Pelipur Lara, Bertahan Tiga Tahun, Hingga Target Juara

DBL North Sumatra Series

Cerita dari Tim Dance Honda DBL 2012

TIM Basket Putra SMA Methodist 2 Medan kalah di partai puncak Honda DBL 2012 North Sumatera Series oleh keperkasaan SMA Sutomo 1 Medan. Kekalahan itu merupakan yang kedua di partai final. Sakit memang. Tapi, rasa sakit itu bisa terobati dengan capaian luar biasa tim dance sekolah itu.
Ya, Tim Dance SMA Methodist 2 Medan mencatat prestasi luar biasa di ajang DBL. Sejak pertama kali digelar di Medan 2010 lalu, mereka selalu berhasil mempertahankan gelar juara. Total mereka sudah tiga kali jadi juara.


Menanggapi hal tersebut, kapten dance team Claudya menuturkan, ia dan teman-temannya bersyukur atas prestasi ini. “Sejak pertama even DBL berlangsung di Sumut 2010 lalu, kita sudah ikut meramaikan supporting eventnya. Khususnya, dance competition. Dan sejak itu kita terus menjadi pemenang,” ungkapnya, Minggu (26/2).

Satu hal yang patut dibanggakan dari dance team SMA Methodist 2 Medan ini selain menyabet gelar juara selama tiga tahun, mereka juga tak pernah dipandu pelatih. “Kita bekerjasama dengan semua anggota untuk menyelesaikan sebuah tarian yang menarik dipertontonkan. Dan kita memang tak memakai jasa seorang pelatih untuk itu,” kata Claudya. Dengan beranggotakan 12 orang, menurut Claudya, timnya sudah dipenuhi talenta yang diperlukan untuk menciptakan sebuah tarian menarik.

Sementara di posisi kedua Dance Competition ditempati Wiyata Disciples, asal SMA Wiyata Dharma Medan. Kapten Wiyata Disciples Dika Prianka mengaku tak menyangka bisa menempati posisi kedua.

Menurutnya, dance team yang awalnya tak mendapat dukungan dari pihak sekolah ini sangat membutuhkan prestasi untuk memberikan bukti kepada sekolah. “Mudah-mudahan semakin meyakinkan sekolah akan talenta siswanya,” harap Dika.

Sementara, di poisis ketiga ditempati dance team SMK Negeri 7 Medan yang dikapteni Cynthia. Cynthia juga mengaku sangat senang atas predikat yang diraih timnya. “Bangga bisa menjadi pemenang. Kemenangan ini juga sebagai pengobat duka, karena tim basket putri kita kalah di semi final,” terangnya. “Tahun depan, target kami juara,” tandas Cynthia. (saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *