Pengadaan Pipa LNG Disepakati

Ekonomi

MEDAN- Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menandatangani penyediaan pipa gas terminal LNG terapung Belawan dengan PT KHI Pipe Industries (KHI). Hal ini sebagai komitmen PGN untuk memenuhi pasokan gas di Sumut yang masih minim.

Penyediaan pipa distribusi gas bumi ini akan menyalurkan gas bumi dari fasilitas penerima (ORF) terminal LNG terapung ke pelanggan.
“Penandatanganan perjanjian ini sebagai wujud komitmen kami untuk mempercepat pemenuhan pasokan gas dalam negeri, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya,” kata Sekretaris PGN Heri Yusup, kemarin (6/3).


Sesuai perjanjian, KHI akan menyediakan pipa baja ukuran 16 inchi sepanjang sekitar 11 km dan ukuran 12 inchi sepanjang sekitar 22 km. Untuk menjamin keamanan jaringan pipa gas bumi, pipa yang akan disuplai telah mengikuti standar API 5L Grade B yang sesuai dengan standar internasional.
Dari sisi kesiapan distribusi penyerapan gas bumi, PGN  akan segera melakukan sosialisasi kepada pelanggan dan calon pelanggan industri dan komersial, sehingga gas bumi yang dialirkan akan menghidupkan geliat roda ekonomi di kawasan industri di Medan dan sekitarnya. “Gas yang dialirkan akan dimanfaatkan sebagai tenaga listrik maupun energi lainnya,” ujar dia.

Nantinya, sambungnya, pipa tersebut akan menghubungkan fasilitas regasifikasi ke stasiun distribusi PGN di onshore. Selanjutnya akan diteruskan ke jaringan pipa distribusi di wilayah Medan dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Strategic Business Unit (SBU) Wilayah III PGN Mugiono mengatakan, proyek pembangunan Floating Strorage Regasification Unit (FSRU) di Belawan yang ditangani oleh unit Proyek LNG Barvo PGN. Rencananya akan berjalan sekitar 18 bulan hingga 21 bulan. “Proyek pembangunan FSRU sudah berjalan sejak awal tahun lalu. Jadi diperkirakan akan beroperasi dalam dua tahun ke depan,” katanya.

Untuk saat ini, PGN Wilayah III memiliki sekitar 56 pelanggan industri, 560 pelanggan komersil dan 2000 pelanggan rumah tangga. Berdasarkan survei PGN, kebutuhan gas untuk semua pelanggan ini sekitar 40 juta kaki kubik per hari. Namun sekarang PGN belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan karena pasokan gas yang kurang, lantaran sumur migas di Sumut sudah tua.

“Kontrak kita, pemasok mensuplai sebesar 17 juta kaki kubik per hari. Namun karena sumur sudah tua, PGN hanya mendapatkan 12 juta kaki kubik per hari.  2 juta kaki kubik untuk pelanggan komersil dan rumah tangga, sisanya untuk pelanggan industri,” bebernya.

Dengan berbagai langkah yang telah diambil dan kemajuan yang dicapai, imbuhnya, PGN mohon dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang untuk mendapatkan alokasi gas bumi bagi kepentingan dalam negeri serta kelancaran pelaksanaan pembangunan Terminal LNG Terapung Medan.

PGN juga mohon dukungan Pemerintah Daerah Sumatera Utara  khususnya, untuk memberikan kemudahan dalam pengurusan perizinan bagi calon-calon pelanggan dan industri sehingga dapat segera memanfaatkan gas yang akan didistribusikan demi kelangsungan hidup roda produksi dan masyarakat.(ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *