Pengaruh PPh Pasal 22 Harga Ponsel Bakal Naik

Iptek

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengeluarkan kebijakan kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 mengenai impor barang tertentu, satu di antaranya ponsel. Keputusan ini berdampak terhadap harga jual ponsel, tapi diprediksi tidak akan di atas lima persen dari harga jual saat ini.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Importir Telepon Genggam (Aspiteg), Ali Cendrawan, mengatakan, tidak ada angka pasti mengenai kenaikan harga jual ponsel, mengingat harga jual ponsel yang berbagam di pasar. “Pasti berdampak ke harga, tapi jumlahnya tidak pasti karena tergantung harga jualnya. Namun tidak lebih dari lima persen,” tuturnya, Rabu (11/12).


Seperti diketahui, pada 9 Desmeber lalu, telah diresmkian kenaikan PPh pasal 22 atas impor barang tertentu hingga level 7,5 persen, dari yang sebelumya 2,5 persen bagi para importir di Indonesia.

Ia juga menjelaskan, kenaikan PPh ini juga akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga produk. Hingga akhirnya bisa mempengaruhi daya beli konsumen. “Kalau harga naik, pasti akan berpengaruh kepada konsumen,” tambahnya.

Adapun kriteria barang tertentu yang menjadi sasaran pengenaan tarif PPh, yakni barang yang tidak digunakan dalam industri dalam negeri dan barang konsumsi yang nilai impornya besar serta tidak memberikan dampak besar pada laju inflasi.

Barang-barang yang dimaksud tersebut antara lain, elektronik dan handphone, kendaraan bermotor (kecuali kendaraan CKD/IKD, Hibrida/Listrik, dan kendaraan berpenumpang lebih dari sepuluh), serta barang konsumsi seperti tas, baju, alas kaki, perhiasan, parfum, furnitur, dan perlengkapan rumah tangga, serta mainan. (bbs/jpnn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *