Home Blog Page 6104

Joki Balap Liar Tewas Hantam Dump Truk

ISTIMEWA/SUMUT POS TEWAS: Joki balap liar, Benny Wijaya tewas usai menabrak bagian belakang dump truk, Minggu (5/8).
ISTIMEWA/SUMUT POS
TEWAS: Joki balap liar, Benny Wijaya tewas usai menabrak bagian belakang dump truk, Minggu (5/8).

Benny Wijaya (23) meregang nyawa saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi. Itu usai sepeda motor yang ditungganginya menabrak bagian belakang mobil dump truk.

Peristiwa terjadi Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kelurahan Rantau Laban, Kecamatan Rambutan. Tepatnya di depan SMA Negeri 2 Kota Tebingtinggi, Minggu (5/8) sekira pukul 04.00 WIB.

Kanit Lakalantas Polres Tebingtinggi Ipda M Samosir membenarkan peristiwa tersebut.

“Ya benar. Korban warga Jalan Sukarno Hatta Lingkungan III, Kelurahan Tambangan Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Mengalami luka berat dan meninggal dunia,” ujar Samosir kepada Sumut Pos via selular, Senin (6/8).

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi di lokasi diketahui, korban saat itu mengendarai sepeda motor Suzuki Satria tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, diketahui bahwa korban saat itu sedang mengikuti balap liar,” jelasnya.

Korban datang dari arah Tebingtinggi menuju Medan dengan kecepatan tinggi. Setibanya di TKP, korban diduga tidak memerhatikan dump truk (nomor polisi-nya tidak diketahui) berjalan satu arah di depannya. “Sehingga sepeda motor yang dikendarai korban menabrak bak bagian belakang dump truk tersebut,” jelas Samosir.

Akibat kejadian itu, korban tewas saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi.

“Sedangkan dump truknya masih dalam lidik. Karena langsung pergi meninggalkan lokasi usai kejadian,” pungkasnya.(ian/ala)

Sejoli Produksi dan Edarkan Uang Palsu

INTEROGASI: Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis menginterogasi sejoli yang memproduksi uang palsu, Senin (6/8).
INTEROGASI:
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis menginterogasi sejoli yang memproduksi uang palsu, Senin (6/8).

BELAWAN,SUMUTPOS – Guntur Harahap (27) dan kekasihnya Anik br Damanik (46) diringkus petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Keduanya telah memproduksi dan mengedarkan uang palsu di wilayah Medan Utara.

Dari tangan sepasang kekasih yang menetap di Lorong Pancur, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, polisi mengamankan beberapa barang bukti.

Diantaranya, mesin printer, kertas A4, pisau cutter, ratusan lembar uang pecahan 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu dan 10 ribu.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan SH MH mengatakan, kedua tersangka merupakan sepasang kekasih. Keduanya telah memproduksi dan mengedar uang palsu selama 2 bulan.

“Dalam kasus ini, kedua tersangka telah memproduksi, menjual, menyimpan dan mengedarkan uang palsu. Tersangka dijerat Pasal 36 subs 37 UU RI nomor 7 tahun 2011,” kata kapolres.

“Tersangka juga kita jerat Pasal 224 subs 245 juncto 55, 56 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara,” sambung kapolres.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Candra SIK menerangkan, kedua tersangka pencetak dan pengedar uang palsu sudah melancarkan aksinya selama 2 bulan.

Selama bulan ramadan, kedua tersangka sudah mengedar uang palsu. Modusnya, membeli ke warung-warung dengan uang palsu, selanjutnya menerima kembalian dengan uang asli.

“Mereka menukar uang palsu ke warung berpindah tempat, khususnya di Marelan, Medan Labuhan dan Belawan. Itu terus mereka lakukan ke warung-warung setiap hari pada malam hari,” jelas Jerico. Keduanya, ditangkap berdasarkan laporan dari beberapa warung. Dari situ, dilakukan lidik di lapangan.

“Alhasil, keduanya berhasil kita ringkus saat melakukan transaksi di salah satu warung di Belawan,” tuturnya.

Setelah dilakukan pengembangan, dari keduanya diamankan barang bukti uang palsu dengan berbagai pecahan sebanyak Rp26 juta.

“Selama mereka beraksi, sudah ada Rp20 juta diedarkan di masyarakat. Jadi, kita minta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan peredaran uang palsu,” sebut Jerico didampingi Kapolres Pelabuhan Belawan.

Bagaimana cara membuatnya? Jerico mengatakan, keduanya membuat uang palsu itu dengan cara langsung menscan ke mesin printer.

“Mereka langsung scan uang, kemudian dicetak, lalu mereka tukar dengan membeli ke warung,” terang Jerico.(fac/ala)

Ada Ladang Ganja di Lereng Hutan Tigapanah

ISTIMEWA/SUMUT POS BARANG BUKTI: Sebanyak 13 batang ganja diamankan petugas BNNK Karo sebagai barang bukti.
ISTIMEWA/SUMUT POS
BARANG BUKTI: Sebanyak 13 batang ganja diamankan petugas BNNK Karo sebagai barang bukti.

KARO-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo berhasil menemukan ladang ganja di lereng hutan Desa Ajinahe, Kecamatan Tigapanah, Rabu (1/8).

“Penemuan tanaman ganja ini berawal dari kecurigaan relawan kita yang sering melihat kalau ada warga selalu menghisap ganja. Karena curiga, ia berhasil menyelidiki dan mendapat informasi jika ada tanaman ganja di lereng hutan yang berjarak 2 kilometer dari desa,” ujar Kepala BNNK Karo AKBP Heppy Karo-karo, Jumat (3/8) di ruang kerjanya.

Mendapat laporan, petugas langsung bergerak cepat untuk mencapai lokasi ladang. Tim melakukan perjalanan dengan melintasi hutan dan jalan yang sulit.

“Bersyukur, operasi ini berlangsung dengan aman dan lancar. Di lokasi seluas 2 hektare, kita menemukan pohon ganja sebanyak 17 batang berbagai ukuran,” kata Heppy.

“Sebelum pencabutan, kita melakukan pengintaian terlebih dahulu untuk mengetahui siapa pemiliknya. Tapi tak kunjung ada, namun begitu petugas tetap melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Di lokasi, pohon-pohon ganja setinggi 70 cm dan 3 batang ukuran kecil yang ditemukan petugas langsung dicabut dan dikumpulkan sebagai barang bukti. Ia berharap, setelah dicabutnya tanaman ganja itu, mudah-mudahan tidak ada lagi tanaman ganja di aeral hutan tersebut.

“Barang bukti telah diamankan dan dilaporkan ke kantor Kejaksaan Negeri Karo. Apakah nantinya akan dimusnahkan di BNNK Karo atau di Kejaksaan. Untuk sementara, kita masih melakukan penyelidikan siapa pemilik ladang ganja itu sehingga belum ada tersangka,” tutupnya.(deo/ala)

Tepergok Satroni Alfamart, Maling Ditinggal Kawan

BELAWAN,SUMUTPOS – Kepergok menyatroni Alfamart, Joko Muliono (38) kelabakan. Apesnya, warga Jalan TM Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan itu ditinggal kabur oleh rekannya.

Peristiwa terjadi di Alfamart, Jalan Stasiun, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (5/7) pukul 02.45 WIB.

Subuh itu, Joko dan rekannya Indra menyatroni gerai warlaba 24 jam. Keduanya masuk melalui asbes.

Sayang, aksi dua maling itu kepergok salah seorang karyawan bernama Rahmat. Keduanya kelimpungan dan berusaha kabur.

Namun, Joko berhasil ditangkap. Sedangkan Indra kabur meninggalkan rekan seprofesinya.

Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Belawan. Petugas yang datang langsung memboyong Joko ke Mapolsek Belawan.

Kapolsek Belawan, Kompol B Pasaribu mengatakan, tersangka telah diamankan dengan barang bukti sebo dan topi.

“Teman tersangka yang kabur, masih kita lidik,” kata B Pasaribu.(fac/ala)

Adik Sekda Binjai juga Dilaporkan Menipu Warga Lain

Pantas saja Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), Mursadiq Daulay kerap bolos dinas di Kantor Camat Binjai Kota. Pria yang mengemban amanah sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Binjai Kota ini memang bandal.

Pasalnya, oknum ASN yang disebut-sebut adik kandung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Mahfullah Daulay tersebut dilaporkan atas kasus yang sama. Laporannya kini sedang ditangani Polsek Binjai Kota.

Kanit Reskrim Polsek Binjai Kota, AKP J Perangin-angin membenarkan adanya laporan polisi dari pelapor Hengky (47). Warga Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota itu melaporkan Mursadiq Daulay pada Selasa 20 Maret 2018.

“Kasusnya masih penyelidikan,” ujar Perangin-angin, Senin (6/8).

Menurut dia, dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Mursadiq tentang kepengurusan surat tanah. Kali ini, Mursadiq ambil kesempatan pada pengurusan sertifikat program nasional (Prona). Dalam perkara ini, kata Kanit, korban dirugikan sebesar Rp43 juta. “Keduanya saling kenal, berkawan pun. Cuma Binjai Kota belum ada prona, tapi dia pernah. Tanah sudah diukur dan segala macamnya sudah diurus,” jelasnya.

Hingga kini, Mursadiq Daulay baru sekali memenuhi panggilan penyidik. Untuk panggilan kedua dan seterusnya, Mursadiq mangkir.

“Sampai ke Medan kami melacaknya. Bahkan, minta sama orang Polda juga. Dicari melalui GPS juga sudah,” pungkasnya.

Terpisah, korban penipuan dan penggelapan surat tanah, Nilwan Sahputra (42) menilai Camat Binjai Kota Erni Siswati adalah sosok yang munafik.

Penilaian warga Jalan T Imam Bonjol, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota itu diutarakan karena Erni menyaksikan penyerahan uang Rp20 juta untuk mengurus sertifikat tanah yang hingga kini tak kunjung selesai. Uang tersebut diserahkan kepada Mursadiq Daulay.

“Munafik camat itu kalau dia ngaku enggak tahu soal dana Rp20 juta yang sudah saya berikan ke Sekretaris Camat. Itu ada saksinya. Karena awalnya saya urus SK Camat, ya Camat juga lah yang nawari urus jadi sertifikat. Munafik dia kalau nggak tahu,” ujar Nilwan dengan nada kesal, Senin (6/8).

Menurutnya, perangkat Kecamatan Binjai Kota sudah seperti anak-anak saja tingkahnya. Pasalnya, dia merasa dibola-bola.

Sementara, Camat Binjai Kota, Erni Siswati yang ditemui ketika keluar dari ruang Sekretaris Daerah terlihat tergesa-gesa meninggalkan Balai Kota. Soal uang Rp20 juta yang diberikan Nilwan, Erni mengaku tidak tahu sama sekali.

“Saya sama sekali enggak tahu. Sudah lah ya, enggak tahu saya,” pungkas Erni.

Diberitakan sebelumnya, Camat Binjai Kota Erni Siswati mengaku tidak tahu menahu soal uang Rp20 juta yang diberikan Nilwan kepada Mursadiq. “Saya sama sekali enggak tahu. Sudah lah ya, enggak tahu saya,” pungkas Erni.

Dugaan penipuan ini telah dilaporkan ke Polres Binjai. Nilwan Sahputra melaporkan Mursadiq Daulay atas tuduhan penggelapan surat tanah miliknya yang berukuran 14×30 meter. Laporan Nilwan diterima dengan Nomor 195/VII/2018/SPKT C Res Binjai.(ted/ala)

Sarjana Peternakan Praktik Dokter Gigi

ist/Sumut Pos MERUNDUK: Rudini Arif, dokter gigi gadungan merunduk menahan malu saat dipaparkan Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, Senin (6/8).
ist/Sumut Pos
MERUNDUK: Rudini Arif, dokter gigi gadungan merunduk menahan malu saat dipaparkan Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut, Senin (6/8).

Praktik dokter gigi gadungan digerebek polisi, Sabtu (21/7). Setelah diperiksa, Rudini Arif S.Pt (27) hanya bergelar Sarjana Peternakan.

“Subdit IV Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut menangkap seorang dokter gigi gadungan. Tersangka Rudini Arif S.Pt hanya seorang Sarjana Peternakan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (6/8).

Rudini ditangkap di Jalan Setia Luhur, No 177 A, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia. Tempat tersebut merupakan rumah sekaligus tempat praktik tersangka.

“Sebelum ditangkap, tersangka diketahui telah berpraktik sejak tahun 2015,” ungkap Tatan kepada wartawan. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mengaku mengalami malpratik di klinik gigi Rudini.

“Selanjutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan di tempat praktik. Polisi dibantu informan yang menyaru sebagai calon pasien pura-pura memiliki keluhan gigi,” jelasnya.

Setelah calon pasien memasuki ruangan praktik dokter gigi dan duduk di kursi unit praktek gigi, polisi langsung memasuki kamar praktik gigi itu.

Petugas melihat Rudini sedang melakukan perawatan dan pengobatan gigi terhadap seorang pasien. Warga Jalan Bambu II Kiri No 115, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur itu sempat berdialog dengan petugas.

Di dalam ruangan praktik, petugas menemukan alat-alat yang lazim digunakan untuk praktik gigi.

Beberapa di antaranya berupa 1 set TCD, 1 set Tool Kit, 1 kotak alginate, 1 set mikro motor, 1 kotak alat cetak, 1 set scallet, 2 buah kaca mata pasien, 1 set suction, 1 buah handuk alas, 1 set Dental Unit, 1 set Bahan Gigi, 2 ember, 1 kotak masker karet warna hijau, 1 kotak sarung tangan karet warna pink dan kaca mulut.

“Tersangka saat itu sedang memakai masker karet warna hijau dan sarung tangan karet warna pink sembari memegang peralatan kaca mulut yang akan digunakan menangani pasien yang sedang menjalani perobatan gigi. Sehingga langsung dilakukan penangkapan,” terangnya.

Tatan juga menyatakan, Rudini menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain. Kesannya seolah-olah ia adalah seorang dokter atau dokter gigi, ditambah papan nama baju yang bertuliskan drg Rudini Arif.

Saat ini, Rudini masih diperiksa. Dokter gigi gadungan ini dijerat dengan UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 77. Serta UU RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 78 sebagaimana dimaksud dalam 73 ayat 1 dan Pasal 73 ayat 2, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp150.000.000,00.

“Untuk tindak lanjut, kita akan memanggil saksi-saksi yang terkait dalam praktik perawatan dan pengobatan gigi yang dilakukan tersangka, memanggil Dinas Kesehatan Kota Medan, mengundang Ahli dari IDI Cabang Medan,” tandas Tatan. (man)

Perekonomian Sumut Naik 5,02 Persen

KONFERENSI: Suasana kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut saat mengadakan konferensi pers terkait dengan pertumbuhan ekonomi Sumut di Medan.
KONFERENSI:
Suasana kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut saat mengadakan konferensi pers terkait dengan pertumbuhan ekonomi Sumut di Medan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumut menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara (Sumut) pada semester I 2018, tumbuh sebesar 5,02 persen. Pertumbuhan eknomi ini, diukur berdasarkan kenaikan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010.

Hal itu diungkapkan Plh Kabid Neraca Wilayah Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Sabar Harianja. Ia mengatakan semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi secara nasional sebesar 5,17 persen.

“Secara nominal,perekonomian Sumut yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada Semester I-2018 mencapai Rp359,71 triliun, sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp250,83 triliun,” ucap Sabar dalam jumpa pers di Kantor BPS di Medan, Senin (6/8) siang.

Sabar mengklaim bahwa pertumbuhan perekonomian Sumut ter-tinggi pada lapangan usaha jasa pendidikan sebesar 8,94 persen, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 8,29 persen dan jasa perusahaan sebesar 8,01 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen pengeluaran konsumsi LNPRT yang tumbuh sebesar 9,09 persen.

“Berdasarkan pendekatan produksi, perekonomian Sumut pada semester I-2018 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,09 persen, industri pengolahan 20,28 persen, serta perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepedamotor 18,36 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut mencapai 59,73 persen terhadap total PDRB Sumut,” paparnya.

Dari sisi pengeluaran, Sabar menjelaskan, ekonomi Sumut Semeter I-2018 yang tumbuh 5,02 persen dibanding Semester I-2017, terjadi pertumbuhan positif pada beberapa komponen pengeluaran diantaranya pengeluaran konsumsi LNPRT 9,09 persen, pembentukan modal tetap bruto 7,17 persen, konsumsi rumah tangga 5,81 persen, dan konsumsi pemerintah 5,72 persen.

“Sedangkan aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 53,92 persen. Komponen lainnya yang memiliki peranan besar terhadap PDRB adalah ekspor barang dan jasa sebesar 35,14 persen, PMTB 30,85 persen, impor barang dan jasa 29,36 persen,” jelasnya.

Bila dibandingkan terhadap Triwulan I-2018 (q to q), ekonomi Sumut Triwulan II-2018 meningkat 2,18 persen. Dari sisi sektoral, lapangan usaha administrasi pemerintahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 4,52 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 10,26 persen.

“Secara nominal, PDRB sumatera Utara Triwulan II-2018 atas dasar harga berlaku mencapai Rp182.018,37 miliar dan PDRB atas harga konstan 2010 mencapai Rp126.768,48 miliar,” tutur Harianja.(gus/ram)

PPH Final UMKM Mencapai Rp581 Triliun

MEDAN,SUMUTPOS -Pada semester pertama 2018, pajak pendapatan hasil (PPh) final UMKM dengan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 581,54 triliun atau 40,84 persen dari target yang ditetapkan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jendral Pajak, Robert Pakpahan pada acara Dialog Interaktif Perpajakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018, yang dilaksanakan di Medan, Kamis (2/8) siang.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, penerimaan pajak bertumbuh besar 13,99 persen. Namun, jika kita pengecualian penerimaan uang tebusan amnesti pajak yang kita terima pada semester I 2017, pertumbuhan kita mencapai 16,73 persen dari seluruh jenis pajak,” ucap Robert.

Robert mengungkapkan sebe-lumnya pemerintah memutuskan untuk memberikan kemudahan dari segi tarif bagi pelaku UMKM. Kemudian, ia menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah terkait UMKM.

“UMKM tulang punggung perekonomian, ekonomi kita didominasi UMKM. Baik unit usaha, tenaga kerja dan produk domestik,” jelas Robet.

Ia mengungkapkan kewajiban pembukuan juga untuk mendorong pelaku UMKM untuk mengadministrasikan bisnis/usahanya.”Dengan baik dan transparan sehingga dapat naik kelas menjadi usahawan yang kredible dan bankable,” pungkasnya.(gus/ram)

Unpri Siap Hadapi LIMA Basketball National 2018

ist LATIHAN: Tim Unpri saat berlatih persiapan menghadapi LIMA Basketball National 2018.
ist
LATIHAN: Tim Unpri saat berlatih persiapan menghadapi LIMA Basketball National 2018.

MEDAN- Tim Universitas Prima Indonesia (Unpri) siap menghadapi LIMA Basketball National 2018 yang berlangsung di GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Kamis (9/8) mendatang. Untuk itu, latihan intensif pun dilakukan guna meningkatkan kondisi fisik dan mental seluruh pemain.

Menurut pelatih Unpri, Jenny, walau berhasil menjadi juara pada fase conference lalu, tim Unpri merasa memiliki dua catatan penting yang harus mereka perbaiki. Perbaikan sektor pertahanan dan komunikasi antarpemain menjadi dua hal wajib untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Kekurangan tim kami ada di sektor pertahanan dan komunikasi dalam pertandingan. Tim perlu diajari kembali dasar-dasar permainan baik secara individual maupun menyeluruh,” ujar Jenny.

Jenny memprediksi persaingan di LIMA Basketball National 2018 akan lebih ketat. Pasalnya seri ini akan mempertemukan para juara dari setiap conference, mulai dari Greater Jakarta, West Java, Sumatra, Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference hingga East Java.

Namun Jenny yakin timnya akan meraih hasil terbaik.“Soal besar peluang, kami pasti tetap optimistis, tetapi target kami tidak muluk-muluk. Target kami ialah semifinal. Namun, kami tidak menutup kemungkinan lebih baik kalau berbuat yang terbaik,” kata Jenny.

Rencananya, jajaran pelatih akan bertolak lebih dulu ke Surabaya pada Selasa (7/9) untuk menyiapkan kebutuhan tim dan masalah administrasi. Seluruh pemain tim basket Unpri menyusul satu hari setelahnya, Rabu (8/9), dan bersiap untuk acara pembukaan LIMA Basketball Nationals 2018 keesokan harinya.

Unpri lolos ke LIMA Basketball National 2018 setelah berhasil menjuarai LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference, yang digelar pada Juli lalu. Saat itu, di partai final melawan STIE Eka Prasetya, Unpri berhasil menang melalui pertandingan yang ketat dan berakhir dengan skor 47-36.

