Perekrutan CPNS 2019 Direncanakan Oktober

Metropolis
file/sumut pos
MENUNGGU: Ratusan peserta menunggu untuk mengikuti ujian CPNS di Kantor BKN Sumut Jalan TB Simatupang Medan, beberapa waktu lalu. Sedangkan perekrutan CPNS 2019 direncanakan Oktober mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wacana perekrutan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan dilaksanakan pada Oktober 2019 ini sudah terdengar sejak beberapa waktu yang lalu. Hal itu tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh masyarakat di Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kota Medan yang punya animo sangat tinggi terhadap perekrutan CPNS dari tahun ke tahun.

Namun, hingga saat ini pihak Pemko Medan justru menyebutkan belum mendapatkan surat dari pemerintah pusat yang dalam hal ini Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).


“Ya wacananya sih gitu, tapi nyatanya sampai sekarang kami belum juga mendapatkan surat balasan dari Kemenpan terkait jumlah kuota perekrutan CPNS dan PPPK 2019 untuk Pemko Medan,” ucap Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (23/7).

Muslim menyebutkan, bahwa sebelumnya pihaknya telah meng-ajukan formasi sebanyak lebih dari 800 formasi untuk perekrutan CPNS dan PPPK tahun 2019. “Sudah lama kami ajukan ke Kemenpan, ada 800an Formasi, jumlah itu sudah disesuaikan juga dengan jumlah ASN Pemko Me-dan yang sudah pensiun. Tapi nyatanya sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban dari Kemenpan, berapa jumlah formasi yang mereka setujui untuk direkrut ditahun ini,” jelasnya.

Dilanjutkan Muslim, bila nantinya pihaknya telah mendapatkan surat balasan terkait kuota formasi dari jumlah formasi yang telah diajukan, baru lah pihaknya akan mendapatkan jadwal pelaksanaan perekrutan CPNS.

“Biasanya kita akan disurati dulu terkait jumlah formasi atau kuota yang disetujui oleh Kemenpan, baru nantinya akan diberikan jadwal kapan akan dilaksanakannya perekrutan itu. Nah, ini aja kami belum dapat berapa jumlah kuota yang disetujui oleh Kemenpan, apalagi jadwal pelaksanaannya, belum ada kepastian sampai saat ini,” terangnya.

Dikatakan Muslim, dari jumlah 800-an formasi yang diajukan, 70 persen di antaranya adalah untuk formasi PPPK bagi tenaga pendidikan dan kesehatan, sedangkan 30 persen lainnya untuk PNS reguler di luar PPPK. “Karena memang begitu formasi yang diminta oleh pemerintah pusat, maka begitulah yang kami ajukan. Dan memang itu sesuai, saat ini memang tenaga pendidikan dan kesehatan yang paling banyak dibutuhkan,” tuturnya.

Namun, kata Muslim, dari jumlah 800-an yang diajukan, biasanya hanya sepertiganya yang disetujui oleh pihak Kemenpan RB. Kalaupun disetujui, biasanya hanya sepertiganya yang diberikan kuota oleh pusat, paling banyak sekitar 300 formasi. Karena tahun lalu, untuk perekrutan CPNS 2018, Pemko Medan ajukan ada lebih dari 700 formasi, tapi yang disetujui dan diberikan kuota untuk Pemko Medan hanya sebesar 200-an formasi saja.”Nanti akan kami informasikan kepada awak media bila kami sudah mendapatkan surat balasan dari Kemenpan terkait jumlah kuota yang ditetapkan untuk Pemko Medan,” pungkasnya.

BKD Provsu Masih Tunggu Formasi dari Pusat

Sementara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu sampai kini masih menunggu arahan pemerintah pusat sekaitan formasi calon aparatur sipil negara (CASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk dilakukan rekrutmen tahun ini.

“Usulannya sudah kita sampaikan secara online ke Menpan RB. Sampai sekarang kita masih menunggu respon dari mereka,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Setdaprovsu, Abdullah Khair Harahap menjawab Sumut Pos, Selasa (23/7).

Mekanisme pendaftaran rekrutmen CASN dan PPPK ini, sebutnya, dilakukan secara online. Di samping itu, belum semua daerah juga yang membuka pendaftaran karena masih menunggu instruksi Kemenpan RB. “Kalau menurut informasi (pendaftaran CASN) pada Oktober 2019. Namun gak mungkin kita buka sebelum terima formasi dari Kemenpan,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan, untuk seleksi penerimaan calon Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 2019 sudah selesai tahap tes kesehatan. “Dan pada 27 Juli ini dilanjutkan ke tahap psikotest,” katanya.

Mengenai jumlah pelamar IPDN dari Sumut tahun ini, pihaknya tidak mau menyebut lantaran prosesnya dilakukan secara online. “Pendaftarannya kan dilakukan online, makanya kita tidak berani bilang sekian orang. Yang jelas sekarang ini sudah selesai tahap tes kesehatan. Di websitenya bisa dicek kok berapa orang yang lulus,” katanya.

Selain itu, pada 1 Agustus mendatang pihaknya bersiap menyambut kedatangan lulusan IPDN sebelumnya yang sudah selesai melakukan magang. Nantinya, imbuh Khair, sambutan langsung dilakukan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, di Aula Raja Inal Siregar.

“Yang kita terima nantinya adalah mereka yang angkatan 25. Mereka yang akan ditempatkan menteri dari berbagai provinsi ke Sumut, 1 Agustus 2019. Dan ini sudah tahun ketiga kita menerima mereka, yang dimulai dari angkatan 23. Mereka yang kemari nantinya juga karena sudah selesai orientasi,” pungkasnya. (prn/map/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *