Home Blog Page 13654

Rumah Tipe 36 Wajib Listrik Tenaga Surya

JAKARTA- Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana mewajibkan para pengembang perumahan untuk menggunakan lampu hemat energi dengan ditunjang panel tenaga surya pada rumah baru tipe 36 ke atas.

Pemerintah berharap dengan pemanfaatan energi alternatif tersebut, konsumsi listrik secara nasional yang dipasok PLN (Perusahaan Listrik Negara) dapat lebih dihemat.

“Kita (Kemenpera-red) akan mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur penghematan energi untuk rumah tipe 36. Jadi pengembang perumahan nantinya diwajibkan untuk menggunakan lampu hemat energi dengan tenaga surya (solar cell),” ujar Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz kemarin.

Dengan begitu kedepan seluruh rumah diatas tipe 36 diharapkan dapat menggunakan solar cell penerangannya lampu. Selain itu, pemanfaatan energi tenaga surya juga bisa dimanfaatkan untuk lampu penerangan jalan.

Sedangkan PLN, imbuhnya, nanti hanya dijadikan pendukung kalau ada masalah dengan solar cell. Misalkan jika baterai lampu hemat energi tersebut habis maka masyarakat bisa tetap memakai listrik.

“Lampu hemat energi tenaga surya ini kan sebenarnya sangat mudah diaplikasikan. Alatnya tinggal diletakkan di atap rumah sehingga dapat menyerap energi matahari. Setelah itu disambung ke baterai yang dimasukkan di atas plafon. Jika siang hari selama ada cahaya matahari energi akan masuk ke baterei dan malam hari bisa menyalakan lampu hemat energi,” terangnya.
Djan menambahkan, lampu hemat energi ini sebenarnya sudah ada banyak tersedia di pasaran. Akan tetapi penggunaannya belum banyak disosialisasikan secara nasional. Jika program lampu hemat energi berhasil tentunya akan sangat membantu pemerintah dalam upaya penghematan energi listrik.

“Beberapa keuntungan bagi masyarakat jika memanfaatkan lampu hemat energi antara lain dapat menghemat biaya bulanan sehingga mereka tidak perlu membayar listrik secara bulanan. Sedangkan bagi pengembang tidak susah payah memungut biaya listrik dari penghuni perumahan,” lanjutnya.
Perpindahan dari lampu listrik ke lampu hemat enegi ini, kata Djan, akan sangat mengehemat biaya sebab tenaga surya kan gratis.

“Jika satu bulan masyarakat bisa menghemat biaya listrik tentunya uangnya bisa digunakan untuk mengangsur rumah. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk investasi lampu serta biaya pemeliharaan untuk mengganti baterai serta peralatan sesuai umur ekonomis lampu yakni sekitar 5-10 tahun. Nah ini merupakan bagian pengehematan energi dari Kemenpera secara nasional,” sambungnya.

Dia menuturkan, untuk mensukseskan program penghematan energi ini pihak Kemenpera juga akan menjalin kerjasama dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, ada dukungan dari kementerian terkait serta peraturan daerah yang bisa mendukung terlaksananya program ini.

“Program penghematan energi ini nantinya tidak hanya terbatas pada rumah tapak melainkan juga dilaksanakan di rumah susun serta apartemen. Kita berharap pengelola Rusun serta apartemen juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk lampu penerangan yang ada di dalam fasilitas umum serta taman-taman,” tuturnya.

Dia menyatakan, program lampu hemat energi dan solar cell ini tidak akan berdampak banyak terhadap harga rumah sebab sudah banyak yang produksi dalam negeri. “Kami juga sedang melakukan studi tentang harga paket hemat energi ini dan akan berusaha agar tidak terlalu mahal dan semurah mungkin serta terjangkau bagi masyarakat. Tidak mungkin saya memberikan rekomendasi untuk harga yang tidak terjangkau,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Eddy Ganefo  menganggap ketentuan seperti itu hanya cocok untuk perumahan mewah saja. Hal itu beralasan sebab harga solar cell cukup mahal yaitu berkisar Rp 5-15 juta per unit sehingga justru akan membebani tambahan bagi pengembangan rumah kelas menengah ke bawah. Ia berharap ketentuan ini cocok diterapkan di kawasan-kawasan perumahan papan atas saja.

“Saya setuju tapi jangan memberatkan masyarakat, dan itu untuk masyarakat menengah ke atas saja,” jelasnya (wir/jpnn)

Buru Aroma Khas Sampai Pelosok Desa

Melirik Geliat Usaha Budidaya Gaharu di Sumut

Tanaman gaharu terus menjadi incaran sebagian pengusaha untuk memenuhi pundi-pundi uang mereka dari aroma gaharu yang khas. Tak ayal, perburuan akan tanaman hutan bukan kayu ini terus dilakukan pengusaha hingga ke berbagai pelosok desa. Salah satunya di Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Demi mendapatkan produk kelas dunia ini, PT Gaharu Sejati rela mengikat kerja sama dengan Asosiasi Penangkar Tanaman (Aspenta) di daerah tersebut.
Kerja sama ini bertujuan untuk membudidayakan gaharu berkualitas tinggi. “Ini tanaman langka, dan banyak yang mengaku berhasil membudidayakan gaharu. Padahal hasilnya nihil,” ujar Direktur PT Gaharu Sejati, Dodi Hariyanto, kemarin.

Dirinya menjelaskan, saat ini sangat sulit menemukan gumpalan-gumpalan gaharu asli dan memiliki kualitas. Walau banyak yang mengaku telah berhasil, tetapi bila ditelusuri malah tidak berkualitas. Untuk mengetahui tanaman itu berhasil dibudidayakan, lanjut Dodi, cukup dengan cara mengopek sedikit bagian kulit tanaman gaharu dan membakarnya. “Jika mengeluarkan aroma wangi, berarti gaharu tersebut berhasil,” sebutnya.
Lebih jauh Dodi memaparkan, tanaman gaharu ini pertama kali dikenal dalam bentuk gubal (bongkahan), yang ditemukan di Assam, India dari tanaman jenis Aquilaria Agaloccha  Rottb pada abad ke-7.

Di Indonesia, dikenal mulai abad ke-12 melalui perdagangan dengan pedagang Kwang Tung, Cina. (ram)
Gaharu dalam bentuk gubal semula dipungut dari pohon penghasilnya di dalam hutan dengan cara menebang pohon dan mencacahnya untuk mendapatkan bagian yang berkualitas.

Dodi mengatakan, komoditas gaharu telah cukup lama dikenal masyarakat umum. Beberapa jenis tanaman gaharu yang dikenal antara lain Aquilaria Malaccensis, A Filaria, A Hirta, A Agalloccha, A Macrophylum dan beberapa puluh jenis lainnya.

Dari puluhan jenis tanaman tersebut, Aquilaria Malaccensis adalah tanaman penghasil gaharu berkualitas terbaik dengan nilai jual tinggi. Jenis ini termasuk dalam family Thymelleaceae, tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan, 0-750 meter diatas permukaan laut (dpl), suhu rata-rata 32°C dengan kelembaban rata-rata 70 persen, curah hujan sekitar 2.000 mm.

Dikatakannya, tanaman ini memiliki potensi cukup tinggi dan penyebarannya terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Di Pulau Bangka, tanaman ini sering disebut Mengkaras, sedangkan di Belitung disebut Kepang.

Di kedua pulau ini, diameter pohon dapat mencapai 40 – 80 cm. Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah sebaran pohon atau jenis-jenis penghasil gaharu, terutama Aquilaria Malaccensis.

Untuk itulah, sambung Dodi, saat ini dirinya mencoba melakukan budidaya jenis pohon gaharu di Desa Timbang Jaya, Bahorok, Kabupaten Langkat. Bekerja sama dengan Sofian Lubis, salah seorang petani yang tergabung dalam Aspenta.  Dodi mulai menanamai jenis bibit Aquilaria Malaccensis dan Cressna.

“Seharusnya Sabtu (7/4) kemarin kita sudah panen, tapi kita tunda karena minimnya waktu yang dimiliki. Kebetulan, investor asal Cina yang ingin melihat langsung tanaman kita, ada kesibukan lain. Makanya saya harus mendapangi dan panen gaharu di Bahorok ditunda,” terang Dodi.
Dia berharap, nantinya masyarakat petani gaharu di Baharok memperoleh hasil tanaman seperti yang diinginkan. (ram)

Nyalakan Lampu Jalan di Jalan Syahruddin

085373930xxx

Copot saja Kadis Pertamanan kalau hanya datang duduk dan nerima gaji karena sudah berapa tahun lampu penerangan jalan yang di Jalan Syahruddin Kelurahan Siti Rejo III Kecamatan Medan Amplas depan SMP Negeri 15 mati hingga sekarang.

Kita Teruskan ke Dinas Pertamanan

Terima kasih atas informasinya, akan kita teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pertamanan Kota Medan agar ditindaklanjuti.

Emir Mahbob Lubis
Camat Medan Amplas

Olah Sampah jadi Uang

Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. tapi dengan kretifitas yang dimiliki sampah bisa dimanfaatkan untuk ikut serta dalam program pemanasan global, bahkan menghasilkan uang.

Berikut cara pengurangan sampah yang lebih baik dan mudah yang dikenal dengan nama 4R

  1. Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin melakukan minimalisasi barang atau material yang dipergunakan. Semakin banyak menggunakan material, semakin banyak  pula sampah yang dihasilkan.
  2. Reuse (Memakai kembali); Nah, sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Coba hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
  3. Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang, Tentunya dengan kreatifitas dan imajinasi. Walaupun tidak semua barang bisa didaurulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain. Alias bisa menghasilkan uang.
  4. Replace (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali saja dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami. (net)

Kaji Kenaikan PBB dan Fasilitas Publik

DPD PPP Kota Medan Gelar Konferensi Pers

MEDAN- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Medan berharap kepada pihak Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dan pemerintahan Kota Medan meninjau ulang tentang kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Pasalnya, kenaikan PBB yang hampir seratus persen itu, sangat memberatkan masyarakat Medan khususnya yang memiliki perekonomian lemah.

“Sesuai dengan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang kenaikan PBB, DPC PPP Kota Medan menginginkan ditinjau kembali pemberlakuannya. Kalau bisa, jangan PBB yang dinaikkan,” bilang Ketua DPC PPP Kota Medan, Aja Syahri didampingi Wakil Ketua, Ir Hamdan Sukrawi dan Ahmad Fauzi Nasution serta Wakil Sekretaris, Marswan saat menggelar konferensi pers yang berlangsung di Sekretariat DPC PPP Kota Medan Jalan Sekip Baru No. 44 Medan, Sabtu (7/4) pukul 17.30 WIB.

Selain itu PPP Kota Medan juga menyoroti beberapa fasilitas publik yang ada di Kota Medan. Seperti fungsi taman di Kota Medan yang banyak dijadikan lokasi untuk berdagang. “Kita lihat bersama, taman yang ada di Kota Medan tepatnya ada di trotaor banyak yang memanfaatkan sebagai tempat jualan, sehingga menggangu pejalan kaki yang melintasi trotoar,”cetus Aja.

Kemudian, lokasi parkir yang ada di depan sekolah sangat mengganggu kelancaran lalulintas. Menurut mereka banyak mobil parkir seenaknya di badan jalan sehingga pengguna jalan lainnya terganggu.

Seharusnya, pemerintahan dan Dinas Perhubungan serta pihak kepolisian lalulintas dapat menertibkan lokasi parkir yang menumpuk di bahu jalan depan sekolah.

“Bila pemerintah mengeluarkan peraturan daerah (Perda) larangan parkir di bahu jalan depan sekolah, tentunya pengguna jalan lainnya merasa nyaman dan tidak terganggu,” ujarnya.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, DPC PPP Kota Medan dalam waktu dekat akan melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan Kota Medan serta satuan lalulintas Medan agar menertibkan parkir di depan sekolah yang selalu menghambat para pengguna jalan lainnya.
“Pokokya dalam waktu dekat ini kita akan melayangkan surat,” tegasnya. (*/omi)

Pirngadi Digugat Rp3,1 M

Usir Pasien Miskin hingga Meninggal

MEDAN- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan digugat sebesar Rp3,16 miliar oleh Berliana Br Tamba. Rumah sakit milik Pemko Medan itu dianggap lalai hingga mengakibatkan Ganda Hermanto Tua Nainggolan (19), anak Berliana yang menderita TB Paru, meninggal dunia.

Gugatan dengan register No.189/PDT.G/2012/PN-Medan itu didaftarkan oleh Roder Nababan SH, Sobambowo Bu’ulolo SH dan R Aulia Taswin SH, dari LBH Sekolah Sumatera Utara, selaku kuasa hukum Berliana, ke Bagian Perdata PN Medan, Senin (9/4). Selain kuasa hukum penggugat, sejumlah kawan sekolah Ganda di SMAN 21 Medan, juga hadir di pengadilan.

Para tergugat dalam perkara ini, yakni dr Amiruddin, dr Syahlan dan dr Tunggul Hutapea selaku tergugat I, Dirut RSU Pirngadi Medan tergugat II, Kadis Kesehatan Medan tergugat III, Wali Kota Medan tergugat IV dan Kadis Kesehatan Sumut tergugat V.

Sobambowo Bu’ulolo, seorang kuasa hukum penggugat menjelaskan, awalnya pada 21 Februari 2012, Ganda yang sudah duduk di Kelas 3 SMAN 21 Medan, mengalami sesak napas disertai pembengkakan di kedua tangan dan kakinya. Perutnya juga membesar. Ganda pun dilarikan ke RS Sari Mutiara Medan, namun karena tidak ada ruang ICU Jantung di rumah sakit itu, Ganda dirujuk ke RSU Pirngadi dan dirawat di ruang Flamboyan Kamar 18. Ganda yang didiagnosa menderita TB Paru itu, kemudian ditangani tim dokter terdiri dari dr Amiruddin, dr Syahlan dan dr Tunggul Hutapea.

Hingga hari ke-21 Ganda dirawat, tepatnya tanggal 28 Maret 2012, Ganda diketahui menderita pembengkakan jantung hingga menyulitkannya bernapas. Hampir sebulan dirawat, kesehatan Ganda belum menunjukkan tanda-tanda membaik dan ia membutuhkan oksigen untuk membantu pernapasannya.
Meski belum membaik, lanjut Sobambowo, seorang dokter malah menyuruh pasien  pulang dan selanjutnya dilakukan rawat jalan. Sebelum dipulangkan, dokter menyarankan supaya dilakukan cek terakhir untuk memastikan layak tidaknya pasien rawat jalan.

Pada 29 Maret 2012 sekitar pukul 15.00 WIB, perawat memberi surat pulang. Menurut Sobambowo, ada keterangan dari perawat yang mengatakan, pasien dipulangkan dengan alasan Kartu Medan Sehatnya (Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Medan Sehat/JPKMS) yang diperuntukkan untuk pasien miskin telah habis masa berlakunya. Pasien disuruh kembali datang berobat setelah kartu JPKMS-nya diperpanjang. “Padahal, anak penggugat waktu itu sangat tergantung dengan oksigen. Jangankan semenit, sedetik saja pasien tidak bisa bernapas tanpa oksigen,” katanya.

Sebelum pulang, dokter memberikan obat, hasil rongent dan hasil laboratorium Ganda, dokter juga meminta Ganda untuk datang kembali ke rumah sakit pada Senin dengan membawa surat rujukan dari Puskesmas setempat. Ganda pun keluar dari rumah sakit tanpa dibekali oksigen, padahal Ganda masih sangat tergantung dengan oksigen untuk bernapas. Sekitar pukul 17.00 WIB, kondisi Ganda semakin kritis, mulutnya terkatup rapat dan akhirnya meninggal dunia.

Sobambowo mengatakan, tindakan tim dokter yang menyuruh pasien keluar dari rumah sakit dalam kondisi tidak memakai selang oksigen, merupakan tindakan semena-mena yang tidak memiliki rasa prikemanusiaan. Dan tindakan semena-mena ini, menurut dia, akibat kurangnya pengawasan dari tergugat III, IV dan V.

Menurut dia, tergugat I, II, III, IV dan V telah melakukan perbuatan melawan hukum kepada anak penggugat karena tidak menjalankan fungsinya dengan baik dan benar hingga mengakibatkan terjadinya perbuatan melawan hukum.

Untuk itu, atas kelalaian dan tindakan semena-mena tersebut, para tergugat diminta membayar kerugian materiil sebesar Rp228.000.000 dan immateriil sebesar Rp2.932.012.000 atau total Rp3.160.012.000. Dalam gugatannya, para tergugat juga diminta agar dihukum membayar uang paksa sebesar Rp5 juta per hari jika lalai memenuhi isi putusan terhitung sejak putusan diucapkan hingga dilaksanakan.(rud)

70 Persen APBD untuk Gaji Pegawai

JAKARTA- Tak berbeda dengan wajah APBN, porsi belanja APBD juga semakin tidak propublik. Pemerintah daerah kian boros mengalokasikan sebagian besar anggarannya hanya untuk membiayai belanja pegawai.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis, pada 2012 terdapat 291 kabupaten/kota yang memproyeksikan belanja pegawainya lebih dari 50 persen. Di antara 291 daerah itu, terdapat 11 daerah yang memiliki belanja pegawai lebih dari 70 persen dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Di Indonesia, saat ini terdapat 398 kabupaten dan 93 kota.

“Sisa anggaran untuk belanja program kegiatan hanya 9 persen sampai 14 persen. Tentu saja kepentingan masyarakat luas yang kembali dikorbankan,” kata Kepala Divisi Pengembangan Jaringan Fitra Hadi Prayitno di Jakarta kemarin (9/4).

Membengkaknya belanja pegawai, menurut Hadi, disebabkan pemerintah telah menetapkan kenaikan gaji pegawai secara berkala. “Sejak 2007 sampai 2011 terjadi kenaikan 5”15 persen. Ditambah lagi adanya gaji ke-13,” ujarnya.

Selain itu, terjadi pembiaran perekrutan PNS secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. “Jumlah organisasi yang ada di kabupaten/kota juga terlalu besar sehingga menambah beban anggaran daerah,” tegas Hadi.

Untuk menyelamatkan daerah dari ancaman “kebangkrutan”, dia mengusulkan pembatasan yang lebih ketat mengenai jumlah organisasi di kabupaten/kota dan diteruskannya moratorium perekrutan PNS daerah. Belanja pegawai, lanjut dia, juga harus dikeluarkan dari penghitungan dana alokasi umum (DAU). Kuncinya, dilakukan revisi UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah.(pri/c11/nw/jpnn)

Napak Tilas Titanic Dibandrol Rp87 Juta

LONDON- Sebuah kapal pesiar yang membawa beberapa keluarga korban tewas dalam insiden tenggelamnya kapal Titanic, Minggu (8/4) lalu memulai perjalanan dari Southampton, Inggris menuju New York, Amerika Serikat. Kapal mewah tersebut akan menapak-tilasi perjalanan Titanic, termasuk mengunjungi lokasi karamnya kapal terbesar dalam sejarah tersebut.

Dengan penumpang sebanyak 1,309 orang, kapal pesiar mewah bernama MS Balmoral itu akan melewati rute yang sama persis dengan yang dilewati Titanic. Akan tetapi, perjalanan yang ditempuh dijadwalkan berlangsung dua hari lebih lama karena ukuran dan kecepatannya yang lebih kecil dari Titanic.

MS Balmoral dioperasikan oleh perusahaan perjalanan kapal Fred Olsen Cruise Lines, yang induk perusahaannya, Harland and Wolff, membuat Titanic di sebuah galangan kapal di Belfast, Irlandia. Untuk even perayaan 100 tahun karamnya Titanic tahun ini, kapal tersebut disewa oleh biro perjalanan Miles Morgan Travel, yang mempunyai spesialiasi dalam merancang berbagai  liburan unik dan menarik bagi kaum menengah ke atas.

Para penumpang yang ikut dalam perjalanan ini berasal dari 28 negara di dunia, termasuk sebagian keluarga 1,500 penumpang yang tewas saat Titanic karam pada 15 April 1912 setelah menabrak gunung es di perairan Samudera Atlantik bagian utara. Selain itu, sebagian lain penumpang merupakan keluarga dari 700 korban selamat dalam insiden tersebut beserta beberapa ahli sejarah dan penulis.

Harga tiket perjalanan bervariasi antara USD4,445 (Rp40 juta) sampai USD9,520 (Rp87 juta). Selama perjalanan, para penumpang akan mendapatkan kuliah mengenai sejarah Titanic dan menikmati sajian menu makan malam yang juga disajikan di Titanic.(ap/ara/jpnn)

Tim Balap dan Klub Yamaha Gelar City Touring

MEDAN-Tim balap dan klub otomotif Yamaha, punya cari unik untuk mengadakan kegiatan rutin touring bulanan. Salah satunya dengan menggelar touring sekaligus memberi dukungan pada acara nikah massal yang digelar di Kampung Kubur, Medan Petisah, Sabtu (7/4) lalu.

Usai prosesi pernikahan di Masjid Al Amin, sebanyak 18 pasangan pengantin diarak keliling Kota Medan dengan menumpang odong-odong, alat transportasi yang sering dimanfaatkan kalangan bawah di Medan. Suasana menjadi semakin semarak karena sebanyak 100 rider binaan PT Alfa Scorpii mengikuti arak-arakan tersebut. “Senang juga, ikut menyemarakan pernikahan sekaligus melakukan touring,” kata Dina, salah satu peserta touring.
Divisi Promo PT Alfa Scorpii, Ismansyah di sela-sela kegiatan itu mengatakan, kehadiran para riders menunjukkan bahwa klub dan komunitas pengguna sepeda motor Yamaha tetap eksis mendukung program-program PT Alfa Scorpii. “Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para riders, yang tetap setia mendukung kegiatan PT Alfa Scorpii, baik yang bersifat sport maupun kegiatan soasial lainnya,” ujarnya.

Ismansyah mengatakan, PT Alfa Scorpii menjadi sponsor dalam kegiatan nikah masal yang diselenggarakan warga Kampung Kubur. Kebetulan pada saat yang bersamaan, klub-klub otomotif binaan PT Alfa Scorpii mengadakan touring bulanan. “Kami gabung saja dua kegiatan tersebut, dan ternyata acaranya menjadi semakin semarak,” kata Ismansyah.

Ismansyah mengatakan, tujuan dari diadakannya touring ini selain untuk memeriahkan nikah massal, juga untuk memberikan pengalaman baru para rider, bahwa touring di dalam kota ternyata juga punya tantangan. “Melalui event ini kita bukan saja memberi kesempatan kepada para rider Yamaha untuk melakukan touring, tapi lebih dari itu, kita ingin berbaur dengan masyarakat yang selama ini telah menaruh kepercayaan kepada motor Yamaha,” papar Ismansyah.

Masyarakat Kota Medan khusunya sangat antusias untuk mengikuti eventt otomotif yang digelar PT Alfa Scorpii ini. Komunitas-komunitas pengguna Yamaha saat ini sangat solid, sehingga mereka dapat memberikan warna dan berdampak posoitif bagi brand image Yamaha sendiri.

Dari pihak Managemen sendiri sangat respek terhadap komunitas-komunitas Yamaha yang ada, bahkan di jejaring social seperti Yamaholigan, Facebook, dan twitter pengguna Yamaha sangat intens mengikuti informasi Yamaha yang lagi berkembang. Hal tersebut menjadikan Yamaha memang beda dari merek yang lain, kami juga sangat fokus dalam memanfaatkan media yang ada, sehingga menjadi salah satu variable bagi masyarakat memutuskan untuk menggunakan Yamaha.

Sementara itu Ketua Panitia Nikah Massal Gratis, Dra Ernawati mengatakan, sebanyak 20 pasang mendaftarkan diri pada acara nikah massal tersebut, namun dua pasangan tidak hadir dikarenakan sakit. “Dua pasangan yang tidak hadir akan dinikahkan di kantor KUA kalau kesehatannya sudah baik,” katanya.

Ernawati mengucapkan banyak terimakasih kepada PT Alfa Scorpii dan sponsor lainnya yang bersedia memberi dukungan terhadap kegiatan tersebut. “Semula kami merencakan kegiatan nikah massal tersebut selenggarakan secara sederhana saja. Namun setelah mendapat dukungan sponsor, acara bisa digelar cukup meriah,” katanya. (jun)

Miranda Mendadak Lupa

Kesaksiannya Meringankan Nunun

JAKARTA- Jurus tidak ingat, lupa, dan tidak tahu menjadi senjata Miranda Swaray Goeltom saat menjadi saksi dalam sidang dengan terdakwa Nunun Nurbaeti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/4). Dalam sidang kasus suap cek perjalanan pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia (DGS BI) itu, Miranda tampil percaya diri. Dia begitu tenang saat menjawab pertanyaan hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukum terdakwa.

Ketika mendapatkan pertanyaan yang “menjurus”, Miranda dengan sigap menjawab tidak ingat. Misalnya, ketika ditanya tentang waktu-waktu pertemuan dengan Nunun. Juga, tentang nama-nama anggota DPR yang hadir dalam pertemuan di Hotel Dharmawangsa. Miranda memang menyebut beberapa nama. Namun, selebihnya, dia mengaku tidak ingat.

Sosialita 62 tahun itu mengakui, pertemuan dengan anggota DPR adalah inisiatifnya. Miranda menegaskan, Nunun bukan inisiator. “Ibu Nunun tidak pernah menawarkan, saya juga tidak pernah meminta,” ujarnya.

Miranda mengaku sejatinya tidak bernafsu untuk mengejar kursi DGS BI. Sebab, dalam pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 2003 dia kalah oleh Burhanuddin Abdullah. Kekecewaannya semakin besar karena anggota DPR lebih suka menanyakan masalah keluarga ketimbang kompetensinya. “Saya tidak ingin dipermalukan lagi,” ucapnya.

Namun, perempuan kelahiran Jakarta, 19 Juni 1949, itu akhirnya bersedia dicalonkan. Dia tidak membantah pernah melakukan komunikasi dengan Nunun. Namun, itu terjadi sebelum fit and proper test dilakukan. Pada pertemuan yang Miranda lupa waktunya itu, dia meminta didoakan oleh istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut.

Kalaupun ada pembicaraan yang menyangkut anggota DPR, Miranda mengaku bukan spesifik untuk memilih dirinya. Dia hanya meminta Nunun agar menyampaikan kepada teman-temannya yang anggota DPR untuk tidak bertanya tentang keluarga. “Saya siap diuji kompetensi apa pun tentang perbankan, asal bukan privasi keluarga,” ungkapnya.

Bagaimana respons Nunun? Dia kecewa dengan pernyataan Miranda bahwa hubungan mereka hanya sebatas kenal. Padahal, Nunun merasa sangat dekat dengan guru besar Universitas Indonesia (UI) itu sangat dekat. “Saya sedih ibu bilang hanya sebatas kenal,” ungkapnya.
Nunun mengaku pernah berada di organisasi dan kelompok arisan yang sama dengan Miranda. Selain itu, ibu empat anak tersebut mengaku kerap diundang Miranda ke berbagai acara.(dim/c10/ca/jpnn)