Pemda Diminta Siapkan Ruang Isolasi

Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JELANG masa libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) diminta mengantisipasi penyebaran Covid-19. Salah satu upaya perlindungan, dengan mewajibkan pelaku perjalanan bepergian dalam keadaan sehat.

Selain itu, pemkab dan pemko juga mesti menyiapkan lokasi isolasi yang cukup, baik di rumah sakit maupun tempat isolasi terpusat lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan penularan Covid-19. Pemda juga harus mendeteksi atau skrining pelaku perjalanan dengan tes swab antigen. Sebab, pemerintah selalu mencatat terjadi kenaikan kasus Covid-19 setelah libur panjang.


“Beberapa hari lalu Bapak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi telah mengimbau seluruh masyarakat Sumut untuk menjaga suasana kondusif selama libur Nataru. Antara lain tiap daerah diminta agar mengantisipasi adanya pemudik yang berasal dari wilayah/daerah zona merah, dengan terlebih dahulu dilakukan validasi surat keterangan sehat dan pengecekan suhu tubuh sebelum bergabung dengan keluarga,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar menjawab Sumut Pos, Minggu (20/12).

Dalam Surat Edaran Nomor 700/STPCOVID-19/XII tanggal 16 Desember 2020 yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Edy Rahmayadi, menurut Irman, juga mengimbau masyarakat membatasi perjalanan ke luar kota dan sebisa mungkin berkumpul bersama keluarga di tempat tinggal masing-masing. “Hal ini untuk semata-mata untuk mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19 di Provinsi Sumut pada libur Nataru nanti. Daerah melalui satgas harus intens melakukan pengawasan terhadap pergerakan orang, terutama menjaga supaya tidak terjadi kerumunan massa,” katanya.

Mengenai swab atau tes cepat sehat yang diminta kepada setiap pemudik sebelum bepergian, ia menyebut dalam dilakukan pada klinik atau fasilitas kesehatan terdekat. Selain itu, juga dapat dilakukan di sekretariat satgas masing-masing daerah. “Paling terpenting adalah, bagi masyarakat yang melakukan perjalanan nantinya selalu disiplin akan protokol kesehatan 3M; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” katanya.

Bagi umat Kristiani diimbau dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan hidmat serta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Satu hal lagi, masyarakat dilarang melakukan perayaan tahun baru kali ini dan lebih baik disarankan berdoa bersama keluarga masing-masing.

Perketat Prokes di Objek Wisata

Mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara bersama TNI dan Polri akan memperketat pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan di pintu masuk menuju daerah pariwisata.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Whiko Irwan mengatakan, Pemprov Sumut sudah menyurati seluruh kepala daerah supaya meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat yang berkunjung ke lokasi pariwisata. Pasalnya, selama liburan panjang ini, lokasi pariwisata paling banyak dikunjungi masyarakat menikmati liburan.

“Aparat gabungan akan menggencarkan razia protokol kesehatan, melakukan penindakan sekaligus melakukan sosialisasi. Ini sudah dilakukan petugas gabungan saat liburan Idul Fitri, Idul Adha maupun saat perayaan hari besar keagamaan lainnya. Protokol kesehatan memang harus diperketat,” ujar Whiko Irwan, Minggu (20/12).

Whiko menyampaikan, lokasi pariwisata yang mendapatkan perhatian khusus karena selalu ramai atas kunjungan wisatawan di lokasi wisata di Danau Toba di Kabupaten Simalungun, Samosir, Toba, Tapanuli Utara. Selain itu, pengawasan dilakukan di lokasi wisata di Berastagi, Kabupaten Tanah Karo dan wisata pantai di Serdang Bedagai.

“Satgas Penanganan Covid-19 juga melakukan koordinasi dengan pihak perhotelan di lokasi pariwisata supaya memperketat protokol kesehatan. Setiap hotel diwajibkan menyediakan sarana mencuci tangan dan pengunjung menggunakan masker, jaga jarak dan tidak melakukan kerumunan. Kewajiban ini wajib diterapkan,” sebutnya.

7 Pegawai Kemenag Sumut Positif

Tujuh orang aparatur sipil negara (ASN) dan honorer di Kanwil Kemenag Sumut terkonfirmasi terpapar Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran, untuk sementara waktu kantor Kemenag Sumut ditutuo dan dilakukan swab massal.

Namun, setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan dari hasil swab ulang yang dilakukan, tiga orang dinyatakan negatif. “Dari yang 7 orang, tersisa 4 orang lagi yang menjalani isolasi mandiri ya, karena mereka OTG (orang tanpa gejala),” kata Kabag Umum dan Humas Kemenag Sumut, M Darwis kepada Sumut Pos, Minggu (20/12).

Semenjak diketahui adanya pegawai yang terkonfirmasi Covid-19, lanjut Darwis, Kemenag Sumut langsung ditutup selama seminggu (3-10 Desember 2020). Kemudian diperpanjang kembali, tanggal 10-14 Desember 2020. “Besok (hari ini) kita sudah beraktivitas seperti biasa,” sebut Darwis.

Terhadap empat orang ASN yang masih menjalani isolasi mandiri, diharuskan menjalani swab kembali setelah selesai menjalani isolasi selama 14 hari. “Kalau dia tetap positif tapi tidak menimbulkan gejala apa-apa, dia lanjut lagi menjalani isolasi mandiri. Sampai hasilnya negatif, baru bisa beraktifitas seperti biasa,” urainya.

Sementara, kabar mengenai Kepala Kanwil Kemenag Sumut Syahrul Wirda diduga terpapar, Darwis belum bisa memastikan. Hanya saja kata dia, Wirda sudah tak berkantor sejak tanggal 7 Desember 2020, karena menjalani perawatan di RS Royal Prima. “Pak Kanwil sudah sehat sudah di rumah, saya secara kedinasan belum menerima kondisi Pak Kakanwil, apakah positif terkonfirmasi corona atau hal yang lain. Dan juga tidak terkonfirmasi ke saya, harus harus meminta pak Kanwil harus swab setelah keluar dari rumah sakit,” jelasnya.

Atas kasus ini, Kemenag Sumut telah melakukan swab terhadap seluruh pegawai yang dibagi menjadi beberpa tahap. Tahap pertama 59 orang, tahap kedua 72 orang. “Untuk tahap ketiga Kamis kemarin, saya belum dapat jumlahnya karena belum terkonfirmasi ke saya,” pungkasnya. (prn/man)

loading...