Ini merupakan kali kedua bagi Unpri lolos ke LIMA Basketball Nationals, setelah terakhir mereka lolos pada tahun 2016. (dek/don)

Siap Tularkan Semangat Muda hingga ke Pelosok Desa

teks/foto: Diva suwanda/sutan siregar BERSAMA: Seluruh relawan Cakra AHY Sumut berfoto bersama usai mendeklarasikan Relawan Cakra AHY Sumut di Roda 3, Jalan Sei Serayu, Senin (6/8).
teks/foto: Diva suwanda/sutan siregar
BERSAMA: Seluruh relawan Cakra AHY Sumut berfoto bersama usai mendeklarasikan Relawan Cakra AHY Sumut di Roda 3, Jalan Sei Serayu, Senin (6/8).

Sejumlah anak muda dari berbagai latar belakang profesi mendeklarasikan diri menjadi Relawan Cakra AHY Sumut. Kehadiran anak-anak muda ini menginginkan hadirnya pemimpin muda, berkharisma, berprestasi dan memiliki kemampuan di dunia International.

Ketua Cakra AHY Sumut Herry Siswan Sinaga SAg MA mengatakan, setelah dideklarasikannya Cakra AHY di Jakarta pada pekan lalu, mereka juga mendeklarasikan Cakra AHY Sumut. Hal ini perlu dilakukan karena semangat muda harus ditularkan ke banyak anak-anak muda di Sumut.

Dia menyebutkan, masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh perilaku pemilih muda. Hal itu disebabkan oleh bonus demografi dimana saat ini masyarakat Indonesia didominasi kaum muda.

Pada 2019, jumlah pemilih muda (rentang umur 17-35 tahun) diperkirakan mencapai 100 juta orang atau 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Bahkan, pada rentang 2025-2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di mana jumlah kaum muda diperkirakan mencapai angka 70 persen.

Di sisi lain, Indonesia kini menghadapi pelambatan ekonomi, melemahnya daya beli dan krisis lapangan kerja. Saat inilah Indonesia membutuhkan pemimpin muda untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaannya. Dia berharap, kalangan muda Indonesia, merasa terpanggil untuk terlibat dalam melakukan perubahan.

“Hari ini kami melihat sosok pemimpin muda ada dalam diri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam diri AHY ada energy positif anak muda Indonesia bangkit, semangat ini yang rencananya terus kami tularkan ke banyak anak muda di Sumut, sehingga kita semua anak Muda Indonesia bersatu untuk membangun kekuatan,” katanya dalam konfrensi pers dalam acara deklarasi Relawan Cakra AHY Sumut, Senin (6/8).

Heri memaparkan, Relawan Cakra AHY Sumut ini ditujukan untuk mengkonsolidasikan anak-anak muda yang sepaham dan ingin bergerak bersama dari seluruh Indonesia dalam payung organisasi relawan, menguatkan jejaring relawan AHY di tingkat nasional hingga tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia sebagai elemen penting dalam pemenangan AHY sert mengagungkan untuk pencawapresan AHY pada tahun 2019 sebagai representasi pemimpin muda, sehingga gaungnya menjadi lebih nyata dan dapat dipertimbangkan sungguh-sungguh oleh para elite politik pengambil keputusan.

Demi perjuangan mulia ini, Relawan Cakra AHY berikrar, pertama, setia mendukung dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia atas dasar Pancasila dan UUD 1945. Kedua, berjanji mewujudkan visi Indonesia Emas: Indonesia yang aman, damai, adil, sejahtera, maju dan mendunia. Ketiga, selalu berada di garis terdepan menanamkan semangat patriotisme abad 21 dan nilai-nilai ksatria. Keempat, sebagai penggerak generasi muda yang kreatif dan terbuka terhadap perubahan serta siap bersatu padu untuk bekerja keras dan pantang menyerah demi mencapai cita-cita bersama.

“Alhamdulillah Cakra AHY Sumut juga diisi kalangan ulama muda yang turut serta bergabung demi membawa semangat muda AHY ke banyak orang. Sejumlah ulama muda ini mengaku tertarik dengan energi positif dan rasa salut terhadap raihan prestasi pendidikan serta pengalaman di dunia International yang dimiliki oleh sosok Agus Harimurti Yudhoyono. Kami sangat bangga sekali ternyata ulama muda satu tujuan sama kami untuk menularkan semangat muda menjadi kekuatan anak bangsa hingga ke pelosok desa,” kata Heri.

Sekretaris Umum Cakra AHY Sumut Pangeran SE MSP mengatakan, AHY tidak terlepas dari Sumatera Utara, karena isterinya berdarah batak. AHY juga potret yang mewakili anak muda Indonesia. Untuk itu, Relawan Cakra AHY Sumut akan membentuk relawan di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Dia menambahkan Cakra AHY tidak mengikat pada organisasi tertentu, parpol tertentu dan professional tertentu. Melainkan sisi positif semangat muda AHY yang akan ditularkan dan dibawa hingga pelosok-pelosok negeri. “Semangat muda AHY penting ditularkan ke banyak orang sebagai bagian untuk menaikkan mental anak bangsa dalam mengejar mimpi-mimpi indah di masa depan,” ucapnya.

Pangeran menyebutkan, prestasi pendidikan dan militer yang dimiliki AHY harus dibagi ke banyak orang, sehingga semua anak bangsa berani berkompetisi, berani mengemukakan pendapatnya dan berani bertindak atas dasar pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki.

Diketahui setidaknya Relawan Cakra AHY sudah terbentuk di enam kabupaten/kota. Pada kesempatan itu keenam pimpinan kabupaten/kota itu menegaskan kesiapannya untuk menularkan semagat muda ke daerah-daerah.

Ketua Relawan Cakra AHY Kota Medan, Damri Tambunan, dalam deklarasi itu mengatakan peran pemuda yang aktif diperlukan untuk membangun negara. Dia menyebut, Medan dengan 21 kecamatan dan 151 kelurahannya terdiri dari masyarakat yang heterogen, tergabung dari sejumlah suku.

Menurutnya, AHY sebagai pemuda berusia 40 tahun cukup berani mengambil resiko untuj maju sebagai Cawapres. “10 Agustus ini pendaftaran Capres dan Cawapres akan ditutup dan mudah-mudahan AHY menjadi Cawapres,” katanya.

Sementara Ketua Cakra AHY Simalungun mengaku bangga bergabung dengan komunitas Cakra AHY. Menurutnya, komunitas itu adalah wadah untuk membentuk karakter pemuda. “AHY sebagai sosok muda memiliki energi, intelektual dan memiliki disiplin dimana dulunya dia seorang militer,” katanya.

Sementara itu, Relawan Cakra AHY Labuhanbatu Utara, Rifin, mengatakan AHY adalah representase anak muda yang menyongsong Indonesia emas 2045. Dengan bonus demografi 80 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif, sebagai sosok pemuda, AHY layak menjadi pemimpin di Indonesia sebagai poros baru dan semangat baru perubahan di Indonesia. “Untuk itu, saya siap untuk mengajak pemuda-pemuda di Labura agar mendukung AHY bilamana dia resmi menjadi Cawapres di Pilpres 2019,” katanya.

Selanjutnya, Ketua Chakra AHY Kota Binjai, Putra Nasution siap membuktikan orang muda dapat memajukan Indonesia. Dia menegaskan siap mengajak muda-mudi di Binjai untuk mendukung AHY. “Mudah-mudahan dan patut kita dukung, AHY bisa membawa perubahan. Saya siap membangun semangat pemuda di Kota Binjai untuk mengawal AHY,” katanya.

Semangat serupa juga muncul dari Ketua Cakra AHY Mandailing Natal, Harun Nasution, siap menyamakan visi dan misi Relawan Cakra AHY di 23 kecamatan Kabupaten Madina
“Visi dan misi saya tegas untuk mengajak warga masyarakat di sana bersatu untuk maju mendukung AHY menuju indonesia emas sebagai calon wakil presiden,” sebutnya.

Terakhir Ketua Chakra AHY Kabupaten Deliserdang, Fredi Tambunan, menyebut siap menyamakan menyampaikan dan menelurkan persepsi kepada pemuda di kabupaten itu untuk memilih AHY.

“Saya akan berusaha dan berupaya untuk menyatukan persepsi pemuda di Deliserdang agar sepaham mendukung pemimpin muda yang energik,” pungkasnya. (*)