Penunjukan Hotel Lokasi Isolasi OTG Covid Wewenang Satgas

Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara telah mendata hotel-hotel di Kota Medan, yang akan dijadikan lokasi isolasi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Sedikitnya ada enam atau tujuh hotel di Medan yang siap direkomendasikan sebagai lokasi isolasi OTG.

“Yang terbaru berapa saya tidak tau. Tetapi yang terakhir saat saya koordinasikan ada sekitar enam sampai tujuh hotelyang direncanakan sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19. . Itu semua berada di Medan. Namun soal penunjukannya, itu wewenang Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut,” kata Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sumut, Muchlis Nasution, menjawab Sumut Pos, Minggu (18/10).


Dalam hal ini, kata dia, kapasitas Disbudpar hanya membantu Satgas. “Kami diminta berkoordinasi dengan asosiasi hotel atas rencana hotel sebagai tempat isolasi. Sudah kami sampaikan hotel mana saja yang bersedia. Tapi keputusan soal penunjukan hotel, bukan keputusan Disbudpar, tetapi domain Satgas,” katanya.

Apa saja nama hotel yang direkomendasikan? Disbudpar tidak bersedia mengungkap. Alasannya, tidak ingin muncul stigma tidak baik terhadap hotel bersangkutan. “Terkadang persepsi masyarakat kita macam-macam untuk pasien Corona. Kadang, negatif,” pungkasnya.

Dikonfirmasi mengenai masalah hotel sebagai lokasi isolasi OTG Covid-19, Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, enggan merespon. “Coba ditanyakan sama Dansatgas Mebidang atau Dinas Pariwisata,” bilangnya.

Diberitakan, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut belum juga memutuskan hotel mana saja yang akan direkomendasikan sebagai lokasi isolasi OTG Corona di wilayah Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang).

“Saat ini kita masih punya 1.000 kamar (sebagai ruang isolasi) yang disiapkan, tapi baru terpakai 150 kamar. Yang lain terbagi di Mebidang, ada di Nias sebanyak 320 kamar. Tetapi tinggal 92 orang (yang terpakai). Lalu kita buka hari ini di Madina, karena Madina sudah terpapar sampai 182 orang. Mereka buka hotel di sana untuk mengisolasi orang-orang yang terpapar virus,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi, menjawab wartawan, di Kantor Gubsu Jl. Diponegoro Medan, Selasa (13/10) lalu.

Edy mengaku belum dapat menyebut hotel mana saja yang pihaknya pilih guna menampung pasien OTG Covid. Mengingat perkembangan data orang terpapar Corona setiap hari sangat dinamis. “Dia terus berjalan. Ada yang sembuh, ada yang terpapar. Intinya adalah 3T; testing, tracing, dan treatment. Tracing ini adalah tugasnya terus mencari orang-orang yang terpapar,” katanya.

Mengenai koordinasi dengan kabupaten/kota untuk menampung pasien OTG covid pada lokasi isolasi, Gubsu Edy menyebut akan dilakukan upaya jemput bola oleh tim satgas. “Begitu kabupaten/kota sulit mengendalikan, kita berangkatkan dari sini (Medan) untuk menguasai posko di kabupaten dan kota. Contohnya Nias, kesulitan di sana menanganinya kita berangkatkan dari sini,” tuturnya.

Poldasu Gelar Operasi Yustisi

Sementara itu, Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama tim Gugus Tugas Provinsi Sumut, melakukan Operasi Yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan di masyarakat.

Tujuannya mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas khususnya di Kota Medan. Operasi Yustisi dilakukan pada malam hari, dengan menyusuri beberapa lokasi keramaian yang ada di Kota Medan, Minggu (18/10) dini hari.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolda Sumatera Utara Nomor : B /8866 /X/OPS.1.3./2020, Tanggal 16 Oktober 2020, sebanyak 1 SSR personil Brimob Polda Sumut diturunkan, yang dipimpin Aiptu Zulkarnaen.

Sebelumnya, personil Sat Brimob Polda Sumut menggelar Apel Gabungan di kediaman Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Medan, yang dipimpin oleh Kolonel Inf A Mulyadi.

Kegiatan Operasi Yustisi ini juga melibatkan semua unsur, yakni TNI-Polri, Satpol PP Provinsi Sumut, Pemerintah Kota (Pemko) Medan serta personel gabungan ASN yang berada dalam Satgas Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan sidak dan inspeksi ke tempat keramaian yang banyak dikunjungi oleh masyarakat di Kota Medan. Ddi antaranya Durian Sibolang Jalan Iskandar Muda, Deparis Hotel, Super Hotel dan Sibayak Hotel Nibung Raya Medan.

Humas Sat Brimob Polda Sumut Brigadir Rizki SN, kepada sejumlah wartawan menjelaskan, pihaknya melakukan operasi bersama tim gabungan Satgas Covid-19 Sumut. “Ya, personel kita tadi malam melakukan giat Ops Yustisi bersama gabungan Satgas Covid-19 Provinsi Sumut, dalam rangka melakukan pengecekan ke tempat lokasi keramaian dan tempat hiburan di Kota Medan. Sekaligus mengimbau masyarakat pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” ùjarnya.

Sejumlah masyarakat yang tidak mengenakan masker dan tidak menerapkan psychal distancing (menjaga jarak), diberi sanksi berupa push-up. Kemudian, pelanggar didata serta diimbau agar tidak mengulanginya lagi.

“Kita berharap, kegiatan ini bisa mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Disiplin penerapan protokol kesehatan harus dimulai dari diri sendiri,” pungkasnya. (prn/mag-1)

loading...