Pascanatal, Tak Ada Lonjakan Covid, Angka Kesembuhan di Sumut Capai 84,66 Persen

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascallibur Natal 2020, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) belum menemukan lonjakan kasus baru virus corona. Penambahan kasus baru Covid-19 di Sumut relatif masih masa dengan penemuan kasus baru harian yang terjadi. 

TINJAU GEREJA: Plt Kabag Agama Setda Kota Medan, Agus Mariono meninjau pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) jelang berlangsungnya kegiatan ibadah pada malam Natal, Kamis (24/12). Hasilnya, pihak gereja telah menerapkan prokes dengan baik.
TINJAU GEREJA: Plt Kabag Agama Setda Kota Medan, Agus Mariono meninjau pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) jelang berlangsungnya kegiatan ibadah pada malam Natal, Kamis (24/12). Hasilnya, pihak gereja telah menerapkan prokes dengan baik.

ANGKA kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan setiap minggunya. Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut Mayor Kes dr Whiko Irawan SpB menyampaikan, tercatat saat ini angkanya sudah mencapai sebesar 84,66 persen.


“Angka kesembuhan ini meningkat 0,56 poin dari minggu sebelumnya yang sebesar 84,10 persen,” ungkapnya, Senin (28/12).

Berbanding sebaliknya, terhadap angka kematian, Whiko menyebutkan, persentasenya terus mengalami penurunan. Saat ini, tercatat sebesar 3,77 persen atau menurun 0,01 poin dari minggu sebelumnya sebesar 3,78 persen.

Sementara itu, berdasarkan update yang dilakukan akumulasi angka kesembuhan sudah mencapai 15.162 orang. Kemudian angka konfirmasi positif sebanyak 17.892 orang dan penderita yang meninggal sebanyak 674 orang. “Dari data ini diketahui, jumlah penderita atau kasus aktif Covid-19 yang ada di Sumut ada sebanyak 2.056 orang. Jumlah ini terdiri dari 1.489 penderita yang melakukan isolasi mandiri dan 567 melakukan isolasi di rumah sakit,” jelasnya.

Namun begitu, Whiko mengaku, Pemerintah Provinsi Sumut terus mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuat perayaan malam pergantian tahun baru 2021. Sebab hal itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

“Karena kita harus terus berupaya tetap sehat tanpa Covid-19. Untuk itu kita harus selalu laksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan imun dengan makan teratur, istirahat yang cukup serta berolahraga dan mengkonsumsi vitamin,” pungkasnya.

Terpisah Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah memaparkan, pada Senin (28/12) didapatkan 82 kasus baru dari 15 Kabupaten/Kota di Sumut. Jumlah terbesar didapatkan dari Kota Medan dengan 38 orang, Deli Serdang 19 orang dan Serdang Bedagai sembilan orang.

Sedangkan terhadap angka kesembuhan, didapatkan penambahan sebanyak 83 orang dari 6 Kabupaten/Kota. Penambahan terbanyak diperoleh dari Kota Medan dengan 34 orang, diikuti Gunung Sitoli dengan 23 orang dan Tapanuli Utara 13 orang. Selanjutnya pada angka kematian didapatkan penambahan dua orang. Masing-masing diperoleh dari Kota Medan dan Batu Bara.

“Perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Untuk itu, tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat guna memutus rantai penularan virus corona. Paling tidak, dengan menjalankan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun,” tandasnya.

3 Kabupaten Kembali ke Zona Hijau

Sebelumnya, Aris Yudhariansyaah juga mengungkapkan, ada tiga kabupaten di Sumut yang kembali ke zona hijau yakni Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Menurutnya, ketiga kabupaten di Kepulauan Nias tersebut kembali ke zona hijau karena tidak ada penambahan kasus Covid-19. “Terhitung sejak pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2020, hingga kini, tidak ada penambahan kasus Covid-19 di kabupaten itu,” ujar Aris.

Disebutkannya, sebelumnya jumlah kasus orang yang terpapar virus corona di Kabupaten Nias Selatan sebanyak 82 orang. Sebanyak 80 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 2 orang lagi masih menjalani isolasi. “Untuk kasus di Kabupaten Nias Utara, dari 10 akumulasi kasus terkonfirmasi, terdapat 9 pasien yang sembuh dan Nias Barat dari jumlah akumulasi 16 kasus konfirmasi, secara keseluruhan sudah sembuh,” jelasnya.

Menurutnya, ada 2 kabupaten yang berada pada zona kuning (risiko sedang) Covid-19, dan jika ditangani secara baik maka akan kembali ke zona hijau. Kedua kabupaten itu adalah Padang Lawas serta Padang Sidimpuan. “Untuk Padang Lawas dari jumlah terkonfirmasi sebanyak 50 orang, sebanyak 41 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Sebanyak 6 orang lagi sedang menjalani isolasi,” jelasnya.

Begitu juga dengan kasus terkonfirmasi di Kota Padangsidimpuan, dari 191 kasus konfirmasi 178 orang sembuh dan 9 orang meninggal. Sebanyak 4 orang lagi masih menjalani isolasi.

Gubsu: Terimakasih Rakyat Sumut

Sementara, Gubsu Edy Rahmayadi memberi apresiasi tinggi kepada seluruh rakyat Sumut, terutama selama pelaksanaan Natal, karena masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Terimakasih kepada rakyat Sumut. Rakyat kita semakin paham, dan rasa toleransinya semakin bagus,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Senin (28/12).

Menurut Edy, kondisi itu membuktikan bahwa masyarakat Sumut sudah semakin dewasa, sehingga bisa saling menghargai kegiatan-kegiatan ibadah dari masing-masing umat beragama. Di samping itu, mantan Pangkostrad pun merasa salut dengan kepatuhan para umat kristiani yang melaksanakan ibadah Natal di gereja dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sebab bila tingkat kesadaran masyarakat tetap tinggi, ia optimis angka penularan virus Corona di Sumut akan semakin menurun. Apalagi, saat ini pertambahan pasien Covid-19 di Sumut tetap konsisten di angka 70-an orang setiap harinya. “Mereka diberitau agar tetap melakukan 3M. Berarti rakyat sudah cukup mengerti dan memahami. Kita berharap dapat akan terus ditingkatkan, sehingga Covid-19 ini reda, bahkan tiada di Sumut,” ujarnya.

Sementara untuk malam pergantian tahun nanti, Gubsu kembali ingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang justru dapat melanggar protokol kesehatan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berdiam di rumah, sembari berdoa agar pandemi Covid-19 di Sumut bisa berakhir.

“Saya berharap tidak ada kegiatan-kegiatan berlebihan di malam tahun baru. Kita bersyukur kepada Tuhan saja dari rumah masing masing. Atau kalau memang perlu ke tempat ibadah, harus tetap perhatikan protokol kesehatan, 3 M, yaitu menyuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” tegasnya.

2021, Anggarkan Covid-19 Tetap Dialokasikan

Pada tahun 2021, Pemprov Sumut tetap mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 khususnya bidang kesehatan apabila kondisi Covid-19 belum membaik. Karena kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Pemprov Sumut.

“Kesehatan prioritas, berarti kita menyiapkan kembali dana mengantisipasi tentang kondisi kesehatan. Kesehatan jelas dampaknya ekonomi,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai mengikuti Refleksi Akhir Tahun APBN 2020 secara virtual, di Rumah Dinas Gubernur, Senin (28/12).

Selain itu, kata Gubsu, Pemprov Sumut juga akan mengupayakan segala kekurangan di bidang pangan, seperti stok bawang merah, bawang putih, cabai dan sebagainya. “Kekurangan ini harus kita bahas kembali,” katanya.

Gubernur mengakui, akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan pembangunan, khususnya beberapa program prioritas pembangunan Sumut terganggu. Dana APBN tahun 2020 untuk Sumut sebesar Rp7 triliun yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah direncanakan pun harus disesuaikan dengan kondisi pandemi. “Program prioritas itu ada ketenagakerjaan yang harus kita bangkitkan, pertanian, peternakan, pariwisata, serta infrastruktur. Itu semua terganggu akibat adanya Covid-19. Kita tidak boleh berhenti, kita hadapi ini dengan seksama dan harus bahu-membahu serta bergandengan tangan sehingga kita mampu keluar dari kesulitan ini,” ujar Edy Rahmayadi.

Di atas rata-rata nasional

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Sumut yang saat ini berada di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III berada di posisi minus 2,60% year on year (yoy), sementara nasional berada di posisi minus 3,49 % (yoy).

“Kuartal ketiga di Sumut minus 2,60 persen, lebih tinggi dari nasional minus 3,49 persen. Terima kasih kepada Pak Gubernur atas leadership-nya, namun ini perlu terus diperhatikan sebab Sumut memiliki peran penting yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera,” kata Hadiyanto.

Selain itu, Hadiyanto berharap kepada pemerintah daerah dan kementerian/lembaga untuk segera mengeksekusi program dan kegiatan APBD 2021, sehingga dapat mempercepat penanganan Covid-19 di daerah. Menurutnya peran belanja negara sangat penting mendorong percepatan penanganan Covid-19. “Diharapkan semua kementerian, lembaga dan Pemda dapat menjalankan langkah strategis guna mempercepat penanganan Covid-19 di daerah,” ujar Hadiyanto.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Sumut Tiarta Sebayang mengatakan, refleksi tersebut diadakan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi performa APBN 2020, serta pemberian masukan pelaksanaan anggaran 2021. “2020 merupakan tahun yang ekstraordinary dan luar biasa. Tahun ini kita bekerja luar biasa keras dibanding dengan tahun sebelumnya. Kita menyadari dampak Covid-19 sampai saat ini belum menggembirakan,” kata Tiarta. (ris/prn)

loading...