Home Blog Page 13656

Honorer Siluman Dilapor ke BKN

JAKARTA – Hingga kemarin, Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta terus kebanjiran laporan dari masyarakat yang menemukan data honorer kategori satu (K1) siluman.  Hanya saja, laporan bersifat perseorangan.

Padahal, sesuai prosedur resmi, laporan mestinya disampaikan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD).  Oleh BKD, baru diteruskan ke BKN.
Disinyalir, warga malas lapor ke BKD lantaran khawatir laporan tidak ditindaklanjuti. Pasalnya, usulan honorer juga dari BKD. Warga berkeyakinan, BKD akan berupaya menutup-nutupi jika ada temuan honorer siluman. Bukan memproses dan menuntaskan laporan warga.

Kasubag Publikasi BKN Petrus Sujendro menjelaskan, warga ragu untuk lapor ke BKD, sehingga lebih memilih lapor ke BKN. “Tapi ya itu, para pelapor rata-rata ragu melaporkan ke daerah masing-masing karena khawatir laporannya tidak ditindaklanjuti. Mereka mencurigai, daerah yang mengoleksi honorer siluman pasti akan berupaya menutupi kecurangannya, sehingga laporan yang masuk akan dihilangkan seolah-olah tidak ada laporan,” beber Petrus Sujendro saat dihubungi kemarin.

Dia memberikan saran kepada warga pelapor. Jika merasa tidak yakin laporannya digarap BKD, bisa saja laporan ditembuskan ke DPRD dan atau LSM. Namun, jika masih juga ragu, bisa langsung melaporkan ke BKN, asalkan disertai bukti-bukti tertulis yang akurat.

Tim pusat berjanji akan mengirimkan tim ke daerah yang bersangkutan, jika laporan dinilai cukup bukti.  “Jika terbukti ada kecurangan, tim pusat akan datang ke daerah untuk melakukan pemeriksaan,” terangnya.

Seperti diketahui, data hasil verifikasi dan validasi honorer kategori satu (K1) telah diserahkan ke daerah pada 4 April 2012.  Begitu data sampai ke daerah dan dipublikasikan, banyak ditemukan adanya dugaan manipulasi data honorer, alias honorer siluman.

Kabag Humas BKN Tumpak Hutabarat pernah menjelaskan mengenai mekanisme pelaporan. Yakni  laporan pengaduan dibuat tertulis dan ditujukan kepada kepala BKD setempat dengan tembusan BKN pusat. Laporan ini kemudian ditelaah BKD bersama inspektorat.
Bila memang ada kecurangan, kepala BKD dan pejabat pembina kepegawaian melaporkan hasil pemeriksaannya kepada Menpan-RB tembusan ke kepala BKN untuk ditindaklanjuti oleh tim yang akan turun ke daerah. (sam)

Siapkan Pencanangan Zona Jujur

KPK Kembali Datangi Pemko Medan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebagai tindak lanjut pencanangan zona integritas (sikap jujur tanpa kompromi, Red) terhadap Kota Medan, Senin (9/4) pagi.

Kedatangan tim dari Bidang Pencegahan KPK sekaligus menindaklanjuti survey hasil inisiatif anti korupsi, hasilnya ada beberapa hal yang perlu didalami terkait upaya pencegahan korupsi di Pemko Medan.

Tim Bidang Pencegahan KPK yang tiba di Pemko Medan dikomandoi, Asep Rahmat Swanda didampingi anggotanya Maruli Tua Manurung, Joko Widianto dan Sofian. Begitu tiba di kantor Wali Kota Medan, di ruang rapat I Kantor Wali Kota Medan langsung disambut Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri dan Kepala Inspektorat Drs Farid Wajedi MSi.

Dalam sambutannya, Rahudman menyampaikan kepatuhan dan ketepatan waktu seperti pengajuan R-APBD 2012 sudah dilakukan tepat waktu. Begitu juga dengan menggelar rapat kerja daerah dengan memberikan pedoman dan kebijakan yang harus dilaksanakan dalam pembangunan. Kemudian, melaksanakan musyawaran rencana pembangunan (Musrenbang) serta pembentukan Layanan Pengadaan Secara Eleketronik (LPSE).

Dia mengatakan, untuk peningkatan kompetensi PNS di Pemko Medan, kini telah dilakukan memorandum of understanding (MoU) dengan perguruan tinggi negeri (PTN) seperti Universitas Sumatera Utara (USU), khususnya dalam hal penerimaan CPNS dan seleksi direktur BUMD milik Pemko Medan.
Berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik, Rahudman mengaku sudah turun langsung ke lapangan mendatangi satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sekaligus memberikan arahan dan motivasi, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi lebih baik pada masa kini dan akan datang.

“Guna mempermudah masyarakat untuk melakukan perpanjangan KTP, kami telah menyediakan KTP Mobile. Kemudian peningkatan kebersihan dengan menyediakan ambulan sampah yang beroperasi 24 jam penuh, selanjutnya penambahan jam operasi puskesmas sehingga ada sejumlah puskesmas yang buka 24 jam penuh dan menerima rawat inap,” ungkapnya dihadapan tim KPK.

Lebih lanjut, Rahudman memaparkan, untuk identifikasi resiko gratifikasi yang akan dilakukan Pemko Medan, dia berharap seluruh jajaran SKPD yang terkait agar benar-benar mengikutinya dan memberikan apa yang diperlukan tim dari Kedeputian Bidang Pencegahan KPK.
“Karena tujuan kedatangan tim Bidang Pencegahan KPK ini untuk meminimilasir terjadinya penyimpangan, dan sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, kedatangan tim merupakan kunjungan kedua terkait atas terpilihnnya Kota Medan menjadi zona integritas. Kemudian, inti kedatangan tim dari KPK ini sangat mulai, yakni untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Di tempat yang sama, Asep Rahmat Swanda selaku pimpinan tim menjelaskan tahapan-tahapan yang dilaksanakan yaitu terkait dengan pemetaan resiko-resiko gratifikasi dan juga hal-hal yang lainnya, khususnya di beberapa kegiatan atau unit yang terkait langsung dengan pelayanan publik.
“Kami ingin melihat seberapa besar resiko dan frekuensinya. Seperti apa? baik itu gratifikasi, penyuapan dan pungli,” cetusnya.

Dengan mengetahui itu, dia membeberkan, Pemko Medan kedepannya bisa melakukan langkah-langkah pencegahan dan meminalisir resiko-resiko terjadinya gratifikasi.

“Apabila ada peristiwa maupun laporan-laporan yang sampai ke penegak hukum termasuk KPK, bisa langsung mengetahui keterkaitannya apa. Hal itu tentunya akan mempermudah pengawasan internal. Begitu juga melakukan audit-audit akan diketahui mana pengawasan yang beresiko tinggi, sedang dan rendah. Intinya itu saja,” bebernya.

Asep menyebutkan, metode yang akan dilakukan nantinya akan melakukan diskusi serta menindaklanjutinya ke SKPD terkait. Di samping itu, akan melakukan komunikasi dengan pengguna langsung layanan tersebut. Hal itu dilakukan agar bisa memahami lebih jelas.
“Kami berharap agar instansi terkait lebih terbuka, transparan dan komprehensif,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan dalam kunjungan KPK kali ini, sebenarnya melibatkan seluruh SKPD. Namun, akhirnya hanya diwakili 7 SKPD saja yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan  serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). (adl)

KPK Lakukan Pembinaan Semua SKPD

Kepala Inspektorat Pemko Medan Drs Farid Wajedi MSi mengatakan, kunjungan tim dari Kedeputian Bidang Pencegahan KPK guna menindaklanjuti pencanangan zona integritas terhadap Kota Medan sampai satu titik yang benar-benar terlaksana dengan baik.

“Sifatnya semacam pembinaan, dan ini akan terus dilakukan sampai terlaksana dengan baik, yang akan dilanjutkan dengan tahap pembinaan,” katanya.
Farid menyatakan, tim akan melakukan identifikasi resiko gratifikasi di jajaran Pemko Medan. Dalam kegiatannya, memakasi metode Focus Group Discussion (FGD).

Dalam FGD itu, akan dibagikan lembar Critical Point for Government serta Critical Point for Unit.

“Tahapannya seperti pembuatan standar operasional prosedural (SOP) dan membuat standar pelayanan minimal (SPM) yang dikhususkan kepada pelayanan publik dan bidang pelayanan yang perlu dibenahi sekaligus pembuatan kode etik,” jelasnya.

Dia menegaskan, Pemko Medan akan melakukan tahap pembinaan terhadap seluruh jajaran SKPD Pemko Medan agar benar-benar memberikan pelayanan yang siap.

“Jadi akan dipertanyakan, kalau ditemukan pelayanan yang tidak siap dalam penyusunan berkas. Kalau misalnya kurang, apa saja kekurangannya dan apa alasannya. Diharapkan benar-benar baik yang intinya kepada pelayanan masyarakat,” pintanya.

Menurut dia, Kota Medan terpilih sebagai zona fakta integritas karena sudah melihat berdasarkan hasil survey kondisi di Kota Medan. Dimana, fakta integritasnya sudah mulai membaik.

“Bila sebelumnya itu masih 3,6 sekarang, kini sudah 5,9. Diharapkan Kota Medan bisa menjadi daerah percontohan, makanya masuk dalam zona fakta integritas berdampingan dengan Surabaya, Semarang dan Kota lainnya,” pintanya.

Farid menegaskan, penetapan zona integritas masih dalam tahap awal. Di mana, tim yang datang adalah bidang pencegahan.
“Jadi pola kerja KPK saat ini, 60 persen sifatnya pencegahan, sedangkan 40 persen lagi sifatnya penindakan. Jadi KPK saat ini lebih banyak melakukan pengembangan pencegahan,” pungkasnya.(adl)

Aniaya Mantan Istri, Oknum Polisi Dilaporkan

SIANTAR- Habis sudah kesabaran Eika Windy Lestari br Hasibuan (22) menghadapi sikap HS (26), pria yang pernah dikasihinya hingga melahirkan buah cinta mereka yang kini beranjak hampir dua tahun.

Meski HS sebagai anggota polisi, Eika malah mendapat perlakuan kasar dengan cara dimaki dan dianiaya. Merasa terancam, penganiayaan itupun dilaporkannya ke Polres Siantar.

Dari keterangan korban, peristiwa penganiayaan itu dialaminya, Minggu (8/4) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Sangnawaluh, Siantar Timur atau di depan komplek Perumahan Mega Land. Bahkan tanpa ragu meski persis berada di depan umum, pelaku berpangkat Briptu di kesatuan Polri itu dengan teganya memukul kepala sebelah kiri dengan tangannya, serta meninju mata sebelah kiri korban. Beruntung, teman pria korban yang sengaja dipanggil untuk menjeput datang hingga melerai pertengkaran mereka.

Bermula ketika pelaku datang ke rumah korban yang bermukim di Jalan Melati, Kelurahan Simarito, Siantar Barat, Minggu (8/4) sekitar pukul 20.30 WIB. Karena sebelumnya, korban mengaku kalau dirinya tidak ada uang untuk membeli susu anak mereka.

Tak lama berselang, pelaku yang bertugas di Polres Pematangsiantar itu, datang menemui korban. Tapi, kedatangan pelaku bukan untuk membelikan susu, melainkan membawa korban ke rumah pelaku di Jalan Kertas Koran, Kelurahan Siopat Suhu, Siantar Timur.

Terang saja membuat korban yang tidak memiliki pekerjaan itu risih, apalagi di rumah itu masih ada tinggal kerabat keluarga pelaku.

Dengan perasaan tak nyaman itu, korban ditimpali beberapa pertanyaan dari pelaku, diantaranya soal tidak adanya balasan SMS serta panggilan lewat HP yang sama sekali tidak ada jawaban. Tidak hanya itu, pelaku sempat mempertanyakan kedekatan korban sama pria lain. Korban hanya menanggapi dirinya sedang memasak makanya tidak membalas dan tidak mengangkat panggilan lewat HP. Korban pun membantah kedekatannya bersama pria lain. Tapi sekali lagi, korban meminta untuk diantarkan pulang, mengingat anak perempuan mereka belum minum, yang saat itu dijaga ibu korban. Tapi pelaku tetap saja menimpali berbagai pertanyaan yang membuat korban tidak tenang dan memilih keluar dari rumah tersebut.

Tidak samapi 100 meter, persisnya di Jalan Sangnawaluhatau Komplek Mega Land, pelaku kembali mendatanginya dari belakang hingga menawarkan antaran pulang. Kadung kesal, korban tetap menolak permintaan itu seraya memberitahu bahwa sebentar lagi ada pria yang bakalan datang menjeputnya.

Pengakuan itu malah membuat pelaku berang dan langsung merampas HP yang sejak tadi digenggam korban. Sempat juga pelaku terlihat mengotak-ngatik HP yang diyakini memeriksa pesan masuk dan panggilan keluar. Bersamaan itu pula, seorang pria yang belakangan diketahui bernama Pradita Rizky Herdani (20) tiba dilokasi sesuai petunjuk korban lewat HP. Kedatangan mahasiswa ini ternyata semakin memicu emosi pelaku hingga sempat menyuruh pria itu pulang.

Tapi korban malah membela dan ngotot dijemput pria tersebut, sembari memohon agar pelaku mengembalikan HP miliknya. Begitupun, pelaku ngotot untuk mengantar pulang, karena ragu bila korban bersama pria yang baru datang tadi. Karena menolak, pelaku turun dari sepedamotornya dan langsung memukul bagian kepala sebelah kiri korban menggunakan tangan. Selanjutnya mendaratkan pukulan dibagian wajah nyaris mengenai mata sebelah kiri korban.

Praditia tidak tinggal diam dan melerai aksi penganiayaan itu. Pelaku juga sempat mengancam Praditia namun karena warga sudah ramai berkumpul, aksi itu terhenti, dan pelaku memilih kabur begitu saja. Atas saran keluarga, setelah korban mendapat perawatan medis langsung mendatangi Polres Pemtangsiantar sekitar pukul 23.00 WIB guna melaporkan pelaku.

Terkait pertikaian ini, korban mengaku, status pernikahannya dengan pelaku, tidak terdaftar baik secara agama, adat maupun hukum. Apalagi keduanya berbeda agama, namun selama berpacaran lebih dari dua bulan, korban hamil. Tapi hubungan itu ditentang orang tua pelaku.

Kasubag Humas Polres Pematangsiantar, AKP Altur Pasaribu membenarkan terlapor sebagai personel di Polres Pematangsiantar. Begitupun, pihaknya belum memberi sanksi apapun kepada personel tersebut sebelum mengembangkan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi.
“Terkait persoalan itu, tidak menyangkut kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena pelapor tidak bisa memperlihatkan surat nikah maupun surat perceraian,”ujar Altur. (mag-5/smg)

Fadlan Cerai, Fadli Mendukung

Sebagai saudara kembar, Fadli dan Fadlan memang memiliki kedekatan yang erat. Meski dua model ganteng tersebut sudah sama-sama berkeluarga, mereka masih kerap bekerja bersama dan saling mendukung. Termasuk saat Fadlan harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya harus bercerai dari sang istri, Sisca Magdalena.

Fadli sempat berusaha mencegah hal tersebut terjadi. Namun, akhirnya dia pasrah dengan keputusan saudara kembarnya. “Sebagai saudara, cuma bisa kasih advice dan saran, kenapa nggak bisa dipertahankan. Tapi kan, semua dia yang ngerasain dan ngejalanin. Jadi, apa pun keputusan dia, kami dukung,” ujar Fadli saat ditemui di Pacific Place kemarin (8/4).

Fadlan sendiri menyatakan, baru kali ini dirinya membuka kabar perceraiannya ke hadapan publik. Sebelumnya, model yang juga aktor sinetron tersebut memilih diam. Bahkan, dia menuturkan, dirinya merasa kecewa saat mendengar bahwa beberapa media berusaha mengorek kabar perceraiannya di pengadilan agama. Fadlan menuturkan, dirinya baru bisa terbuka setelah kasus perceraiannya diputus.

“Yah, waktu itu udah dengar ada yang ngorek-ngorek soal kabar cerai aku. Orang pengadilan agama yang ngomong sama aku. Kenapa aku tutupin, ya tolong hormati privasi aja. Yang jelas, aku sudah resmi cerai tahun ini,” jelasnya.

Fadlan menuturkan, kondisi rumah tangganya sudah mulai tidak harmonis sejak empat tahun lalu. Salah satu alasannya adalah perbedaan agama. Mantan istri Fadlan beragama Katolik, sedangkan dirinya Islam. Pernikahan tersebut, awalnya, ditentang keluarga besar mereka. Namun, akhirnya mereka mendapat restu. “Mulai empat tahun lalu udah banyak masalah. Ya alasannya karena perbedaan prinsip, sulit buat aku juga. Kebetulan, kami kan dari agama yang beda. Pertimbangannya juga ke sana. Semoga semua menjadi yang terbaik,” urai dia.

Sebenarnya, lanjut Fadlan, dirinya sudah berupaya mempertahankan rumah tangganya. Mereka sama-sama mencoba. Namun, akhirnya mereka memutuskan untuk bercerai. “Sambil berjalannya waktu, kami coba pertahankan. Akhirnya, masing-masing sampai saat kami pisah. Aku udah diskusi sama keluarga besar. Yang terbaik buat aku, ya cuma aku yang tahu,” katanya.

Soal anak, saat ini hak pengasuhan ada pada mantan istrinya. Meski begitu, Fadlan berupaya mendukung penuh kebutuhan buah hatinya. “Tiap bulan juga tetap support. Aku kasih mobil ke ibunya. Dia juga tinggal di rumah kami. Aku yang pindah. Aku memang bukan suami yang baik, tapi aku berusaha menjadi ayah yang baik,” tegasnya.

Disinggung soal kabar kedekatan dirinya dengan artis Lyra Virna, Fadlan langsung membantah. Bagi dia, Lyra tidak lebih dari sekadar rekan kerja. Keduanya pun kenal di lokasi syuting. Apalagi, Lyra sudah berkeluarga. “Aku temenan baik sama dia. Ya orang mau ngomong apa terserah. Kalau orang ngomong spesial, semua temen aku spesial. Aku  baru denger  ini,” ujarnya.  (ken/c14/any/jpnn)

Jalan di Gang Kolam Belum Diaspal

081263593xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan. Mohon kiranya supaya jalan di Gang Kolam Jaka yang berada di Jalan Pintu Air IV Kecamatan Medan Johor dapat diaspal. Karena hanya jalan dalam gang tersebut yang belum diaspal. Terima kasih.

Sudah Diusulkan

Masalah ini sudah kita usulkan pada Musrenbang Kecamatan. Terima kasih.

M Azwarlin Nst SH
Camat Medan Johor

Air PAM di Sitirejo III Kotor

085373930xxx

Apa maksudnya dibayar rekening air tapi air PAM yang diminum oleh masyarakat Kota Medan kotor? Malahan masyarakat dicapekkan membersihkan bak penampungan air di rumah-rumah mereka. Salah satu contoh di daerah Jalan Syahruddin Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas. Air di daerah ini kotor. Kran airnya dilapisi dengan kain putih tapi masih tetap kotor. Perusahaan Tirtanadi jangan hanya tahu duitnya saja tapi kesehatan masyarakat tidak mau tahu.

Kami Tinjau ke Lokasi

Terima kasih atas informasinya, kami akan segera meninjau ke lokasi untuk mencari penyebabnya dan memperbaikinya.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Stiker Logo TNI di Plat Umum

085261001xxx

Pak kapolda dan Bapak Pangdam, saat ini di Medan banyak berkeliaran plat nomor kendaraan ditempeli stiker berlogo TNI. Yang saya ingin tanya apakah itu resmi dan boleh orang sipil menggunakan stiker tersebut di plat umun? Karena pada umumnya, plat nomor yang ada stiker logo TNI sangat arogan di jalan raya. Dan aparat Polantas pun justru takut bertindak bila yang melanggar lalu lintas plat nomornya ada stiker TNI. Tolong disikapi Pak. Kalau tidak, kota terkesan kota yang arogan.

Tidak Dibenarkan

Tidak dibenarkan. Informasi ini akan saya sampaikan kepada Dirlantas untuk ditindaklanjuti. Terima kasih.

Kombes Pol Raden Heru Prakoso
Kabid Humas Polda Sumut

32 Anak Disunat Massal

MEDAN-Menyambut Hari Kesehatan pada 7 April mendatang, PT XL Axiata Tbk Regional West menyelenggarakan sunatan massal. Acara yang bertema ‘XLalu Berbagi Bersama’ ini diadakan di Grha XL Jalan Diponegoro No 5 Medan, Minggu (1/4). “Sebanyak 32 anak dari warga sekitar kantor dan Rumah Zakat serta keluarga XL ikut di sunat. Sunatan massal ini sekalian memperingati Hari Kesehatan yang berketepatan pada tanggal 7 April mendatang,” kata General Manager Finance and MMS Regional West, Bambang Badra.

Selain memperingati hari kesehatan, kegiatan sunat massal ini salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) yang diselenggarakan XL sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“XL tidak hanya sekadar memikirkan bisnis semata, tetapi juga ikut peduli terhadap warga lingkungan. Acara ini juga sekaligus menjalin tali silaturahmi kepada warga sekitar dan Rumah Zakat,” terang Bambang. Kepada anak-anak peserta sunatan massal akan diberikan bingkisan, sarung, serta uang saku.
Selain program sosial, XL bekerjasama dengan Gramedia menggelar bazaar buku murah. Bazaar Gramedia yang berlangsung hanya 1 hari ini bertempat di Basement di GrhaXL Medan. Bazaar buku murah ini juga salah satu sebagai bentuk apresiasi untuk membantu anak-anak yang kurang mampu yang masih duduk di bangku sekolah. (ila)

Revans Plus Teror Madrid

BARCELONA- Perlahan tapi pasti, Barcelona mendekati penguasa klasemen sementara La Liga, Real Madrid. Sejak dikalahkan Osasuna (12/2) lalu, Barca bangkit dengan koleksi sembilan kemenangan beruntun. Dan kemenangan ke-10 sedang mereka target kala menjamu Getafe dini hari nanti.
Tak hanya misi menang begitu saja, Barca membawa serta dua target pada laga itu. Pertama Barca ingin membalas kekalahan pada pertemuan pertama di kandang Getafe. Lalu, Lionel Messi cs juga ingin memastikan tekanan kepada rival abadinya; Real Madrid.

Unik menang. Ketika Barca sempat mandek beberapa waktu lalu, Real Madrid sebaliknya digdaya. Madrid sempat menang 10 kali beruntun. Lalu ketika klub raksasa asuhan Jose Mourinho itu mandek, giliran Barcelona yang digdaya. Dan selisih poin kedua tim yang awalnya 10 poin, kini tinggal empat poin saja. Wajar jika diam-diam kubu Barca ingin mendulang angka penuh dari Getafe.

Jika itu terjadi, maka jarak poin tinggal satu saja. Nah, sialnya Madrid harus melawat ke markas Atletico Madrid sehari setelah laga Barca versus Getafe. Tentu saja itu posisi sulit bagi Real Madrid.

Yang pasti, kini masanya Barca kembali di atas angin. Apalagi lawan yang akan ditantang adalah Getafe, yang notabanenya jauh di bawah kualitas Messi dkk. Tapi begitu, Getafe musim ini lumayan canggih. Dari enam laga terakhir, mereka sukses kumpulkan empat kemenangan sekali imbang dan sekali kalah. Dan Getafe pun duduk manis di posisi 10 dengan 42 angka dari 31 laga. Itu pencapaian yang sesuai target.

“Aku senang bisa mencapai target yang dicanangkan klub. Jika melihat posisi kami di klasemen dan peluang peringkat lebih baik, jujur saja kami sangat puas,” kata Luiz Garcia pelatih Getafe di Marca.

Ya, memang Getafe sangat mungkin melangkah ke zona Eropa sebab peringkat enam sementara yang dihuni Osasuna baru kumpulkan 43 poin. Dan dari peringkat sembilan hingga tujuh sama-sama punya poin 42.

Ada jajaran klub seperti Atletico Madrid hingga Sevilla yang berpeluang disalip oleh Getafe.

“Ah, kami tak layak disandingkan dengan Sevilla atau Atletico Madrid. Dari pendanaan saja kami sudah beda. Tapi ya kami cukup senanglah dibandingkan dengan tim seperti mereka,” lanjut Garcia.

Raihan positif enam laga terakhir berpeluang terhenti di tangan Barca. Bagimana? “Setelah melawan Barca nanti kami masih berharap bisa tersenyum dengan hasil yang kami capai. Tim sedang bahagia dan antusias. Kami akan melakukan sebisa kami untuk hasil terbaik,” pungkasnya.
Dari kubu Barca, Pep Guardiola sudah menekankan kepada skuadnya agak senantiasa menjaga konsentrasi. “Yang harus kami lakukan adalah beradaptasi dengan berbagai kondisi di hadapan anda. Kami harus fokus di semua sisa pertandingan,” kata Pep di Goal.

“Tak ada yang bisa dilakukan kecuali terus menekan. Melawan Getafe kami harus selangkah di depan,” pungkasnya. (*)

Mohon Perhatikan Jalan yang Belum Diaspal

081396758xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan dimohonkan untuk memperhatikan jalan-jalan yang belum  diaspal di Simalingkar B yang tembus ke Perumnas Simalingkar. Terima kasih
Usulkan dalam Musrembang

Terima kasih atas informasinya. Untuk jalan-jalan yang belum diaspal dapat diusulkan ke camat dalam Musrembang yang nantinya diajukan ke Dinas Pertamanan Kota Medan untuk ditindaklanjuti.

Budi Haryono
Kabag Humas Pemko Medan