Pencoblos ‘Boyong’ Lebah ke TPS di Medan, 1 Demam 2 Terluka

Metropolis
Foto: M Idris/Sumut Pos TPS 2 di Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Jalan Dr/ Mongonsidi, diserang sekelompok lebah, Rabu (9/12) siang. Akibatnya, tiga petugas TPS terluka dan satu di antaranya mengalami demam.
Foto: M Idris/Sumut Pos
TPS 2 di Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Jalan Dr/ Mongonsidi, diserang sekelompok lebah, Rabu (9/12) siang. Akibatnya, tiga petugas TPS terluka dan satu di antaranya mengalami demam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tempat Pemungutan Suara (TPS) 2 yang berada di Jalan Dr Cipto/ Mongonsidi Kelurahan Angrung, Medan Polonia, tak jauh dari Mal Hermes Palace mendadak heboh, Rabu (9/12) siang. Segerombolan lebah berwarna hitam pekat berukuran kecil, menyerang petugas TPS di saat pencoblosan berlangsung, sekira pukul 10.00 WIB.

Akibatnya, para petugas TPS langsung berhamburan untuk menghindar dari serangan lebah. Namun, tiga petugas yang diketahui bernama Sukemi, Martin dan Erlangga terluka karena sempat disengat.


Sukemi mengalami bengkak pada badan, punggung, leher dan wajah. Bahkan, petugas Linmas ini mengalami demam usai disengat. Sementara, Martin dan Erlangga hanya bengkak di wajah, leher, bibir, kepala dan tangan.

Menurut penuturan Sukemi, lebah itu datang dari atas kepala seorang perempuan yang hendak mencoblos. Perempuan yang mengendarai sepeda motor itu, tak menyadari di atas kepalanya telah berkerumun lebah hitam ketika melangkah masuk ke dalam TPS.

Dilanjutkannya, saat berada di dalam TPS 2, petugas dan warga yang melihatnya langsung panik. Mereka berlarian keluar TPS sembari memberitahu kepada pencoblos tersebut yang belum diketahui namanya itu.

“Ada tawon (lebah), ada tawon. Lari, lari,” teriak Sukemi yang merupakan petugas Linmas TPS 2 saat diwawancarai.

Ia mengaku, ketika orang-orang berhamburan dirinya berusaha menyelamatkan perempuan itu dan menyuruhnya keluar dari TPS. Akan tetapi, di saat menolong ternyata segerombolan lebah tersebut malah menyerangnya.

“Jadi, pas saya menolong dan menyuruhnya keluar TPS ternyata gerombolan tawon itu malah menyerang saya. Bahkan, beberapa ekor ada yang masuk ke dalam baju,” ujarnya.

Lantaran masuk ke dalam baju, sambung Sukemi, ia pun kabur ke arah Jalan Dr Cipto. Namun, tetap saja lebah itu mengejarnya. “Karena terus dikejar dan beberapa ekor tawon masuk ke dalam baju, lalu saya lari sambil membuka baju. Kemudian, baju itu saya buangnya ke jalan. Akan tetapi, tawon tersebut tetap saja mengejarnya,” ungkap Sukemi yang mengaku berlari hingga ke Kantor Kelurahan Angrung.

Diutarakannya, sengatan lebah tersebut cukup sakit dirasakan dan bahkan hingga membuatnya demam. “Sakit kali disengatnya, bahkan saya sampai demam setelah beberapa jam, makanya saya paket jaket,” aku Sukemi.

Sementara itu, Martin dan Erlangga yang juga mengalami bengkak-bengkak mengatakan hal yang sama. “Awalnya ada seorang ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor mau menyoblos. Itulah pas masuk ke dalam TPS ternyata di kepalanya banyak lebah. Lalu, Pak Sukemi berusaha menolongnya tetapi malah diserang,” sebut Martin.

Ia menyebutkan, saking ketakutannya wanita yang kepalanya dikerumuni lebah itu ternyata tak jadi milih dan meninggalkan TPS. “Saya kurang tahu namanya siapa, karena ibu itu langsung pergi. Kalau saya kena sengat di tangan kanan, kepala belakang dan wajah. Kalau si Erlangga di bibir, leher dan kepala,” sebut Martin.

Ia menambahkan, kawanan lebah itu akhirnya pergi setelah diusir dengan membakar kertas karton tempat telur. “Sempat juga dibakar karton untuk mengusir lebah, tapi tetap juga datang sampai kedua kalinya. Namun, akhirnya lebah itu pergi juga,” tuturnya. (ris)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *