Pelajar SMK Sumut Ditawarkan Magang di Jepang, Kerja 6 Bulan di Panti Jompo

Metropolis
PROGRAM MAGANG:  Gubsu Edy Rahmayadi foto bersama perwakilan perusahaan Hinode Medical Welfare Group di Kantor Gubsu Medan, Senin (9/3).
PROGRAM MAGANG: Gubsu Edy Rahmayadi foto bersama perwakilan perusahaan Hinode Medical Welfare Group di Kantor Gubsu Medan, Senin (9/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tenaga kesehatan, ditawarkan ikut program magang di Jepang. Tawaran itu datang dari Hinode Medical Walfare Group, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan dan makanan berbasis di Perfektur Hyogo, Jepang.

“Tenaga magang tersebut akan dikirim ke panti jompo yang dikelola perusahaan kami selama 6 bulan,” kata Manager Hinode Medical Welfare Group, Manami Kimura, saat audiensi ke Kantor Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Ruang Rapat Lantai 10 Kantor Gubernur Medan, Senin (9/3).


Manager Hinode Medical Welfare Group, Manami Kimura, mengatakan Jepang saat ini kekurangan tenaga produktif, khususnya untuk tenaga kesehatan. Untuk itu, kedatangannya ke Sumut adalah mencari tenaga produktif yang bisa bekerja di perusahaannya.

Kimura menyadari kapabilitas tenaga kerja Indonesia yang baik sehingga pihaknya memilih Indonesia sebagai sumber penyalur tenaga kerja produktif. “Di perusahaan kami ada satu orang Indonesia. Menurut kami anak itu mempunyai kapabilitas yang bagus, sehingga kami tertarik dengan tenaga kerja Indonesia,” ungkapnya.

Gubsu menyambut baik kerja sama yang ditawarkan tersebut

“Kiranya program magang ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di bidang kesehatan,” kata Gubsu Edy Rahmayadi, saat menerima perwakilan perusahaan Hinode Medical Welfare Group.

Apalagi diketahui di Jepang saat ini kekurangan tenaga kerja produktif, sehingga kebutuhan Jepang akan tenaga kerja produktif sangatlah besar.

Selanjutnya, kata Edy Rahmayadi, perlu adanya koordinasi antara perusahaan asal Jepang tersebut dengan Pemprov Sumut atau dinas terkait. Khususnya apa saja yang bisa dilakukan Pemprov Sumut dalam hal itu. “Nanti akan kita siapkan, silakan berkoordinasi dengan dinas-dinas yang ada,” kata Gubernur.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Energi Kadin Sumut, Syahrian Harahap, menyampaikan bahwa sebelum diberangkatkan, tenaga kerja magang haruslah dibekali dengan Bahasa Jepang yang baik sehingga tenaga magang yang diberangkatkan akan memiliki kemampuan yang optimal.

“Kadin Sumut mendukung, mudah-mudahan inilah peluang masyarakat Sumatera Utara bisa go internasional, dan menambah devisa negara,” kata Syahrian.

Turut hadir pada kesempatan tersebut OPD Pemprov Sumut, serta perwakilan Hinode Medical Welfare Group. (rel)

loading...