Home Blog Page 1741

OJK Gelar Journalist Class Angkatan IV

BERSAMA: Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi bersama para narasumber, di Hotel Four Points, Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (10/3/2023). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar acara Journalist Class Angkatan IV, bagi wartawan di Medan, yang berlangsung selama dua hari, yakni Kamis-Jumat, 9-10 Maret 2023, di Hotel Four Points, Jalan Gatot Subroto Medan.

Sebanyak 40 an orang wartawan diberikan pemahaman, terkait literasi dan inklusi keuangan, pemahaman industri jasa keuangan (IJK), Pasar Modal hingga perkembangan inovasi keuangan digital dan Fintech P2P Lending di Indonesia.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, terdapat peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat dibandingkan dengan hasil SNLIK yang dilakukan sebelumnya.

“Gap indeks literasi dan inklusi keuangan pun semakin kecil. Tingkat literasi masyarakat sesuai SNLIK tahun 2022 sebesar 49,68 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 38,03 persen dan tahun 2016 sebesar 29,7 persen,” ujarnya, Jumat (10/3/2023).

Sementara, khusus di Sumut, tingkat literasi pada tahun 2022 sebesar 51,69 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 37,96 persen, dan tahun 2016 sebesar 31,30 persen. “Tingkat inklusi masyarakat sesuai SNLIK tahun 2022 sebesar 85,10 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 76,19 persen dan tahun 2016 sebesar 67,8 persen. Khusus di Sumatera Utara, tingkat inklusi pada tahun 2022 sebesar 95,58 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2019 sebesar 93,98 persen, dan tahun 2016 sebesar 75,60 persen,” ujarnya.

Dijelaskannya, literasi dan inklusi keuangan penting untuk terus didorong, agar ketika masyarakat mengakses dan menggunakan produk atau layanan jasa keuangan, masyarakat memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang manfaat, risiko dan informasi lain yang dibutuhkan tentang produk atau layanan keuangan yang dimiliki.

“Masyarakat juga akan menggunakan produk/layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko yang dimiliki. Keputusan keuangan yang diambil pun akan lebih tepat,” imbuhnya.

Dijelaskannya, literasi, inklusi keuangan dan perlindungan konsumen merupakan 3 pilar dalam trilogi pemberdayaan konsumen keuangan yang memiliki korelasi erat satu sama lain. Peningkatan pemahaman dan kemampuan seseorang dalam menentukan produk atau layanan jasa keuangan yang dibutuhkan akan meningkatkan penggunaan produk atau layanan jasa keuangan oleh masyarakat.

“Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu bentuk perlindungan konsumen yang efektif. Pasar keuangan yang kompleks namun literasi keuangan yang rendah menyebabkan masyarakat rentan terhadap asimetri informasi dan masalah perlindungan konsumen lainnya. Peran perlindungan konsumen dalam menjaga kepercayaan masyarakat sangat penting karena kepercayaan merupakan prasyarat bagi pengembangan industri jasa keuangan (IJK),” jelasnya.

Dalam hal ini, sambungnya, OJK telah menetapkan strategi untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, antara lain melalui penguatan kebijakan atau regulasi, pengembangan infrastruktur, edukasi secara online maupun offline, memperkuat sinergi dan aliansi strategis dan peningkatan program literasi keuangan syariah dan pasar modal.

Pada tahun 2023, tambahnya, sasaran prioritas peningkatan literasi keuangan oleh OJK adalah pelaku UMKM, masyarakat di daerah 3T, penyandang disabilitas dan pelajar/santri.
Menurutnya, OJK telah menyusun rencana kegiatan literasi dan inklusi keuangan tahun 2023. Dari segi literasi, antara lain kampanye nasional edukasi keuangan, Desa Cakap Keuangan, mini survei literasi dan inklusi keuangan, intensifitas Learning Management System (LMS) dan pengembangan infrastruktur literasi keuangan.

“Program inklusi OJK antara lain pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Ekosistem Keuangan Inklusif di wilayah pedesanaan dan kegiatan inklusi keuangan yang masif,” urainya.

Bambang memaparkan, dalam memperkuat fungsi perlindungan konsumen, OJK juga telah mengeluarkan POJK No. 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan yang merupakan pembaruan dari POJK No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan, yang merupakan POJK pertama di OJK.

“Pembaruan POJK ini dilatar belakangi tumbuhnya Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) baru, perkembangan teknologi informasi yang dinamis dan implementasi serta tantangan perlindungan konsumen,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pada 12 Januari 2023, Pemerintah dan DPR RI telah mengesahkan Undang-Undang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU PPSK). Di bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, OJK diamanatkan untuk melakukan pengawasan perilaku pasar (market conduct) serta penguatan fungsi peningkatan literasi, inklusi dan perlindungan konsumen.

Ruang lingkup pengawasan market conduct, terangnya, merupakan product life cycle yang terdiri dari proses desain produk, penyediaan informasi produk, penyampaian informasi produk, penawaran produk, penyusunan perjanjian produk, pemberian layanan produk, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa produk (proses kembali berulang).

“Pengawasan market conduct dapat dilakukan dengan metode pengawasan onsite dan pengawasan offsite dengan berbagai instrumen yang dapat digunakan salah satunya melalui iklan. Iklan produk/layanan jasa keuangan harus akurat, jujur, jelas, tidak menyesatkan dan mudah diakses,” pungkasnya. (dwi/ila)

Gara-gara Utang, Pelaku Tampar Korban hingga Berdarah

PELAKU: Monika pelaku penganiayaan diamankan ke Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sat Reskrim Polres Tebingtinggi melakukan penangkapan terhadap seorang wanita pelaku tindak pidana penganiayaan. Kasus penganiyaan gara- gara masalah utang piutang.

Pelaku penganiayaan, Monika Elisanti (24) warga Dusun III Desa Tanah Besi Kecamatan Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai. Sedangkan korbannya, Fatmawati (34) warga Dusun III Desa Tanah Besi Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Sergai.

“Kini pelaku penganiayaan sudah diamankan ke Mapolres Tebingtinggi untuk menjalani pemeriksaan dan langsung dijebloskan kedalam tahanan Mapolres Tebingtinggi,” jelas Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto, Minggu (12/3/2023).

Dari keterangan korban yang dikonfirmasi kepada Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto bahwa, Kamis (9/3/2023) sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku Monika mendatangi korban Fatmawati yang sedang berjualan di stand Dimsum dekat rumah dan pelaku langsung menyenggol tangan korban dan kemudian pelaku marah- marah kepada korban.

Monika lantas mengajak korban untuk pergi ke kampung pelaku karena korban merasa kesal karena korban yang memiliki utang tapu malah pelaku terus ditagih. “Ayok, ikut sama aku ke kampung rumahku, kau yang punya utang dan aku yang ditagih orang itu,” bilang Agus Arianto ketika menceritakan kemarahan pelaku kepada korban.

Karena kemarahan pelaku memuncak, akhirnya menampar bagian pipi dekat dengan bibir. Akibat tamparan tersebut, korban mengeluarkan darah dari bagian mulut dan selanjutnya membuat pengaduan ke Mapolres Tebingtinggi.

Kepada pelaku penganiayaan di persangkakan dengan Pasal 351ayat 1 KUHPidana. (ian/ila)

Jelang Bulan Suci Ramadan, Komisi I Minta Kepolisian Tingkatkan Kondusifitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang bulan suci Ramadan 1444H/2023M, aksi kejahatan masih saja marak terjadi di Kota Medan. Alhasil, hal itu membuat masyarakat tidak lagi merasa aman saat berada di luar rumah, khususnya di malam hari.

Kondisi keamanan dan ketertiban di Kota Medan pun dinilai semakin tidak kondusif. Pasalnya, para pelaku kejahatan tak hanya merampas harta benda, namun juga tak segan-segan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa para korbannya.

Atas kondisi tersebut, DPRD Kota Medan angkat bicara. Komisi I DPRD Medan meminta pihak Kepolisian, dalam hal ini Polrestabes Medan dan Polres Pelabuhan Belawan beserta jajarannya yang merupakan counterpart Komisi I untuk berfokus pada peningkatan kondusifitas dengan meningkatkan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

“Bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari, sementara aksi kejahatan di Kota Medan semakin menjadi-jadi. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Kami minta teman-teman di kepolisian segera tingkatkan keamanan, ciptakan situasi kondusif. Sebab masyarakat harus merasa aman saat menjalankan ibadah Ramadan,” ucap Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Minggu (12/3/2023).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu juga meminta pihak kepolisian untuk lebih intens dalam melakukan tindakan preventif, yakni dengan meningkatkan patroli, khususnya pada lokasi-lokasi dan jam-jam yang dinilai rawan aksi kejahatan.

“Kita tahu di bulan Ramadan umat Islam biasanya pulang cukup malam dari Masjid karena Salat Tarawih. Bahkan, ada yang pulang lebih malam lagi karena tadarus di Masjid. Kondisi ini biasanya dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” ujarnya.

Tak hanya di malam hari, sambung Robi, kondisi yang masih gelap menjelang dan sesudah Salat Subuh juga menjadi waktu yang cukup sering untuk dijadikan jam operasi bagi para pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya. Sebab, orang-orang yang akan berangkat ataupun pulang dari Masjid usai Salat Subuh berjamaah dinilai sebagai objek yang potensial untuk dijadikan korban.

“Jangan karena merasa khawatir akibat banyaknya begal, rampok, geng motor dan para pelaku kejahatan lainnya, masyarakat jadi merasa was-was untuk pergi ke Masjid. Polisi harus menindak tegas dan memberantas habis para pelaku kejahatan, beri rasa aman kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan maghfiroh,” katanya.

Dijelaskan Robi, sesuai dengan semangat kolaborasi yang dibangun Wali Kota Medan Bobby Nasution, pihak kepolisian juga harus berkolaborasi dengan semua pihak untuk meningkatkan kondusifitas di Kota Medan, khususnya saat menjelang dan saat berlangsungnya ibadah di bulan Ramadan.

“Teman-teman kepolisian dapat berkolaborasi dengan TNI dan perangkat yang ada di Pemko Medan. Semua harus berkolaborasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban, supaya bulan Ramadan ini dapat membawa keberkahan di Kota Medan yang berkah ini,” jelasnya.

Terakhir, Robi Barus juga meminta SatPol PP Kota Medan beserta perangkat yang ada di kecamatan, kelurahan hingga lingkungan untuk turut meningkatkan keamanan selama Bulan Ramadan. Mengingat, masalah kondusifitas juga turut menjadi perhatian serius bagi Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

“Bahkan saya ingat di Bulan Ramadan tahun lalu, Pak Bobby sampai turun langsung saat patroli dan razia asmara subuh. Ini bentuk keseriusan beliau dalam menjaga kondusifitas di Kota Medan, kita minta keseriusan ini ditindaklanjuti seluruh perangkat di Pemko Medan. Keseriusan Wali Kota Medan ini juga kita harapkan didukung oleh keseriusan teman-teman dari kepolisian,” pungkasnya.
(map/ila)

PFI Medan Donasi Buku di Kampung Matfa, Tuwan Imam: Kalian Pembawa Pesan Kebenaran

Pengurus PFI Medan bersama Tuwan Imam.(ist)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan yang ke-19 dilanjutkan bersama warga Kampung Matfa Indonesia, di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat pada Sabtu (11/3/2023).

Acara hari kedua ini diisi dengan kegiatan bakti sosial pemberian ratusan buku bacaan pendidikan umum, komik dan pendidikan agama yang diterima langsung oleh Pemimpin Kampung Matfa Indonesia Muhammad Imam Hanafi atau yang dikenal Tuwan Imam. Buku-buku tersebut merupakan hasil donasi yang dikumpulkan oleh PFI Medan dari berbagai sumber.

Penyerahan ratusan buku bacaan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi yang didampingi oleh pengurus dan panitia HUT PFI Medan. Dalam sambutannya, Rahmad Suryadi mengatakan, PFI Medan selalu mengadakan acara peringatan ulang tahun dengan tema yang berbeda dan unik dari yang lain.

“Kami PFI Medan selalu melaksanakan kegiatan HUT yang berbeda dan bermakna. Kami berusaha menghadirkan sebuah kegiatan yang menghasilkan perubahan positif di masyarakat,” katanya.

Rahmad Suryadi menambahkan, semoga buku yang diserahkan dapat membawa dampak positif untuk anak-anak di kampung Matfa Indonesia karena membaca adalah pintu ilmu pengetahuan.

“Semoga donasi buku yang kami serahkan, dapat menjadi sumber positif bagi anak-anak di Kampung Matfa Indonesia. Membaca adalah Pintu Ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Tuwan Imam mengucapkan terimakasih atas kunjungan PFI Medan yang telah peduli dan memilih Kampung Matfa Indonesia sebagai tempat untuk berbagi disaat peringatan HUT PFI Medan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman PFI Medan, yang jauh-jauh mau hadir kesini untuk melaksanakan donasi buku-buku ini di Kampung kami,” ujar Tuwan Imam.

Lanjut Tuwan Imam, semoga PFI Medan kedepannya dapat terus membawa perubahan positif dengan kegiatan-kegiatan baik dan juga terus menjadi pembawa pesan kebenaran di tengah masyarakat.

“Teruslah berbuat positif dan selalu sebagai pembawa pesan kebenaran bagi masyarakat luas,” imbuh Tuwan Imam.

Kegiatan PFI Medan di Kampung Matfa dilanjutkan dengan makan siang bersama, hunting foto keliling kampung dan ditutup dengan diskusi ringan sembari makan malam di atas pondok yang terletak ditengah-tengah kolam ikan bersama dengan masyarakat dan tokoh agama Kampung Matfa. (tri/ila)

PS Apdesi Silindak Lumat PS Old Crack Sergai 4-1, Darma Wijaya Cetak 2 Gol

SILINDAK, SUMUTPOS.CO- PS Apdesi Silindak melumat PS Old Crack Sergai dengan skor 4-1 dalam laga persahabatan di Lapangan Silindak Kecamaran Silindak, Jumat (10/3/2023 ). Gol kemenangan PS Apdesi Silindak dicetak Darma Wijaya 2 gol dan Imam Faisal 2 gol. Sedangkan satu gol balasan PS Old Crack Sergai diciptakan Hafiz.

Ada yang berbeda pada pertandingan kali ini, di mana Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya yang biasanya memperkuat PS Old Crack Sergai, kali ini memperkuat tim Apdesi silindak.

Di awal babak pertama, gawang PS Old Crack Sergai yang dijaga Abdul Malik harus kebobolan melalui Darma Wijaya. Tendangan keras Bupati Sergai ini menjebol gawang Abdul Malik, sehingga keunggulan 1-0 untuk PS Apdesi Silindak.

Tertinggal satu gol, PS Old Crack mulai bermain menyerang. Hasilnya, Hafiz menyamakan kedudukan 1-1 hasil dari umpan terobosan Fadly dari tengah lapangan.

Sore itu, Darma Wijaya seakan menjadi momok bagi bek PS Old Crack, khususnya sang kiper Abdul Malik. Sekitar 5 tembakan yang dilesakan Darma Wijaya, namun hanya 2 yang menjadi gol. Tiga tendangannya sukses ditepis Abdul Malik.

Sementara 2 gol PS Apdesi Silindak lainnya, dicetak Imam Faisal melalui tendangan keras dari luar kotak pinalti tidak dapat dihalau kiper Abdul Malik. Skor 4-1 bertahan hingga laga usai.

Usai pertandingan, Bupati Sergai Darma Wijaya mengatakan, setiap minggunya pertandingan seperti ini rutin mereka lakukan di setiap kecamatan. “Selain menjaga silaturahim, dapat meningkatkan imun tubuh dari penyakit dan mengajak generasi muda untuk aktif berolahraga, khususnya sepakbola serta agar lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Serdang Bedagai khususnya,” ungkapnya.

Pada pertandingan sore itu, terlihat antusias masyarakat menyambut Bupati Darma Wijaya. Ratusan penonton memadati sekitaran lapangan hanya untuk melihat sang bupati dari dekat. “Saya datang bersama keluarga hanya ingin melihat bupati secara langsung. Ternyata orangnya ramah dan baik,” kata seorang warga.

Di kesempatan yang sama, Camat Silindak Budiaman Damanik didampingi para kepala desa se-Kecamatan Silindak, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Darma Wijaya beserta jajaran, karena sudah hadir dan memperhatikan masyarakat Silindak dalam segi pendidikan serta mau bergabung di tim Silindak, menghadapi PS Old Crack Sergai. (fad/adz)

Siap-siap, Sinergi PLN – Himbara Bakal Permudah Masyarakat Miliki Motlis

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) bersinergi guna mempermudah masyarakat dalam memperoleh bantuan pemerintah untuk memiliki Motor Listrik (Motlis). Himbara yang berkolaborasi dalam upaya percepatan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) ini terdiri dari; Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa perseroan bersama Himbara siap mendukung dan mengimplementasikan program bantuan pemerintah dalam kepemilikan KBLBB bagi masyarakat. Lewat sinergi BUMN, kini masyarakat tak perlu ragu lagi untuk memiliki Motlis karena selain memudahkan masyarakat dalam pembeliannya juga memberikan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

“PLN bersama Himbara dan mitra mendukung operasionalisasi program pemerintah tersebut. Untuk itu, kami menyambut dan mengapresiasi langkah besar yang sudah diambil pemerintah untuk mendukung percepatan transisi menuju ekosistem hijau di Indonesia, khususnya di sektor transportasi,” kata Darmawan dalam Konferesi Pers ‘Dukungan Pengembangan Ekosistem KBLBB’ di Jakarta, pada Jumat (10/3).

Selain itu, sinergi ini juga akan turut memastikan bantuan kepemilikan Motlis dari pemerintah tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang berhak memperolehnya. Lalu, masyarakat juga bisa mendapatkan kendaraan listrik melalui skema pembiayaan yang ringan dengan cara yang mudah.

“Kami jamin prosesnya mudah dan praktis. Karena, setiap pelanggan bersubsidi, akan terverifikasi otomatis dalam proses transaksinya. Dari sisi pembayaran, setiap transaksi di PLN Mobile akan disediakan pilihan pembayaran langsung melalui berbagai platform. Termasuk jika masyarakat mungkin ingin mengajukan pembayaran secara kredit,” ujar Darmawan.

Selain itu, Darmawan menambahkan, PLN juga menyiapkan berbagai insentif dalam setiap pembelian motor listrik di Aplikasi PLN Mobile. Di antaranya, berupa voucher token listrik untuk pelanggan pra bayar, diskon tagihan listrik untuk pelanggan pasca bayar, voucher untuk melakukan battery swap secara gratis, pemberian jaminan asuransi kecelakaan, bahkan akan diadakan berbagai undian berhadiah umroh, motor listrik, dan mobil listrik.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah ini, PLN akan memberikan berbagai insentif secara khusus dalam pembelian motor listrik di PLN Mobile,” kata Darmawan.

Percepatan ekosistem KBLBB juga merupakan langkah kolaboratif antara Pemerintah, Badan Usaha dan masyarakat untuk mewujudkan Net Zero Emission pada tahun 2060.

“Ini kita kompak dan berjalan bersama sama bukan hanya komitmen tetapi kehadiran negara bagi kesejahteraan rakyat dan peningkatan kapasitas nasional. Bagaimana kita bisa berinovasi dan menguasai teknologi sehingga kita bisa menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kita bisa bersama menjaga lingkungan,” tambah Darmawan.

SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K. Triprakoso mengamini dukungan Himbara dalam mendukung percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Perbankan telah menyiapkan skema untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam hal kepemilikan Motlis.

“Perbankan sebenarnya sudah menyiapkan skema yang menarik untuk mendukung peluncuran dari electric vehicle ini, di mana rate dan tenornya akan kita samakan. Jadi sebenernya itu yang menunjukkan peran dari pada Himbara untuk membantu peluncuran electric vehicle,” ujar Josephus.

Pada Kesempatan yang sama, SVP Corporate Banking 2 BNI, Ditya Maharhani mengatakan, pihaknya menyiapkan pembiayaan khusus bagi nasabah maupun non nasabah BNI dalam program kepemilikan Motlis. Program-program tersebut berupa pemberian penawaran yang terbaik, dengan bunga kompetitif, serta kemudahan dan kecepatan proses.

“Tentunya kami menyambut baik kolaborasi PLN dan seluruh bank milik negara termasuk BNI. Kami akan terus menganalisa potensi penguatan solusi dan layanan kami dalam memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus pengembang industri hulu kendaraan listrik di Indonesia,” kata Ditya.

Lalu, Direktur Utama BRI Finance, Azizatun Azhimah mengatakan, kami BRI Group berkomitmen untuk mendukung program percepatan akselerasi kendaraan listrik. Pihaknya BRI memberikan dukungan, baik pembiayaan untuk B2B maupun skema B2C, pembiayaan skema B2B ditawarkan kepada perusahaan manufaktur yang memproduksi mobil atau motor listrik.

“BRI Finance juga telah memiliki beberapa produk pembiayaan sepeda motor listrik dari tahun lalu termasuk juga untuk instansi-instansi yang membutuhkan pembiayaan kendaraan listrik baik mobil maupun kendaraan roda dua. Jadi kami siap mendukung impian kita bersama untuk menjadikan bumi ini lebih sejuk dan lebih hijau di Indonesia,” kata Azizatun.

Di sisi lain, SVP Non-Subsidized Mortgage and Personal Lending Bank BTN, Mochamad Yut Penta mengatakan, BTN mendukung pembiayaan program kepemilikan Motlis melalui program Motorcycle Ownership Program (MOP) Lewat Produk KRING (Kredit Ringan) yang dapat memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan. BTN juga akan memudahkan akses dan proses pembiayaan KBLBB dengan sejumlah promo yang menarik bagi nasabah BTN yang memiliki payroll BTN atau sudah bekerja sama Penyaluran KRING dengan Bank BTN.

“Program khusus ini memberikan kemudahan pembiayaan tanpa uang muka, angsuran ringan, proses cepat dan tenor pinjaman yang fleksibel,” ujar Yut Penta.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia (BSI) Ngatari, menyatakan dukungan penuh BSI terhadap program kepemilikan Motlis berupa fasilitas produk pembiayaan kendaraan BSI OTO. Selain untuk pembiayaan kepemilikan Motlis perorangan bagi masyarakat, BSI OTO juga menyediakan fitur Motorcycle Ownership Program (MOP).

“BSI OTO memfasilitasi produk pembiayaan kendaraan syariah untuk KBLBB yang mudah, cepat dan murah serta dapat diajukan baik secara offline maupun online melalui BSI Mobile,” ujarnya.

Sinergitas antar BUMN ini merupakan wujud serius mendukung pemerintah dalam transisi energi dan menurunkan beban subsidi. Transisi dari energi yang kotor menjadi energi bersih serta dari energi impor yang mahal menjadi energi domestik yang murah. (rel/ila)

Kepala Sekretariat Presiden Resmikan SPKLU PLN Pertama di Lingkungan Istana Kepresidenan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Sekretariat Presiden mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Istana Kepresidenan Bogor. SPKLU pertama di lingkungan istana kepresidenan ini diharapkan menjadi showcase dan juga ajakan seluruh masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan langkah yang dilakukan Istana ini untuk mendukung target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE). Ia mengatakan langkah Istana Kepresidenan memasang SPKLU akan diteruskan di lingkungan Istana lainnya.

“Terima kasih kepada PLN dalam upayanya membangun energi baru terbarukan dan support kelistrikan selama 30 tahun terakhir ini. Kalau bisa penyediaan SPKLU ini akan kami teruskan di Istana lainnya,” ujar Heru dalam peresmian SPKLU di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (10/3).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan penyediaan SPKLU di Istana Kepresidenan Bogor ini untuk mendukung transisi dari kendaraan berbasis fosil ke kendaraan listrik di lingkungan pemerintahan. Hal ini sejalan dengan langkah Presiden yang telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (EV) Sebagai Kendaraan Dinas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Hadirnya SPKLU di Istana menunjukkan kepemimpinan (Presiden Joko Widodo) ini bukan lagi hanya dalam strategi tapi juga dalam rangka operasional yang efektif dilakukan. Kedua kolaborasi ini menjadi pemantik, bahwa seluruh komponen bangsa ini kompak, tidak terfragmentasi dalam melakukan transisi energi,” jelas Darmawan.

Darmawan juga menjelaskan langkah Istana negara memasang SPKLU bukanlah gerak pertama Istana dalam mendukung transisi energi. Pada Juni tahun lalu, seluruh lingkungan Istana Kepresidenen, listriknya menggunakan listrik yang bersumber dari EBT. Di Istana Jakarta, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Yogyakarta, dan Istana Tampaksiring.

Bahkan bukan hanya kerja sama REC itu yang dilakukan, tetapi juga di seluruh Istana motor-motor listrik sudah beroperasi menjadi showcase untuk mewujudkan komitmen negara dalam transisi energi.

“Langkah istana sudah turut mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 50 persen. Istana yang sudah menggunakan motor listrik ini saja merupakan bukti bahwa Istana lebih maju dalam transisi energi,” ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini PLN telah mengoperasikan 616 unit SPKLU yang tersebar di 279 titik.

“Kami juga membangun ekosistem agar visi misi dari bapak presiden untuk transisi energi bisa kita tanggung bersama dan berjalan dengan baik dan lancar. Tetapi, hari ini tempat paling strategis di seluruh penjuru Indonesia, yaitu Istana Kepresidenan,” tambah Darmawan.

SPKLU ini diprioritaskan untuk kebutuhan kendaraan dinas di lingkungan istana kepresidenan. Hadirnya SPKLU ini juga menjadi perhatian tamu-tamu negara bahwa Istana Kepresidenan menjadi pionir dalam mendorong kendaraan listrik di Indonesia.

“Ini luar biasa. Karena dulu yang namanya mobil isi energinya ya di pom bensin. Orang-orang tidak membayangkan, bahwa di masa depan kendaraan-kendaraan akan berbasis listrik. Dan bahkan kendaraan-kendaraan Presiden dan tamu kepresidenan, mulai hari ini energinya bisa diisi di halaman Istana,” tutup Darmawan. (rel/ila)

Terapkan Digitalisasi K3 di PLN, Dirut: Safety Makin Jadi Kultur Perusahaan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan seluruh proses bisnis di lingkungan PLN Grup mengupayakan zero accident dalam operasionalnya. Hal ini disampaikan dalam acara Safety Townhall Meeting PLN Grup, di Jakarta, Rabu (08/3/2023).

Darmawan mengatakan proses bisnis ketenagalistrikan memiliki risiko yang cukup tinggi, terutama pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk itu dirinya menekankan aspek K3 tidak hanya menjadi Standard Operating Procedure (SOP), namun harus menjadi kultur perusahaan.

Berbagai upaya dilakukan PLN dalam menerapkan prinsip zero accident di perusahaan. PLN melakukan digitalisasi proses bisnis dan pengelolaan aset yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengawasan dan check and balance secara berlapis dalam operasionalnya.

“Dulu, setiap petugas yang akan menjalankan tugas di lapangan harus ada working permit nya. Tetapi karena dilakukan secara manual, proses persetujuannya bisa sampai 2-3 hari. Akibatnya banyak tugas dilakukan tanpa working permit, tanpa pengawasan. Inilah yang berpotensi kurang pengawasan dan bahkan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja,” tambah Darmawan.

Dengan digitalisasi yang dilakukan, sekarang proses working permit bisa dilakukan secara online, sehingga, setiap tugas bisa dipantau secara digital dan bisa dipastikan pemenuhan seluruh aspek K3. Pemenuhan aspek K3 tidak hanya untuk pegawai, tenaga alih daya dan mitra kerja, PLN juga menghadirkan fitur safety pada pelayanan pelanggan.

Darmawan menyampaikan tuntutan pelanggan terhadap kecepatan layanan dari waktu ke waktu terus meningkat. Menurutnya, tuntutan kecepatan ini perlu dipenuhi dan diimbangi dengan pemenuhan aspek K3.

“Hari ini, pelanggan sudah semakin aware dan sekaligus mengapresiasi kualitas pelayanan PLN. Ke depan tuntutan layanan akan semakin tinggi. Tetapi tentu ini juga harus didukung kultur dan kedisiplinan untuk menerapkan safety di lapangan. Tidak bisa asal cepat tetapi harus akurat dan aman,” tegas Darmawan.

Untuk itu, sekarang pihaknya sudah memiliki fitur yang memastikan setiap petugas pelayanan teknik yang akan memberikan layanan kepada pelanggan, harus mengisi checklist K3. Setiap petugas akan ditanya terkait kesehatan, peralatan kerja, alat pelindung diri, dan SOP nya.

PLN juga melakukan pendisiplinan budaya K3 dan melakukan penataan regulasinya. Dulu, faktor K3 belum terukur dengan benar dan dikuantifikasi risikonya, sehingga tidak bisa dilakukan mitigasi terhadap risiko yang ada. Kini PLN telah melakukan pemetaan risiko dan mitigasinya dalam proses bisnis. Upaya ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya peraturan internal yang mengatur tentang K3.

“Melalui program transformasi kami secara spesifik melakukan enforcement bagaimana kultur K3 bisa secara disiplin dan komprehensif dilaksanakan dari atas sampai unit yang ada di bawah. Kami terus menekankan terkait awareness, kedisiplinan, dan kapasitas yang mumpuni dari setiap individu PLN untuk menjaga keamanan dan keselamatan. Bagi dirinya, bagi lingkungannya, dan dalam setiap tugasnya,” tegas Darmawan.

Sebagai BUMN kelistrikan di Indonesia, PLN berkomitmen tidak hanya memberikan aliran listrik yang andal tetapi juga aman. Langkah mitigasi risiko dan juga aksi preventif selalu dilakukan perusahaan agar operasional perusahaan berjalan baik. (rel/ila)

Pemkab Batu Bara Berkolaborasi dengan KSI untuk Pengendalian Sampah

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara memiliki rencana besar membangun tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di Desa Simujur, Kecamatan Laut Tador.

Rencana ini diungkap Bupati Batu Bara, Ir H Zahir MAP dalam Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Seluruh Kecamatan di Lingkungan Pemkab Batu Bara di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Rabu (8/3/2023).

Tak hanya sebagai lokasi pembuangan, namun bagaimana sampah bisa dikelola dengan cara yang baik dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Harapan itu sejalan dengan hadirnya Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) di daerahnya.

“Ini jugalah alasan KSI hadir di sini (Batubara) salah satunya memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mengelola sampah dan menyulapnya menjadi uang,” ujarnya melanjutkan.

Bupati pun meminta kepada seluruh aparatur pemerintahan, khususnya di Pemkab Batu Bara untuk menjadi contoh di lingkungan masing-masing.

Masih menurut Zahir, sarana dan prasarana pengelolaan sampah akan dilaksanakan secara bertahap di Pemkab Batu Bara. Hanya tinggal keberlangsungan dan pemanfaatannya oleh masyarakat, sehingga fasilitasnya dapat benar-benar dimaksimalkan.

“Tantangannya adalah budaya dan kebiasaan masyarakat kita yang harus disinkronkan, agar pengelolaan sampah lebih optimal,” jelasnya.

Bupati juga meminta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Pemkab Batu Bara agar tidak jemu menstimulasi serta memotivasi kesadaran masyarakat. Sehingga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Dalam sosialisasi itu, Founder Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) Sri Dewi F Natadiningrat turut menuturkan, sebagai sahabat bumi, KSI selalu mendukung dan akan berpartisipasi dengan siapapun jika berurusan dengan lingkungan, khususnya masalah persampahan.

“KSI hadir di sini sebagai mitra dalam program pengendalian dan pengelolaan sampah di Kabupaten Batu Bara,” ucap dia.

Terkait sampah ini, Dewi berpesan agar semuanya berhenti saling menyalahkan karena yang dibutuhkan adalah kerja sama-sama antara pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan Batu Bara.

“Pemkab tidak bisa kerja jika masyarakatnya belum teredukasi sadar lingkungan. Begitu juga sebaliknya, masyarakat tidak bisa menikmati kebersihan lingkungan jika Pemkab tidak menyediakan sarana dan prasarananya.” pungkasnya.

Turut hadir dalam sosialisasi ini Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Batu Bara, Khairul Anwar MSi, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Pemkab Batu Bara, Frans Siregar ST., seluruh Camat se-Kabupaten Batu Bara serta para Koordinator Kebersihan Lapangan.(rel/ram)

Pekan Literasi Digital, Dorong Ciptakan Konten Viral yang Positif

Pekan Literasi Digital.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan Pekan Literasi Digital di Hall UNPRI, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/3).

Di era digitalisasi dengan semakin banyaknya penggunaan internet dan media digital membuat peranan kreator konten menjadi penting. Namun tentu perlu adanya pemahaman tentang literasi digital untuk para kreator konten yang ingin berkarya di media sosial perlu, agar konten yang dibuat tak sekadar viral.

“Viral adalah konten yang bisa mempertemukan Anda dengan audience baru yang belum mengenal anda dan bisa membangun komunitas audience,” papar Founder Social Bread/Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Edho Zell saat menjadi nara sumber kegiatan Pekan Literasi Digital dalam keterangan tertulis, Minggu (12/3).

Ia melanjutkan, seorang kreator konten tetap bisa memproduksi konten-konten positif dan konten-konten menginspirasi pengguna lain di media sosial menjadi viral asalkan mengemasnya dengan menarik. “Kita tetap bisa mengikuti tren atau perkembangan di media sosial yang dinamis, namun tetap positif,” sambungnya lagi.

Menyiasati cepatnya perkembangan tren yang terjadi di media sosial, maka seorang kreator konten bisa memaksimalkan hal-hal teknis yang diperlukan untuk membuat konten yang positif dan kreatif. Kemudian konten kreator juga bisa memaksimalkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki untuk membuat konten yang kreatif dan positif.

Sementara nara sumber lainnya memberikan catatan tentang keberadaan media sosial yang saat ini juga menjadi sarana pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan provokasi dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

“Hal ini membuat media sosial menumpulkan kepekaan kita pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” ungkap Silmi.

Sementara jumlah pengguna internet Indonesia yang kini sudah mencapai 212,9 juta di tahun 2023 dan pengguna media sosial aktif sebanyak 167 juta tak lantas membuat kecakapan digital sudah mumpuni. Bahkan kecakapan digital haruslah terus diperbarui seiring teknologi yang akan semakin berkembang.

“Kecakapan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan gawai tapi juga cerdas dan bijak menggunakannya,” tambahnya lagi.

Apalagi menuju tahun politik menjelang Pemilu 2024, biasanya penyebaran informasi akan semakin tenggelam dengan berbagai hal berupa ujaran kebencian dan hoaks. Untuk itu sebagai pengguna cerdas, ia mengajak memfilter isi informasi yang beredar di internet terutama media sosial agar tidak mudah terprovokasi hal negatif.

Melanjutkan nara sumber lainnya Dewan Pengarah Siber Kreasi, Yosi Mokalu mengungkapkan mengenai keuntungan memiliki kecakapan digital sebagai bekal untuk bersaing di dunia yang terus bergerak cepat. Selain itu, ia juga mengutarakan bagaimana menggunakan media sosial sebagai sarana berbagi hal-hal positif.

Pentingnya kecakapan digital membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi untuk mengedukasi masyarakat untuk makin cakap digital.

“Literasi digital tahun 2023 ini menyasar segmen pendidikan, instansi pemerintah, masyarakat umum, dengan penyelenggaraan paralel di kabupaten/kota yang menargetkan 5,5juta orang tahun ini,” papar Yosi.

Sebagai informasi, kegiatan Pekan Literasi Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Pekan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2023 yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Kepala Dinas Kominfo Medan, Arrahmaan Pane dan Ketua Komite Edukasi Mafindo, Silmi Novita, serta Founder Social Bread/Wakil Ketua Umum Siberkreasi, Edho Zell. Selain itu hadir pula nara sumber lainnya seperti Content Creator, Cut Melisa dan Dewan Pengarah Siber Kreasi, Yosi Mokalu.

Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Literasi Digital Kominfo di Website https://info.literasidigital.id, Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo dan Youtube Literasi Digital Kominfo.(gus)