Penyelundupan Barang Impor via KM Kelud Marak

Ekonomi
eldin, meninjau kesiapan KM Kelud sebelum bertolak meninggalkan dermaga pelabuhan
Dzulmi Eldin meninjau kesiapan KM Kelud sebelum bertolak meninggalkan dermaga pelabuhan Belawan. Penyelundupan barang impor dari Batam via KM Kelud masih marak terjadi.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Penyelundupan barang ilegal dari Batam ke Pelabuhan Bandar Deli Belawan, masih marak terjadi. Terakhir, barang tak resmi berupa bawang, minuman keras (miras) dan tekstil impor diangkut via KM Kelud itu sempat diamankan petugas Pomal Lantamal I. Namun, aktivitas praktik terlarang itu masih saja marak.

Amatan di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Minggu (8/5), usai menurunkan penumpang KM Kelud dari Batam tujuan Belawan, jelang malam terlihat sejumlah buruh panggul sibuk menurunkan barang kotak impor yang dikemas karung dari atas kapal ke mobil pick-up maupun angkot yang menjemput.


Barang yang diduga tak dilengkapi dokumen dan tidak membayar kewajiban pabean dari pelabuhan asal itu, selanjutnya dibawa menuju ke arah Medan melalui akses jalan Tol Belmera Belawan. Ironisnya, meski aktivitas ini berlangsung tiap pekan, namun pihak terkait di Belawan terkesan ‘melegalkannya’.

SB Nainggolan (41), seorang pekerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan menuturkan, masuknya barang-barang impor yang diangkut KM Kelud itu sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, praktik tersebut diduga melibatkan oknum petugas di lingkungan pelabuhan.

“Masih kapal KM Kelud sandar di Ujung Baru sudah pada bermain. Apalagi, dipindahkan ke Pelabuhan Bandar Deli Belawan, semakin bebas. Bahkan, sebelum diangkut terkadang barang ditumpuk di terminal,” sebutnya.

Public Ralation PT Pelindo I Medan, Fiona Sari Utami saat dikonfirmsi mengaku belum mengetahui tentang masuknya barang-barang impor ilegal dari KM Kelud yang dibongkar di Pelabuhan Bandar Deli Belawan itu. Kendati demikian, pihaknya berjanji akan segera melakukan pengecekan atas kabar tersebut.

“Saya belum tahu, tapi nanti kita akan cek kebenarannya. Apa benar fasilitas pelabuhan dipakai untuk aktivitas bongkar muat barang ilegal,” ujar Fiona.

Menurut juru bicara perusahaan plat merah ini, sistem pengamanan di areal pelabuhan sebenarnya sudah cukup ketat. Bahkan, dalam hal pengamanan aset obyek vital nasional tersebut, pelindo melibatkan petugas dari unsur kesatuan TNI Angkatan Laut. “Petugas dari TNI AL kita libatkan, belum dari satpam dan KPLP. Kalau kapal KM Kelud sandar, pihak Bea Cukai dan Karantina stand-by. Begitu pun nanti kita cek lagi siapa yang bermain,” katanya.(rul/deo)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *