia menjadi tim pemenangan Rahudman-Eldin, dia lebih sibuk dari pada saat pencalegan dirinya pada Pileg 2009 lalu. “Kalau saat Pilkada, bisa dibilang saya hampir jarang di rumah. Tapi kalau saat Pileg lalu, saya malah sering di rumah,” bilangnya.
Akhirnya, jerih payah dan perjuangannya bersama tim pemenangan Rahudman-Eldin lainnya berbuah manis. Pasalnya, pasangan yang mereka usung sukses memenangkan pilkada di putaran kedua.

Tak lama berselang, terdengar suara sirine tanda waktu imsak telah tiba. Kami pun akhirnya pamit pulang. Saat akan beranjak dari rumahnya, Nanda mengantarkan kami sampai ke mobil Tim Sahur Sumut Pos yang diparkir di Jalan H Zainul Arifin.
“Terima kasih banyak atas kunjungannya. Jangan bosan ya untuk datang ke rumah saya,’ ucap Nanda sembari melepas kepergian kami.(*)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *