JAKARTA-Dari 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumut, hanya tiga saja yang mendapat kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)n
jalur reguler tahun ini. Yakni Pemko Sibolga, Pemkab Labuhan Batu Utara, dan Pemkab Labuhan Batu Selatan.
Tiga daerah itu termasuk dalam 25 daerah dari 530 jumlah provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia yang boleh merekrut CPNS tahun ini. Untuk Pemprov Sumut juga tak mendapat jatah. Dari 33 Pemprov, hanya empat pemprov yang ikut merekrut, yakni Pemprov Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Bali, dan Jawa Timur. Terbanyak jatah CPNS untuk sejumlah instansi pusat.
Sayangnya, hingga kemarin jumlah CPNS yang akan direkrut di tiga kabupaten/kota di Sumut itu belum bisa diketahui. Pasalnya, data masih diolah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), terutama menyangkut posisi-posisi yang akan diisi CPNS dimaksud.
Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Aparatur Kemenpan-RB Ramli Naibaho hanya menyebutkan, kuota CPNS nasional tahun ini yang akan terisi hanya 14.560 orang. Padahal kuota yang disiapkan pemerintah sebanyak 61.560 orang. Itu berarti ada 47 ribu kursi yang hangus alias tidak terisi.
“Yang bisa kita terima tahun ini hanya 14.560 orang saja dari usulan 47 instansi sebanyak 76 ribu. Sisanya (47 ribu) tidak terisi dan tidak bisa diusulkan untuk 2013,” ujar Ramli Naibaho saat menggelar keterangan pers di kantornya, Jumat (20/7).
Dibeberkannya, dari 47 instansi yang mengusulkan terbanyak kuotanya adalah pusat yaitu 11.879. Sedangkan instansi daerah ada 25 yang mengusulkan dan kuota yang disetujui 2.681 orang.”Instansi pusat yang mengusulkan sebenarnya ada 59 tapi yang layak hanya 23 saja. Sedangkan daerah ada 47 dan layak 25,” terang Ramli.
Minimnya kuota CPNS dari daerah, menurut dia karena banyak yang belanja pegawainya di APBD-nya di atas 50 persen. Meskipun ke-47 instansi tersebut telah memasukkan analisis jabatan (Anjab) maupun analisis beban kerja (ABK).
“Syarat utama diberikan formasi selain harus ada Anjab dan ABK, belanja pegawainya harus di bawah 50 persen. Kalau belanja pegawainya tinggi, tetap tidak bisa dikasih,” tegasnya.
Adapun formasi CPNS tahun ini hanya diprioritaskan pada pelayanan dasar, honorer, dan tenaga khusus. Untuk pelayanan dasar meliputi guru dan dosen jatahnya 40 persen, tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan, sanitarian) 25 persen, penyuluh pertanian, perikanan, dan peternakan 10 persen. Lulusan ikatan dinas mendapat jatah 4.126 orang. Selebihnya untuk tenaga khusus seperti penjaga lembaga pemasyarakatan (Lapas), tenaga keuangan, perkapalan, dan lainnya.
“Dari kuota yang disiapkan, tenaga pendidik terbesar jatahnya. Sebab, di banyak daerah terutama wilayah pesisir, perbatasan, terluar, dan terisolir, banyak kekurangan tenaga guru,” tandasnya.
Untuk pelaksanaan tes CPNS jalur reguler akan dilakukan serentak pada 8 September mendatang. Sebanyak 47 instansi baik pusat maupun daerah yang akan melaksanakan penerimaan pun diminta bersiap-siap, terutama anggaran untuk penggandaan soal dan lain-lain.
Pasalnya, Kemenpan-RB hanya menyerahkan master soal ke pejabat pembina kepegawaian (PPK) untuk digandakan.
“Kita harapkan tes CPNS 2012 bisa serentak pada 8 September. Jadi 47 instansi yaitu 23 pusat dan 25 daerah sudah harus siap melaksanakannya,” tegas Ramli.
Dia menambahkan, tidak ada alasan bagi instansi yang tidak siap melaksanakan tes CPNS serentak pada September mendatang. Apalagi bila alasannya terkendala anggaran.”Soal anggaran tidak boleh jadi alasan. Harusnya ketika akan mengusulkan formasi, anggarannya sudah disiapkan,” ujarnya.
Dijelaskannya, bagi pelamar CPNS yang ingin mengetahui kisi-kisi materi seperti apa, bisa melihat Peraturan MenPAN&RB No 197 Tahun 2012. Sebab soal-soal yang disusun konsorsium perguruan tinggi negeri (PTN) berpatokan pada isi PerMenPAN&RB tersebut.
“Modal untuk ikut tes CPNS cukup pintar dan punya kompetensi saja. Selain itu kisi-kisi soalnya sebenarnya tidak akan jauh dari PerMenPAN&RB No 197. Kami berupaya semaksimal mungkin tidak ada permainan. Apalagi ada ICW (Indonesian Corruption Watch) yang jadi pengawasnya,” tuturnya.
Ditanya peluang kebocoran saat penggandaan materi dan penyerahan kunci jawaban, Ramli menjelaskan, pengiriman master soal ke PPK akan melalui komputer dan itu diawasi oleh Lembaga Sandi Negara (LSN). Dengan demikian, bila ada kebocoran soal yang pertama kali dimintai pertanggungjawabannya adalah PPK.
“Kita harapkan, celah kebocoran akan diminimalisir. Kalau kemudian tetap bocor PPK yang harus bertanggung jawab,” tandasnya. (sam)
SIDAK KE PASAR: Wakil Wali Kota Medan H Dzulmi Eldin sidak ke Pasar Simpang Limun Medan, Jumat (20/7).//redianto/sumut pos
MEDAN-Menjelang satu hari memasuki Bulan Suci Ramadhan 1433 Hijriyah, Jumat (20/7), harga kebutuhan pokok diberbagai pusat pasar di Kota Medan naik.
Seperti di Pasar Simpang Limun, Jalan SM Raja Medan, harga daging lembu impor dari Rp80.000 per kilogram naik menjadi Rp 85.000 per kilogram, daging lembu lokal dari Rp90.000 naik menjadi Rp98.000 per kilogram, ayam potong dari Rp22.000 per kilogram naik menjadi Rp27.000 per kilogram.
Harga cabai merah dari Rp20.000 per kilogram naik menjadi Rp28.000 per kilogram, tomat Rp3.000 per kilogram naik menjadi Rp4.000 per kilogram.
Harga ikan Simba Rp10.000 per kilogram menjadi Rp20.000 per kilogram, Dencis Rp20.000 per kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram, Lembur Kuring Rp23.000 per kilogram naik menjadi Rp26.000 per kilogram.
Di Pusat Pasar Medan, daging lembu Rp85.000 per kilogram sebelumnya Rp75.000 per kilogram, ayam potong Rp30 ribu per kilogram sebelumnya masih Rp24.000 per kilogram, ayam kampung Rp55.000 per kilogram sebelumnya Rp45.000 per kilogram.
Cabai rawit dari Rp28 ribu per kilo menjadi Rp40 ribu per kilo. cabe merah dari Rp24 ribu per kilo menjadi Rp28 ribu per kilo. Di Pasar Petisah cabe merah Rp30 ribu per kg, sebelumnya Rp25 ribu per kg, gula pasir Rp13.500 per kg, sebelumnya masih Rp12.500 per kg.
Telur ayam kecil Rp800 per butir menjadi Rp1.000 per butir, bawang putih Rp20 ribu per kg sebelunmya Rp10 ribu per kg.
Di Pasar Nasional Jalan Williem Iskandar Medan ikan dencis Rp30 ribu per kg sebelumnya Rp25 ribu per kg, ikan gembung Rp31 ribu per kg sebelumnya Rp28 ribu per kg.
“Kenaikan harga daging ini selalu terjadi saat menjeleng Ramadan dan Idul Fitri,” bilang Iyan, pedang daging di Pusat Pasar Medan, Jumat (20/7).
Wakil Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi mengaku, dari hasil peninjauan ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok bukan karena pasokan yang kurang, tapi karena menjelang bulan puasa kebutuhan meningkat.
Dikatakannya, setiap menjelang puasa dan hari besar keagamaan biasanya harga kebutuhan pokok seperti daging, ayam potong akan naik.
“Ke depan kita akan mencari solusinya,” katanya.
Menurutnya, menjelang puasa dan hari keagamaan memang ada pedagang daging dadakan tapi tetap terkontrol kelayakan daging yang dijual.
Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho menegaskan, dirinya akan bertindak tegas terhadap spekulan yang menimbun sembako dan memainkan harga selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Gatot menambahkan, pengawasan akan dilakukan mulai jalur distribusi hingga proses penjualan.
Mereka tidak akan mentolerir penimbunan dan praktek tengkulak yang merugikan masyarakat.
“Distribusi harus lancar, kita tidak tolerir tengkulak-tengkulak yang memainkan stok sembako dan harga padahal warga benar-benar sangat membutuhkannya saat ini,” ungkap Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pusat Pasar Medan, Jumat (20/7).
Sidak dilakukan orang nomor satu di Sumatera Utara ini untuk memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Untuk mengetahui kondisi stok dan harga, Gatot langsung berdialog bahkan membeli sejumlah bahan pokok dari para pedagang.
“Berapa harga dagingnya? Apa ada kenaikan?” tanya Gatot kepada pedagang daging sapi dan kerbau di UD Minah MR, lantai 1 Pusat Pasar.
Dua orang pedagang daging Dewi dan Eko menjawab, harga daging mengalami kenaikan Rp10.000 dari Rp75 ribu menjadi Rp85 ribu.
“Harga naik karena permintaan meningkat dan kenaikan itu sudah dari agennya Pak,” kata Dewi.
Dari kios daging, Gator beralih ke toko sembako milik Daya. Di tempat itu Gatot menyaksikan proses jual beli dimana gula dijual Rp12 ribu per kilogram, minyak curah Rp11 ribu per kilogram, dan kacang hijau Rp14 ribu per kilogram.
“Rata-rata naiknya seribu hingga dua ribu per kilonya, Pak,” ungkap Daya.
Sejumlah komoditas seperti tomat, cabe merah, terong, buncis, timun, wortel, dan bawang tak luput dari perhatian Gatot. Saat inspeksi tersebut, harga-harga komoditas di atas masih stabil. Para pedagang menuturkan stok mereka masih aman hingga hari raya nanti.
“Masih stabil, Pak. Terong per kilonya Rp2 ribu ,” kata Sondan br Marbun sembari membungkus terong yang dibeli Plt Gubsu.
Namun ketika mendatangi kios penjual telur, Gatot juga menyaksikan adanya kenaikan harga. Telur ayam Eropa kemarin mengalami kenaikan dari harga yang biasanya Rp750 hingga Rp800 per butir menjadi Rp950-Rp1.000 per butir.
“Kenaikan karena banyaknya permintaan telur ke luar daerah, sehingga buntutnya harga telur pun naik,” tutur Zaki Irwanto.
Usai melakukan sidak di Pusat Pasar, Gatot mengakui adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas meski kenaikannya masih dalam batas toleransi.
“Beras, minyak, gula, cabe, ayam telur rata-rata cukup stabil. Memang ada kenaikan tapi masih dalam taraf wajar. Saya akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan agar persediaan sembako selama Ramadan hingga hari raya cukup serta harganya tetap terjangkau,” tegas Gatot menjawab pertanyaan wartawan.
Gatot juga menginspeksi Pasar Swalayan Maju Bersama Glugur. Selain harga, kader PKS ini ingin memastikan, barang-barang yang di pasarkan masih aman dikonsumsi warga dalam artian tidak mengalami kerusakan kemasan, dan belum kadaluwarsa.
Selama hampir setengah jam, Gatot mengamati secara detil produk yang dipajang di rak-rak bertingkat. Kue-kue kering, snack, susu, minuman kaleng, permen, dan sejumlah makanan siap konsumsi tak luput dari perhatiannya.
“ Alhamdulillah semuanya masih bagus dan aman untuk dikonsumsi. Tapi saya ingatkan, para pengusaha swalayan agar tidak coba-coba menjual barang-barang rusak dan expired. Kalau sudah rusak dan kadaluwarsa harus segera dimusnahkan. Kita akan awasi ketat,” tegasnya.
Pasar Murah
Hari kelima beroperasinya pasar murah yang tersebar 151 titik se-Kota Medan omset penjual sudah mencapai Rp5,23 miliar. Wakil Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin MSi mengatakan bahwa stok bahan kebutuhan yang akan dipasarkan di pasar murah cukup. Setiap hari petugas kecamatan terus mengambil bahan kebutuhan pokok dari gudang Gelanggang Remaja Jalan Sutomo Ujung Medan untuk dipasarkan di pasar murah sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari barang kebutuhan pokok didrop ke gudang oleh distributor.
“Sakarang ini masyarakat banyak membeli kebutuhan pokok berupa beras dan gula, “ ujar Dzulmi Eldin.
Menurutnya, 151 titik ini mampu mencakupi kantong-kantong masyarakat yang membutuhkan dan hal ini sudah disurvei sebelumnya.
Kepala Disperindag Kota Medan, H Sayhrizal Arif SE SH mengatakan, kebutuhan pokok di pasar murah yang menjadi primadona masyarakat adalah beras dan gula, sedangkan kebutuhan lainnya meningkat menjelang lebaran (ari/gus/ram/omi)
Pasar Murah Pemko Medan 25 Juli-27 Agustus 2012
Medan Amplas
Kantor Lurah Harjosari I Jalan Garu III
Kantor Lurah Harjosari II Jalan Bajak IV
Kantor Lurah Timbang Deli Jalan Balai Desa
Rumah Kepling Jalan Pembangunan Baru
Rumah Kepling Jalan M Nawi.
Medan Kota
Kantor Lurah Kota Matsum III Jalan Ramlan Yatim
Kantor Lurah Teladan Barat Jalan Sisingamangaraja
Kantor Lurah Sudirejo 1 Jalan Santun
Kantor Lurah Teladan Timur Jalan Pelajar Gang Balai Desa
Medan Area
Kantor Lurah Kota Matsum 1 Jalan Rahmadsyah
Kantor Lurah Kota Matsum II Jalan Cemara
Kantor Lurah Tegal Sari II Jalan Bromo Gang Bahagia
Kantor Lurah Tegal Sari III Jalan Bromo
Kantor Lurah Pasar Merah Timur Jalan Megawati Gang Damai
Medan Denai
Tegal Sari Madala 1 Jalan Mandala By Pass
Tegal Sari Mandala III Jalan Tuba
Jalan Denai Kelurahan Binjai
Jalan Pancasila
Kelurahan Denai Jalan Raya Medan Tenggara
Medan Johor
Kantor Lurah Titi Kuning Jalan Brigjen Zein Hamid
Kantor Lurah Pangkalan Mansyhur Jalan Karya Jaya
Kantor Lurah Gedung Johor Jalan Karya Jaya
Kantor Lurah Kuala Bekala Jalan Luku
Kantor Lurah Kedai Durian Jalan Sari
Kantor Lurah Suka Maju Jalan STM
Medan Maimon
Kantor Lurah Aur Jalan Brigjen Katamso
Kelurahan Hamdan Jalan Kantil
Kantor Lurah Sei Mati Jalan Brigjen Katamso Gang Balai Desa
Kantor Lurah Kampung Baru Jalan Brigjen Katamso
Medan Polonia
Polonia Lingkungan IV Jalan Karya Dharma
Polonia Lingkungan XIII Jalan Starban
Sari Rejo Lingkungan III Jalan Cinta Karya
Sari Rejo Lingkungan VII Kelurahan Sari Rejo
Sukadamai Kelurahan Suka Dame
Medan Barat
Kantor Lurah Pulo Brayan Kota Jalan Budi Pembangunan
Kantor Lurah Karang Berombak Jalan Karya Dalam
Kantor Lurah Sei Agul Jalan Danau Singkarak
Kantor Lurah Glugur Kota Jalan KL Yos Sudarso
Kantor Lurah Silalas
Medan Baru
Kantor Lurah Petisah Hulu Jalan TD Pardede
Kantor Lurah Titi Rante Jalan Bahagia
Kantor Lurah Darat Jalan Darat
Kantor Lurah Padang Bulan Jalan Jamin Ginting
Kantor Lurah Babura Jalan S Parman
Medan Petisah
Sei Putih Timur II Jalan M Lubis
Sei Putih Barat Jalan Buku
Sei Putih Timur I Jalan Pabrik
Petisah Tengah Jalan Kejaksaan.
Medan Timur
Balai Desa Pulo Brayan Darat I Jalan Gunung Krakatau
Kantor Lurah Pulo Brayan II Jalan Mandau
Pulo Brayan Bengkel Jalan Purwosari
Durian Jalan Bambu
Kantor Lurah Pulo Brayan Bengkel Baru Jalan Komisi
Kantor Lurah Glugur Darat II Jalan Ampera Raya
Medan Perjuangan
Kantor Lurah Tegal Rejo Jalan Pendidikan
Kantor Lurah Sei Kera Hilir I Jalan Pimpinan
Kantor Lurah Sei Kera Hilir II Jalan HM Yamin Gang Bidan
Kantor Lurah Sei Kera Hulu Jalan Lubuk Kuda
Kantor Lurah Sidorame Barat I Jalan Pelita
Medan Tembung
Kantor Lurah Bantan Jalan Pertiwi
Bandar Selamat Jalan Kapten Jamin Lubis
Sidorejo Hilir Jalan Dahlia
Kantor Lurah Jalan Bhayangkara
Kantor Lurah Tembung
Medan Helvetia
Kantor Lurah Dwikora Jalan Setia Luhur
Kantor Lurah Tanjung Gusta Jalan Setia Luhur
Helvetia Tengah Jalan Matahari Raya
Sei Sikambing Jalan Kapten Muslim
Helvetia Timur Jalan Setia Budi
Cinta Damai Jalan Mesjid
Medan Selayang
Kantor Lurah Asam Kumbang Jalan SD Inpres
Tanjung Sari Jalan Pasar I
PB Selayang I Jalan Sei Batu Gingging
Kantor Lurah PB Selayang II Jalan Bunga Mawar Pasar V
Medan Tuntungan
Kantor Lurah Simpang Selayang Jalan Setia Budi
Kantor Lurah Tanjung Selamat Jalan Setia Budi
Kantor Lurah Ladang Bambu Jalan Bunga Pariama
Balai Desa Sidomulyo Jalan Bunga Turi
Kantor Lurah Mangga Jalan Tembakau Raya
Medan Sunggal
Balai Desa Sunggal Jalan Balai Desa
Kantor Lurah Tanjung Rejo Jalan Abadi Gang Balai Desa
Kampung Lalang Jalan Pinang Baris
Kantor Lurah Sei Sikambing Jalan Merak
Kantor Babura Sunggal Jalan Sei Batang Hari
Medan Marelan
Kelurahan Rengas Pulau
Depan rumah Kepling 25 Jalan Marelan Raya
Depan rumah Kepling 29 Jalan Datuk Rubiah
Depan rumah Kepling 9 Jalan Rahmad Buddin
Rumah Kepling Jalan Heng
Kelurahan Labuhan Deli Jalan Yongpanah Hijau
Depan rumah Kepling 9 Jalan Yongpanah Hijau -Kelurahan Terjun
KERESAHAN pemain PSMS ISL perihal tertunggaknya gaji semakin menjadi-jadi. Pinjaman yang diberikan manajemen pasca kompetisi dengan jumlah 5-10 juta sesuai kontrak belum mampu menjawabnya. Bulan Ramadhan sudah tiba sementara manajemen tak juga menunjukkan sinyal positif.
Tentu saja pemain kini serba kebingungan. Kebutuhan yang meningkat pada bulan Ramadhan apalagi menjelang lebaran tanpa basa-basi membuat pemain harus mengelus dada. Kiper PSMS ISL, Edi Kurnia mengatakan dirinya harus mengadakan pengiritan selama Ramadhan dengan kondisi seperti saat ini. “Ya harus irit-irit jadinya Ramadhan ini. Apalagi harga-harga juga naik. Sementara kami harus memenuhi kebutuhan rumah tangga. Belum lagi nanti lebaran. Pasti bingunglah,” ujar Edi kemarin lewat pesan Blackberry Messenger.
Kiper bernomor punggung 2 ini pun hanya bisa berharap manajemen bersikap bijak berusaha menuntaskan hak pemain.”Saya harap manajemen segera melunasi apa yang menjadi hak-hak kami. Kami bingung dengan kondisi bulan puasa ini sementara kondisi keuangan kosong,” katanya.
Sementara Zainal Anwar, gelandang yang berdomisili di Jakarta bahkan terancam harus menjual mobilnya. “Kalau seperti ini tidak juga dilunasi. Bisa-bisa saya jual mobil. Kalau tidak bagaimana lagi. Sementara kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ini bulan puasa,” ujarnya.
Sedangkan pemain dicoret di putaran pertama semisal Arie Priyatna mengaku siap menempuh jalur hukum. “Saya sudah siapkan pengacara kalau memang manajemen tak punya itikad baik,” ujarnya.
Sedangkan In Kyun Oh, gelandang asal Korsel memilih Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) untuk menjembatani proses hukumnya. Ia sudah menyerahkan salinan berkas kontrak untuk dipelajari APPI. Hal itu dibenarkan CEO APPI, Valentino Simanjuntak.
Jika ditilik sesuai kontrak yang tertulis 27/11 hingga 27/8 manajemen selain berhutang tunggakan lima bulan gaji juga sisa dua bulan sesuai kontrak yang berakhir Agustus. Artinya tujuh bulan yang harus dibayarkan. Namun ISL 2011/2012 berakhir kontrak berakhir pada Agustus.
Sayangnya manajemen selalu menghindar. Pasca komitmen yang kembali dilanggar pada 16 Juli, CEO PSMS, Idris bungkam. Idris sulit dihubungi.Sementara Manajer PSMS, Benny Tomasoa selalu mengaku tidak tahu dan melemparkan urusan kepada Idris. (mag-18)
Kasus dugaan korupsi penyimpangan retribusi parkir Dishub Kota Medan 2010-2011 senilai Rp24 miliar yang ditangani Kejatisu pun patut dipertanyakan. Pasalnya, proses penyelidikannya terkesan mengambang. Bahkan, pihak Kejatisu belum juga menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikian.
“Inikan tahap penyelidikan. Kita masih melakukan pengumpulan data.
Setiap hari pasti ada perkembangan. Tapi tidak perlu kita umbar-umbar ke media,” kilah Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare.
Lambannya penanganan kasus ini, menurut Marcos, karena tim penyelidik masih kekurangan data dan alat bukti. Tapi anehnya, sudah hampir puluhan saksi yang diperiksa, Kejatisu tak juga mendapatkan alat bukti yang diinginkan. “Semua tim penyelidik masih melakukan pengumpulan data, baik ditingkat dinas perparkiran, maupun di tingkat pengawas. Kalau saksi, udah cukup banyaklah, inikan parkir se-Kota Medan,” kelitnya.
Sayangnya, ketika ditanya lebih jauh mengenai bentuk alat bukti yang katanya masih kurang tersebut, Marcos sama sekali tidak mau menjelaskannya. “Karena masih penyelidikan, tidak bisa terlalu jauh cerita untuk itu. Masih banyak data yang mau dikumpulkan oleh tim penyelidik. Belum bisa disimpulkan, walaupun sebenarnya secara tekhnis tim sudah beberapa kali membuat laporan kepada pimpinan, kemudian dibahas. Namun masih ada beberapa hasil rapat yang harus dicari lagi data-data lain,” kelit Marcos.
Begitu juga ketika ditanya mengenai proses penghitungan hasil kerugian negara yang sebenarnya dalam kasus ini, Marcos juga enggan menyampaikannya, dengan alasan bila hasil penyelidikan itu disampaikan sebelum dinaikkan ke penyidikan, maka itu bisa mengganggu tim yang saat ini tengah melakukan penyelidikan kasus tersebut. “Selama ini masih berjalan, kami tidak mau menyampaikan hal-hal yanbisa mengganggu proses ini,” ucap Marcos singkat.
Seperti diketahui, Komisi D DPRD Medan dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dishub Medan beberapa waktu lalu, telah meminta BPK RI untuk sesegera mungkin melakukan audit di Dishub Medan. Sebab menurut sejumlah anggota Komisi D, terkait retribusi parkir ini ditemukan adanya indikasi penyimpangan yang melibatkan mantan Kepala Dinas Perhubungan Medan, Syarif Armansyah Lubis. Sebelumnya diketahui Syarif Armansyah Lubis, juga pernah diperiksa oleh tim penyidik Kejatisu. Namun lagi-lagi hasil pemeriksaan tersebut tidak ada ketidakjelasan.
Plh Kasi Penkum Kejatisu, Ronald H Bakara, yang belum lama ini dikonfirmasi mengenai pemeriksaan mantan Kepala Dinas Perhubungan Medan, Syarif Armansyah Lubis, membenarkannya. “Memang Kadishub-nya Armansyah sudah dua kali dipanggil,” kata Ronald waktu itu.
Namun saat ditanya mengenai hasil pemeriksaan terhadap Armansyah, Ronald belum mau memberitahukannya dengan alasan, bila setiap hasil pemeriksaan diberitahu kepada publik, bisa saja nantinya pihak yang bakal menjadi tersangka mempersiapkan dalih-dalih untuk terlepas dari jeratan hukum.
“Belum bisa lah kita sampaikan. Sabarlah. Kan belum gelar perkara. Nanti kalau kita beritahu, bisa saja mereka-mereka yang terlibat mempersiapkan tangkisan-tangkisan,” kata Ronald.
Adanya penyimpangan anggaran dana retribusi parkir ini semakin diperkuat dengan data yang diperoleh dari pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Medan sebelumnya. Dimana dalam hal ini, pihak BKD Kota Medan menjelaskan, PAD dari Dishub Pemko Medan tahun 2010 sebesar Rp22,01 miliar dari target PAD sebesar Rp28,86 miliar. Sedangkan tahun 2011, per 30 Desember 2011, PAD didapat Rp21.780. 000.000 dari target Rp47.376.000.000.
Ditantang Selesaikan Kasus di Dinas Tarukim Sumut dan Dispenda Sumut .
Sementara itu, lambatnya kerja Kejatisu juga membuat beberapa kalangan gerah. Kemarin, puluhan massa yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Satu Bangka (GEMA SABA) Sumut menuntut Kejatisu agar mengusut dua kasus korupsi di antaranya Dinas Tarukim (Tata Ruang dan Pemukiman) Sumut serta kasus korupsi Dispendasu (Dinas Pendapatan Daerah Sumut).
Dalam orasinya, Koordinator Aksi GEMA SABA, Sugianto Harahap mengatakan adanya dugaan korupsi serta mark up dalam kegiatan saluran drainase yang dilakukan Kadis Tarukim Sumut, Ir Khairul Anwar Lubis terhadap pembangunan saluran dranase di 10 titik di Sumatera Utara dengan total nilai anggaran Rp6.674.000.000 yang berasal dari TA 2011.
Di depan Kantor Kejatisu, massa meminta agar Kadis Tarukim Sumut, Ir Khairul Anwar Lubis diperiksa oleh pihak penyidik Kejatisu. “Berdasarkan hasil pantauan GEMA SABA pembangunan saluran tersebut telah tertutup. Hal ini menandakan lemahnya pengawasan Dinas Tarukim Sumut terhadap pemeliharaan pembangunan saluran,” ungkap Sugianto.
Pasalnya, terang Sugianto, Dinas Tarukim Sumut telah melanggar peraturan Menteri Pekerjaan Umum NO.24/PRT/M/2008 tentang pemeliharaan dan perawatan bangunan serta undang-undang nomor 13 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Selekah itu, Khairul diduga terlibat sebagai makelar dalam kepengurusan tender dimana mendapatkan 10 hingga 15 persen. “Atas dasar itulah Gema Saba mendesak Kejati Sumut supaya menangkap Khairul Anwar Lubis,” tandas Sugianto.
Selain itu, massa meminta Kejatisu agar mengusut tuntas korupsi dan mark up mafia proyek pada Dispendasu Tahun Anggaran 2007/2010 yang melibatkan Kadispendasu Sjafaruddin. “Untuk itu Sjafaruddin harus segera diperiksa. Karena bermentalkan korup yang mengakibatkan negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah,” tegasnya.
Aksi unjukrasa tersebut, diterima staf Penkum Kejatisu, Yos Tarigan SH. Kepada pendemo Yos mengatakan bahwa aspirasi diterima dan mengucapkan terimakasih atas informasi datanya. “Nantinya ini disampaikan pada tingkat pimpinan untuk dilakukan penelitian berkas, bila ada ditemukan bukti kerugian negara maka kasus tersebut langsung diproses,” bebernya. (Far)
MEDAN-Proses pembuatan surat izin mengemudi (SIM) yang sebelumnya sempat dilaksanakan di dua lokasi Aula Rupatama Polresta Medan dan Sat Latnas Polresta Medan, akan dipindahkan ke SPN Sampali di Jalan Bayangkara Medan mulai Senin (23/7) depan.
“Karena gedung Sat Lantas Polresta Medan akan direnovasi pasca kebakaran, semua kegiatan yang berhubungan dengan proses pembuatan SIM baik itu SIM baru atau pun perpanjangan SIM akan kita laksanakan di SPN Sampali,” kata Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M Risya Mustario, didampingi Kanit Reg Ident SIM Sat Lantas Polresta Medan, AKP Toni Irawan, di ruang kerjanya, Kamis (19/7) sore.
Toni mengimbau, kepada masyarakat yang ingin mengurus SIM hendaknya datang saja langsung ke SPN Sampali di Jalan Bhayangkara Medan. Dengan dipindahkannya proses pembuatan SIM, masyarakat tidak akan lagi terganggu ketika akan mengikuti ujian teori dan praktik maupun ketika foto dan pengambilan SIM.
Toni mengaku, telah memasang pengumuman di beberapa dinding yang ada di Mapolresta Medan dan Sat Lantas Polresta Medan
“Kepada calon pemohon SIM hendaklah langsung mengurusnya dan jangan mempergunakan jasa lain,” pungkasnya.(jon)
MEDAN-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan mendesak Pemko Medan untuk konsisten menutup semua hiburan malam selama Bulan Suci Ramadan. Hal ini dimaksudkan agar umat Muslim dapat beribadah dengan khusuk selama bulan Suci Ramadan.
“Kita ingin, penutupan tempat-tempat hiburan malam selama Ramadan bukan cuma lips service saja. Kita menagih komitmen dari Pemko Medan khususnya Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Satpol PP untuk konsisten dan tegas menertibkan lokasi hiburan malam,” kata Ketua DPD PKS Kota Medan, Azhar Arifin LC, didampingi sekretarisnya Abdul Rahim Siregar ST MT dan Humas, Khairul Hasibuan di sela-sela pemberian Bantuan Masuk Sekolah (BMS) bagi 23 anak dari kader PKS, di Jalan Karim MS No 2 Medan, Jumat (20/7).
Menurut Azhar, seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemko Medan terkesan tidak tegas dalam menertibkan hiburan malam yang berani buka selama bulan Suci Ramadan. Padahal, Pemko Medan melalui dinas pariwisata telah membentuk tim penertiban yang dipimpin langsung oleh Kadis Pariwisata. Namun, tetap saja tidak ada tindakan yang mampu memberikan efek jera kepada pengusaha atau pemilik tempat hiburan malam tersebut.
“Karenanya, kita meminta kepada Wali Kota Medan agar benar-benar menutup hiburan malam agar terwujud suasana aman dan nyaman selama Ramadan, sehingga umat Muslim bisa khusuk beribadah,” tegasnya.(ade)
LOKASI: Petugas polisi terlihat berjaga di dekat lokasi pemutaran perdana film Batman di Denver.//REUTERS/Jason Hatfield
DENVER-Sekitar 30 menit premiere (penayangan perdana) sekuel terbaru Batman, The Dark Knight Rises, di Century 16 Cinema Complex, Aurora, Denver, Colorado, AS, dini hari kemarin waktu setempat itu berjalan, Bane, musuh si superhero, seolah-olah meloncat dari layar. Tepat pukul 00.30, di hadapan penonton yang memadati Theater 15, seorang pria bertopeng gas mirip yang dikenakan karakter Bane dalam film garapan Christopher Nolan tersebut langsung melemparkan kaleng dan menembaknya.
Yang terjadi selanjutnya, The Dark Knight Rises seperti berubah menjadi The Dark Knight Bleeds (Si Pangeran Kegelapan Berlumuran Darah). Selagi bom asap atau gas air mata (polisi belum bisa memastikan, Red) mengucur dari kaleng tersebut, pria bersenjata sebuah senapan jenis AK dan dua pistol yang masuk ke dalam bioskop lewat pintu darurat itu melepaskan sekitar 50 tembakan secara acak.
“Yang saya dengar hanyalah dor, dor, dor… Saya harus merangkak di antara kursi penonton untuk menyelamatkan diri. Beruntung, kursi saya tak jauh dari pintu keluar, sehingga bisa langsung keluar dari ruangan,” ujar seorang saksi yang hanya disebut dengan nama Pam kepada BBC.
Akibat serentetan tembakan tersebut, 14 orang tewas. Sepuluh di antaranya meninggal di lokasi kejadian, termasuk anak-anak, dan sisanya di rumah sakit terdekat, Swedish Medical Center. Lima puluh lainnya terluka. “Saya lihat dua bocah perempuan yang kira-kira berusia 9 tahun dibopong ke luar dengan luka masing-masing di pipi dan perut. Saya tak tahu apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal,” kata Salina Jordan, saksi lainnya, kepada Denver Post.
Pelaku yang belakangan diketahui bernama James Holmes itu diringkus polisi di tempat parkir mobil tak jauh dari tempat kejadian perkara. Pria 24 tahun tersebut menyerah tanpa perlawanan. Adapun topeng, senapan, dan pistol yang digunakan beraksi ditemukan petugas di dalam bioskop.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui motif penyerangan tersebut. Namun, sumber di FBI yang dikutip sebuah stasiun televisi setempat menyatakan bahwa Holmes hampir pasti tak terkait dengan kelompok teroris.
Kepada polisi, Holmes juga mengaku menyimpan sejumlah bahan peledak di kediamannya, sebuah blok apartemen di bagian utara Aurora, kota kecil yang berjarak sekitar 11 kilometer dari jantung Kota Denver ke arah tenggara.
Petugas pun langsung bergerak mengevakuasi seluruh penghuni apartemen. “Kami sudah menangani potensi ancaman seperti yang disampaikan si pelaku (penyerangan),” tegas Dan Oates, kepala Kepolisian Aurora, sebagaimana dikutip New York Times.
Presiden AS Barack Obama yang sedang berada di Palm Beach, Florida, langsung menyampaikan simpati mendalam kepada para korban dan warga Aurora secara keseluruhan. “(Ibu Negara AS) Michelle dan saya sangat shock mendengar apa yang terjadi di Colorado. Pemerintah akan memastikan siapa pun yang bertanggung jawab atas kejadian ini diadili. Kami juga akan melakukan segala cara untuk menjaga keamanan seluruh warga dan merawat mereka yang terluka,” ujar Obama sebagaimana dikutip AFP.
Film The Dark Knight Rises yang merupakan sekuel terakhir trilogi Batman garapan Nolan memang menghelat premiere di seluruh dunia secara bersamaan kemarin. Dua sekuel sebelumnya adalah Batman Begins (2005) dan The Dark Knight (2008).
Bagi warga Aurora, kejadian kemarin juga mengingatkan mereka pada kepahitan serupa 13 tahun silam di kota tetangga, Littleton. April 1999, dua pelajar Columbine High School, Littleton, Dylan Klebold dan Eric Harris, yang membawa senjata dan bom melakukan penyerangan sehingga menewaskan 13 orang dan melukai 23 lainnya. Dua pelaku itu kemudian bunuh diri. (c5/ttg/jpnn)
MEDAN-Apes dialami AKP M Sitanggang, personel polisi yang bertugas di Direktorat Reserse Narkoba (Dit Res Narkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).
Pasalnya, saat hendak meringkus pengedar sabu-sabu, dia malah dilempari warga sekitar. Karena takut dia pun lari, kemudian jatuh, dan kepalanya luka terkena kaca.
Ceritanya begini, Jumat (20/7), sekira pukul 14.00 WIB, sejumlah personel Dit Narkoba ingin menangkap pengedar sabu di kawasan Sekata, Glugur Medan. Proses penyamaran sebagai pembeli pun dilakoni. Mereka hendak menangkap pria bernama Jamal, pengedar sabu yang tinggal di sekitar lokasi penggerebekan.
Kuat dugaan, warga sudah mengetahui bahwa yang membeli itu adalah polisi. Saat transaksi sabu seberat 100 gram hendak dilakukan, entah siapa yang memulai, warga sekitar langsung melempari personel yang ada di lokasi. Alhasil, buruan Dit Narkoba Poldasu itupun kabur, Dit Narkoba Poldasu gagal.
Direktur Narkoba Poldasu, Kombes Pol Drs Andjar Dewanto saat dikonfirmasi Jumat (20/7) petang, membenarkan hal itu.
“Tersangka (Jamal, Red) sudah sempat ketangkap, tapi lepas lagi karena masyarakat sekitar melempari batu,” ujar Andjar.
Dikatakan Andjar, anggotanya yang berada di lokasi sempat menghubunginya saat warga melempari anggotanya tersebut.
“Saya ditelepon anggota, kemudian saya turun ke lokasi,” sebut Andjar.
Dalam penggerebekan itu, Andjar mengatakan anggotanya sempat melepaskan 5 kali tembakan peringatan. Namun, seperti tak diindahkan, tersangka lari dan berhasil lolos dari kepungan petugas.
“Anggota sempat mengeluarkan 5 kali tembakan. Satu dari anggota saya, kepalanya terkena kaca. Namanya AKP M Sitanggang,” beber Andjar.
Karena mengalami luka, AKP M Sitanggang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimobdasu Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, untuk mendapatkan perawatan.
Andjar menyebut, saat ini pihaknya masih terus memburu keberadaan buruan pihaknya itu. (mag-12/jon)
APEL: Personel Polresta Medan apel pengamanan bulan Ramadan di halaman Mapolresta Medan, Jumat (20/7). Sebanyak 1.250 personel diturunkan untuk mengamankan dan memberi kenyamanan kepada Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
MEDAN-Untuk menjaga keamanan dan kenyaman Umat Muslim melaksanakan ibadah di bulan Suci Ramadan, Pemko Medan membentuk tim operasi antisipasi asmara subuh dan geng motor.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemko, Fahri Matondang SSos memimpin apel kesiapan tim operasi antisipasi asmara subuh dan geng motor di halaman Balai Kota Medan, Jumat (20/7).
Dalam apel kesiapan yang dihadiri personel dari Polresta Medan, Polres Pelabuhan Belawan, Kodim 0201/BS, Linud Medan. Denpom 1/5 Medan, Yon Maharlan Belawan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Kesbangpol Linmas Kota Medan dan Bagian Administrasi Pemerintahan Umum itu mengincar geng motor yang berkeliaraan melakukan asmara subuh.
Fahri minta seluruh personel yang masuk dalam tim gabungan untuk melakukan operasi pengamanan asmara subuh dan geng motor. Seluruh personel diharapkan sudah berkumpul di lokasi yang telah ditetapkan mulai pukul 05.00 WIB. Rencananya, operasi akan dilaksanakan sampai pukul 08.00 WIB.
“Selain asmara subuh dan geng motor, saya harapkan tim gabungan juga mengamankan segala kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Apabila menemukan ada pihak-pihak yang ingin mengganggu keamanan dan ketertiban, saya harap segera berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Fahri.
Fahti mengingatkan kepada seluruh personel untuk selalu mengedepankan sikap dan tindakan persuasif. Dia tidak mau ada personel yang mengedepankan sikap arogan, sehingga akan memicu timbulnya tindakan perlawanan.
Menurut Fahri,seluruh personel dibagi dalam 5 tim, masing-masing tim terdiri atas 11 personel yang terdiri dari Polresta Medan 1 orang, Polres Pelabuhan Belawan (1 orang), Kodim 0201/BS (1 orang), Lanud Medan (1 orang), Denpom 1/5 (1 orang), Yon Maharlan Belawan (1 orang), Satpol PP (2 orang) Dishub (1 orang), Kesbangpol Linmas (1 orang) dan Bagian Adpemum (1 orang).
Tim 1 bertugas melakukan operasi di Jalan Gatot Subroto, persisnya seputaran Tomang Elok, seputaran Ring Roang dan Jalan T Amir Hamzah, sedangkan titik kumpul di Jalan Ringroad (Petronas). Tim 2 bertugas Jalan Metal Ujung/Jalan Krakatau, seputaran Pelindo dan di bawah tol Bandar Selamat, titik kumpul di Jalan tol Bandar Selamat.
Untuk Tim 3 bertugas di Jalan Polonia Ujung, Jalan Tritura/Jalan Brigjen Katamso dan seputaran Asrama Haji/Jalan Pangkalan Masyhur, titik kupul di Jalan Tritura. Tim 4 bertugas di Jalan Cemara, Jalan Raya Marelan, seputaran BCT Belawan dengan titik kumpul di Jalan Cemara. Sedangkan Tim 5 ber tugas di Jalan Menteng Raya dan seputaran Stadion Teladan Medan dengan titik kumpul di seputaran Stadion Teladan.
Untuk mendukung mobilitas tim dalam melakukan operasi, Fahri minta Satpol PP menurunkan 3 unit mobil patrol untuk Tim 1, Tim 2 dan Tim 3. Sementara Dishub diminta menurunkan dua unit mobil patroli untuk membantu Tim 4 dan Tim 5.
Dijelaskannya, tim gabungan ini akan memulai operasi, Sabtu (21/7) subuh guna memberikan rasa aman dan nyaman di titik-titik yang telah ditetapkan. Sementara, Polresta Medan mengerahkan 2/3 personelnya melakukan pengamanan selama Ramadan.
“Personel yang dikerahkan 1.250 personel,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang, usai memimpin personel yang akan diturunkan dalam PAM Bulan Puasa, di halaman Mapolresta Medan, Jumat (20/7) sore.
Menurutnya, setiap harinya personel dibagi atas tiga bagian yakni pengamanan saat berbuka, pengamanan saat salat tarawih dan pengamanan saat sahur menjelang subuh. Monang menuturkan, semua personel di tiap-tiap polsek juga diminta agar tetap waspada, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tak terganggu.
“Saat PAM nanti, semua personel harus menyalakan lampu rotator agar kehadiran petugas dirasakan masyarakat. Tak hanya itu masyarakat, juga bisa lebih mendekat diri dan jangan sungkan-sungkan kepada personel kita. Semua personel juga kita minta agar menegur warga saat sedang melintas saat hendak menuju rumah ibadah,” katanya. Monang mengaku, akan menempatkan personel di masjid-masjid. (gus/jon)
Yth Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Saya ingin mengurus akta pernikahan, tapi ditolak oleh petugas pelayanan karena tidak lengkap syaratnya. Hanya karena tidak ada akta kelahiran, itu saja. Memang saya diimbau petugas untuk mengurus akta kelahiran. Tapi hal ini tidak bisa saya lakukan lagi di daerah asal saya, karena orangtua saya sudah lama meninggal dunia. Mohon kiranya saya diberi kemudahan. Terima kasih.
Sudah Diatur dalam UU
Terima kasih atas informasinya. Mengenai hal ini tidak ada kemudahan, karena sudah diatur dalam UU No 23 Tahun 2006. Di sana tercantum, untuk membuat akta pernikahan harus dilampirkan akta kelahiran sebagai salah satu persyaratan. Jadi, kalau tak ada akta kelahiran tidak bisa mengurus akta pernikahan. Kami tidak berani melanggar UU tersebut. Kami harap masyarakat bisa memakluminya.
Muslim Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan