Penyebaran Covid-19 di Karo Meningkat

Sumatera Utara
SAMBUTAN: Danrem 023/KS, Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang didampingi Ketua Persit KCK Korcab Rem 023 PD I/BB disambut Bupati Karo Terkelin (dua kiri) dalam kunjungan perdana ke Makodim 0205/TK, beberapa waktu lalu. ilyas effendy/ sumutpos.
SAMBUTAN: Danrem 023/KS, Kolonel Inf Febriel Buyung Sikumbang didampingi Ketua Persit KCK Korcab Rem 023 PD I/BB disambut Bupati Karo Terkelin (dua kiri) dalam kunjungan perdana ke Makodim 0205/TK, beberapa waktu lalu. ilyas effendy/ sumutpos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo terus berupaya keras menurunkan kurva Virus Corona atau Covid-19. Kabupaten Karo hingga kini masih berstatus zona merah penyebaran Covid-19. Data terkini, sudah terkonfirmasi 27 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo.

Guna menurunkan kurva Covid-19, Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta masyarakat lebih meningkatkan disiplin protokol kesehatan, dan waspada.


Terkelin menegaskan, Pemkab Karo bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 sedang fokus menurunkan kurva Covid-19 dengan penegakan disiplin oleh Satgas Penegakan Disiplin (Gakplin) untuk membiasakan masyarakat disiplin dengan protokol kesehatan. “Sehingga nantinya masyarakat terbiasa dengan protokol Covid-19 menuju new normal atau kenormalan baru,” ujar Terkelin.

Hal itu diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Asisten Administrasi Setdakab Karo Mulianta Tarigan, Ketua Plh GTPP Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Irna Safrina Meliala, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Abel Tarwai Tarigan, Senin kemarin di Media Center GTPP Covid-19 Kabupaten Karo, Jalan Kapten Selamat Ketaren, Kabanjahe.

“Kita akan diperhadapkan pada cara hidup baru setelah masa pandemi 3 bulan terakhir ini. Di mana seluruh aktivitas kita akan kembali normal, namun semua itu harus berpedoman pada protokol kesehatan. Jika kita tidak disiplin dalam menjalankannya maka usaha yang kita perjuangkan selama ini akan sia-sia saja,” ungkap Terkelin Brahmana yang juga Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Karo.

“Situasi dalam kurun waktu 3 bulan lebih, telah mengajarkan kepada kita agar tidak lagi memandang remeh keberadaan virus corona. Mari kita bergandengan tangan untuk bekerjasama menjauhkan virus corona dari daerah kita,” kata Terkelin.

Bupati meminta agar masyarakat senantiasa menaati anjuran dan imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, dengan tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta selalu jaga jarak dan hindari kerumunan.

“Adaptasi baru atau cara hidup baru harus kita jalani dengan kedisiplinan menjalankan protokol Covid-19,” katanya.

Bupati mengingatkan, wabah Covid-19 tidak hanya telah menimbulkan dampak pada masalah kesehatan masyarakat saja. Lebih dari itu, juga telah menimbulkan dampak pada aspek ekonomi dan sosial.

“Untuk itu, saya sangat berterima kasih pada pihak-pihak dan lembaga yang terketuk hatinya untuk bersama-sama pemerintah ikut menangani dampak Covid-19,” tuturnya. Disebutkannya, Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan merupakan salah satu upaya mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran wabah Covod-19.

“Dengan demikian, kedisiplinan masyarakat akan menjadi kunci bagi kesiapan kita menghadapi kebiasaan normal baru,” ujar Bupati Karo. Menyoal new normal atau adaptasi baru, Terkelin menyatakan terus memberikan pemahaman keapda masyarakat. “Kita terus memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait kesiapan adaptasi baru untuk melakukan disiplin protokol Covid-19,” pungkas Terkelin.

Sementara Ketua GTPP Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu dan Kadis Kesehatan Irna Safrina Meliala, mengklaim telah semaksimal mungkin berupaya menekan penyebaran covid-19.

Namun, rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan penularan virus corona di Kabupaten Karo terus meningkat.

“Cepat tidaknya penurunan grafik Covid, tergantung kesadaran dan kedisiplinan kita. Upaya pencegahan sebenarnya telah maksimal kita (GTPP) lakukan. Tetapi memang kesadaran masyarakat masih kurang sehingga harus ditingkatkan, karena kunci dari penanganan covid-19 ini ada di masyarakat,” katan Irna. (deo/azw)

loading...