Pemkab Gelar Simulasi Pertaki Bagi PNS

Sumatera Utara

Pakpak Bharat – Bupati Remigo Yolando Berutu MBA membuka secara resmi Simulasi Penggalian Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pegawai Negeri Sipil (PNS) bidang Pertanian Tangguh Agrobisnis Komersil Industri (Pertaki) di Ruang Rapat Wakil Bupati, Rabu (18/1).

Bupati pada arahanya mengatakan, pertanian merupakan salah satu pilar utama dari tiga pilar pembangunan Pakpak Bharat. Dengan demikian, pemerintah mengupayakan berbagai upaya demi percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat petani. Salah satunya adalah dengan langkah nyata bersama seluruh lapisan masyarakat melalui pendekatan budaya.


Remigo mengatakan, pada awalnya beliau kurang respon terhadap adanya ide pembentukan sebutan Pertaki guna peningkatan pembanguanan pertanian di  Pakpak Bharat, namun setelah mendalami makna Pertaki dimaksud selama satu tahun, dirinya menyetujui dan berharap kegiatan itu dapat terlaksana dengan baik.

Bupati menghimbau, pengunaan konsep Pertaki sangat perlu pembenahan maupun perbaikan sebelum di sampaikan kepada masyarakat petani.

“Jiwa dan semangat Pertaki yang dilakoni para tokoh masyarakat Pakpak pada masa dulu yang berdiam disuatu wilayah (Aur) seperti jujuran, sifat dermawan, penyabar, demokratis, karismatis, tangguh dan ulet dapat ditiru seluruh masyarakat Pakpak Bharat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Badan Penyuluh Pertanian Pekebunan Pertanian Kehutanan (BP4K) Makner Banurea, selaku deklator lahirnya Pertaki dalam laporanya mengatakan, konsep perkataan Pertaki sudah ada sejak tahun 2006 semasa kepemimpinan Almarhum Bupati Hery Muger Berutu,
namun karena beliau sudah dipanggil Sang Maha Kuasa sehingga konsep dimaksud terhenti ditengah jalan, mudah-mudahan dibawah kepemimpinan Bupati Remigo yang juga adik kandung dari Almarhum Hery Muger, konsep Pertaki ini dapat terlaksana sehingga kehidupan masyarakat petani di
Pakpak Bharat semakin meningkat sesuai dengan visi misi bupati. (mag-14)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *