Pasokan Air PDAM Medan-Deliserdang Berkurang

Metropolis

MEDAN-Kota Medan yang dilanda hujan hampir setiap hari ternyata berbanding terbalik dengan cuaca di beberapa kawasan di Karo seperti RumahSumbul, Laubeng Klewang, Puangaja dan Laukaban yang merupakan kawasan sumber air baku Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sibolangit.

Akibatnya, kapasitas produksi IPA Sibolangit mengalami penurunan antara 80–100 liter/detik. Normalnya kapasitas produksi IPA Sibolangit 600 liter/detik namun saat ini hanya 500–520 liter/detik saja.


Hal ini dijelaskan Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin kepada wartawan menanggapi banyaknya laporan pelanggan terkait air mati di beberapa wilayah pelayanan PDAM Tirtanadi, Senin (13/8). “Akibat musim kemarau yang melanda wilayah sumber air di Kabupaten Karo selama 1 bulan terakhir ini, kapasitas produksi IPA Sibolangit mengalami penuruan,” kata Jumirin.

Menurunnya kapasitas produksi IPA Sibolangit, lanjut Jumirin, mengakibatkan berkurangnya pasokan air kepada pelanggan di beberapa wilayah pelayanan PDAM Tirtanadi terutama wilayah pelayanan yang pasokan airnya bersumber dari IPA Sibolangit.

Adapun wilayah pelayanan yang terkena dampak penurunan kapasitas IPA Sibolangit yaitu Cabang Padang Bulan antara lain Perumahan Puri Adam Malik, Perumnas Simalingkar, Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Jalan Bunga Rinte Raya, Jalan Stella, Jalan Pencawan, Jalan Bunga Pancur Siwa, Jalan Bunga Pancur, Rumah Sakit Jiwa, Jalan Falas Raya, Jalan Karya Wisata, Jalan Karya Jaya, Medan Johor,

Kemudian, Cabang Deli Tua antara lain Perumnas Puteri Deli Namurambe, Perum Harapan Permai Batu Penjemuran, Eks Perum Kowilhan, Jalan Syubrasta Namurambe, Perumahan Tenera, Perumahan Grya Wisata, Jalan Karya Wisata Ujung, Perum Villa Mutiara Johor I (Jalan Karya Wisata), Jalan Tani Bersaudara, Perum Gardenia, Polonia, Jalan BJ. Hamid, Jalan AH. Nasution, Deli Tua dan sekitarnya.

Pernyataan Jumirin ini diamini oleh pemerhati lingkungan yang juga mantan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Abdul Azis.

Kepada wartawan Azis membenarkan bahwa hasil analisis curah hujan dasarian kedua bulan Juli 2018 yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Deliserdang berada pada kategori rendah yakni dibawah 50 mm.

“Mengacu pada data dan peta curah hujan yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Deliserdang, beberapa wilayah di Kabupaten Karo dan Sibolangit mengalami curah hujan yang rendah di bawah 50 mm,” jelas Azis.

Staf Stasiun Klimatologi Deliserdang, Hendri juga mengakui bahwa Sumut pada dasarian kedua periode bulan Juli 2018 curah hujan memang rendah. (adz/azw)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *