Pekan Ini, Cuaca Ekstrim Masih Landa Medan

Metropolis

Hidari Keluar Rumah Menjelang Petang

Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi hal itu dipengaruhi topograpi Sumatera Utara khususnya Kota Medan  yang diapit oleh Selat Malaka dan Pegunungan Bukit Barisan.  “Hujan deras disertai dengan angin kencang masih akan terjadi pekan ini,” kata Kepala Data dan Informasi BMKG Stasiun Polonia Medan, Mega Sirait, Senin (8/10).


Menurutnya, hujan yang terjadi di Sumut merata dan yang paling tinggi di wilayah pesisir Pantai Timur seperti Kota Medan, Deliserdang, Langkat, Sergai dan Asahan.
“Daerah tersebut juga berpeluang terjadinya hujan deras disertai angin kencang,” jelasnya.

TUMBANG: Papan reklame tumbang dihantam angin saat hujan deras  Jalan Jamin Ginting .//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
TUMBANG: Papan reklame tumbang dihantam angin saat hujan deras di Jalan Jamin Ginting .//TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Diakuinya, penyebab utamanya karena arus udara masuk sehingga uap air cukup tinggi dan kondisi udaranya menjadi labil sehingga pembentukan awan cukup kuat.
Menurutnya, hujan di Kota Medan cenderung terjadinya siang, sore dan malam hari. Makanya, warga Kota Medan diimbau agar tak keluar rumah siang menjelang petang, karena banjir dan hujan disertai angin kencang khususnya di pinggiran dan daerah perkotaan ditakutkan pohon tumbang seperti pekan kemarin.

Untuk jarak pandang, Mega mengakui, jarak pandang sekitar 1 km. “Cuaca ekstrim sudah mengganggu karena disertai angin kencang. Tapi untuk jarak pandang penerbangan sudah mengganggu penerbangan. Untuk jarak pandang bagi pengendara roda dua dan roda empat masih aman dan diminta tetap waspada saat hujan turun dan minta untuk berteduh saja,” jelasnya.

Untuk suhu, kata Mega, pagi hari yakni 27-28 derajat celsius, siang hari suhu maksimalnya 32 derajat celsius dan malam hari suhu 24-28 derajat celsius.

“Kecepatan angin masih berada di kisaran 25 knot atau sekitar 37 km per jam. Daerah yang berpotensi longsor yakni Langkat, Dairi, Karo, Taput dan Tapteng,” bebernya.

Berhak Dapat Ganti Rugi

Sementara puing-puing pepohonan dan papan reklame yang bertumbangan, saat disapu hujan diikuti angin kencang yang melanda Kota Medan, Minggu (7/10) petang kemarin, mulai dibersihkan. Pantauan di lapangan, Senin (8/10) siang, 20 batang pohon yang ada di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sei Bekala, Kecamatan Medan Selayang sudah disingkirkan dari  badan jalan. Sebagaimana diketahui, pohon tumbang di Jalan Ngumban Surbakti itu sempat memakan korban dua pengendara sepeda motor. Kedua korban yang tertimpa batang pohon Akasia mengalami patah kaki.

Begitu juga dengan kanopi di empat ruko Jalan Ngumban Surbakti yang roboh, juga sudah mulai dibersihkan oleh pemilik ruko. Dalam peristiwa ini, patahan kanopi sempat menghancurkan mobil pribadi milik Nasution yang sedang terparkir di ruko nomor satu. “Bersihkan sendirilah bang. Mau minta bantuan sama siapa,” ujar Nasution.

Di kawasan Jalan Jamin Ginting Pasar III, sebuah bilboard tumbang akibat angin kencang disertai hujan lebat juga sudah diangkat dari badan jalan. Meski bilboard tumbang itu tidak sempat memakan korban, namun kejadian ini sempat memacetkan lalulintas di sepanjang Jalan Jamin Ginting.

Sebuah tiang listrik, di samping markas Polsek Medan Baru juga sudah disiingkirkan dari lokasi. Sebagaimana diketahui, tiang listrik yang tumbang itu telah menimpa satu unit mobil Baleno BK 252 warna biru. Mobil tersebut sedang terparkir saat tiang listrik tumbang. Informasi yang dihimpun, pemilik mobil melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polsek Medan Baru.

Sementara, sebuah pohon mangga berdiameter lebih 30 cm di Jalan Prof HM Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Medan Perjuangan yang tumbang juga sudah disingkirkan dari badan jalan. Dibantu warga, pihak Dinas Pertamanan memotongi kayu dengan mesin chain saw.

Tidak sedikit korban mengalami kerugian akibat hujan deras diikuti angin kencang yang melanda Medan, kemarin. Ada yang mobilnya tertimpa tiang listrik dan ada juga yang mobilnya tertimpa papan reklame yang tumbang. Seperti yang dialami, Chairul (52), warga Jalan Mustafa, Karakatau. Dia harus menanggung rugi akibat plat seng pengikat papan iklan reklame Club Mild terjatuh menghancurkan kaca depan mobil Taft GT BK 1746 HM, miliknya. Dia dan isterinya juga mengalami luka ringan akibat serpihan kaca.

Saat itu, Chairul hendak menghadiri pesta di rumah temannya. Dia melintas dari belakang kawasan Plaza Medan Fair, kemudian melintas Jalan Sekip masuk Jalan Gatot Subroto. Persis di persimpangan Bundaran Majestik traffic light menyala merah. Dia pun menghentikan laju kendaraannya dibelakang deretan mobil lainnya. Tanpa diduga sebuah papan reklame yang terbuat dari seng, tumbang menghantam mobil miliknya. Karena kejadian ini, Chairul meminta pertanggungjawaban pemilik papan reklame menganti kaca mobilnya yang rusak berat tersebut.

Menurut pengamat tata kota, Jaya Arjuna, korban akibat baliho maupun tiang listrik yang tumbang berhak mendapatkan ganti rugi.  Dia menyebut, orang yang paling bertanggungjawab akaibat kejadian itu adalah pemilik papan reklame. “Kalau korban pohon tumbang, ngadunya ke Pemko. Kalau tiang listrik ngadunya ke PLN dan kalau korban papan baliho ngadunya ya ke pemilik papan reklame itu,” ujarnya, Senin (8/10) siang.
Jaya menilai, cuaca ekstrim seperti ini adalah sebagai imbas pengrusakan lingkungan yang dibuat ulah manusi itu sendiri. “Adanya perubahan iklim, kita tidak bisa membendungnya lagi. Manusia yang merusak lingkungan, akhirnya terjadi seperti ini. Tidak ada yang disalahkan dalam hal ini,” katanya.

Jaya menyebut, kedepan Pemko Medan harus lebih ketat lagi melakukan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang ada di tengah kota, ataupun memperketat pemasangan papan reklame di bahu jalan. “Dalam hal ini Dinas Pertamanan harus sering memonitor perkembangan pohon-pohon yang ada di badan jalan. Begitu juga dengan pemasangan Baliho, harus terus dimonitor. Jangan sembarangan masangnya, yang bisa berakibat fatal terhadap setiap pengendara yang lewat,” ungkapnya.

Jaya menambahkan, kedepan jangan sampai baliho dipasang melintang di jalan. Baliho-baliho itu harus dipasang sejajar dengan bangunan, agar lebih kokoh. “Paling gak ini bisa meminimalisasi. Rancanglah kekutannya agar tidak setiap angin kencang datang, papan-papan baliho itu bertumbangan. Perhatikan beban dinamisnya, agar tidak ada lagi yang menjadi korban,” pungkasnya.

Camat dan Lurah Dilarang Tinggalkan Wilayah

Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk tidak meninggalkan wilayah kerjanya masing-masing. Hal ini untuk mengantisipasi  cuaca ekstrim yang kini tengah melanda Kota Medan. Camat dan kepling  juga diwajibkan terus memantau  dan melaporkan semua kondisi yang terjadi di wilayahnya terutama ketika hujan tiba. Bagi camat dan lurah yang mengabaikan instruksi ini maka sanksi tegas menanti.
“Mulai bulan ini saya tidak izinkan ada camat dan lurah yang  meninggalkan wilayah kerjanya. Mereka harus  stand by dan terus memantau wilayahnya, terutama pada saat hujan deras turun dan laporkan setiap kejadian yang terjadi,” kata Rahudman.

Menurutnya, larangan  ini dilakukannya agar camat dan lurah sebagai kepala wilayah bertanggungjawab penuh  dan peduli terhadap wilayahnya. Sejak huajn deras dan angin kencang melanda Kota Medan sering menumbangkan pohon maupun papan reklame sehingga menimpa rumah dan kendaraan warga. Kondisi ini tentunya sangat merugikan masyarakat secara moril maupun materil.

Rahudman  menyampaikan ungkapan kekecewaannya terhadap kinerja camat dan lurah dalam menyikapi cuaca ekstrim.  Dia mendapat laporan ketika hujan deras dan angin kencang menerpa Medan Minggu (7/10) kemarin, camat dan lurah tidak ada  yang melaporkan seolah-olah  tidak ada kejadian di wilayahnya masing-masing.

Padahal tidak sedikit pohon, papan reklame dan tiang listrik tumbang sehingga merugikan warga. Dijelaskannya, camat dan lurah melakukan itu karena mengetahui dirinya tidak berada di Kota Medan.
“Kalau saya tidak ada, kalian  rasa bisa bermain-main, itu salah besar. Apa yang kalian lakukan pasti terpantau. Untuk itu bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan tidak  satupun yang saya izinkan keluar meninggalkan wilayahnya masing-masing. Jika camat dan lurah tidak melaksanakannya, saya akan menjatuhkan sanksi tegas,” ungkapnya.

Selain camat dan lurah, Rahudman juga mengingatkan kepada seluruh Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus siap  dalam menyikapi cuaca ekstrim, termasuk di antaranya pohon maupun papan reklame tumbang. Begitu cuaca ekstrim datang,  semua harus siap menghadapinya. “Saya sendiri sudah menyiapkan mantel untuk turun apabila terjadi  sesuatu,” ungkapnya.

Rahudman mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menyikapi cuaca ekstrim tersebut. Selain itu ketika cuaca ekstrim datang, masyarakat diminta  untuk menghindarinya guna mencegah bahaya yang ditimbulkan. Termasuk, tidak berkenderaan pada saat hujan deras dan angin kencang datang.

Terkait dengan tumbangnya sejumlah papan reklame, Rahudman berjanji akan menertibkan papan reklame yang dinilai sudah tidak layak. Jadi dia akan menggunakan momen ini untuk menertibkan papan reklame, termasuk papan reklame yang sudah berakhir izinnya dan dinilai sudah tak layak berdiri lagi. Ke depan untuk pemasangan papan reklame, harus melibatkan instansi terkait sehingga benar-benar terpantau kualitas pemasangannya. (gus/omi/mag-12/jon)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *