Pasien BPJS Merasa Ditelantarkan Dokter

Metropolis
Palindungan/sumutpos
DIRAWAT: Kemis, tengah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Keluarga seorang pasien BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda, merasa ditelantarkan dokter. Pasalnya, sejak dirujuk dari RSU Royal Prima pada Senin (10/9) sore lalu, pasien atas nama Kemis itu hanya sekali diperiksa dokter.

Ironisnya lagi, saat kondisi pasien berusia 77 tahun itu mengkhawatirkan, berkeringat dingin hingga menggigil serta tidak kunjung dapat tidur, tidak ada tindakan penanganan dari pihak RSU Imelda maupun dokter terhadap pasien tersebut.


“Sejak masuk sini, Senin sore kemarin, baru sekali Bapak kami dipegang Dokter pada malam harinya. Kemari sempat kritis. Herannya, dokter ditelepon tidak angkat. Kata dokter jaganya kalau sudah ditangani Profesor, mereka tidak berani kasih obat,” ungkap Heni Wahyuni (51), putri sulung dari Kemis, ketika ditemui di ruang Mawar 213 RS Imelda, Jalan Bilal, Rabu (12/9) pagi.

Dikatakan Heni, pihak keluarganya menduga ayah mereka terkena demam berdarah (DBD). Sebab, ada bercak merah di tubuh ayahnya. Terlebih, saat di Rumah Sakit Royal Prima, penanganan yang diberikan seperti penanganan pasien DBD, yakni pengambilan sampel darah setiap hari untuk memeriksa trombosit.

Namun, setelah dirujuk ke RSU Imelda, akunya, ayahnya tidak lagi pernah diambil sampel darahnya.”Infus aja baru tadi pagi dikasih. Itupun karena saya minta, agar ada tenaga ayah sedikit. Perawat hanya datang sebentar, memeriksa dan kasih obat, “ sambung Heni.

Atas keadaan itu, kata Heni, pihaknya sempat bermaksud membawa pulang ayah mereka. Namun, pihak RSU Imelda tak bisa memberikan izin karena harus seizing dokter yang menanganinya, Prof dr Azmi S Kar Sp PD KHOM.”Kok gini di sini pelayanannya. Tunggu mati bapak saya rupanya baru datang dokternya. Apa memang seperti ini pelayanan untuk pasien BPJS,” kata Heni.

Humas RSU Imelda, Helen Siregar saat ditemui di Sumut Pos di pusat informasi RSU Imelda mengatakan, penanganan itu sudah sesuai standard dan prosedur. Ketika pasien ditangani oleh dokter lain, terlebih dahulu harus dirujuk oleh dokter yang menangani sejak awal. “Dokter yang menangani itu juga sudah berpesan, kalau ada keluarga komplain, agar dihadapkan pada dirinya. Jadi bukan karena pasien BPJS, kita tidak layani. Bahkan kita mengutamakan pasien BPJS,” ujar Helen. (ain/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *