Home Blog Page 13234

Sambut Ramadan, Gus Irawan Hadiri Pelatihan Bilal Mayat

BERASTAGI- Badan Musyawarah Kaum Muslimin (BMKM) Kecamatan Berastagi menggelar pelatihan imam, khatib dan bilal mayat di  Convention Hall  Hotel Sibayak International Jalan Merdeka, 4 hingga 5 juli yang diikuti dari berbagai daerah diantaranya Kecamatan Berastagi, Merdeka, Dolat Rakyat dan Merdingding.

Dalam pelatihan imam khatib dan bilal mayat tersebut dihadiri oleh ketua MUI Karo, Ketua Masyarakat Ekonoi Syariah Gus Irawan Pasaribu, Anggota DPRD Horison Sitepu, Muspika dan Kamenag Kabupaten Karo serta tokoh masyarakat diantaranya M. Syahroni Hasibuan dan Robert Saad Sinuhaji.

Bendahara BMKM Kecamatan Berastagi Jani Sembiring mengatakan didalam pelatihan imam khatib, bilal mayat ini karena sebentar lagi bulan suci Ramadhan telah tiba, jadi dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan setelah terpilihnya  37 orang  bilal mayat, serta 33 orang imam khatib ini akan diupayakan di setiap desa dan pelosok yang ada di Karo. Sehingga, kata dia, sudah tidak ada lagi kendala seperti memandikan mayat dan pelaksanaan shalat Jumat dan sekaligus untuk memakmurkan keberadaan masjid di daerah pelosok.

Ini juga, jelasnya,  untuk meningkatkan ukhuwah Islamiah.

Sementara dalam sambutanya Gus Irawan Pasaribu memberikan dukungan dalam pelaksanaan pelatihan Imam khatib dan bilal mayat yang juga sekaligus memberikan pencerahan tentang sistem  ekonomi syariah.
Di depan ratusan umat Islam Gus menjelaskan semua harus ikut serta memberdayakan masyarakat miskin dengan memberikan usaha serta  pengawasan  dan siap memajukan ekonomi syariah. (*/ril)

Telkom Terapkan Prinsip Transparansi

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) akan meningkatkan transparansi sebagai bagian dari program Good Corporate Governance (GCG). “Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom selalu berupaya menaati prinsip-prinsip GCG antara lain, transparansi dan akuntabilitas ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi, Senin (16/7) di Jakarta.

Slamet Riyadi menambahkan, posisi Telkom sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga merupakan perusahaan publik menjadikan Telkom objek pengawasan berbagai lembaga, seperti BEI, NYSE maupun Badan Pemeriksa Keungan (BPK) di samping pengawasan internal yang dilakukan Telkom dan Kementerian Negara BUMN. “Keterbukaan dan akuntabilitas justru mendorong berbagai inovasi di dalam segmen layanan Telkom,” ujar Slamet Riyadi.
Menurutnya, setiap tahun Telkom memberikan laporan keuangan baik kepada BEI, NYSE dan Pemerintah dan selalu memperoleh predikat wajar yang artinya, dalam setiap kebijakan terutama yang menyangkut masalah keuangan telah melalui prosedur yang telah ditetapkan.

“Listing di NYSE telah memberikan manfaat kepada para pemangku kepentingan (stakeholder), seperti meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan-perusahaan Indonesia, sementara secara internal kehadiran Telkom di NYSE mampu meningkatkan transparansi perusahaan dalam menyampaikan pelaporan keuangannya,” terangnya lebih lanjut.

“Keberhasilan kami dalam mengelola dan memenuhi tuntutan pelaporan yang ketat serta komitmen terhadap transparansi perusahaan dan keuangan telah berdampak menurunkan secara signifikan risiko pasar perusahaan disamping menurunkan ‘cost of capital’ perusahaan,” lanjut Slamet Riyadi.

Telkom, sebagai BUMN yang tercatat di bursa lokal (BEI) dan bursa luar negeri (NYSE ) telah mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) secara penuh (full adoption) sebagai standar dalam penyusunan laporan keuangan mulai 1 Januari 2011.

Adopsi IFRS sejalan dengan instruksi Menteri Negara BUMN. Telkom merupakan BUMN di Indonesia yang sudah mengimplementasikan IFRS untuk laporan Keuangan Tahun Buku 2011. (*/ila)

Raskin Dibagikan kepada Orang Mampu

082267350xxx

BERAS BULOG: Pekerja sedang menurunkan beras Bulog  operasi pasar  digelar  Pasar Petisah Medan.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
BERAS BULOG: Pekerja sedang menurunkan beras Bulog dalam operasi pasar yang digelar di Pasar Petisah Medan.//ANDRI GINTING/SUMUT POS

Bapak Wali Kota Medan Yth. Tolong perhatikan kami warga miskin di Lingkungan XI Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas. Raskin dibagikan hanya kepada orang yang mampu, yang sudah haji pun dapat. Malah yatim piatu, janda, fakir miskin tidak kebagian. Tolong ditindaklanjuti Pak, biasanya kami dapat sekarang tidak lagi.

Laporkan ke BPS Setempat

Terima kasih atas laporannya. Untuk pendataan warga yang mendapatkan jatah raskin ini dilakukan langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat dibantu aparat kelurahan dan kecamatan. Pendataan ini langsung dilakukan dengan terjun ke lapangan.
Jadi jika warga merasa ada yang salah pada pendistribusian raskin ini, diharapkan warga melaporkan ke pihak BPS setempat melalui kelurahan atau kecamatan untuk pendataan ulang.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Belum Setahun Cor Beton di Gang Legiman Rusak

082164050xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan. Gang Legiman Lingkungan 12 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli belum setahun dicor beton ready mix sudah rusak. Mohon diperiksa mutu dan standar pengerjaannya. Terima kasih.

Segera Diperiksa Dinas Terkait

Terima kasih atas laporannya. Informasi ini akan segera kami koordinasikan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. Hal ini dimaksudkan agar ada pemeriksaan lebih lanjut dari dinas terkait dalam pengerjaan proyek tersebut.
Kami juga akan meneruskan pemberitahuan ini ke pihak Muspika setempat agar dilakukan tindak lanjut terhadap masalah yang terjadi di daerah tersebut.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan

Jalan Setia Budi jadi Tempat Transaksi Narkoba

085664198xxx

Yth Bapak Kapoldasu. Di Jalan Setiabudi Medan tepatnya jalan menuju kampus Unika Santo Thomas sering dijadikan tempat transaksi jual beli narkoba dan kegiatan perjudian. Kami berharap agar kegiatan tersebut dapat diberantas. Terima kasih.

Diteruskan ke Polsek Terkait

Terima kasih atas laporannya. Dengan adanya informasi ini, masyarakat sangat membantu kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba yang merupakan ancaman serius di tengah-tengah masyarakat, terlebih kepada generasi muda. Untuk itu, laporan ini akan kami teruskan ke Polres dan Polsek terkait agar segera dilakukan tindak lanjut.

Kombes Pol Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

LPDS Gelar Lokakarya Perubahan Iklim

MEDAN – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak, on-line, radio, dan  televise yang ada di Kota Medan mengikuti Pelatihan Lokakarya Wartawan Meliput Perubahan Iklim, kerjasama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dan Kedutaan Norwegia di Asen International Hotel 17 – 18 Juli 2012 lalu.

Para pembicara dari LPDS yakni Priyambodo RH, Warief Djajanto Basorie dan Maskun Iskandar mengaku sangat senang dengan diadakan acara  yang berlangsung dengan interaktif ini. Dijelaskan Priyambodo, acara ini diharapkan bisa menambah wawasan wartawan dalam meliput berita perubahan iklim. ‘’Pelatihan ini dilakukan setiap tahun. Tujuannya,  meningkatkan efektifitas kawan-kawan wartawan dalam meliput,”ujar Priyambodo.

Sementara itu, Nova salah seorang peserta pelatihan mengharapkan, acara seperti ini dapat digelar setiap tahun. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat menambah bekalnya dalam meliput berita terutama yang terkait dengan berita perubahan iklim. (jon)

Sabtu Mulai Puasa

Muhammadiyah dan FPI Tetap Hari Ini

HILAL :  Plt Gubsu  Gatot Pujo Nugroho meneropong posisi hilal dari Kantor Gubernur Sumut, kemarin.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
HILAL : Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho meneropong posisi hilal dari Kantor Gubernur Sumut, kemarin.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
JAKARTA- Penetapan awal Ramadan selalu diwarnai perbedaan, setiap tahunnya. Tidak terkecuali tahun ini. Namun, berdasarkan pengamatan Rukyah di mana mayoritas menyatakan tidak melihat hilal, pemerintah akhirnya menetapkan awal puasa jatuh pada hari Sabtu, 21 Juli besok. Hal itu diputuskan dalam Sidang Isbat Awal Ramadan 1433 Hijriyah di gedung Kemenag, kemarin (19/7).

“Kami memutuskan dan menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012. Keputusan ini mulai berlaku pada saat ditetapkan,” ujar Menag Suryadharma Ali (SDA).

Putusan tersebut dibuat setelah mendengarkan tanggapan-tanggapan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islamn
mendapat laporan dari lokasi pemantauan hilal di Pesantren Al-Husainiah, kawasan Cakung, Jakarta Timur. “Berdasarkan pemantauan di Cakung, menyampaikan laporan hasil rukyah, yakni 1 Ramadan jatuh pada Jumat. FPI tetap menghargai perbedaan tapi kami dari FPI tetap akan berpuasa mulai Jumat (hari ini),” tegasnya.

Sementara itu, terkait masih adanya perbedaan permulaan puasa, termasuk sikap Muhammadiyah yang memilih tidak menghadiri sidang Isbat, SDA menyatakan enggan mengomentari hal tersebut. Ketum PPP tersebut mengaku tidak ingin mempertajam perbedaan. “Jadi biarkan saja Pak Din berbicara sesuai keyakinannya. Tadi kan sudah mendengar, sudah melihat sendiri proses sidang seperti apa. Sangat demokratis kan,” tegasnya.

Di Medan Hilal tak Tampak

Hilal di Medan juga tidak kelihatan. Untuk ketinggiannya, berdasarkan perhitungan Tim Ahli Badan Hisab Rukyat (BHR) Provinsi Sumut (Provsu) hingga terbenam matahari masih 0 derajat, 45 menit, 37 detik. “Tinggi hilal 0 derajat 45 detik 37 detik di atas ufuk mar’i. Hilal sudah wujud tapi belum imkanrukyat,” kata  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut Abdul Rahim, dalam pelaksanaan rukyatul hilal oleh Badan Hisab dan Rukyat Sumut di anjungan Lantai 9, Kantor Gubernur, Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Kamis (19/7) petang.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mendampingi Ketua Badan Hisab Rukhyatul Hilal (BHR) Kota Medan H Iwan Zulhami dan MUI Kota Medan melihat hilal di lantai 32 Hotel JW Marrihot. Hasilnya, hilal juga tak tampak. “Bagi masyarakat kota Medan yang sependapat dengan pemerintah pusat, mari kita melaksanakan puasa ini dengan penuh ibadah dengan sebaik-baiknya, dan bagi masyarakat yang duluan melaksanakan ibadah puasa silahkan saja, sehingga perbedaan pendapat ini dapat kita jadikan sebagai rahmat dari Tuhan,” ungkap Dzulmi Eldin. (ken/jpnn/ari/gus/tom)

Dir Narkoba Akui Gagal Setelah Gerebek Kampung Kubur

Satu dari dua tersangka dibawa personil polisi saat dilakukan penggerebekan penjual narkoba  Kampung Kubur, Medan, Rabu (18/7).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
Satu dari dua tersangka dibawa personil polisi saat dilakukan penggerebekan penjual narkoba di Kampung Kubur, Medan, Rabu (18/7).//ANDRI GINTING/SUMUT POS
MEDAN-Penggerebekan Kampung Kubur, kawasan yang ditengarai sarang narkoba, bisa dikatakan gagal. Pasalnyan
dari sebelas tersangka yang diincar, tim gabungan hanya mampu menangkap satu. Hal ini diakui langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Drs Andjar Dewanto.

“Target kami di sana (Kampung Kubur, Red) ada 11 orang. Tapi dari 11 orang itu, hanya 1 orang yang berhasil kami tangkap. Dia adalah Suryadi Wardi (42), warga Kampung Kubur,” ujar Andjar Kamis (19/7) petang.

Dari Suryadi, tim gabungan pun hanya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti 1,74 gram sabu, uang tunai sekitar Rp80 juta, 3 HP, 2 laptop, 2 surat BPKP motor dan 1 buah STNK.

Andjar menyebut, razia yang juga melibatkan personel Brigadir Mobile (Brimob) itu ada indikasi yang membocorkan. “Kemungkinan ada orang dalam (polisi, Red) yang membocorkannya. Indikasi seperti itu ada, saya tidak bisa menutup kemungkinan,” aku Andjar.

Apa yang dikatakan Andjar memang terbukti, pasalnya saat tim gabungan turun ke kawasan Kampung Kubur, rumah-rumah yang menjadi target mereka sudah ditinggal pemiliknya. “Semua kosong, meski kami berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti dari lokasi penggerebekan,” beber Andjar.

Dikatakan Andjar, 11 orang yang menjadi target pihaknya ini adalah pemasok sabu kawasan Kota Medan. Meski tak detail membeberkan nama-nama yang menjadi targetnya itu, sempat tercetus dari mulut Andjar beberapa nama yang menjadi targetnya. “Ada si Muzakir, ada istri mantan oknum TNI. Mereka dua dari 11 target kami di kawasan Kampung Kubur itu,” beber Andjar.

Saat disinggung, apakah razia tersebut memberi efek jera kepada para pengedar ataupun pemasok narkoba, khususnya sabu-sabu di kawasan itu, Andjar tak bisa memastikannya. “Belum steril sepenuhnya. Tapi itulah usaha yang saya lakukan,” jelas Andjar sembari mengatakan akan melakukan razia di lokasi ‘sarang narkoba’ lainnya dengan tekhnik yang berbeda.

Sekadar mengingatkan, pada Rabu (18/7) kemarin, sekitar 350 tim gabungan dari personel kepolisian, Satpol PP dan Polisi Militer melakukan razia narkoba, di kawasan Kampung Kubur, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Dari kampung narkoba itu, petugas hanya berhasil menangkap satu dari 11 target mereka, meski ada tiga orang yang diamankan dari lokasi itu. Dua yang diamankan lainnya, masing-masing bernama Romy (36) warga Jl Supratman Gg Rumbia No123 Medan dan Dedi Efendi (35), warga Jl AH Nasution No 53 Medan. Romy dan Dedi Efendi sebenarnya bukan target dalam razia itu. Namun keduanya diamankan saat berada di lokasi penggerebakan.
Dalam razia itu, tim juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua timbangan elektrik, ganja 8 linting, 0,098 gram sabu, 23,6 gram tawas, 6 jarum suntik, 2 mancis, 9 pipet plastik, 2 buah paspor,1 KTA Polri atas nama Bripda Amri Suheri yang bertugas di Polres Madina, dan satu buah gunting. (mag-12)

Kapoldasu: Tidak Ada yang Kebal Hukum

Terkait Pemanggilan Istri Gatot dan Istri Syamsul

MEDAN- Pemanggilan terhadap Sutyas Handayani, istri Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, bukan isapan jempol. Begitupun dengan Fatimah Habibi, istri Gubernur Sumut Nonaktif Syamsul Arifin. Atas nama hukum, tidak ada alasan keduanya tidak dipanggil.

Hal ini ditegaskan Kepala Kepolsian Daerah Sumatera (Kapoldasu), Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. “Ini ‘kan pemberantasan korupsi. Siapapun tidak ada yang kebal hukum di muka bumi. Mantan Kapolri saja diusut soal korupsi,” tegas Wisjnu didampingi Dir Binmas Poldasu, Kombes Hery Subiansauri, kemarin.

Wisjnu juga mengatakan, pemanggilan Sutyas Handayani dan Fatimah Habibi atas dasar pengakuan tersangka korupsi anggaran Biro Umum Pemprovsu. “Pemeriksaan itu ‘kan berasal dari keterangan tersangka (Aminuddin, Red). Jadi bukan tiba-tiba,” ujar Wisjnu di hadapan sejumlah wartawan.
Jenderal bintang dua itu menampik adanya anggapan, polisi terlalu bersemangat mengusut kasus dugaan korupsi Biro Umum sebesar Rp13 miliar tersebut. Di mana polisi sudah menetapkan dua tersangka yakni Aminuddin (bekas Bendahara Biro Umum yang sudah ditahan di sel Polda Sumut) dan Neman Sitepu, PNS di Kantor Gubernur Sumut (belum ditahan).

Kapolda sempat sedikit kesal, saat salah seorang wartawan bertanya pemeriksaan Sutias Handayani tersebut bersifat politisn
“Itu ‘kan kau yang bilang begitu, tidak ada politis. Penegakan hukum tidak politis,” tutur Wisjnu.

Kapolda juga menyatakan, pemeriksaan itu serius tanpa ada embel-embel unsur apapun. “Ini serius. Tidak ada pemeriksaan main-main. Semua serius. Sudah ya, “ kata Wisjnu.

Sutyas Handayani dan Fatimah Habibi dimintai keterangan sebagai saksi karena adanya penandatanganan di kuitansi pengeluaran kas Biro Umum Pemprovsu. Terkait dengan itu, Kepala Biro (Kabiro) Umum Pemprovsu Nurlela menegaskan kalau untuk anggaran belanja rutin rumah dinas pada 2012 memang ditandatangani oleh Sutyas Handayani. “Untuk 2012 ini, ya setiap anggaran rumah dinas harus ditandatangani Ibu Plt Gubsu. Kalau SPJ, ditandatangani Pak Plt Gubsu. Kalau tidak, saya tidak berani,” aku perempuan berjilbab ini.

Bagaimana dengan alokasi anggaran belanja rutin rumah dinas, pada tahun-tahun sebelumnya, yakni 2009 dan 2010? Terkait hal itu, Nurlela, mengaku tidak mengetahui hal itu.

Pengakuan yang sama juga dikatakannya, ketika disinggung soal berapa besaran alokasi anggaran belanja rutin rumah dinas Gubsu. Dalih yang dikemukakannya adalah dia tidak ingat, karena mesti melihat Daftar Penggunaan Anggaran (DPA) atas anggaran tersebut.

“Saya tidak tahu. Kalau tahun ini, memang harus seperti itu. Anggarannya saya lupalah dek. Karena harus lihat DPA-nya. Kalau yang dulu-dulu saya tidak tahu. Saya tidak mungkin memeriksa yang dulu-dulu. Ini ‘kan sudah ke ranah hukum,” cetusnya.

Jika Sutyas Handayani akan dipanggil dan diperiksa oleh Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Poldasu pekan depan, apakah dirinya juga menerima panggilan yang sama?

Menyangkut hal itu, Nurlela, mengaku kalau sudah pernah diperiksa. “Iya. Tapi kalau saya, cuma sekali itu saja. Waktu pertama-pertama. Kalau sekarang sudah tidak ada lagi,” ucapnya.

Gatot tak Mau Menjawab

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang dikonfirmasi wartawan sesaat sebelum meninggalkan Gubernuran, enggan memberi keterangan. Gatot terlihat hanya diam saja, tidak berkomentar.

Pun ketika berada di Kejatisu. Gatot yang selama ini mau menjawab setiap pertanyaan wartawan, agak sedikit berbeda dari biasanya. Gatot malah pergi dari halaman Kejatisu, usai menghadiri HUT ke-52 Adhyaksa digelar di tempat itu.

Kegelisahan Gatot tampak jelas saat melihat sejumlah wartawan menunggunya. Bahkan Gatot yang biasanya tidak terburu-buru, langsung meninggalkan Kajatisu Noor Rachmad yang mendampinginya. Gatot setengah berlari alias berjalan cepat langsung memasuki mobilnya sembari menghindari pertanyaan wartawan hingga membuat Kajatisu Noor Rachmad tertinggal di belakang.

Upaya konfirmasi terus dilakukan meski Gatot sudah berada di dalam mobil. Wartawan tetap bertanya di depan pintu mobil namun Gatot hanya diam. Bahkan, air mukanya sedikit memerah saat wartawan melontarkan pertanyaan terkait pemanggilan istrinya. Plt Gubsu hanya bisa tersenyum kecut sembari memerintah sang supir melajukan mobilnya.

Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD Sumut Sopar Siburian mendesak kepolisian segera memeriksa istri Gatot. Menurutnya, perlunya pemeriksaan itu dipercepat untuk men-clear-kan situasi.

“Kita semua tahu, Sutyas itu istri Plt Gubsu. Kemudian, kita juga tahu Pak Gatot mau maju lagi dalam Pilgubsu 2013. Jadi memang kesan politis dalam rencana pemeriksaan ini sudah ada. Makanya polisi harus bisa melihat situasi ini,” ujar politisi Partai Demokrat ini.
Sopar yang berlatar belakang pengacara ini, menegaskan, pihaknya tidak pernah berpikir untuk mencampuri kinerja penyidikan kepolisian dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di Biro Umum Pemprovsu ini, untuk menjaga profesionalitas. Namun kata dia, pihaknya menyarankan pemeriksaan itu segera dituntaskan. “Supaya tidak berlarut-larut. Perlu ada kepastian apakah istri pelaksana tugas gubernur terlibat atau tidak,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Taufik Hidayat juga mengatakan rencana pemeriksaan yang saat ini sudah menjadi konsumsi publik lewat pemberitaan media massa seolah menjadikan Ny Sutias sebagai orang yang bersalah. “Padahal statusnya hanya sebagai saksi. Tapi begitulah sekarang ini. Makanya kita meminta pemeriksaan ini bisa segera dituntaskan,” ujarnya. (ari/far/mag-12)

1.000 Mobil Baru Masuk Medan per Bulan

BARU: Seorang SPG model berpose  samping sebuah mobil  dipamerkan  Medan belum lama ini. Jelang lebaran, mobil baru  masuk  Medan meningkat lima persen.//ANDRI GINTING/SUMUT POS
BARU: Seorang SPG model berpose di samping sebuah mobil yang dipamerkan di Medan belum lama ini. Jelang lebaran, mobil baru yang masuk ke Medan meningkat lima persen.//ANDRI GINTING/SUMUT POS

BELAWAN-Sebulan terakhir menjelang Ramadan, pengiriman mobil baru dari Jakarta ke Medan melalui Pelabuhan Belawan, mengalami kenaikan mencapai 5 persen. Jika bulan-bulan sebelumnya mobil yang masuk sebanyak 950 unit per bulan, sebulan terakhir jumlah mobil baru yang masuk mencapai 1.000 unit. Jumlah itu diperkirakan terus mengalami peningkatan hingga sebulan kedepan atau menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.

“Kenaikan pengiriman mobil terjadi mulai sebulan terakhir menjelang ramadan. Dari sebelumnya 950 unit, kini mencapai 1000 unit mobil,” kata Rion Aritonang, Direktur Operasional PT Jasa Pratama Transindo, perusahaan yang menangani pengiriman mobil dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Belawan, kepada Sumut Pos, Kamis (19/7).

Rion menjelaskan, dari Pelabuhan Ujung Baru Belawan, mobil-mobil baru tersebut akan dikirim ke sejumlah dealer perusahaan mobil di Medan, seperti PT Astra Toyota Motor dan lainnya.

“Permintaan pasar terhadap beragam tipe mobil baru di Sumut belakangan ini memang terus meningkat signifikan. Diperkirakan, pengiriman mobil baru ini akan terus meningkat menjelang lebaran,” ungkapnya.

Menyikapi aktivitas jasa pengiriman yang ditangani perusahaan yang terus melonjak, pihaknya berharap pihak petugas terkait di pelabuhan memberikan pelayanan maksimal. “Kita berharap supaya sistem di pelabuhan ini ditingkatkan. Jangan seperti kejadian seminggu lalu, pengiriman barang kita dari Filipina terkendala akibat terganggu pelayanan sistem Electronic Data Interchange (EDI) di kantor Bea Cukai Belawan,” sebutnya.

Kasubsi P2 Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Belawan, Suadi, saat dihubungi Sumut Pos terkait adanya gangguan pada sistem koneksi EDI, mengaku belum mengetahuinya. “Saya belum tahu soal adanya gangguan sistem EDI itu,” ujar Suadi singkat. (mag-17)