Home Blog Page 6103

Cuaca Ekstrem, Air Selang di Gunung Bromo Jadi Es

Air di dalam selang yang berubah jadi es di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.(Dok Humas TNBTS)
Air di dalam selang yang berubah jadi es di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.(Dok Humas TNBTS)

MALANG, SUMUTPOS.CO – Cuaca di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cukup ekstrem menghadapi puncak musim kemarau. Bahkan, pada Sabtu (4/8/2018) pagi, air yang terdapat di dalam selang atau saluran air di kawasan Gunung Bromo berubah menjadi es.

“Info teman-teman di Bromo tanggal 4 pagi, air di selang di sana jadi es,” kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat, Selasa (7/8/2018).

Sarif menjelaskan, cuaca di kawasan TNBTS memang lebih dingin dari biasanya. Jika dini hari, suhu di kawasan itu bisa menyentuh 4 derajat celsius.

Kondisi itu lebih dingin dari biasanya yang hanya berkisar di 10 hingga 17 derajat celsius. “Terakhir saya di Penanjakan Sabtu sampai Minggu tanggal 4-5 Agustus, pemantauan sekitar jam 2.30 WIB, cuaca sekitar 4 derajat celsius, Mas,” katanya.

Wisatawan yang hendak berlibur ke Gunung Bromo atau Semeru diimbau menyiapkan segala perlengkapannya untuk menahan dinginnya cuaca. “Wisatawan tetap waspada dan antisipasi dengan membawa baju atau jaket untuk meminimalisir hawa dingin,” tuturnya.

Kepala Resort Ranupani pada TNBTS, Agung Siswoyo mengatakan, akhir-akhir ini kerap muncul es atau embun upas di kawasan Ranupani, Lereng Gunung Semeru.

“Kalau kondisi satu minggu yang lalu memang ada fenomena froz atau sering disebut embun upas oleh masyarakat Desa Ranupani. Fenomena ini biasa terjadi pada puncak musim kemarau sekitar bulan Juli dan Agustus setiap tahunnya,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Metereologi Kelas 1 Juanda, Surabaya, Mohammad Nurhuda melalui siaran persnya, Jumat (3/8/2018), menyampaikan Agustus ini seluruh Jawa Timur akan memasuki puncak musim kemarau. Pada saat itu, cuaca pada malam dan pagi hari lebih dingin karena hembusan angin muson yang membawa massa udara dari Benua Australia. (andi/kps)

UUD Baru yang Sangat Yahudi

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Israel punya undang-undang dasar baru. Sejak 19 Juli lalu. Intinya: Israel itu negara Yahudi. Untuk orang Yahudi yang beragama Yahudi.

Geger. Di dalam negeri. Di luar negeri. Kok di zaman modern seperti ini lahir negara jenis itu: hanya untuk ras tertentu yang beragama tertentu.

Jadilah Israel negara yang paling rasialis. Negara Vatikan memang hanya untuk Katolik. Tapi Katolik dari ras apa pun. Banyak negara Islam lahir: tapi tidak untuk satu ras tertentu.

Ini, Israel itu, hanya untuk agama Yahudi dari ras Yahudi. Rasnya Nabi Ibrahim dari istri yang Sarah.

Parlemen Israel memang dikuasai ekstrim kanan. Sebagian orang Israel sendiri malu: kok jadi negara apartheid seperti ini.

Tapi UUD itu sudah sah. Sudah berlaku pula. Protes dan oposisi hanya jadi angin lalu.

Ada 20 persen suku Arab di Isreal. Sebagian besar beragama Islam. Sebagian lagi Kristen. Tidak dianggap berarti. Apalagi yang beragama Druze. Yang hanya dua persen.

Tapi orang Druze tidak tahan. 20.000 orang Druze turun ke jalan. Dua hari lalu. Memprotes UUD itu.

Tentu banyak juga kelompok lain yang protes. Tapi protesnya Druze menarik perhatian.

Mengapa? Druze adalah kelompok minoritas yang paling dekat Yahudi. Juga paling taat pada pemerintahan Yahudi. Kebijakan Israel apa pun tidak pernah ditentang. Loyal.

Agama Druze dulunya Islam. Disebut satu aliran dalam Islam.

Tapi kemudian dimusuhi oleh Islam. Dianggap sesat. Lantas menamakan dirinya menjadi agama sendiri. Agama Druze. Agar tidak lagi dimusuhi Islam.

Mirip agama Baha’i. Yang dulu juga hanya satu aliran dalam Islam. Saya tahu itu: beberapa teman asing saya beragama Baha’i.

Sudah begitu loyalnya Druze ke Israel. Pun diabaikan.

Evakuasi Wisatawan dari 3 Gili di Lombok Selesai

Foto: Reuters/Beawiharta/net TINGGALKAN GILI: Sejumlah turis asing menarik koper milik mereka di pantai, dengan tujuan meninggallkan Gili Trawangan pasca gempabumi berkekuatan 7 SR di di Pulau Lombok Island di Pamenang, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018).
Foto: Reuters/Beawiharta/net
TINGGALKAN GILI: Sejumlah turis asing menarik koper milik mereka di pantai, dengan tujuan meninggallkan Gili Trawangan pasca gempabumi berkekuatan 7 SR di di Pulau Lombok Island di Pamenang, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Proses evakuasi wisatawan, pekerja, dan warga di kawasan wisata Kepulauan Gili yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah selesai dilakukan.

Sejak Selasa (7/8/2018) pagi, Tim Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama TNI AL dan Polisi Air dan Udara (Polairud) lakukan penyisiran di tiga Gili untuk memastikan wisatawan dapat selesai dievakuasi hari ini.

“Intinya proses evakuasi selesai. Setelah tadi malam sampai subuh tadi kami lakukan penyisiran,” ujar Ketua Tim Crisis Center di Lombok, Guntur Sakti, Selasa.

Evakuasi terakhir telah dilakukan terhadap 100 wisatawan mancanegara (wisman) dari Gili Air dengan menggunakan kapal Polisi Air menuju Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. Sementara di Gili Trawangan sudah tidak ada lagi aktivitas evakuasi.

Guntur menjelaskan proses evakuasi dari tiga gili melalui jalur laut, darat, dan udara. Untuk mereka yang dievakuasi melalui jalur laut, sudah diberangkatkan sejak Senin (6/8/2018) malam dari Pelabuhan Bangsal menuju Pelabuhan Benoa.

“Hari ini dinyatakan pemberangkatan seluruh wisatawan di tiga Gili terakhir 16.30 WITA. Lebih 190 orang menggunakan kapal Patagonia. Itu adalah kapal terakhir yang berangkat dari Pelabuhan Bangsal ke Bali,” kata Guntur.

Ia mengatakan kondisi tiga gili di Lombok saat ini tak ada turis. Adapun evakuasi telah dilakukan sejak Senin dan ada sekitar lebih dari 7.000 ribu orang yang dievakuasi dari ketiga Gili. Dalam proses evakuasi, TCC Kemenpar menerjunkan petugas yang terbagi dalam tiga tim yaitu Tim Gili, Tim Posko Dinasparprov, dan Tim Bandara LOP di Bandara Internasional Lombok untuk memberikan bantuan langsung di lapangan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi kepada semua pihak dalam membantu kelancaran evakuasi wisatawan atas musibah gempa Lombok, termasuk kepada maskapai penerbangan yang menambah penerbangan ekstra.

“Kemenpar akan memberikan insentif kepada airlines bila load factor-nya kurang dari 80%. Dengan demikian kita harapkan pelayanan kepada wisatawan di Bandara Internasional Lombok akan lebih baik,” kata Arief di Jakarta, Selasa siang. (anggita/kps)

Pertamina Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Cek Linknya

Logo Pertamina-Ilustrasi.
Logo Pertamina-Ilustrasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) membuka lowongan kerja melalui rekrutmen bimbingan profesi sarjana (BPS) dan experience hired mulai 6 hingga 18 Agustus 2018.

Lowongan kerja itu terbuka bagi mahasiswa yang baru lulus maupun tenaga kerja yang sudah berpengalaman.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, pihaknya membuka rekrutmen karena adanya kebutuhan pekerja yang sangat dinamis.

Hal itu seiring dengan proyek-proyek yang terus dilakukan serta adanya beberapa pekerja yang pensiun secara alamiah.

Dia menambahkan, Pertamina membuka kesempatan bagi para sarjana serta profesional berpengalaman yang memiliki keahlian di bidang seperti project management, research & development, engineer, dan, keuangan.

Latar belakang pendidikan tidak terbatas pada teknik, tetapi juga di bidang manajemen, hukum, dan akuntansi.

“Dengan persyaratan yang kami tetapkan, Pertamina berharap mendapatkan calon pekerja high talent, baik dari sisi teknikal maupun soft skill-nya,” ujar Adiatma, Senin (6/8).

Rekrutmen dibuka secara online dengan mengakses www.pertamina.com atau https://recruitment.pertamina.com.

Seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya. Pertamina mengimbau pendaftar untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang memanfaatkan pembukaan pengumuman rekrutmen.

Dengan pendaftaran online, proses rekrutmen diharapkan lebih cepat, tepat sasaran dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang memenuhi persyaratan awal pendaftaran.

“Kami berharap kandidat yang lolos adalah pelamar yang telah melalui proses penyaringan dan kompetisi yang ketat,” ujar Adiatma. (uji/jpc/jpnn)

Pria kenakan sabuk TNI AL dibunuh di Desa Namorubejahe

Warga Dusun III, Desa Namorubejahe, Kecamatan Kutalimbaru dihebohkan temuan mayat pria dengan kepala dan badan terpisah di areal perkebunan sawit. Hingga kemarin, identitas korban belum juga diketahui. Namun saat ditemukan, jasad pria tersebut mengenakan sabuk (tali pinggang) berlogo TNI Angkatan Laut (AL).

Orang yang pertamakali menemukan jasad korban adalah Pairun (56) warga Dusun Ban Reja, Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Langkat dan temannya, Sumardi (46) pada Minggu (5/8) sore.

Mendapati mayat dikebun tempat mereka bekerja, keduanya pun melapor kepada Dedi Arianto Keliat (32), anak pemilik kebun sawit, hingga diteruskan ke Kepala desa Namorube Julu.

Kabar temuan itu pun sampai ke Polsek Kutalimbaru. Kapolsek didampingi Kanit Reskrim dan Pawas dibantu anggotanya turun ke lokasi temuan mayat. “Kita dapati mayat dalam posisi telungkup dan kepala terpisah dari badan sekitar sejauh 15 meter,”ungkap AKP Martualesi Sitepu, Senin (6/8).

Dikatakan Martualesi, pihaknya cukup kesulitan mengidentifikasi jasad tanpa identitas tersebut, apalagi kepala korban sudah menjadi tengkorak. “Belum ada pula laporan dari pihak manapun soal kehilangan korban. Makanya ini kita masih kesulitan mengidentifikasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Martualesi, adapun ciri-ciri korban yakni berusia sekitar 40-an tahun, mengenakan kemeja merk Cardinal warna putih, celana jeans abu-abu merk Levis dan mengenakan sabuk(tali pinggang) PDH lambang TNI AL.

“Belum ada warga Desa Namorube Julu yang mengenali korban, dan yang merasa kehilangan anggota keluarga. Hingga saat ini kami masih di lapangan melakukan penyelidikan. Kalau soal dia oknum TNI AL belum bisa dipastikan, soalnya siapa saja bisa mengenakan atribut militer,”terang Martualesi.

Kapolsek juga mengimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melihat korban di RS Bhayangkara Polda Sumut atau menghubungi Polsek Kutalimbaru. “ Setidaknya agar kita bisa mendapati informasi sekecil apapun terkait penemuan mayat itu,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, mayat tanpa identitas tersebut diperkirakan sudah tewas 10 hari sebelum ditemukan. Perubahan kepala korban menjadi tengkorak diduga karena gosong akibat dibakar. “Bisa jadi pelaku hendak menghilangkan jejak dengan mempersulit identifikasi korban. Sewaktu ditemukan, kepala korban berjarak sekira 15 meter dari lokasi korban ditemukan,” pungkasnya.

Sementara, Pjs Dispen Lantamal I, Letnan Sidik saat dikonfirmasi terkait temuan mayat pria mengenakan sabuk berlogo TNI AL, mengaku bukanlah personel dari Lantamal I. “Bukan anggota kita, saya sudah coba cek”tegas Sidik. (dvs/fac/han)

Tipikor Binjai Dalami Bukti-bukti

BINJAI,SUMUTPOS-Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Binjai masih mendalami dugaan penyelewengan dana hibah untuk organisasi kepemudaan (OKP). Karenanya, penyidik akan melakukan pemanggilan lanjutan terhadap sejumlah OKP dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Binjai, selaku pengguna anggaran yang mencairkan dana hibah tersebut.

Kanit Tipikor Polres Binjai, Iptu Irvan Pane menyatakan, pemotongan Rp400 ribu setiap pencairan yang dilakukan KNPI kepada sejumlah OKP adalah bentuk unsur pidana. “Kalau ada dasarnya, tidak bisa disalahkan. Artinya ada payungnya. Pidana lah itu (kalau pemotongan tidak ada payung hukum),” kata Pane, Senin (6/8).

Menurutnya, penyidik Tipikor Polres Binjai akan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi dari kalangan OKP dan Dispora Kota Binjai pada Rabu (8/8) mendatang. Pemeriksaan terhadap pegawai Dispora, kata Pane, dilakukan untuk mengetahui jumlah dana yang disalurkan untuk 61 OKP tersebut.

“Karena yang menaungi mereka. Tapi enggak bisa sekaligus (pemeriksaan). Pengusulan juga banyak dari OKP. Kita harus kumpulkan bukti-bukti yang menurut keterangan dia (Arif), itu diserahkan (ke semua yang berhak menerima),” kata Pane.

Menurut dia, penyidik sudah mengumpulkan bahan dan keterangan dari sejumlah OKP yang menerima dana hibah tersebut. Penyidik menduga, tidak semua OKP mendapat dana hibah tersebut.

Pun begitu, kata Pane, Ketua KNPI Kota Binjai Arif Rahman Nasution mengaku telah menyalurkan dana hibah kepada semua OKP tersebut. “Nanti dari hasil hibahnya berapa per OKP, timbul semuanya disitu. Berapa nanti dipotong, berapa dimakan dan berapa dikembalikan ke Pemko. Itu kerugian negaranya berapa kerugian negara,” ujarnya.

Berapa pengembalian yang sudah dilakukan Ketua KNPI Binjai? Irvan Pane menyebut, penyidik masih mendalaminya. “Kalau beberapa OKP tidak menerima itu (dana hibah), mana pengembaliannya.

Itu singkron OKP dan uang yang dihibahkan. Nampak nanti kalkulasinya,” tambahnya. Menurut Irvan, pegawai Dispora dipanggil penyidik guna mengetahui aliran dana kepada OKP tersebut. Apakah dialirkan ke semua OKP yang fiktif atau jelas adanya. “Limper pun, seperak pun enggak mungkin lari,” sambungnya.

Sebelumnya, dugaan penyelewengan dana pembinaan OKP yang disalurkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Binjai kian menguat. Dimana adanya dugaan penyunatan sebesar Rp400 ribu kepada OKP penerima dana pembinaan dengan alasan uang makan dan minum. (ted/han)

Dongkrak Perekonomian dengan Pasar Kecamatan

SOPIAN/SUMUT POS Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhrie Siregar.
SOPIAN/SUMUT POS
Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhrie Siregar.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS-Dalam rangka mendongkrak perekonomian dan menampung para pedagang pasar kaget, Dinas Perdagangan mendirikan pasar di setiap kecamatan yang ada di Tebinggtinggi.

Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi Gul Bakhrie Siregar, mengatakan bahwa pihaknya telah mengoperasikan beberapa pasar kecamatan, yang salah satunya pasar kain di Jalan MT Haryono Kota Tebingtinggi.

Dan tak lama lagi, lanjut Gul Bakhrie, Pasar Kecamatan yang ada di Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan. “Keberadaan pasar ini nantinya menampung seluruh pedagang pasar kaget yang berjualan di sepanjang Jalan Gunung Arjuna,”terangnya.

Dan pihaknya pun sudah membagi los kepada para pedagang. “Nantinya mereka akan melayani pembeli dari Kecamatan Rambutan dan sebagian warga dari kabupaten Sergai, seperti dari Paya Lombang,”sebut Gul Bakhrie, saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (6/8) siang.

Sebagai bentuk keseriusan Dinas Perdagangan, los pasar Mekar Sentosa sudah memasang aliran listrik, kamar mandi, hingga penadataa lahan parker. “Minggu ini pedagang sudah bisa melakukan transaksi jual-beli,”katanya.

Gul Bakhrie pun menepis, adanya isu sejumlah pasar di kecamatan lainnya belum beroperasi dikarenakan ketidakseriusan Dinas Perdagangan.

Dijelaskannya, belum beroperasinya pasar di kecamatan lainnya seperti Kecamatan Bajenis dan Padanghilir dikarenakan belum terpenuhinya fasilitas pasar yakni penyediaan air dan aliran listrik. Sebab pihaknya baru menganggarkannya di P-APBD tahun 2018.

“Setelah semua ada anggarannya, pasti pasar di kecamatan tersebut akan beroperasi,”tegas Gul Bakhrie yang baru 4 bulan menjabat Kadis Perdagangan. (ian/han)

Festival Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang

foto-foto pemko medan for sumut pos DIABADIKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama Konjen Jepang Takeshi Ishii, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Noval Mahyar, Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Lilik Arga Tajana, Ketua AOTS Sumut Khairul Mahali, Wakil Rektor 4 USU Prof Bustami Syam, dan Ketua Medan Japan Club Prof Hiroomi Homma pada pembukaan Festival Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Medan Club, Sabtu (4/8).
foto-foto pemko medan for sumut pos
DIABADIKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama Konjen Jepang Takeshi Ishii, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Noval Mahyar, Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Lilik Arga Tajana, Ketua AOTS Sumut Khairul Mahali, Wakil Rektor 4 USU Prof Bustami Syam, dan Ketua Medan Japan Club Prof Hiroomi Homma pada pembukaan Festival Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Medan Club, Sabtu (4/8).

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, menghadiri Pembukaan Festival Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Medan Club, Sabtu (4/8) lalu. Peringatan tahun ini mengambil tema ‘Perkuat Kemitraan Regional Jepang-Indonesia Menuju Penciptaan Ecosociety di Medan dan Sekitarnya’.

Tampak pula hadir dalam acara ini, Konsulat Jenderal Jepang Takeshi Ishii, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Noval Mahyar, Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Lilik Arga Tajana, Ketua AOTS Sumut Khairul Mahali, Wakil Rektor 4 USU Prof Bustami Syam, dan Ketua Medan Japan Club Prof Hiroomi Homma.

Eldin menyebutkan, tema yang dipilih dalam peringatan ini sangat erat dengan isu lingkungan hidup, yakni tentang masyarakat berwawasan lingkungan. “Tentu masih banyak cara untuk menjaga kelestarian alam. Namun upaya ini harus dilakukan secara terintegrasi dengan semua pihak,” tutur Eldin.

Harus diakui, lanjut Eldin, Indonesia bisa belajar dari Jepang, tentang cara yang bisa ditempuh untuk membangun, tapi tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, memang tidak mudah menjaga kelestarian alam. Seluruh pihak harus secara sadar menjaganya.

Antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, mencari bahan kimia ramah lingkungan, menanam pepohonan, serta sedari dini mengajarkan generasi muda akan pentingnya air bagi kehidupan.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Medan Japan Club, Hiroomi Homma memaparkan, Indonesia dan Jepang telah membuka hubungan diplomatik sejak 1958 silam, dan kedua negara merayakan pembukaan hubungan diplomatik itu setiap 10 tahun.

Tahun ini perayaan itu diadakan di berbagai tempat di Indonesia. Di Medan, Konsulat Jepang di Medan dan Medan Japan Club, melaksanakan peringatan untuk memperkuat hubungan kemitraan internasional kedaerahan di Kota Medan dan sekitarnya. (ris/saz)

DPRD Rembang Belajar Penataan PKL

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Qamarul Fattah, menerima kunjungan kerja (kunker) DPRD Rembang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/8). Selain bersilaturahim, kunker ini juga untuk mendapatkan dan bertukar informasi dalam penegakan peraturan daerah (Perda).

Pimpinan Rombongan DPRD Rembang, Ali Irham menjelaskan, kunjungan kerja ini bertujuan mendapatkan ilmu dan informasi tentang menegakkan Perda terkait penataan pedagang kaki lima (PKL), dan pengelolaan serta penataan aset daerah. Hal ini dinilai penting, karena PKL juga satu sumber pendapatan daerah.

“Kehadiran kami ke sini, untuk mempelajari penataan PKL sesuai dengan ketentuan Perda Kota Medan. Artinya, saat ini kami tengah menyusun Perda tentang penataan PKL. Agar para PKL di Rembang dapat tertata dengan baik. Tentunya dalam menyusun Perda ini, kami memerlukan masukan dari berbagai pihak, termasuk Pemko Medan,” tutur Ali.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, DPRD Rembang juga ingin mengetahui tentang pengelolaan aset daerah, baik itu peraturan yang mengatur tentang pengelolaan maupun regulasi lainnya. “Pengelolaan aset juga perlu kami pelajari, karena saat ini banyak aset yang berada di Rembang kurang mendapat perhatian,” jelasnya.

Sementara Asisten Ekbang Qamarul Fattah yang didampingi Kabag Perekonomian Nasib, dan Kabid Aset Sumiadi, mengucapkan selamat datang ke Kota Medan. Ia berharap, pertemuan ini dapat digunakan untuk saling bertukar informasi demi kemajuan daerah masing-masing.

Dalam penataan PKL, Pemko Medan tetap melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang, agar tidak berjualan di tempat yang dilarang. Selain itu, Ranperda tentang PKL juga telah dirancang bersama DPRD Medan. Untuk malam hari, para PKL diberi tempat berjualan dengan dikoordinasikan pihak kecamatan. Sedangkan untuk pengelolaan aset daerah Pemko Medan memiliki Perda yang mengaturnya,” katanya.

Selanjutnya pertemuan ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan cenderamata oleh DPRD Rembang ke Pemko Medan, serta ramah tamah. (ris/saz)

Pemko Medan Raih Opini WDP

TERIMA: H Syaiful Bahri Lubis menerima berkas LKPD TA 2017 dari Kepala BPK Perwakilan Sumut Vicentia Ambar Wahyuni di Auditorium BPK Perwakilan Sumut, Senin (6/8).
TERIMA: H Syaiful Bahri Lubis menerima berkas LKPD TA 2017 dari Kepala BPK Perwakilan Sumut Vicentia Ambar Wahyuni di Auditorium BPK Perwakilan Sumut, Senin (6/8).

Pemko Medan mendapat penilaian opini wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Sumut, atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017, Senin (6/8). Belum lengkapnya pendataan aset yang dilakukan menjadi satu penyebab Pemko Medan belum mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Hal ini terungkap saat Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, yang diwakili Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, menerima hasil pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2017 dari Kepala BPK Perwakilan Sumut Vicentia Ambar Wahyuni di Auditorium BPK Perwakilan Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.

Selain Pemko Medan, hasil pemeriksaan LKPD juga diberikan kepada Ketua DPRD Medan Jhon Henry Hutagalung, diwakili Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli. Usai menerima hasil pemeriksaan LKDP tersebut, Pemko Medan diharapkan dapat menindaklanjuti apa yang menjadi kendala, sehingga gagal mendapatkan opini WTP.

Selain Pemko Medan, Ambar juga menyerahkan hasil pemeriksaan LKPD kepada Pemkab Mandailing Natal dan Pemkab Padanglawas, yang diterima masing-masing Sekda dan Wakil Ketua DPRD-nya. Penyerahan hasil pemeriksaan LKPD disaksikan jajaran inspektorat dan auditor dari BPK.

Ditemui usai acara, Syaiful mengatakan, belum berhasilnya Pemko Medan mendapatkan opini WTP, karena masih ada yang harus dilakukan perbaikan terkait masalah aset. Ia juga mengatakan, aset yang dimiliki Pemko Medan sampai saat ini belum terdaftar dengan baik dan lengkap. “Inilah yang menjadi persoalan, sehingga Pemko Medan belum mendapatkan opini WTP. Masih ada dokumentasi pencatatan aset itu kurang lengkap, padahal itu harus lengkap. Itu tidak terlepas dari masa lalu, bukan kesalahan orang yang sekarang. Jadi kami akan terus melakukan perbaikan dan mencari dokumen untuk melengkapinya,” jelas Syaiful.

Selanjutnya Syaiful mengatakan, apa yang menjadi kekurangan dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukana auditor BPK Perwakilan Sumut, akan terus ditindaklanjuti. “Dengan kemauan dan kerja keras dari seluruh jajaran Pemko Medan, serta bimbingan penuh dari BPK Perwakilan Sumut, kekurangan itu akan dipenuhi. Insha Allah tahun depan Pemko akan mendapat penilaian opini WTP,” ungkapnya optimis.

Sebelumnya, Ambar dalam sambutannya, usai menyerahkan hasil pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2017, berharap, sepeninggalan dari ruang Auditorium BPK Perwakilan Sumut, Pemko Medan, Pemkab Madina, dan Padanglawas, segera menindaklanjuti apa yang menjadi kekurangan maupun permasalahan sesuai hasil pemeriksaan.

Ambar mengingatkan, waktu yang dimiliki untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan masih cukup panjang, terutama bagi Pemko Medan, terkait masalah aset. “Sekarang masih Agustus 2018. Tentunya untuk mencapai Februari dan Maret 2019, masih sangat panjang.

Tapi jika tindak lanjut baru dilakukan ketika kami (BPK) masuk melakukan pemeriksaan pada Januari tahun depan, waktunya sangat mepet, karena masalah aset meliputi satuan kerja (satker) dan BPP2 yang ada di kelurahan di seluruh Medan,” tegas Ambar. (ris/saz)