Pecahan 5.000 dan 2.000 Paling Diminati

Metropolis
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Seorang warga menukarkan uang pecahan di lap.Benteng Medan, Senin (13/6) Mendekati lebaran sejumlah Bank menyediakan penukaran uang pecahan.

MEDAN, ,SUMUTPOS.CO -Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah membuka layanan penukaran uang pecahan besar dan pecahan kecil menjelang lebaran tahun ini. Dalam layanan penukaran tersebut, uang pecahan Rp5.000 dan Rp2.000 paling diminati.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso mengakui bahwa kebutuhan uang pecahan yang paling diminati oleh masyarakat adalah pecahan Rp5.000 dengan jumlah sebanyak 4.145 pak (1 pak 100 lembar). Selanjutnya, pecahan Rp2.000 (3.592 pak), Rp10.000 (2.580 pak) dan Rp20.000 (1.037 pak).


“Layanan penukaran uang telah dibuka sejak 29 Mei lalu sampai 22 Juni di Lapangan Benteng Medan. Kemudian, dalam layanan ini kita bekerja sama dengan 15 bank umum yang menyediakan mobil kas kelilingnya,” ujar Arief dalam ramah tamah bersama insan pers di salah satu rumah makan Jalan Pattimura Medan, kemarin.

Diutarakannya, penukaran uang tidak hanya dilakukan di lokasi tersebut. Melainkan, melakukan layanan penukaran uang di 4 pasar tradisional yaitu Pasar Sukaramai, Pasar Halat, Pasar Petisah dam Pasar Sambas. Dalam layanan penukaran uang yang dilakukan sejak 5 s/d 8 Juni totalnya sebesar Rp994.400.000.

“Penukaran uang yang dilakukan pada pasar tradisional, pecahan yang paling diminati adalah pecahan Rp2.000 (662 pak). Lalu pecahan Rp5.000 (616 pak), Rp10.000 (358 pak) dan Rp20.000 (98 pak). Dengan demikian, hal ini berarti bahwa pasar sangat membutuhkan uang pecahan kecil dan berbeda karakternya dari masyarakat yang menukar di Lapangan Benteng,” sebut Arief.

Menurut dia, dari seluruh kegiatan penukaran uang baik di Lapangan Benteng maupun pasar tradisional, uang pecahan yang paling diminati adalah Rp5.000 (4.761 pak). Selanjutnya, Rp2.000 (4.254 pak), Rp10.000 (2.938 pak) dan Rp20.000 (1.135 pak).

“Diyakini tren penukaran uang pecahan tersebut akan terus tumbuh sampai layanan ini berakhir pada 22 Juni mendatang. Diprediksi peningkatan penukaran terjadi pada pekan depan. Untuk waktu aktivitas penukaran uang yang paling banyak dilakukan pada pagi hari mulai pukul 09.00 WIB. Sedangkan siang harinya sekitar pukul 11.00 WIB relatif berkurang atau sepi,” paparnya.

Dia mengatakan, pada program layanan tahun ini pihaknya menyiapkan Rp4,3 triliun. Sejauh ini, hingga Rabu (7/6) kemarin perbankan telah menarik kebutuhan penukaran uang sebanyak Rp2,1 triliun (Rp2.136.410.000).

Dari jumlah Rp2,1 triliun yang disalurkan ke perbankan, 74,4 persennya atau Rp1,5 triliun (Rp1.588.500.000) untuk kebutuhan Uang Pecahan Besar (UPB). Dengan rincian, pecahan Rp100.000 (Rp843 miliar) dan pecahan Rp50.000 (Rp745,5 miliar).

Sedangkan sisanya 25,6 persen untuk Uang Pecahan Kecil (UPK) atau Rp547.910.000. Rinciannya antara lain pecahan Rp20.000 (Rp161.200.000), Rp10.000 (Rp183.700.000), Rp5.000 (Rp144.950.000) dan Rp.2.000 (Rp58.060.000).

Sementara, penukaran uang yang kita lakukan bersama dengan perbankan atau 15 bank umum di Lapangan Benteng sejak 29 Mei s/d 8 Juni, telah mencapai Rp7,4 miliar (Rp7.473.300.000).

“Dalam penukaran uang ini mulai mengalami peningkatan pada Senin lalu (5/6) hingga mencapai Rp969 juta. Kemudian meningkat lagi pada hari berikutnya di angka Rp,1,5 miliar dan Rp2 miliar lebih. Hal berarti terjadi tren penukaran uang yang signifikan,” pungkasnya. (ris/ila)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *