Pemprov Dorong Produksi Pangan Pulau Nias

Sumatera Utara
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi menyerahkan bantuan benih padi, jagung, dan alsintan kepada kelompok tani di Kecamatan Telukdalam, Nias Selatan, Rabu (14/9).

TELUKDALAM, SUMUTPOS.CO -Pemerintan Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong peningkatan produksi tanaman pangan di Kepulauan Nias, dalam rangka mewujudkan swasembada. Pada Tahun Anggaran 2017, Pemprov Sumut mengalokasikan bantuan benih padi, jagung, dan alat mesin pertanian (alsintan) dengan total senilai Rp7,3 miliar.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, saat menyerahkan bantuan benih padi, jagung, dan alsintan kepada kelompok tani di Kecamatan Telukdalam, Nias Selatan, Rabu (14/9). Penyerahan bantuan tersebut, dalam rangka percepatan tanam periode April-September 2017. Satu alsintan yang diserahkan adalah mesin traktor, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sumut kepada Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.


Menurut Erry, pihaknya melalui dinas terkait, terus mendorong produktivitas dalam upaya pencapaian swasembada pangan di Sumut, di antaranya melalui dukungan terhadap program swasembada pangan di seluruh kabupaten/kota, termasuk Nias.

Upaya Pemprov Sumut dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditi tanaman pangan di Nias 2017, dialokasikan sebesar Rp7,3 miliar. Dengan rincian Gunung Sitoli Rp1 miliar, Nias Barat Rp692,8 juta, Nias Utara Rp598,2 juta, Nias Rp2,3 miliar, dan Nias Selatan Rp2,7 miliar. Bantuan yang diberikan terdiri dari benih padi 44,7 ton (Rp458 juta), benih jagung 52,5 ton (Rp2 miliar), dan alsintan senilai Rp5,2 miliar.

Bantuan tersebut dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain budidaya padi hibrida 1.750 hektare, budidaya jagung hibrida 3.501 hektare, bantuan combine harvester besar 2 unit, bantuan corn sheller 4 unit, rehabilitasi jaringan irigasi 200 hektare, traktor roda dua 71 unit, pompa air 48 unit, rice transplanter 7 unit, dan hands sprayer 46 unit.

“Dengan berbagai bantuan yang diberikan, baik benih, bibit, maupun alsintan, saya mengharapkan komitmen semua pihak untuk mau dan mampu mempertahankan produksi, atau bahkan meningkatkannya lagi,” tutur Erry.

Dalam kesempatan itu, kepada para pelaku pertanian di Nias, Erry berpesan, agar menjaga harmonisasi percepatam tanaman, yang selama ini telah berjalan baik pada masa tanam berikutnya. Ia juga menekankan agar mengoptimalkan alsintan, serta memanfaatkan lahan kosong.

Erry juga mensosialisasikan penerapan Perda Nomor 3 Tahun 2015, tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan, dalam rangka mencegah alihfungsi lahan pertanian. “Bagi setiap daerah yang bisa menerapkan Perda Nomor 3 Tahun 2015, dan mampu mempertahankan lahan pangan berkelanjutan, serta penambahan lahan pangan, akan diberikan bantuan sebesar Rp50 juta, dalam bentuk alsintan, benih, bibit, dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Azhar Harahap menjelaskan, untuk Nias, target produksi Oktober 2016-Maret 2017 seluas 29.148 hektare, dan telah terealisasi 32.147 hektare, atau 82,11 persen. Sementara untuk periode April-September 2017, Nias menargetkan 40.685 hektare, dan telah terealisasi 25.520 hektare, atau 62,72 persen. Kontribusi Nias dalam memproduksi padi pada 2016, sebesar 247.495 ton. Sedangkan total produksi padi Sumut sebesar 4.609.791 ton, pada 2016. (bal/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *