Pawai dan Pagelaran Budaya Antar Bangsa di Kota Medan

Metropolis

Pertama di Indonesia

MENARI: Wanita Jepang berpakaian tradisional menari dengan latar lagu Bengawan Solo dalam Pagelaran Budaya Antar Bangsa di Medan Club, kemarin (14/7).
MENARI: Wanita Jepang berpakaian tradisional menari dengan latar lagu Bengawan Solo dalam Pagelaran Budaya Antar Bangsa di Medan Club, kemarin (14/7).
MEDAN- Untuk pertama kali di Indonesia, pagelaran budaya antar bangsa yang diikuti 5 negara diselenggarakan di Medan, Sabtu (14/7)n
Adapun negara yang mengikuti seperti Malaysia, India, Polandia, Jepang, dan Cina.


Pagelaran budaya yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia ini, bertujuan memperkenalkan lebih dalam berbagai budaya Sumut yang beraneka ragam. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mempertahankan budayanya. Dan Sumut yang memiliki keaneka ragaman tersebut mampu mempertahankan berbagai keanekaragaman tersebut,” ujar Wali Kota Medan yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Busral Manan dalam pembukaan Pawai dan Pagelaran Budaya Antar Bangsa di Medan Club kemarin.

Negara peserta dalam pagelaran budaya ini merupakan negara yang memiliki hubungan baik (bilateral) dengan Indonesia. “Karena itu gelaran ini sangat diharapkan bisa menjadi media untuk melestarikan budaya serta mempersatukan antar bangsa. Kita juga bisa sharing informasi,” ujar Ketua Pelaksana Pawai dan Pagelaran Kebudayaan Antar Bangsa I, Rudi Zulham Hasibuan.

Tadi malam, berbagai pertunjukkan budaya berupa tarian ditampilkan. Seperti dari Sumut yang menampilkan budaya dari Batak Toba (Sigale-gale), Mandailing (Marere), dan dari Karo, juga penampilan dari Reog Ponorogo asal Jatim. Tak mau kalah, Jepang juga menampilkan tarian khas negeri Sakura. Wanita dengan baju kimono dan tata rias khas Jepang. Bahkan, dalam salah satu tarian, wanita yang menggunakan baju adat Jepang tersebut menarikan lagu “Bengawan Solo” yang berbahasa Jepang.

Acara yang terselenggara karena kerjasama antara Pemko Medan, LIRA Kota Medan, dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Sumut, serta Kadin Medan, juga diikuti oleh pameran ekonomi kreatif yang diikuti 15 UMKM serta consulate & tourist singing contest.

Walau diselenggarakan dan merupakan kerjasama dengan Pemko Medan, Rudi mengaku bahwa ini bukan program Visit Medan 2012. “Ini murni inisiatif kita. Karena selama ini, pawai dan pagelaran yang ada tidak pernah melibatkan konsul,” ujar Rudi. Dan dirinya berharap, event ini nantinya akan menjadi agenda tahunan dan tahun depan dapat terselenggara berskala nasional serta diikuti konsul yang lebih banyak.
Awalnya, Cina bersedia untuk mengikuti pagelaran budaya ini. Tetapi karena suatu hal, akhirnya dibatalkan. Sebelumnya, pada pagi hari berbagai mobil hias dipertunjukkan yang menampilkan daerah yang menjadi kebanggaan masing-masing negara. Seperti Malaysia yang menyediakan mobil dengan hiasan gambar Tanjung Perak. (ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *