Home Blog Page 1740

Dispora Sumut Rutin Gelar Senam Bersama, Ajak Masyarakat Berolahraga

SOSIALISASI: Benner ajakan senam bersama dipasang di kantor Kelurahan dan Kecamatan. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Senam Bersama secara rutin setiap Hari Jumat dan Minggu di Lapangan Astaka, Komplek Sumut Sport Center, Jalan Pancing. Melalui senam tersebut, Dispora Sumut ingin mengajak masyarakat untuk berolahraga.

“Dispora Sumut ingin mengajak masyarakat, khususnya yang berdomisili di sekitar Komplek Sumut Sport Center untuk berolahraga,” ujar Sekretaris Dispora Sumut, Ismail di Medan, Minggu (12/3).

Ismail menjelaskan, senam bersama itu digelar setiap Jumat dan Minggu mulai pukul 07.00 WIB. Sebagai sosialisasi kepada masyarakat, Dispora Sumut telah membagikan benner ajakan berolahraga ke Kantor Kelurahan dan Kecamatan di seputaran Kawasan Sport Center.

“Melalui senam itu, kita ingin masyarakat membudayakan berolahraga sekaligus mewujudkan gerakan masyarakat sehat. Dengan membudayakan berolahraga, kita harapkan masyarakat selalu sehat jasmani maupun rohani, sekaligus bisa meningkatkan etos kerja,” katanya.

Untuk itu, Dispora Sumut mengharapkan peran camat dan lurah di seputaran Kawasan Sport Center berperan aktif mensukseskan program ini. Mereka diharapkan ikut mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita mengharapkan dukungan lurah dan camat untuk mensukseskan program ini, dengan mengajak masyarakat ikut senam bersama itu,” harapnya.

Bukan hanya camat dan lurah, Dispora Sumut juga mengharapkan dukungan semua pihak. Termasuk juga seluruh masyarakat diharapkan datang ke Lapangan Astaka untuk mengikuti senam bersama tersebut.

“Mari kita bersama-sama mendukung kegiatan senam bersama ini. Semua pihak bisa datang ke lokasi setiap Hari Jumat dan Minggu pagi. Mari kita wujudkan Gerakan Masyarakat Sehat,” ajaknya. (dek)

Perkemi Medan Gelar Gashuku dan UKT

UKT: Ketua Perkemi Medan Ir Dial Rizal dan penguji bersama atlet peserta gashuku dan UKT di Kantor Camat Helvetia. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Medan menggelar Pemantapan Teknik (Gashuku) dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di Kantor Camat Medan Helvetia, Minggu (12/3). Kegiatan ini diikuti 85 atlet dari Sumatera Utara dan Langsa (Aceh).

Gashuku berlaku untuk semua khensi. Sedangkan UKT untuk kyu 7 hingga kyu 1 dengan penguji bersertifikat nasional DAN III, yakni Andrie Sibarani SE, Jumadi Sakimun SK, Adiesty Syailendra SE, dan Syaiful Amri Sos. Mereka dibantu Abdul Hadi, M Sofyan, Didieng, Afrizal, dan Assadsyah.

Ketua Pengkot Perkemi Kota Medan Ir Dial Rizal didampingi Sekretaris Jhon Piter mengatakan, gashuku dan UKT ini sebenarnya diikut 114 atlet. “Yang mendaftar sebenarnya 114 orang, tapi hadir 85 orang. Yang tidak hadir akan mengikuti ujian susulan,” ujar Dial Rizal.

Ditambahkan, gashuku dan UKT ini diikuti peserta dari seluruh pengcab se-Sunatera Utara dan Langsa. “Dari Langsa ada sembilan orang yang mendaftar, tapi hadir empat orang. Lima orang tidak hadir dengan berbagai alasan,” tambahnya.

Dial Rizal menyebutkan, UKT ini mendapat rekomendasi dari PB Perkemi. Karena itu, meski digelar oleh Perkemi Medan, tapi bisa diikuti oleh kabupaten/kota lainnya. “UKT ini termasuk juga tingkat nasional, karena mendapat rekomendasi dari PB Perkemi. Hasil dari UKT ini akan dicatat oleh PB Perkemi,” ungkapnya.

Gashuku dan UKT ini bertujuan untuk melihat kemampuan atlet yang telah berlatih di dojo masing-masing. Kemudian melihat sejauh mana atlet menyerap latihan di dojo masing-masing.

“Kita cukup bangga karen jumlah peserta terus meningkat setiap tahun. Dengan adanya UKT ini maka atlet kempo di Kota Medan semakin banyak. Dan Perkemi Medan memiliki program gashuku dan UKT sebanyak tiga kali setiap tahun,” paparnya.

Apalagi, ungkapnya, dalam setiap event tingkat Kota Medan, mereka menggelar khusus atlet pemula. Tujuannya untuk merangsang atlet lebih giat. “Di Porkot Medan nanti kita juga menggelar kategori pemuda. Tujuannya untuk merangsang lebih giat berlatih,” pungkasnya. (dek)

Bentuk Kolaborasi Positif Pemko Medan & Poldasu Tingkatkan Kesadaran Tertib Lalulintas

SERAHKAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa angkutan kota (angkot) menerobos lampu merah sehingga menabrak pemotor di persimpangan Jalan Dr Mansyur dan Jalan Jamin Ginting yang sontak membuat Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menghentikannya beberapa waktu lalu, merupakan salah satu gambaran masih kurangnya kesadaran masyarakat akan tertib berlalulintas.

 Berkaca dari peristiwa ini, Pemko Medan menyerahkan aplikasi Law Enforcement Verifikator (LEV) kepada Polda Sumut di Balai Kota Medan beberapa hari lalu. Dengan aplikasi yang diberikan tersebut, Bobby Nasution berharap dapat mendukung peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas.

 “Aplikasi ini berfungsi memverifikasi pelanggaran lalu lintas yang terdeteksi kamera secara real time dan tersimpan di storage yang telah ditetapkan. Dengan kehadiran aplikasi ini diharapkan masyarakat Medan semakin tertib dalam berkendara dan berlalulintas,” kata Bobby Nasution saat menyerahkan aplikasi LEV tersebut.

 Sekadar memberitahukan, aplikasi LEV dilengkapi kamera Vehicle Image Detector (VID) dengan resolusi 9 MP yang memiliki  kemampuan mendeteksi jumlah kendaraan sesuai klasifikasinya, minimal jenis kendaraan yakni sepeda motor, mobil, bus dan truk.

 Di samping itu dapat memberikan data statistik meliputi jumlah kendaraan berdasarkan klasifikasinya, rata-rata gap, kecepatan kendaraan (speed spot) dan occupancy sehingga aplikasi LEV ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesadaran berlalulintas di Kota Medan.

 Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis mengungkapkan, selain penyerahan aplikasi LEV kepada Polda Sumut guna mendukung peningkatan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, juga harus diikuti dengan penegakkan hukum.

 “Meski pun sistem sarana prasarana digitalisasi dibangun tapi kesadaran masyarakat dalam berlalulintas masih egois tentunya tidak ada artinya. Oleh karenanya kita berkolaborasi dengan Polri, TNI dan Satpol PP setiap hari menggelar razia guna menindak pelaku pelanggaran lalu lintas,” jelas Iswar Lubis kemarin.

 Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Hatta Ridho SSos MSP menilai, langkah yang dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan ini sangat tepat dan mendukungnya. Sebab, pemberian aplikasi LEV tersebut merupakan bentuk kolaborasi positif antara Pemko Medan dengan Poldasu.

 “Dengan takut disiplin berlalulintas yang makin jauh dari peradaban bangsa, langkah penegakan hukum sangat diperlukan agar warga Kota Medan semakin tertib dan nyaman atau tidak stres di jalan raya,” ungkap Hatta Ridho.

 Kemudian Hatta berharap, kedepannya agar tetap adanya koordinasi antara Dinas Perhubungan dengan Ditlantas Polda/Satlantas Polresta Medan, untuk senantiasa berada di titik-titik rawan perilaku melawan arah dan menerobos traffic, terutama pada jam-jam padat seperti saat jam anak sekolah dan karyawan pulang kerja.

 “Mari tingkatkan toleransi dan tertib berlalulintas, sabar dan utamakan keselamatan ke tempat tujuan. Kita malu dengan warga dari provinsi lain yang mengesankan “Ini Medan Bung” sebagai “suka-suka kami”. Mari kita ubah Ini Medan Bung menjadi kesan ramah, bersahabat dan santun,” harapnya. (rel)

Guru adalah Teladan

YUDICIUM: Rektor UMN Al-Washliyah Dr H Hardi Mulyono bersama peserta yudicium Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan periode I di Medan, Sabtu (11/3).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REKTOR Universitas Muslim Nusantara (UMN) Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti MAP mengingatkan peran penting guru sebagai sosok teladan bagi para peserta didik. Keberhasilan meraih sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) diharapkan meningkatkan pengabdian guru dalam dunia pendidikan.

Ungkapan ini disampaikan rektor pada yudicium PPG UMN Al-Washliyah di Medan, Sabtu (11/3). Ia pun meminta peserta bersyukur dan menjaga nama baik almamater. ”Jangan mengecewakan dan jangan sesuka hati,” katanya.

Ia menambahkan, peserta PPG tak semua lulus. Mereka yang luluslah, yang ikut yudicium. ”Darma baktikan kemampuan profesi guru untuk mendidik anak-anak bangsa,” pesan rektor.

Jadilah guru yang baik dan berprestasi. Guru yang diteladani. Kedepankan etika dan adab. ”Ditegaskan Hardi Mulyono K Surbakti, ada tiga amal jariyah yakni sedekah, doa anak yang saleh dan ilmu yang diamalkan,” katanya.

Rektor pun berterima kasih atas kepercayaan pemerintah pada UMN Al-Washliyah sebagai salah satu penyelenggara PPG di Indonesia sejak tahun 2021. Saat ini ada delapan program studi di PPG UMN Al-Washliyah.

Harapan senada disampaikan Ketua BPH UMN Al-Washliyah Dr Milhan. ”Terus tingkatkan kerja sama dan bersinergi dan kolaborasi sehingga terwujud kebersamaan. Kemajuan teknologi yang cepat harus disikapi dengan cepat oleh dunia pendidikan,” ujar Milhan.

Ketua Prodi PPG Nurafni Siregar SPd MHum mengutarakan bahwa peserta yudicium terdiri 387 lulusan kategori satu dan dua. Guru-guru yang ikut PPG ini berasal dari panitia nasional di Kementerian Dikbud Ristek. Dari beberapa kali PPG, UMN Al-Washliyah telah mendidik 682 alumni.

Yudicium secara tatap muka dan online ini juga dihadiri ketua BPH, ketua senat, rektor dan wakil rektor, dekan dan ketua prodi dilingkungan UMN Al-Washliyah serta keluarga peserta yudicium. (dmp)

Beranda Kreatif Kota Medan Kembali Hadir, Warga dan Pelaku UMKM Sangat Antusias

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai sarana untuk mengembangkan potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Medan, Beranda Kreatif gagasan Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali hadir di tahun 2023. Event yang digelar Pemko Medan setiap akhir pekan ini sudah sangat dinantikan oleh Warga dan Pelaku UMKM.

Hal ini terlihat dari antusiasnya warga yang hadir dan menyaksikan berbagai pertunjukan baik itu kesenian maupun kreativitas yang ditampilkan dalam Beranda Kreatif di Halaman Kantor Wali Kota, Sabtu (11/3/2023). Tidak hanya warga, pelaku UMKM yang berjualan dan ikut menyemarakkan Beranda Kreatif juga merasa senang karena event yang dapat meningkatkan perekonomian ini kembali digelar.

Dalam event Beranda Kreatif Kota Medan tersebut turut hadir Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Ekbang Agus Suriyono, Kadis Kominfo Arrahman Pane dan Plt Kadis Pariwisata Viza Vandhana. Berbagai pertunjukan kesenian dan kreativitas mengisi kegiatan tersebut, di antaranya tarian tradisional, dancst model, penampilan band lokal Pelajar, atraksi seni bela diri dan magical.

Plt Kadis Pariwisata Viza Vandhana menjelaskan, Beranda Kreatif yang merupakan gagasan pak Wali Kota Medan Bobby Nasution kembali hadir di tahun 2023.

Event ini merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya, hanya saja di tahun 2023 ini Dinas Pariwisata Kota Medan mengkonsep agar masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman ketika berada di halaman kantor Wali Kota Medan menyaksikan beranda kreatif.

“Di tahun ini kita lebih mengutamakan kenyamanan masyarakat khususnya tempat duduknya sehingga mereka dapat lebih nyaman menikmati pertunjukan maupun kuliner pelaku UMKM yang tersedia. Artinya kita tidak membuat pembatasan jadi masyarakat dapat bebas duduk dimana saja dan menyaksikan pertunjukan beranda kreatif,” ujar Plt Kadis Pariwisata.

Ade Irma, salah satu pelaku UMKM mengaku digelarnya kembali beranda kreatif kota Medan ini sangat baik sekali, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Artinya event yang di akhir tahun 2022 kemarin berhenti sementara dan kini dibuka kembali sangat membantu para pelaku UMKM.

“Beranda Kreatif sempat dihentikan sementara dari akhir tahun lalu, namun kami terus menunggu informasi kapan dibukanya kembali. Begitu mendapatkan informasi beranda kreatif kembali digelar kami sangat antusias,” Jelas Pelaku UMKM.

Dijelaskan Ade Irma, sejak buka sampai dengan malam ini banyak pembeli yang datang ke tenda usahanya. Dirinya juga menyampaikan omzet yang diperolehnya selama acara beranda kreatif berlangsung, sekitar Rp400- Rp500 ribu rupiah. Dimana harga makanan yang dijualnya mulai dari Rp8.000 sampai Rp45.000.

“Alhamdulillah hari ini banyak pembeli yang membeli dagangan saya. Tadi waktu isya omzet sudah Rp 250 ribu, saat ini telah mencapai Rp 400 ribu – Rp 500 ribu. Tentunya beranda kreatif ini sangat bermanfaat dan membantu kami pelaku UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang tengah menyaksikan pertunjukan seni dan kreativitas, Sofia menilai beranda kreatif ini sangat bagus sekali karena dapat menjadi sarana untuk menghibur masyarakat yang telah lelah seminggu beraktifitas.

“Terdapatnya berbagai hiburan dan kuliner di beranda kreatif, menjadikan event ini sarana untuk menghibur masyarakat. Ya dapat hilangin suntuk karena ada hiburan yang menarik apalagi ada kuliner UMKM yang dapat membantu perekonomian pelaku UMKM,” kata Sofia yang juga mengakui dirinya bersama keluarga sudah sering datang ke beranda kreatif. (rel)

Respon Cepat Terkait LPJU, Warga Apresiasi Pemko Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen untuk mewujudkan program Medan Terang dan Smart PJU (Penerangan Jalan Umum). Salah satunya, dengan mengadakan maupun memperbaiki fasilitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang ada di setiap sudut Kota Medan.

Salah satu wilayah yang dipasangkan LPJU oleh Pemko Medan, yakni di Jalan Rawa 1, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai. Atas pemasangan LPJU tersebut, warga pun memberikan apresiasi kepada Pemko Medan.

“Terimakasih dan apresiasi kami kepada Bapak Wali Kota Medan (Bobby Nasution) yang telah memasang lampu (LPJU) di kawasan tempat kami tinggal ini,” ucap salah seorang warga Medan Denai, Ali Munaf.

Ali Munaf mengatakan, sebelumnya wilayah tempat tinggalnya tersebut terbilang sangat gelap di malam hari karena minimnya pencahayaan diakibatkan tidak adanya LPJU dan hanya mengandalkan cahaya lampu dari teras-teras rumah warga.

“Tapi sekarang kondisi jalan di gang tempa tinggal kami ini sudah terang benderang. Terimakasih juga kepada Dishub Medan yang sudah merespon keluhan kami dengan cepat,” ujarnya.

Senada dengan Ali Munaf, warga Gang Pulau Bakti Lingkungan 6, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, juga menyatakan hal yang sama.

“Sekarang Gang Pulau Bakti ini sudah terang, terima kasih Pak Wali karena sudah memasang lampu Jalan di tempat tinggal kami ini,” katanya.

Terpisah, Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, mengatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya di Dinas Perhubungan Kota Medan terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, termasuk di bidang PJU.

“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Untuk itu, kami di Dishub Medan terus meningkatkan pelayanan kami terhadap masyarakat, termasuk pelayanan di bidang PJU yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (12/4/2023).

Dikatakan Iswar, peningkatan pelayanan yang dimaksud dilakukan Dishub Medan dengan terus meningkatkan respon time atau waktu tanggap terhadap laporan warga yang masuk kepada pihaknya.

“Jadi sebisa mungkin, setiap laporan yang masuk kita tanggapi dengan cepat. Meskipun armada dan tenaga yang ada saat ini masih cukup terbatas, tapi sebisa mungkin semua laporan yang masuk kita tanggapi secepat mungkin yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Dijelaskan Iswar, bidang PJU sebelumnya dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Pasca dilebur, bidang PJU kini dialihkan kepada pihaknya di Dishub Medan.

Begitu dialihkan ke Dishub Medan, pihaknya pun langsung membuka layanan pengaduan gangguan LPJU Kota Medan melalui nomor 0813-9600-0934 yang aktif selama 24 jam. Begitu dibuka, masyarakat pun berbondong-bondong menyampaikan pengaduannya terkait LPJU.

“Alhamdulillah, layanan pengaduan tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Setiap harinya, aduan terkait gangguan LPJU terus kita terima,” jelasnya.

Meskipun begitu, Iswar meminta masyarakat yang aduannya belum dilayani dengan pemasangan lampu untuk bersabar. Pasalnya, aduan yang masuk sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal dari pihaknya.

“Sebisa mungkin aduan yang masuk kita layani dengan cepat, harap bersabar, saat ini petugas kita di lapangan terus bergerak. Kedepannya, Pemko Medan akan terus meningkatkan pelayanannya sebagai upaya mewujudkan salah satu program Bapak Wali Kota Medan (Bobby Nasution), yakni Medan Terang,” pungkasnya.
(map/ila)

YAPIM Taruna Stabat Sukses Gelar Pasar Seni ke-9

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sekolah Yapim Taruna sukses gelar Pasar Seni ke-9 pada hari Sabtu (11/3/2023). Acara dI laksanakan di halaman sekolah Yapim Taruna,ada pun Perlombaan ini seperti.

1- Penampilan Fashion Show Daur ulang dari SMP 1N Stabat A.N.kaisya Nazha Arzelita,SMp swasta Delina A.N Sabbhaisna Aulia.

2- Juara Fashion Show Daur ulang SMA/SMk:
Yapim Taruna Stabat.kls Xn Mia 2 Tiara oanita,kls XII Mia Nazifa Dewi Arsa,kls II IIS Intan Dwi Yolanda,kls X IIS,kls XII TKj,,kls XI MIA,kls zXI TKJ.

3- Final Lomba Vokal Solo.

SMP IT IORA Stabat A.N Titania Anisa,SMP N1 Hinai A.N.Sinta Rafa Mulia, SMP N1 Stabat A.N khaen.Hana kaban,SMP N2 Secanggang A.N.Lia Ramadhani

4- Final Akustik SMA/SMk:
SMA N1 Stabat A.N Shinta Anggraini,SMA N1 Padang Tualang A.N WBA Great,SMA N2 Percut SEI Tuan A.N The Raw Band,Ahmat Yani Binjei Setiti AY.

5-. Musikalisasi.Puisi SMP.:
SMP N1 Stabat A.N Keisha Nazha Arzelita,METHODIS Binjei A N Jessica Alfonsa Simbolon,MTS 3 Langkat A.N Badria Dewi,SMP N1 Secanggang A.N Indah Triana.

Turut hadir,Kepala sekolah SMA/SMk Yapim Taruna Stabat Fresli Lumbantobing SPd,Kabid Yapim Taruna Drs Jamalianer Seragih MPd,ketua panitia Deni Satuawan SPd, Kacabdis SMK Langkat Drs Syafaruddin, Lurah perdamaian, Ketua Komite,Babinsa Danramil 03 Stabat.S.Sitobing,Katibmas Kapolsek Stabat S Sitorus.Dewan guru dan wali murid.siswa Yapim Taruna Stabat.

Dalam kata sambutan Kepala Sekolah SMA/SMK Yapim Taruna Stabat Fresli Lumbantobing SPd, mengatakan, Pasar Seni Yapim Taruna ini gunanya untuk menampung aspirasi kreasi aktifitas siswa, sperti vokal show, band, Pramuka.

“Di samping itu juga menampung kreasi siswa dididik kita setingkat SMP/SMA Yapim Taruna khusus sekolah di wilayah kecamatan Stabat. Kalau ada sekolah yang lain ikut bergabung dalam perlombaan ini nanti kita akan buat pendafaran yang baru lagi,” ujarnya.

Senentara itu, peserta yang ikut dalam perlombaan Pasar Seni in berjumlah 25 siswa dari tingkat SMP 15,tingkat SMA 10,khusus sekolah kecamatan Stabat. ” Pasar Seni termasuk memajukan sekolah Yapim Taruna dan memajukan Dunia pendidikan kabupaten Langkat karena belajar sekarang dari Pancasila/budaya dan kreasi,” bilang nya.

KabdislPendidikan wilayah Sumatera Utara yang di wakilkan kepada Kasi Kacabdis Langkat Drs Syaruddin sangat mengaspirasi dengan kegiatan perlomban pasar seni ke,-9 ini Yapim Taruna. ” Kami bangga dengan kegiatan ini,” pungkasnya.(mag-6/ila)

Induk Usaha Joyday, Yili Grup Memimpin Komitmen Penyelesaian Program Emisi Karbon CAA PBB

Zhao Xin pada acara penutupan Program Climate Ambition Accelerator (CAA) dan Program Akselerator Target Gender Equality (TGE) di Shanghai.(ist)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Yili Group, perusahaan produk olahan susu terbesar di Asia, mendukung pelaksanaan program karbon netral, dengan menerapkan kebijakan rendah emisi karbon pada seluruh aspek produksi dan operasional pabrik perusahaan. Wakil Presiden Yili Group Zhao Xin, menyatakan, hal itu dibuktikan denganYili telah berhasil mengajukan target berbasis sains komitmen (SBTi) dan memperoleh Sertifikat Listrik Hijau pertama yang diakui di pasar listrik dan karbon.

Pengelolaan karbon yang dilakukan Yili, induk usaha dari produsen es krim Joyday di Indonesia juga telah mendapatkan pengakuan dari PBB. Pada Juli 2021, UNGC merilis Corporate Net Zero Pathway, yang memberikan panduan komprehensif kepada perusahaan dalam mencapai netralitas karbon yang memilih Yili sebagai perwakilan studi kasus untuk perusahaan yang bergerak di sektor pertanian dan pangan.

Selama KTT G20, Yili Indonesia berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam melindungi kehidupan laut terumbu karang dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pada saat yang sama, pabrik-pabrik Yili Indonesia yang dibangun sendiri juga mempraktikkan konsep rendah karbon dan perlindungan lingkungan, mengurangi pembuangan limbah dan daur ulang, serta menghasilkan produk es krim Joyday berkualitas tinggi, yang dicintai oleh konsumen Indonesia.

Kemajuan implementasi program karbon netral oleh Yili tersebut disampaikan Zhao Xin pada acara penutupan Program Climate Ambition Accelerator (CAA) dan Program Akselerator Target Gender Equality (TGE) di Shanghai, yang dihadiri oleh UN Resident Coordinator untuk China, Siddharth Chatterjee, Kepala Jaringan Asia Pasifik UNGC Liu Meng, dan puluhan perwakilan senior dari sejumlah perusahaan China serta perusahaan internasional terkemuka lainnya.

Menurut Zhao, tahun ini adalah fase penting perjalanan dunia dalam memenuhi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan PBB. Seperti diketahui, karbon netral adalah keadaan ketika emisi karbon yang diproduksi manusia terserap kembali sehingga tak sempat menguap ke atmosfer. Istilah lain dari hal tersebut adalah “nol bersih emisi” atau net-zero emission.

Pada awal 2022, UNGC menerbitkan Net-Zero Standard oleh Science Based Target Initiative (SBTi) dan meluncurkan program CAA di China. Yili menjadi salah satu korporasi pertama yang berperan aktif dalam program enam bulan tersebut. Dengan dukungan UNGC dalam pembangunan kapasitas berorientasi aksi di bidang iklim, Yili telah mengambil langkah baru dalam upayanya untuk secara sistematis dan efektif menerapkan tujuan karbon netral dan untuk memastikan pencapaian target net-zero emission.

“Program CAA telah mendukung Yili dalam merealisasikan net-zero karbon. Pada tahun 2022, Yili meluncurkan Plan for a Net-Zero Carbon Future dan Roadmap to a Net-Zero Carbon Future, dimana Yili akan mencapai karbon netral di seluruh rantai industrinya pada 2050,” kata Zhao Xin.

Setelah menyelesaikan program CAA, Yili akan menjadi yang terdepan dan menjadi rujukan semua pelaku industri baik di hulu dan hilir dalam rantai industri, dalam pengurangan emisi karbon, penerapan filosofi hijau dan berkelanjutan serta mempercepat kemajuan menuju masa depan net-zero emission. (rel/tri)

OJK Gelar Journalist Class Angkatan IV

BERSAMA: Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi bersama para narasumber, di Hotel Four Points, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (10/3/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar acara Journalist Class Angkatan IV, bagi wartawan di Medan, yang berlangsung selama dua hari, yakni Kamis-Jumat, 9-10 Maret 2023, di Hotel Four Points, Jalan Gatot Subroto Medan.

Sebanyak 40 an orang wartawan diberikan pemahaman, terkait literasi dan inklusi keuangan, pemahaman industri jasa keuangan (IJK), Pasar Modal hingga perkembangan inovasi keuangan digital dan Fintech P2P Lending di Indonesia.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, terdapat peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat dibandingkan dengan hasil SNLIK yang dilakukan sebelumnya.

“Gap indeks literasi dan inklusi keuangan pun semakin kecil. Tingkat literasi masyarakat sesuai SNLIK tahun 2022 sebesar 49,68 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 38,03 persen dan tahun 2016 sebesar 29,7 persen,” ujarnya, Jumat (10/3/2023).

Sementara, khusus di Sumut, tingkat literasi pada tahun 2022 sebesar 51,69 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 37,96 persen, dan tahun 2016 sebesar 31,30 persen. “Tingkat inklusi masyarakat sesuai SNLIK tahun 2022 sebesar 85,10 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 76,19 persen dan tahun 2016 sebesar 67,8 persen. Khusus di Sumatera Utara, tingkat inklusi pada tahun 2022 sebesar 95,58 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 93,98 persen, dan tahun 2016 sebesar 75,60 persen,” ujarnya.

Dijelaskannya, literasi dan inklusi keuangan penting untuk terus didorong, agar ketika masyarakat mengakses dan menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, masyarakat memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang manfaat, risiko dan informasi lain yang dibutuhkan tentang produk atau layanan keuangan yang dimiliki.

“Masyarakat juga akan menggunakan produk/layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko yang dimiliki. Keputusan keuangan yang diambil pun akan lebih tepat,” imbuhnya.

Dijelaskannya, literasi, inklusi keuangan dan perlindungan konsumen merupakan 3 pilar dalam trilogi pemberdayaan konsumen keuangan yang memiliki korelasi erat satu sama lain. Peningkatan pemahaman dan kemampuan seseorang dalam menentukan produk atau layanan jasa keuangan yang dibutuhkan akan meningkatkan penggunaan produk atau layanan jasa keuangan oleh masyarakat.

“Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu bentuk perlindungan konsumen yang efektif. Pasar keuangan yang kompleks namun literasi keuangan yang rendah menyebabkan masyarakat rentan terhadap asimetri informasi dan masalah perlindungan konsumen lainnya. Peran perlindungan konsumen dalam menjaga kepercayaan masyarakat sangat penting karena kepercayaan merupakan prasyarat bagi pengembangan industri jasa keuangan (IJK),” jelasnya.

Dalam hal ini, sambungnya, OJK telah menetapkan strategi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, antara lain melalui penguatan kebijakan atau regulasi, pengembangan infrastruktur, edukasi secara online maupun offline, memperkuat sinergi dan aliansi strategis dan peningkatan program literasi keuangan syariah dan pasar modal.

Pada tahun 2023, tambahnya, sasaran prioritas peningkatan literasi keuangan oleh OJK adalah pelaku UMKM, masyarakat di daerah 3T, penyandang disabilitas dan pelajar/santri.
Menurutnya, OJK telah menyusun rencana kegiatan literasi dan inklusi keuangan tahun 2023. Dari segi literasi, antara lain kampanye nasional edukasi keuangan, Desa Cakap Keuangan, mini survei literasi dan inklusi keuangan, intensifitas Learning Management System (LMS) dan pengembangan infrastruktur literasi keuangan.

“Program inklusi OJK antara lain pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Ekosistem Keuangan Inklusif di wilayah pedesanaan dan kegiatan inklusi keuangan yang masif,” urainya.

Bambang memaparkan, dalam memperkuat fungsi perlindungan konsumen, OJK juga telah mengeluarkan POJK No. 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang merupakan pembaruan dari POJK No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, yang merupakan POJK pertama di OJK.

“Pembaruan POJK ini dilatar belakangi tumbuhnya Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) baru, perkembangan teknologi informasi yang dinamis dan implementasi serta tantangan perlindungan konsumen,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pada 12 Januari 2023, Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU PPSK). Di bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK diamanatkan untuk melakukan pengawasan perilaku pasar (market conduct) serta penguatan fungsi peningkatan literasi, inklusi dan perlindungan konsumen.

Ruang lingkup pengawasan market conduct, terangnya, merupakan product life cycle yang terdiri dari proses desain produk, penyediaan informasi produk, penyampaian informasi produk, penawaran produk, penyusunan perjanjian produk, pemberian layanan produk, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa produk (proses kembali berulang).

“Pengawasan market conduct dapat dilakukan dengan metode pengawasan onsite dan pengawasan offsite dengan berbagai instrumen yang dapat digunakan salah satunya melalui iklan. Iklan produk/layanan jasa keuangan harus akurat, jujur, jelas, tidak menyesatkan dan mudah diakses,” pungkasnya. (dwi/ila)