Pengawasan Prokes Covid-19 di Medan Tak Maksimal, Banyak OPD Tak Jalankan Perwal

Metropolis

MEDAN, SUMUTOS.CO – Perwal No.27 tahun 2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan dinilai belum mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Alagi, hanya segelintir Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjalankan Perwal tersebut.

Razia masker: Satpol PP saat menggelar razia masker di kawasan terminal amplas, belum lama ini. Pengawasan protokol kesehatan di Kota Medan dinilai tak maksimal.istimewa/sumut pos.
Razia masker: Satpol PP saat menggelar razia masker di kawasan terminal amplas, belum lama ini. Pengawasan protokol kesehatan di Kota Medan dinilai tak maksimal.istimewa/sumut pos.

Anggota Pansus Covid-19 DPRD Kota Medan, Sudari ST mengatakan, hal itu dapat dilihat dari tidak terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mandiri yang seharusnya memang dibentuk oleh setiap OPD. Tapi faktanya, hanya ada beberapa OPD yang jelas-jelas membentuk Satgas penanganan Covid-19 seperti yang diwajibkan oleh Perwal tersebut.


“Paling hanya ada di Dinas Pariwisata, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Sedangkan yang lain, kita hampir tidak melihat ada OPD yang betul-betul turut bekerja dalam menangani Covid-19 ini dengan membentuk Satgas Mandiri. Kalaupun ada yang lain, jumlahnya hanya segelintir,” ujar Sudari kepada Sumut Pos, Minggu (18/10).

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan itu mendorong Pemko Medan untuk menenekankan kepada seluruh OPD dan elemen yang ada di Pemko Medan supaya segera membentuk Satgas mandirinya masing-masing dan bekerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai OPD-OPD di Pemko Medan sendiri yang justru menjadi contoh yang tidak baik bagi masyarakat dalam bentuk ketidakpedulian terhadap protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27/2020,” ujarnya.

Menurut Sudari, pihaknya di Pansus Covid-19 DPRD Medan akan segera memanggil OPD-OPD terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kota Medan. Terkhusus saat ini, Menteri Kesehatan telah memberikan surat edaran agar setiap Dinas Kesehatan, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang di wilayahnya menggelar Pilkada serentak, supaya melakukan tes kesehatan kepada seluruh KPPS yang ada.

“Ini harus segara dipersiapkan. Kita mau tanya, sudah seberapa jauh persiapan Dinkes Kota Medan dalam rencana pemeriksaan seluruh petugas KPPS di Pilkada Kota Medan nanti. Dalam pekan ini juga kita rencanakan akan memanggil OPD-OPD terkait di Rapat Pansus Covid-19,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Medan, Robi Barus SE menilai jika Pemko Medan melalui sejumlah OPD lainnya memang belum maksimal dalam menerapkan pengawasan protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27/2020.

Terkait Pilkada yang dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, Robi Barus meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Masyarakat diminta untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No 27 tahun 2020.

“Kita mendukung Pilkada digelar, Dewan juga terus mendorong KPU agar terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar jangan takut datang ke TPS dalam memberikan hak suaranya. Pemerintah pusat sudah mendesain sedemikian rupa agar gelaran pencoblosan nanti dapat dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkap Robi.

Namun begitu, Robi mendorong dan terus mengingatkan Pemko Medan, khususnya dalam hal ini Dinas Kesehatan agar segera menindaklanjuti surat edaran dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengawasan yang salah satunya melakukan pengecekan kesehatan terhadap seluruh petugas KPPS yang ada pada gelaran Pilkada Medan 2020.

“Ini sangat penting. Sebab selain untuk meminimalisir adanya resiko penularan Covid-19, langkah itu juga dapat memberikan ketenangan dan rasa nyaman kepada masyarakat agar tidak ragu untuk datang ke TPS dan memberikan hak suaranya. Sebab kita mau, walaupun kali ini Pilkada digelar ditengah pandemi, tapi kita harapkan presentase jumlah pemilih dapat naik secara signifikan bila dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pilkada Medan periode yang lalu,” pungkasnya. (map/ila)

loading...