Pakkat Juga Nikmat untuk Lalapan

Metropolis Shaum Ramadan

MEDAN – Pakkat atau biasa disebut dengan pucuk rotan muda, mungkin sudah tak asing di telinga. Pakkat sejatinya sering menjadi konsumsi masyarakat sebagai menu di bulan Ramadan. Tidak hanya untuk berbuka namun Pakkat juga sering dijadikan sebagai menu bersahur.

Bagaimana sebuah rotan bisa dijadikan bahan makanan, tentunya ada proses yang harus dilalui. Hal ini coba dijelaskan Dahlan Siregar (57) selaku pedagang pakkat, atau pedagang musiman yang biasa menjajakan Pakkat di  Jalan Serdang.


Menurut Dahlan, untuk setiap batang pakkat yang memiliki panjang sekitar 60 sampai 70 meter, tidak semua batangnya bisa dikonsumsi. Melainkan hanya sekitar dua jengkal tangan orang dewasa saja yang bisa dikonsumsi. Bagian ini disebut dengan embut atau bagian yang lembut dari sebuah rotan muda. “Jadi embutnya ini enaknya kalau dianyang. Selain itu embut ini juga enak walaupun hanya direbus dan dijadikan lalapan yang ditemani cabai rawit dan kecap saja,”terangnya.

Untuk menghasilkan embut yang gurih dan nikmat sambung Dahlan, setiap batang pakkat harus melewati proses pembakaran terlebih dahulu,  dengan durasi sekitar lima menit lamanya.(uma)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *