Home Blog Page 5006

Menuju Indonesia Menari 2019, Puluhan Penari Ramaikan Car Free Day

PENARI: Puluhan penari yang merupakan warga Medan mengikuti koreografi Indonesia Menari 2019, yang digelar pada kegiatan Car Free Day di Jalan Bukit Barisan, Lapangan Merdeka, Minggu (13/10).
PENARI: Puluhan penari yang merupakan warga Medan mengikuti koreografi Indonesia Menari 2019, yang digelar pada kegiatan Car Free Day di Jalan Bukit Barisan, Lapangan Merdeka, Minggu (13/10).

Puluhan penari baik dari perorangan maupun kelompok seperti sanggar atau komunitas tari meramaikan kegiatan car free day di Jalan Bukit Barisan, Lapangan Merdeka Medan, Minggu (13/10) pagi.

Para penari yang didominasi kaum milenial ini tengah mengampanyekan Indonesia Menari 2019 di Medan, yang diselenggarakan pada 17 November mendatang oleh www.indonesiakaya.com.

Perwakilan www.indonesiakaya.com, Billy Gamaliel mengatakan, Medan menjadi satu dari 7 kota yang ikut digelar Indonesia Menari 2019. Ketujuh kota tersebut selain Medan yakni Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Makassar dan Palembang.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini merupakan yang kedelapan sejak 2012, dan mendapatkan antusias luar bisa dari masyarakat Medan. Sebab, tercatat lebih dari 1.000 warga Medan yang mendaftar dalam Indonesia Menari 2019 ini.

“Meski baru pertama kali digelar di Medan, ternyata antusias masyarakat Medan sendiri cukup tinggi. Di Medan, kuota peserta yang disediakan 750 orang namun yang mendaftar sudah 1.000 orang lebih,” ungkap Billy.

Diutarakan dia, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menularkan virus cinta budaya dan cinta Indonesia dengan menarikan tarian budaya Indonesia seperti di kegiatan car free day. “Pada kegiatan car free day ada yang olahraga atau menonton doang, mereka bisa menari walau dalam beberapa menit melalui koreografi yang telah ada. Sedangkan lagu-lagunya mudah diingat, apalagi lagu-lagu tersebut ada di youtube sehingga sampai kapanpun bisa didengerin,” jelas Billy.

Lebih jauh Billy mengatakan, kegiatan Menuju Indonesia Menari 2019 di Medan akan digelar di Sun Plaza. Nantinya, akan dimeriahkan kehadiran Syifa Hadju dan Kenny Austin yang ikut menari bersama ribuan peserta dengan hadiah ratusan juta.

“Ada perbedaan yang digelar dari Indonesia Menari tahun ini dengan tahun lalu. Selain jumlah kota yang semakin bertambah, musik yang sebelumnya memakai komposer sendiri kini menggaet musisi Jevin Julian, seniman muda yang pernah mengkreasikan musik-musik Indonesia dengan gayanya sendiri,” sebutnya.

Billy melanjutkan, lagu-lagu yang yang ditampilkan nantinya tidak ada yang ditambahi atau masih sama dengan tahun sebelumnya. Antara lain, Anging Mamiri, Ondelondel, Siksik Si Batu Manikam, Dek Sangke, Gundulgundul Pacul, dan Manuk Dadali. Namun, lagu daerah tersebut diaransemen ulang dengan musik bernuansa elektronik khas Jevin Julian.

“Untuk bentuk tarian massal koreografi, menggabungkan gerakan tari tradisional nusantara dan tarian modern dengan durasi empat menit yang diiringi musik tradisi diaransemen. Tahun ini, Ufa Sofura kembali didapuk untuk menjadi koreografer Indonesia Menari 2019.

Ufa Sofura merupakan penari yang juga pernah menjadi juri audisi Indonesia Menuju Broadway, dia mengemas gerakan tari tradisional secara modern yang tentunya dapat diikuti oleh siapa saja,” pungkasnya. (ris/azw)

Suspect Difteri, Satu Pasien Masih Dirawat

MEDAN, SUMUTPOS,CO – Kondisi kesehatan pasien suspect difteri yang dirawat di RSUP H Adam Malik terus membaik. Dua dari tiga pasien yang dirawat, kini telah dibolehkan pulang. Karenanya, tinggal satu pasien lagi yang masih dirawat intensif di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak menyebutkan, pasien yang dibolehkan pulang tersebut merupakan asal Medan yakni berinisial RR (5) yang masuk pada September dan JA (28) rujukan dari RSUD Gunung Sitoli, Nias, yang masuk pada Sabtu (5/10) siang. Sedangkan satu lagi pasien yang masih dirawat yakni R (16) asal Kisaran.

“Pasien RR dibolehkan pulang sejak Rabu (9/10) lalu, kalau JA pada Jumat (11/10). Kondisi kesehatan keduanya terus membaik. Begitu juga dengan satu pasien lagi (R), tetapi masih butuh perawatan hingga benar-benar sehat kondisinya,” sebut Rosa akhir pekan lalu.

Dikatakan Rosa, pasien suspect difteri ini dirawat dengan penanganan seperti pasien difteri. Sebab, mereka datang dengan gejala penyakit difteri. “Tanda-tanda difterinya memang ada, umumnya seperti demam dan sakit saat menelan. Makanya, penanganan dilakukan seperti penderita difteri karena prosedurnya seperti itu,” ujarnya.

Diutarakan dia, untuk satu pasien yang masih dirawat rujukan asal rumah sakit daerah tempat tinggalnya yaitu dari RSUD Kisaran, Asahan. “Pasien R mulai dirawat di (RSUP H) Adam Malik pada Jumat (4/10) sore,” pungkasnya. (ris/azw)

Rencana Ubah Nama Mal Jadi Pasar, Dewan: Akan Membuat Pasar Jadi Menarik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbekal Peraturan Presiden (Prepres) Nomor 63 tahun 2019 tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tepat penggunaan, membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana mengubah nama mal menjadi pasar.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Medan dari Fraksi PDIP, Wong Chun Sen mengatakan bahwa ia belum mengetahui pasti perihal Perpres tersebut.

“Saya belum mempelajari Perpres itu. Begitu pun dengan Pemko, mereka juga harus pelajari dulu betul-betul Perpres itu, baru bisa bilang mau ubah kata mal jadi pasar. Saya pikir tak semudah itu merubahnya dan kalaupun mau diubah tentu harus dapat dipastikan manfaatnya bagi masyarakat,” ucap pria yang kerap disapa Wong, Minggu (13/10).

Wong menyampaikan, Pemko Medan harus paham betul terkait poin-poin yang sangat penting dalam persoalan tersebut. Menurutnya, yang terpenting itu bukan sekadar penerapan nama, tetapi lebih kepada kualitas pasar itu sendiri yang dapat dilihat dari kenyamanan berbelanja hingga hal-hal menarik lainnya.

“Pasar tetap pasar, mal jadi pasar, terus yang membedakannya apa? Sekalipun mal diubah namanya menjadi pasar tidak akan menurunkan nilai mal itu sendiri. Faktanya saat ini masyarakat Kota Medan lebih banyak yang tertarik untuk berbelanja ke mal dari pada pasar-pasar tradisional maupun pasar modern. Kenapa? Tak bisa dipungkiri kalau mal itu lebih nyaman dan menarik bagi para pengunjung, khususnya yang memang mau berbelanja,” ujarnya.

Untuk itu, kata Wong, hal ini bukan masalah setuju atau tidaknya kata mal diubah menjadi kata pasar yang seolah-oleh menjadikan mal itu setara dengan pasar modern atau tradisional, tetapi lebih kepada pembenahan yang harus dilakukan oleh Pemko Medan terhadap seluruh pasar yang ada di Kota Medan agar dapat bersaing dengan sejumlah mal yang ada di Kota Medan.

“Bagaimana caranya supaya bisa bersaing? Maka buatlah pasar-pasar tradisional dan modern itu menjadi nyaman dan tidak kalah menarik seperti mal-mal di Kota Medan. Nyaman dalam arti tidak jorok, tidak bau, lengkap dan mungkin juga ada tempat kuliner seperti di sejumlah mal,” ujarnya.

“Intinya kalau mal dan pasar tradisional mau sama-sama disebut pasar, maka mari benahi dulu fasilitas pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Kota Medan,” pungkasnya. (map/azw)

Produksi Awal Tahun 2023, Lapangan Gas di Lhokseumawe Mulai Dikembangkan

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui rencana pengembangan pertama Plan of Development (POD) I Lapangan Gas Peusangan B di lepas pantai Lhokseumawe, Aceh. Operasional gas ini akan dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Zaratex N.V.

Lapangan gas yang terletak sekitar 7 kilometer (km) lepas Pantai Lhokseumawe ini ditargetkan memulai produksi pertamanya pada awal 2023. Saat ini, dilakukan serangkaian kegiatan persiapan termasuk penyelesaian kajian AMDAL dan persiapan engineering design.

Persiapan lainnya yaitu pemasangan pipa gas bawah laut sepanjang 7 km dan pembangunan fasilitas separator gas di darat dilengkapi dengan CO2 removal dan gas dryer juga segera dimulai.

“Ini adalah persetujuan pengembangan lapangan migas pertama setelah keluarnya PP 23/2015 tentang pengelolaan bersama sumber daya alam minyak dan gas bumi di Aceh, dan terbentuknya Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA),” kata Plt Kepala BPMA Azhari Idris dalam keterangan tertulis, Minggu (13/10). (dtc/ram)

Dapat Tambahan Pembangkit Baru, Pasokan Listrik di Sumut Bakal Bertambah 900 MW

DAIRI, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIK SBU) menargetkan akan menambah daya listrik hingga 900 Mega Watt (MW) di tahun 2019 ini.

General Manager PT PLN UIK SBU, Bambang Iswanto mengatakan, di 2019 ini akan ada tambahan pembangkit-pembangkit baru yang masuk ke Sumatera Utara, antara lain PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 dengan kapasitas 2 x 200 MW, kemudian PLTMG Arun unit 2 yang akan menyumbang daya listrik hingga 250 MW.

“Kalau untuk PLTMG Arun akan masuk secara bertahap, di 2019 akhir akan masuk satu blok dulu sebesar 50 MW. Dan sisanya 200 MW akan masuk di 2020 dan nantinya ada pembangunan PLTMG Duri dengan kapasitas 250 MW di Riau,” katanya di sela kegiatan Media Gathering dan Site Visit PLTA Renun, Kecamatan Silalahi, Kabupaten Dairi, Jumat (11/10).

Bambang menyebutkan, penambahan daya ini untuk memperkuat kondisi kelistrikan di Sumut. Sehingga dengan adanya penambahan pasokan listrik ini, Sumut siap menerima investor baik di bidang industri ataupun pariwisata.

Dia menambahkan, pertumbuhan permintaan daya listrik di Sumatera Utara lebih tinggi dari nasional. Di akhir 2018 cadangan listrik di Sumatera Utara hanya 3 persen dari beban puncak karena pertumbuhan demand yang luar biasa sementara belum ada pembangkit yang masuk ke sistem.

“Sumatera Utara mulai terbebas dari pemadaman listrik secara rutin dan dalam jangka waktu yang cukup lama sejak pertengahan 2017, sehingga pasa saat itu PT PLN mengambil kebijakan menyewa kapal listrik asal Turki. Saat ini Sumbagut surplus listrik sekitar 17 persen,” terangnya.

Menurutnya, secara teori keandalan listrik dikatakan aman jika ada cadangan sekitar 30 persen. Di Jawa-Bali cadangan listriknya sekitar 30 persen dan Sumut sedang bergerak ke sana. “Harapan kita dengan adanya tambahan daya 900 MW di 2019 akan menjaga keandalan listrik di Sumut. Dan PLN dapat terus memberikan pelayanan terbaik ke konsumen,” pungkasnya. (ila/ram)

Yamaha Terbangkan 20 Orang ke Jepang

istimewa BERSAMA: Konsumen Yamaha yang beruntung foto bersama usai temu pers terkait undian yang dilakukan PT Yamaha Indonesia Manufacturing.
BERSAMA: Konsumen Yamaha yang beruntung foto bersama usai temu pers terkait undian yang dilakukan PT Yamaha Indonesia Manufacturing.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Yamaha melalui PT Alfa Scorpii mengajak 20 orang yang beruntung untuk menonton Moto GP secara langsung di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang pada 20 Oktober 2019 dan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia pada 3 November 2019 mendatang. Ke dua puluh orang tersebut merupakan pemenang undian yang dilakukan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing beberapa waktu yang lalu.

Dari mereka yang beruntung, 2 di antaranya berasal dari Sumut, yaitu Fajri Andi Arsyani asal Kota Binjai dan Ahmad Surbakti dari Kota Pematangsiantar.

“Mereka yang beruntung karena melakukan pembelian dan pergantian oli Yamalube di Dealer Alfa Scorpii Binjai dan Siantar. Metode pengundian dilakukan secara resmi di depan notaris, kepolisian dan dinas sosial. Pengundian diperoleh dari data konsumen yang mendaftar secara online di website resmi yang disediakan maupun mendaftar secara offline di dealer dan bengkel Yamaha. Dengan hanya membeli Oli Yamalube type apa saja, lalu upload bukti pembelian di website yang disediakan untuk konsumen yang mendaftar online,” jelas Branch Manager PT Alfa Scorpii Binjai, Purwan Leanto, Sabtu (12/10).

Oli Yamalube disebut memiliki kualitas dengan standar tinggi yang sudah bersertifikat SNI. Selain nonton bareng Moto GP, tambah dia, mereka yang beruntung pun diajak untuk mengeksplore Negeri Sakura selama beberapa hari. Rencana perjalanannya pun sudah diatur dan disediakan gratis oleh Yamaha.

“Konsumen hanya perlu menyediakan pasport dan waktu untuk menikmati perjalanan tersebut. Selain Jepang, Yamaha juga akan mengajak 30 orang lagi untuk ikutan nonton bareng di Sirkuit Internasional Sepang sekaligus mengeksplore keindahan Negeri Jiran,” kata dia.

Dia menambahkan, Yamaha melalui divisi part meluncurkan produk baru, yaitu Yamaha Genuine Quality Tire untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

“Ban tubeless yang aman dan berkualitas standar Yamaha ini, dapat digunakan untuk semua jenis motor dan merek. Yamaha telah mengeluarkan beberapa jenis ban dari yang standar sampai premium class ,” beber dia.

Dengan berbagai macam tekhnologi ban, Yamaha memiliki daya mencengkram saat bermanuver maupun cornering. Desain tapak streamline juga dirancang untuk pemakaian jalan basah dan kering, cocok dengan kondisi jalan di Indonesia.

“Harganya cukup terjangkau dan sudah disesuaikan dengan kantong konsumen,” tandasnya. (ted/ram)

Operasi Antik Toba 2019, Ungkap 46 Kasus, 59 Tersangka Diamankan

no picture
no picture

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Selama 2 pekan pelaksanaan Operasi Antik Toba 2019, Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Pelabuhan Belawan dan jajaran, berhasil mengamankan dan memeriksa warga yang terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

“Selama 15 hari, kami berhasil mengungkap 46 kasus, dengan mengamankan 59 tersangka penyalahgunaan narkotika,” ungkap Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, melalui Kasat Narkoba AKP Sukarman, saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (12/10) lalu.

Lebih lanjut Sukarman mengatakan, dari 59 pelaku penyalahgunaan narkotika tersebut, 4 orang merupakan target operasi (TO). Selain itu, menurut perwira berpangkat 3 balok emas ini, pihaknya juga berhasil menyita berbagai barang bukti, seperti 49,3 gram sabu-sabu, puluhan alat isap (bong), puluhan telepon genggam, uang tunai, sedotan kaca, puluhan plastik serbuk putih ukuran klip kecil warna transparan, dan timbangan digital, serta ganja kering seberat 160 gram.

“Kami terus meningkatkan kegiatan rutin untuk memerangi peredaran narkotika, khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan sosialisasi bahaya narkotika, dengan menggandeng sejumlah pihak untuk menekan peredaran barang haram itu,” tegasnya.

“Atas perbuatan para pelaku penyalahgunaan narkotika tersebut, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), atau Pasal 127 (1) huruf a Undang Undang RI Nomor 35/2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Sukarman. (fac/saz)

Terkait Dugaan Korupsi Tapian Siri-siri, Hari Ini, Bupati Madina Diperiksa

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution, dijadwalkan diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), hari ini, Senin (14/10). Dia diperiksa terkait keterlibatan dugaan korupsi pembangunan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu, senilai Rp1,6 miliar.

“Seharusnya 8 Oktober lalu diperiksa. Tapi karena ada kegiatan, bupati tidak bisa datang. Tapi pada 14 Oktober, beliau dipastikan datang melalui surat biro hukumnya,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Minggu (13/10).

Pihaknya pun belum berencana melakukan panggilan paksa, bila seandainya Dahlan tidak hadir memenuhi panggilan. “Apa mau dibilang? Dia (Dahlan) kan dipanggil sebagai saksi, bukan tersangka. Jadi kita tidak bisa memaksakan,” jelas Sumanggar.

“Tapi karena dia kepala daerah, sebaiknya dia datang,” imbuhnya.

Sementara, disinggung nama Dahlan disebut-sebut di dalam persidangan, Sumanggar enggan berkomentar ke arah sana. Sejauh ini, menurutnya, pihaknya hanya fokus pada pemanggilan. “Ya itu sah-sah saja. Kita lihat saja nanti,” katanya.

Sebelumnya, pada persidangan di PN Medan, eks Sekretaris Daerah (Sekda) Madina Muhammad Syafi’i, membenarkan, pembangunan TSS dan Taman Raja Batu adalah inisiatif dari Bupati Madina. Saat dicerca majelis hakim, Syafi’i mengaku, telah menjabat sebagai sekda sejak Juli 2015 hingga Januari 2019. “Awalnya Pak Bupati yang mulai bercerita tentang pembangunan Taman Raja Batu ini, saat bertemu biasa dan rapat resmi pun diceritakan juga,” jelasnya.

Bahkan, Syafi’i juga membenarkan, Bupati Madina, melalui maklumatnya, juga memerintahkan kepada 3 dinas, yakni Perkim, Dispora, dan PU, untuk membuat Daftar Pengajuan Anggaran (DPA). “Maklumat dari Pak Bupati. Isinya surat perintah masing-masing OPD untuk mengajukan DPA,” pungkasnya. (man/saz)

Mayat Wanita Berbaju Merah Keluarkan Darah dari Mulut, Polisi Temukan Bekas Jeratan Tali di Leher

batara tampubolon/SUMUT POS IDENTIFIKASI: Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi jenazah yang diketahui sebagai Painem alias Butet, Minggu (13/10). Korban diduga tewas gantung diri, karena pihak kepolisian tak menemukan bekas penganiayaan di tubuhnya.
IDENTIFIKASI: Pihak kepolisian saat melakukan identifikasi jenazah yang diketahui sebagai Painem alias Butet, Minggu (13/10). Korban diduga tewas gantung diri, karena pihak kepolisian tak menemukan bekas penganiayaan di tubuhnya.
Batara tampubolon/SUMUT POS

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Temuan mayat wanita berbaju merah pada Minggu (13/10) pagi, membuat heboh warga Dusun Blora, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang. Saat ditemukan, kondisi mayat mengeluarkan darah dari mulut, dan terdapat bekas jeratan tali di lehernya.

Personel Polsek Beringin pun mendatangi TKP untuk melakukan identifikasi jenazah korban. Dari bukti awal, diketahui korban bernama Painem alias Butet. Seorang ibu rumah tangga, warga Dusun I, Gang Sekolah, Desa Sukamandi Hilir, Kecamatan Pagarmerbau, Kabupaten Deliserdang.

Pihak kepolisian pun telah meminta keterangan dari sejumlah warga. Di antaranya Untung ( 61), warga RT I Dusun I, Desa Sukamandi Hilir, yang merupakan suami korban. Kemudian Giso (48), warga Dusun Belora, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, serta Suyadi (46 ), seorang buruh bakaran batu bata, warga Dusun III, Gang Belora, Desa Ramonia, Kecamatan Beringin, yang menemukan mayat korban.

Dari informasi yang dikumpulkan, Sabtu (12/10) lalu, sekira pukul 24.00 WIB, korban datang menjumpai saksi Suyadi alias Madon di tempat kejadian perkara (TKP) atau tempat bakaran batu bata, tempat saksi sedang bekerja. Saat itu, korban menanyakan tentang sewa rumah yang telah habis kontraknya. Diketahui, rumah tersebut berlokasi di Pasar I, Desa Karang Anyer, Kecamatan Beringin. Rumah itu disewa oleh saksi untuk tempat tinggal sementara korban.

“Sudah, tempati saja dulu, nanti kita bayar,” ungkap Suyadi menjawab tanya korban. Setelah itu, saksi Suyadi pulang ke rumahnya, dan meninggalkan korban sendiri di TKP.

Kemudian pada Minggu (13/10) sekira pukul 06.00 WIB, saksi Suyadi kembali datang ke kilang bakaran batu bata tempatnya bekerja untuk melaksanakan pekerjaannya. Saat membakar batu bata, saksi Giso, yang hendak pergi ke sawah dan melewati TKP, menemukan korban sudah tergeletak di bawah pohon jambu, sekitaran lokasi kilang bakaran batu bata tersebut.

Saksi Giso pun lantas menjumpai saksi Suyadi, yang sedang bekerja, dan memberitahukan keberadaan korban. Dan mereka pun langsung ke lokasi melihat kondisi korban. Setelah itu, mereka pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Beringin.

Kapolsek Beringin, AKP Bambang H Tarigan menyebutkan, jeratan tali di leher korban, diduga bekas gantung diri, dan tidak dijumpai tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit, untuk mengetahui penyebab kematian korban. Karena itu, kami juga tidak bisa menyimpulkan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan,” tegas Bambang.

Dari TKP, pihak kepolisian mengamankan satu helai selendang berwarna hitam, yang diduga digunakan korban untuk gantung diri. Selain itu, ditemukan satu unit telepon selular merek Mito, sepasang sandal berwarna kuning, satu buah kursi plastik berwarna merah, dan satu buah cangkir plastik. (btr/saz)

Pertahankan 6 Besar Nasional, Kontingen Bapomi Sumut pada Pomnas 2019 di Jakarta

PELEPASAN: Ketua Bapomi Sumut yang juga Rektor Unpab Dr Muhammad Isa Indrawan MM (2 kiri) bersama Gubernur Sumut, Kepala L2Dikti Sumut, dan Ketua KONI Sumut, saat pelepasan kontingen Bapomi Sumut di Kantor Gubernur Sumut.
PELEPASAN: Ketua Bapomi Sumut yang juga Rektor Unpab Dr Muhammad Isa Indrawan MM (2 kiri) bersama Gubernur Sumut, Kepala L2Dikti Sumut, dan Ketua KONI Sumut, saat pelepasan kontingen Bapomi Sumut di Kantor Gubernur Sumut.

Kontingen Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Nasional (Bapomi) Sumut mampu mempertahankan peringkat pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2019 di Jakarta.

Selain mempertahankan posisi 6 besar nasional, Bapomi Sumut juga berhasil menambah raihan medali pada event olahraga yang mempertemukan perguruan tinggi se-Indonesia tersebut.

Pomnas XVI di Jakarta ini, diselenggarakan pada 16-26 September 2019. Bapomi Sumut mengirimkan 107 orang terdiri dari 70 atlet dan 37 official yang dilepas Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, didampingi Kepala L2Dikti Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc PhD, dan Kepala Dispora Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi.

Kontingen Bapomi Sumut bertanding pada 11 dari 19 cabang olahraga yang dipertandingkan.

‘’Yakni atletik, anggar, karate, kempo, pencak silat, gulat, renang, tarung derajat, petanque, judo, dan panjat tebing,’’ ungkap Ketua Bapomi Sumut, yang juga Rektor Unpab Dr Muhammad Isa Indrawan MM, pekan lalu.

Muhammad Isa Indrawan juga menjelaskan, Bapomi Sumut pada Pomnas di Jakarta pada peringkat 6 secara nasional.

‘’Posisi teratas Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Bali, dan Sumut,’’ jelasnya.

Bapomi Sumut meraih 9 medali emas, 9 perak, dan 12 perunggu. Rincian perolehan medali tiap cabang olahraga adalah karate (5 emas, 2 perak, 3 perunggu), atletik (2 emas, 5 perak, 3 perunggu), gulat dan pencak silat (1 emas, 1 perunggu), petanque (1 perak, 2 perunggu), kempo (1 perak), serta judo dan tarung derajat (1 perunggu).

BAPOMI SUMUT: Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi bersama Kepala L2Dikti Sumut, Kepala Dispora Sumut, dan Ketua Bapomi Sumut, serta kontingen Bapomi Sumut pada Pomnas 2019.

Muhammad Isa Indrawan juga menjelaskan, mahasiswa peraih medali di Pomnas berasal dari Unimed (4 emas, 5 perak, 8 perunggu), UMSU (3 emas, 1 perak, 1 perunggu), Unpab (2 emas, 3 perak, 1 perunggu), USU (2 emas), STOK Bina Guna (1 perak, 2 perunggu), dan UISU (1 perak, 1 perunggu).

Kontingen Bapomi Sumut pada Pomnas di Jakarta juga diperkuat mahasiswa Polmed, Politeknik Pariwisata Medan, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis, STIH Graha Kirana, STMIK Triguna Dharma, Universitas Harapan, dan UMA.

‘’Secara peringkat kita tetap sama. Namun ada kenaikan jumlah medali emas. Ada cabang olahraga yang naik dari Pomnas 2 tahun sebelumnya,’’ imbuh Sekretaris Bapomi Sumut Akhwanul Akmal SP MSi.

Begitupun, lanjut Muhammad Isa Indrawan, ada juga yang turun dari sebelumnya. ‘’Secara keseluruhan sesuai target,’’ pungkasnya. (*)