Pagi Buta, Enam Bangunan Terbakar di Parluasan

Sumatera Utara
Kebakaran-Parluasan.
Kebakaran-Parluasan.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Kebakaran melanda 6 bangunan di Jalan Patuan Nagari simpang Jalan Musyawarah, Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Rabu (30/11/2016) sekira pukul 00.30 WIB. Enam bangunan yang terbakar ini adalah toko sembako, warung kopi, warung nasi, bengkel, dan dua unit rumah.

Belum diketahui dari mana api bersumber. Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemko Siantar dan PT STTC hingga mobil water canon Polres berjibaku memadamkan api.


Berdasarkan keterangan dari salah satu korban kebakaran, Jahotman Purba, kejadian tersebut terjadi saat dirinya tidur usai berjualan sekitar pukul 00.45 WIB.

Jahotman menceritakan, dirinya mengetahui adanya kebakaran setelah mencium bau asap.

“Saya kan lagi tidur. Terus kok ada bau tak enak. Pas bangun sudah api semua di dekat ruko saya, dan langsung bangunlah,” ucapnya.

Jahotman mengaku dirinya tak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya. “Yang penting selamatlah dulu, sampai baju saya pun habis semua. Pas saya keluar, bagian samping rumah juga sudah habis terbakar,” ucapnya.

Jahotman memperkirakan dirinya mengalami kerugian hingga Rp 1,8 miliar.

“Karena rumah saya ini memanjang dan bagian depan tempat jualan sembako, semua habis terbakar,” ucapnya.

Jahotman juga memperkirakan kebakaran ini terjadi karena adanya hubungan arus pendek listrik.

“Tapi saya tak tahu dari mana asalnya. Pasalnya begitu keluar rumah, semua sudah terbakar,” paparnya.

Kapolsek Siantar Utara AKP Poltak Simatupang mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Dugaan sementara (kebakaran) karena hubungan arus pendek (korslet) dari lantai 2 (loteng) ruko (grosir/sembako),” ungkapnya ditemui wartawan di Mapolsek Siantar Utara.

AKP Poltak menyatakan, menurut salah satu saksi yakni Jahotman Purba pemilik rumah toko (ruko) (grosir/sembako) awalnya melihat asap mengepul di bagian depan lantai dua yang dijadikan sekaligus rumah.

“Katanya dia (Jahotman), lihat asap sudah banyak ngepul dari loteng (tingkat dua) di depan ruko. Di situpun entah bagaimana kondisi kabel-kabel listriknya, ada yang gini, gini, ntahlah,” kata Poltak.

AKP Poltak menjelaskan bahwa mereka saat ini sedang menyellidik kasus kebakaran tersebut. “Tidak ada korban jiwa, namun kerugian sementara ditaksir Rp 1,5 miliar,” kata AKP Poltak.

AKP Poltak menyampaikan bahwa untuk memadamkan kebakaran ini petugas menurunkan unit pemadam kebakaran (damkar) milik Pemko Siantar, PT STTC dan Amored Water Canon (AWC) milik Polres Siantar. Api baru dapat dipadamkam sekitar dua jam.

“Ada (damkar) dari Pemko, lima unit kalau enggak salah, dua unit (damkar) dari PT STTC, dan water cannon kita,” ungkap Kapolsek. (tmc)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *