Peduli K3L, PLN UIW Sumut Gelar Pelatihan Damkar

Metropolis
PADAMKAN API: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra, berupaya memadamkan api pada kegiatan simulasi pelatihan pencegahan kebakaran di kantor PLN UIW Sumut, Kamis (3/9/2020).


MEDAN,SUMUTPOS.CO-PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut menggelar sosialisasi dan simulasi pencegahan dan pemadam kebakaran, di kantor PLN UIW Sumut, Kamis (3/9/2020). Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan merefresh pengetahuan akan bencana.

Pelatihan yang diikuti oleh pegawai dan tenaga alih daya ini menggandeng Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan. Pelatihan ini merupakan agenda rutin sebagai salah satu bentuk kepedulian PLN atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).


General Manager PLN UIW Sumatera Utara, M Irwansyah Putra menyampaikan, bahwa  K3L merupakan modal utama dalam setiap proses bisnis. Terlebih, PLN sebagai salah satu perusahaan dengan tingkat resiko yang tinggi. “Saya harapkan seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan serius, karena resiko selalu dekat dengan kita, terutama kebakaran yang dapat terjadi kapanpun,” tegas Irwansyah.

Dikatakannya, PLN sangat concern atas K3L. Hal ini terbukti dengan adanya organisasi dan jabatan khusus untuk menangani K3L. Namun demikian, menjaga dan melindungi seluruh asset dan sumberdaya perusahaan merupakan tanggung jawab setiap insan PLN.

Sementara itu, Senior Manager SDM dan Umum, Eddy Irawan menyampaikan, untuk lebih mengaplikasikan pengetahuan akan pencegahan dan pemadam kebakaran, pelatihan ini akan diisi dengan perlombaan antar bidang.

Eddy juga mengingatkan seluruh peserta untuk selalu melaksakan prosedur K3L. “Meskipun kantor PLN UIW Sumut telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran, namun kita harus tetap mengingat dan melaksanakan prosedur pencegahannya,” tutur Eddy.

 Di kesempatan tersebut, Kepala Dinas P2K Kota Medan, Albon Sidauruk menyampaikan apresiasi karena setiap tahun PLN selalu melakukan sosialisasi dan pelatihan. 

Menurut Albon, pelatihan ini sangat membantu tugas P2K karena peserta akan mengetahui bagaimana mencegah kebakaran. “Minimal peserta sosialisasi juga bisa membagikan ilmu yang sudah didapatkan kepada keluarga, terlebih ke lingkungan sekitarnya. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi, sehingga tidak akan banyak kerugian materi maupun korban jiwa,” pungkas Albon. (rel/ila)

loading...