Pebasket Nasional Tetap Optimis

Metropolis

JAKARTA- Pelaksanaan degradasi di pelatnas basket putra proyeksi SEA Games 2011 tinggal menghitung hari. Menurut rencana, agenda penciutan tim tersebut bakal diumumkan Senin (2/5) lusa. Meskipun, awalnya jajaran pelatih bermaksud melakukan degradasi hari ini (30/5).

“Jajaran pelatih rupanya masih harus melakukan rapat dengan manajemen dan PB Perbasi. Jadinya akan diumumkan Senin nanti,” terang Fictor Gideon Roring, asisten pelatih timnas saat ditemui setelah sesi internal game di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) tadi malam (29/4).


Meski begitu, semua pemain menyatakan optimismenya untuk terpilih menjadi bagian dari Pelatnas jilid kedua. Para penggawa Timnas sama-sama yakin takkan terdegradasi. Termasuk para pemain yang baru kali pertama dipanggil menjalani training center (TC) SEA Games.

“Saya itu selalu optimistis. Pokoknya asal menunjukkan kemampuan terbaik. Tapi semuanya tergantung pelatih,” ucap small forward asal Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knights Rachmad Febri Utomo.

Hal yang sama diungkapkan point guar Mario Gerungan. Penggawa Dell Aspac Jakarta tersebut juga tak takut untuk bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih berpengalaman. Di posisi point guard sendiri bercokol nama-nama beken. Yakni Mario Wuysang, Faisal Julius Achmad serta Kelly Purwanto. Dibanding tiga pemain itu, Gerungan jelas bukan siapa-siapa. Ini adalah kali pertama dirinya bisa merasakan TC di Timnas.
“Kalau memang tak terpilih, saya sudah mendapatkan banyak pelajaran selama di TC ini. Saingan memang berat. Hanya usaha esktrakeras yang menjadi modal saya agar terpilih,” tegas Gerungan.
Pelatih kepala Rastafari Horongbala sendiri menyatakan senang dengan sikap optimistis anak asuhnya. Menurutnya, sikap seperti itu yang akan membuat tim menjadi kuat.

“Ya baguslah kalau mereka semua optimistis seperti itu,” tegas Rastafari.
Lelaki yang juga pelatih Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta tersebut mengaku masih kesulitan untuk menentukan enam pemain yang bakal didegradasi. Meskipun, para pemain itu sudah menjalani empat sesi internal game.
“Banyak pertimbangan yang harus dilakukan. Karena itu, kami tak boleh mengambil keputusan dengan gegabah,” tegas Rastafari. (ru/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *